NovelToon NovelToon
Silam 1989

Silam 1989

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / TKP / Kutukan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: The Hollow Archive

Di penghujung tahun 1989, Kota Marunda digegerkan oleh hilangnya Nirmala Hadiningrat, anak perempuan berusia tujuh tahun dari keluarga terkaya dan paling berpengaruh di kota tersebut. Tanpa ada tuntutan uang tebusan, satu-satunya petunjuk yang ditinggalkan pelaku di kamar korban hanyalah sebutir talas hutan misterius yang dibungkus kain kafan kusam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Hollow Archive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suara Dari tanah Leluhur

"Lihat ini, bajingan!" Tangan kirinya yang bebas melepaskan senter National, membiarkannya menggantung di tali pergelangan tangan, lalu mengangkat tinggi-tinggi surat penyerahan tanah adat yang ditandatangani oleh Adiwangsa Hadiningrat.

Cahaya dari kobaran obor di sekitar pelataran langsung menerangi lembaran kertas putih bermeterai resmi tersebut. Stempel merah besar milik keluarga Hadiningrat terlihat jelas di bawah temaramnya malam.

Gerakan algojo bertopeng iblis itu mendadak berhenti di udara. Bilah celurit tajam yang hanya berjarak beberapa jengkal dari leher Januar. Seluruh warga faksi radikal yang mengepung pelataran serentak, mata mereka tertuju pada selembar kertas di tangan Aris.

"Itu... stempel resmi Hadiningrat," bisik salah satu warga desa di barisan depan, suaranya antara tidak percaya dan serakah.

"Benar!" gertak Aris, maju mendekati tangga rumah panggung dengan pistol revolver yang tetap siaga di tangan kanannya.

"Ini adalah dokumen hukum sah pelepasan Hak Guna Usaha atas seluruh kaki Gunung Kelam! Mulai detik ini, tanah adat ini resmi kembali menjadi milik warga Desa Talas!"

Aris menatap sang algojo di atas panggung.

"Kalian menculik Nirmala untuk membalas dendam atas tanah yang dibakar tahun 1959. Sekarang, tanah itu sudah kembali ke tangan kalian tanpa ada setetes darah pun yang tumpah! Jika kalian menurunkan celurit itu dan melepaskan Januar, surat ini jadi milik kalian.

Tapi jika besi itu melukai rekan saya, saya bersumpah akan membakar surat ini sekarang juga, dan membiarkan dinasti Hadiningrat meratakan desa ini dengan buldoser kota besok pagi!"

Januar yang berlutut di tiang eksekusi, melihat Aris dengan mata penuh harap. Suasana pelataran menjadi sangat mencekam. Faksi radikal bertopeng iblis mulai saling berpandangan.

Pemimpin mereka, sang pria parau yang berdiri di dekat altar, menatap kertas di tangan Aris dengan rakus. Di sudut lain, wanita tua berambut putih yang tangannya terikat tampak mengangguk ke arah Aris, dia tahu detektif kota ini telah memenangkan permainan psikologis ini.

Namun, sang algojo di atas panggung tampaknya masih dirasuki oleh dendam kuno. Dia menggeram rendah di balik topeng iblisnya.

"Surat itu bisa dipalsukan! Orang kota selalu menipu kita!" Teriaknya, dan perlahan-lahan otot lengannya kembali menegang, bersiap mengayunkan celuritnya ke leher Januar.

Sebelum lengan kekar sang algojo sempat mengayunkan bilah celuritnya, sebuah suara lengkingan. Wanita tua berambut putih itu menengadah ke langit malam. Dari sela-sela bibirnya yang keriput, meluncurlah untaian mantra kuno berbahasa daerah yang sudah lama hilang dari peradaban kota.

Suara wanita tua itu tidak keras, namun frekuensinya seolah bergetar langsung di dalam dada setiap orang yang mendengarnya. Angin malam yang tadinya berembus kencang mendadak berhenti total.

Api pada obor-obor minyak tanah di sekitar pelataran berkedip redup, berganti warna menjadi kehijauan. Brak!Sang algojo di atas panggung mendadak menjatuhkan celuritnya. Dia mencengkeram kepalanya sendiri dengan kedua tangan, mengerang kesakitan di balik topeng iblis merahnya.

Tubuhnya gemetar hebat sebelum akhirnya ambruk berlutut di samping Januar, lumpuh total oleh kekuatan tradisi kuno yang mengalir dalam mantra sang ketua adat.

Warga faksi radikal lainnya yang berada di pelataran seketika mundur teratur dengan wajah ketakutan.

Mereka menyadari bahwa meskipun mereka memegang kekuasaan fisik, sang wanita tua tetaplah penjaga spiritual tertinggi di kaki Gunung Kelam yang tidak bisa dilawan.

"Turunkan senjata kalian!" perintah wanita tua itu, kini suaranya kembali normal namun penuh dengan wibawa. Pengawal yang tadinya menahannya langsung melepaskan ikatan talinya dan berlutut memohon ampun.

Wanita tua itu berjalan perlahan mendekati tangga rumah panggung, rambut putihnya yang menjuntai tampak berkilau tertimpa cahaya obor yang kembali normal. Dia menatap Aris yang masih siaga dengan revolvernya.

"Detektif kota," ucap wanita tua itu, dadanya "Kau telah menepati janjimu membawa keadilan bagi tanah kami yang abu. Dan tanah ini telah menjawab dengan menyelamatkan rekanmu."

Dua orang warga desa yang tersisa segera naik ke panggung dan memotong tali yang mengikat tubuh Januar. Begitu bebas, Januar langsung berjalan cepat menuruni tangga dan berdiri di belakang punggung Aris.

"Terima kasih, Aris... aku benar-benar mengira riwayatku tamat malam ini," bisik Januar dengan suara serak. Aris menurunkan revolvernya. Dia melangkah maju dan meletakkan surat penyerahan tanah adat dari Adiwangsa Hadiningrat ke atas altar batu di depan sang wanita tua.

"Surat ini sah secara hukum kota. Desa kalian tidak akan pernah diganggu lagi," kata Aris tegas. "Sekarang, urusan kita di sini selesai.

Saya membawa rekan saya dan Nirmala pulang. "Wanita tua itu mengambil surat tersebut, lalu mengangguk perlahan.

"Pergilah sebelum fajar menyingsing, Aris. Jangan pernah menoleh ke belakang lagi saat melewati gerbang kami."

Aris dan Januar segera bergerak menuju mobil Corolla DX yang kap depannya masih mengeluarkan asap akibat menabrak gerbang tadi. Di kursi belakang, Nirmala perlahan mulai siuman, menatap Aris dengan mata bulatnya yang masih sembab.

Meskipun mereka berhasil lolos dari cengkeraman mistis Desa Talas, Aris tahu tugasnya belum sepenuhnya selesai. Dokumen asli tahun 1959 masih ada di tangan wartawan Bramantyo, dan kota sudah menunggu mereka dengan babak baru.

1
Syauqi Purnama
lanjutt dongggg😭😭😭
The Hollow Archive: D tunggu ya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!