Bukan tentang pengkhianatan ataupun perselingkuhan, tapi tentang obsesi cinta yang menjadi luka dan dosa.
Nisa harus menerima hatinya terluka saat suaminya, Rangga secara terang terangan pergi berkencan dengan kekasihnya, Tiwi. Tapi itu adalah harga yang harus diterimanya atas dosa yang dilakukannya sendiri.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya saat cahaya lain hadir dalam hidup Nisa. Akankah semuanya berakhir bahagia atau sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farhati fara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tulus
Hari- hari berlalu, Nisa semakin dekat dengan pria bernama Radit itu, apalagi keterbatasan Rangga yang ingin bertemu Nisa namun selalu di halangi oleh Ali. Seringkali Radit berkunjung ke rumah Nisa hanya untuk mengajak Nisa ke tempat tempat pengajian, Tabligh Akbar, dan tempat-tempat di mana diadakan berbagai kajian ilmu islam lainnya.
Awalnya Ali tidak suka saat pria itu sembarangan mengajak adiknya. Namun, lama kelamaan dia mulai menyukai Radit yang terlihat begitu perhatian pada adiknya. Apalagi setelah Ali tahu kalau Radit itu sepupu dari sahabat baiknya, Jimmy.
Ali tidak akan bersikap munafik dengan menyangkal fakta kalau Radit menyukai adiknya. Ali dapat melihatnya hanya dari bagaimana pria itu menatap Nisa. Bukan tatapan nafsu tapi tatapan tulus yang memang benar-benar tertuju pada adiknya. Jika bukan ketulusan lalu apa lagi? Nisa bukan lagi seorang gadis dan juga dia buta sekarang ini. Memang apa yang Radit lihat dari adiknya itu jika pria itu tidak benar-benar jatuh cinta pada adiknya itu.
"Sepertinya Radit menyukaimu, Nisa" ujar Ali tiba-tiba saat Nisa baru saja pulang dari perkumpulan komunitas pecinta Islam yang diantar oleh Radit.
"Kakak bicara apa sih? Mas Radit tidak mungkin menyukaiku." sahut Nisa mencoba membantah. Dia tidak merasa kebaikan Radit padanya sebagai sebuah rasa cinta. Itu hanyalah rasa kasihan akan keadaannya sekarang. Ya... itu adalah rasa kasihan! Begitulah Nisa menjaga hatinya sekarang ini. Dia belum ingin jatuh cinta lagi pada manusia karena saat ini Nisa benar-benar ingin memfokuskan diri untuk bisa lebih dekat dengan penciptanya.
"Terserah apa katamu, yang jelas kakak melihat dia seperti orang yang jatuh cinta padamu. Kakak sih tidak peduli bagaimana pendapatmu tentangnya . Tapi jika kalian berjodoh, kakak akan dengan senang hati menerima Radit sebagai adik ipar. Menurut kakak dia calon suami yang cocok untukmu." kata Ali tersenyum menatap pada adiknya yang menunduk mencoba menyembunyikan wajahnya yang memerah seperti tomat matang setelah mendengar kalimat yang di lontarkan kakaknya.
Karena kalimat Ali yang mengatakan Radit menyukainya membuat hari-hari Nisa berikutnya menjadi canggung saat berdekatan dengan Radit. Tanpa sadar, Nisa mulai merasakan hal lain di hatinya. Dia juga dapat merasakan kehangatan dari perlakuan Radit kepadanya, sangat berbanding terbalik dengan Rangga yang selalu membuatnya hatinya membeku tanpa ada sedikit pun kehangatan bahkan tidak ada setitik pun kehangatan. Namun Nisa tidak akan menampik kalau hatinya masih menyimpan nama Rangga sebagai nama pria yang di cintainya.
Di lain sisi, Rangga merasa sangat kesal saat melihat Radit selalu menjemput Nisa untuk jalan jalan dan Ali selalu membuka izinnya untuk pria itu. Sedangkan dia, Ali selalu memasang badan mengusirnya dan menyuruhnya agar tidak mengganggu adiknya lagi. Tindakan kontras Ali tersebut sangat membuatnya jengkel, tapi apa yang bisa Rangga perbuat. Bukankah semua ini terjadi juga karena kesalahannya sendiri?
Namun, dibalik rasa kesal itu ada rasa senang yang menyelinap masuk dalam hatinya saat melihat mantan istrinya bisa tersenyum lepas dan bahagia walau itu dengan Radit. Ah... andai dia yang membuat Nisa tersenyum seperti itu. Harap Rangga tanpa sadar. Namun apa yang di dapatnya. Kenyataannya Nisa hanya mengeluarkan air mata saat bersamanya.
Walau begitu, kali ini Rangga sudah bertekad. Dia tak akan menyerah walaupun Nisa kini terlihat bahagia dengan Radit. Rangga bertekad akan kembali membuat Nisa ke pelukannya walau mungkin jalannya akan sulit dengan Ali yang menghadang dan menentang keras dirinya untuk dekat dekat dengan Nisa.
.
.
.
oh tidak bisa
dasar Tiwi ulet bulu
ah couple baru dong😍
semangat kak fara💪lanjut LG yg byk ya😄
apakah Nita punya peran besar jg di novel ini JD penasaran