NovelToon NovelToon
Pembalasan Mantan Istri Yang Terbuang

Pembalasan Mantan Istri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Poligami / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: YoungLady

“Aku tidak akan menceraikanmu, Tiara.”

Haikal mengucapkan kalimat itu tanpa sedikit pun keraguan.

“Dan aku mengizinkanmu tetap tinggal di rumah ini.”

Air mata Tiara mulai mengalir lagi.

“Tapi, izinkan aku untuk menikah lagi.”

Tiara menatap pria yang selama ini menjadi tempatnya menggantungkan seluruh hidup. Pria yang baru saja ia kira akan menerima kekurangannya yang divonis mandul oleh Dokter.

Ternyata, Haikal hanya tidak ingin kehilangan istrinya. Ia ingin mempertahankan Tiara sebagai istri pertama sekaligus mengambil wanita lain sebagai calon ibu bagi anak-anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoungLady, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Club malam XXL...

"Datanglah lebih dekat." ucap intan pada tiga pria yang berdiri dihadapannya.

Ketiga pria itu menurut.

Intan menyentuh lengan salah seorang dari mereka, kemudian mengusap bahunya sambil tertawa kecil.

"Kalian semua tampan. Aku suka."

Salah satu pria itu tersenyum sopan.

"Nona ingin kami melakukan apa?"

Intan menyandarkan tubuhnya dengan santai.

"Aku ingin kalian melayaniku malam ini. Jangan membuatku kecewa."

Ia mengeluarkan beberapa lembar uang dari tasnya dan meletakkannya di atas meja.

"Aku akan membayar kalian dengan harga tinggi. Layani aku dengan baik malam ini."

Salah satu pria itu mengangguk.

"Baik, Nona. Malam ini kami milikmu."

Intan tertawa puas.

"Begitu seharusnya."

Ia mengambil kembali gelasnya dan meneguk minuman memabukkan itu hingga habis.

Selama beberapa hari terakhir, Intan merasa hidupnya kembali berada di atas.

Ia memang telah mengambil uang Haikal.

Bukan hanya uang tunai.

Beberapa aset pria itu juga sudah ia cairkan. Bahkan beberapa perhiasan milik Rumi yang sempat berada di rumah Haikal ikut dibawanya.

Intan tidak peduli.

Baginya, Haikal sudah mempermalukannya.

Pria itu menurunkannya dari mobil di tengah jalan, lalu meninggalkannya begitu saja.

Bahkan Haikal melarangnya kembali ke rumah.

Kalau begitu, pikir Intan, mengapa ia harus memikirkan perasaan Haikal?

Ia akan mengambil apa pun yang bisa dibawa.

Lagipula, bukankah Haikal pernah menjanjikan kehidupan mewah kepadanya?

Sekarang ia hanya mengambil bagian yang menurutnya menjadi haknya.

Intan tertawa lagi.

"Begini rasanya memiliki banyak uang dan harta."

Ia memandang sekeliling.

"Orang-orang akan patuh padamu."

Tangannya terangkat, menunjuk salah seorang pria.

"Ambilkan aku minuman."

Pria itu segera bangkit.

"Baik, Nona."

Intan tersenyum semakin lebar.

"Seperti dunia dan isinya ada di dalam genggamanmu."

Ia tertawa puas.

Namun—

"INTAN!"

Suara bentakan tiba-tiba mengguncang ruangan.

Senyum Intan seketika membeku.

Ketiga pria di hadapannya menoleh.

Intan perlahan mengangkat kepala.

Jantungnya seperti berhenti berdetak.

Haikal berdiri beberapa meter darinya.

Wajah pria itu merah menahan amarah. Napasnya berat. Tatapannya tajam menusuk.

"Haikal..."

Intan berdiri terburu-buru.

Bagaimana mungkin?

Bagaimana pria itu bisa menemukannya?

Ia baru dua hari berada di luar kota!

Haikal melangkah mendekat.

"Beraninya kau mengambil uang dan asetku yang lain!"

Intan mundur selangkah.

"Haikal, dengarkan aku..."

"Kau bahkan mengambil perhiasan ibuku!"

Suara Haikal semakin keras.

"Dasar pencuri!"

Orang-orang di sekitar mereka mulai memperhatikan.

Intan langsung pucat.

"Aku bisa menjelaskan."

"Menjelaskan apa?"

Haikal mengeluarkan beberapa lembar dokumen dari sakunya.

"Semua transaksi sudah terlacak. Uangku keluar dari rekening karena kau yang mengambilnya. Perhiasan ibuku juga sudah diketahui keberadaannya."

Intan menelan ludah.

"Haikal..."

"Pencuri!"

Intan mulai panik.

Ia menoleh ke arah pintu keluar.

Kemudian tanpa berpikir panjang, Intan berlari.

"Hei!"

Haikal mengejarnya.

Intan menerobos keluar klub malam. Ia berlari menuju area parkir sambil menangis ketakutan.

Namun baru beberapa langkah, Haikal berhasil menangkap lengannya.

"Lepaskan aku!"

Intan meronta.

Haikal mencengkeram pergelangan tangannya.

"Kau pikir bisa kabur setelah mencuri uangku?"

"Aku minta maaf!"

"Pencuri!"

"Aku minta maaf, Haikal!"

Intan menangis.

"Aku akan mengembalikan semuanya."

"Kapan?"

Haikal menatapnya tajam.

"Saat kau sudah menghabiskan semuanya?"

Intan terdiam.

Haikal mengeluarkan ponselnya.

"Aku akan melaporkanmu ke polisi."

Wajah Intan langsung kehilangan warna.

"Jangan!"

"Aku akan memasukkanmu ke penjara."

"Haikal, jangan!"

Intan berlutut di hadapannya.

Beberapa orang mulai memperhatikan mereka.

"Aku mohon. Maafkan aku, aku akan mengganti semua kerugianmu."

Tangis Intan pecah.

"Aku melakukan semua ini karena aku kesal kepadamu."

Haikal terdiam.

"Kau menurunkanku di tengah jalan tempo hari."

Intan terisak.

"Kau meninggalkanku begitu saja. Kau bahkan melarangku pulang."

Ia mengusap air matanya.

"Aku tidak punya tempat untuk pergi. Aku panik. Aku marah. Aku merasa kau sudah tidak menginginkanku."

"Aku memang sudah tidak menginginkanmu. Kau penyebab aku bercerai dari Tiara."

"Berhenti menyalahkan orang lain! Semua yang kau lakukan adalah pilihanmu sendiri. kau memilihku, dan sekarang kau menyesalinya?"

Haikal tertawa hambar.

'Apa yang dia katakan benar? Semua yang terjadi padaku kali ini adalah karena kesalahanku?'

Tatapannya penuh kekecewaan.

"Tapi kenapa kau mengambil uang dan perhiasan ibuku? Menggelapkan dana perusahaanku?"

Intan diam, dia hanya menangis.

"Aku salah. Aku benar-benar salah telah menyia-nyiakan Tiara demi kamu!"

Intan memegang kaki Haikal.

"Berikan aku kesempatan kedua."

Haikal menarik kakinya.

"Kesempatan kedua?"

"Aku akan berubah."

"Sudah terlambat."

"Aku mohon, Haikal."

Intan menangis semakin keras.

"Jangan laporkan aku. Aku akan mengembalikan semuanya. Aku akan bekerja. Aku akan melakukan apa pun."

Haikal memejamkan mata sejenak.

Dadanya terasa sesak.

Ia menatap wanita yang dulu begitu ia perjuangkan.

Wanita yang pernah ia bela.

Wanita yang pernah membuatnya percaya bahwa Tiara adalah orang yang salah dalam hidupnya.

Kini wanita itu justru berdiri di hadapannya sebagai seseorang yang telah menguras hartanya. Membodohinya.

Haikal menarik napas panjang.

"Intan."

"Ya?"

"Malam ini juga, aku gugat kau!"

Intan tersentak.

"Jangan!"

"Aku sudah cukup bersabar."

"Haikal, aku mohon!"

"Aku tidak mau mendengar alasanmu lagi."

Intan menangis histeris.

Tetapi Haikal tetap berdiri.

Tidak ada lagi kelembutan di wajahnya.

Tidak ada lagi kepercayaan.

Hanya luka.

Dan rasa kecewa yang begitu dalam.

Saat itu, Haikal tiba-tiba merasakan dadanya kembali sesak.

Tangannya refleks menekan dada.

Ia menunduk.

"Apa ini? Mengapa dadaku terasa sakit begini??"

Bersambung....

1
Aretha Shanum
ko males y bca, ular kadut ga punya urat malu
Uyen Uyen
ini sih Haikal yang kelewat goblok, kenapa tidak dilaporkan saja ke polisi manusia benalu itu
Ma Em
Selamat untuk Tiara dan Permana sekarang Tiara sdh sah menjadi istri Permana , semoga langgeng pernikahan nya dan segera diberi momongan , untuk Haikal nikmati saja karma yg kamu terima itu balasan karena kamu sdh menyakiti wanita yg baik sabar dan setia meskipun Tiara selalu dihina dan tdk dianggap serta diperlakukan seperti babu dirumah mu .
sunaryati jarum
Intan lagi
sunaryati jarum
🙏
sunaryati jarum
Walaupun ada kebencian masih ada sisi kemanusiaan kamu,Tiara.Orang- orang sombong dan tidak menghargai orang lain, bahkan menantu dihina dan diinjak-injak , akhirnya dapat karma
sunaryati jarum
Kamu percaya Intan wanita ular yang mengingkari hartamu,maka memanipulasi hasil tes kesuburan Tiara.
sunaryati jarum
Haduh , sudah jatuh tertimpa tangga.Js
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 percaya dirimu patut diacungi jempol Haikal, sayang tidak sesuai dengan ekspektasi kamu
sunaryati jarum
Keputusan apa Haikal,kau hampir bangkrut,kan
sunaryati jarum
Memangnya Tiara mau kembali padamu?
sunaryati jarum
Nikmati kebodohan kamu , Haikal
sunaryati jarum
Untuk selingkuhannya mungkin, Haikal.Selamat menyesal telah membuang berlian dan memungut kerikil dari limbah busuk.
sunaryati jarum
Nikmati saja pilihan kamu Haikal,kamu ganti istri berapa kal pun mungkin ,nggak akan punya anak
Ma Em
Nikmati saja kan Intan istri pilih Hanum Haikal jadi jgn menyesal rasakan saja manis getirnya rumah tanggamu bersama Intan pilihanmu , semoga rencana pernikahan Tiara dgn Permana dilancarkan sampai hari H dan tdk ada gangguan .
sunaryati jarum
Syokoooor rasain, Haikal! Perempuan jika marah merusak perabotan atau apapun, alamat cepat kismin
sunaryati jarum
Kali ini usahamu akan gagal Intan
cinta semu 2
dih mantan suami sok cakep...😁😁dah g ada manfaat ny u Haikal...
cinta semu 2
mertua durhakim
sunaryati jarum
Kan sudah mantan kenapa marah.Selidiki Intan ,dia hanya menginginkan hartamu.Setelahnya kau akan ditinggalkan.Sedangkan Tiara akan mendapatkan jodoh yang sangat baik dan mencintai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!