Draven Aleric adalah seorang pria misterius yang memiliki kekuatan Shadow Absolute,kekuatan bayangan mutlak yang tidak berasal dari Buah Iblis, melainkan lahir dari dalam tubuhnya sendiri.
Di dunia yang berada di bawah kendali Pemerintah Dunia, Draven menolak menerima tatanan yang telah mengatur kehidupan manusia selama berabad-abad.
Bersama 2 sahabatnya Zorana dan Axel mereka memulai perjalanan dilautan untuk menjadi pusat kekuatan dan kekuasaan baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 - Api hijau
Bajak laut Aether akhirnya sampai di pulau Helios.
Draven dan krunya turun dari kapal
"kita bagi tim.." jelas Draven
"Hiden dan si besar akan merawat kapal, mengisi bahan bakar dan memperbaiki bagian-bagian kapal untuk pelayaran selanjutnya" jelas Draven
Hiden dan si besar mengangguk siap
"aku akan memastikan kapal kita akan lebih kuat dari sebelumnya" jawab Hiden kepada Draven
Draven lalu melihat Axel,Luna dan Elara juga si kurus
"kalian berempat berbelanja kebutuhan yang di perlukan untuk perjalanan kita" jelas Draven kepada mereka berempat.
Axel mengangguk, Luna terlihat siap dengan tugasnya , Elara juga merasa bersemangat bersama dengan si kurus
"kami akan memastikan persediaan kapal terpenuhi.." jawab Luna
"aku akan memastikan kita tidak kekurangan obat saat berlayar" sambung Elara sambil mengikat ikat pinggang nya
"aku akan membantu.." tambah si kurus
Axel tidak menjawab dan berjalan memimpin mereka menuju ke pasar pulau Helios
Sementara Draven, Zorana dan si kecil berjalan ke dalam kota Helios yang cukup besar dengan gedung-gedung tinggi nya
"kapten..pulau ini sangat besar,mereka memiliki gedung-gedung sangat tinggi" ujar si kecil sambil menatap ke arah gedung-gedung itu
"pulau Helios merupakan pulau modern di Paradise" jelas Zorana
Sementara Draven berjalan di depan mereka melihat sebuah kedai makanan yang di depan kedai tersebut terdapat marinir angkatan laut yang terlihat sedang berjaga-jaga.
"sepertinya ada seorang penting di dalam kedai makanan itu.." ujar Draven pelan
Zorana dan si kecil lalu melihat ke arah kedai makan itu
"ini gawat kapten..kita sekarang memiliki bounty, mereka akan mengejar ketika melihat kita" ucap si kecil
Zorana mencoba menenangkan
"tenanglah..kita hanya mengisi persediaan saja di pulau ini dan tidak akan mencari masalah" terang Zorana
Draven pun setuju dengan apa yang dikatakan Zorana.
Setelah itu terdengar sebuah keributan di dalam kedai makanan tersebut.
"hanya karena kalian angkatan laut bukan berarti kalian bisa makan dengan gratis di tempat ini" kata seorang laki-laki muda bernama Ren yang juga seorang koki di kedai tersebut.
Perwira angkatan laut itu berdiri,tubuhnya lebih tinggi dari Ren
"kau berani melawan angkatan laut,nak?" tanya perwira itu dengan sikap tenang
Ren menatap perwira itu
"aku tidak bilang melawan angkatan laut ,aku hanya bilang kalian harus melakukan kewajiban kalian untuk membayar makanan yang kalian pesan" jelas Ren kepada perwira angkatan laut itu.
Perwira angkatan laut itu berdiri tepat di depan Ren
"kami memberikan keamanan disini,itu bayaran nya" jelas perwira itu
Mendengar itu Ren memutar matanya
"kami tidak butuh dibayar dengan keamanan, kami butuh uang.. lagipula pesanan kalian cukup banyak" jawab Ren lagi
Perwira angkatan laut dengan tingkat komodor itu tertawa
"kau lebih memilih kami menutup tempat makan ini?" tanya komodor itu kepada Ren
Lalu dengan cepat Ren memukulnya hingga komodor itu terpental keluar kedai makan itu, semua orang terkejut, para pelayan lain pun melebarkan matanya tidak percaya ..bahkan beberapa bersembunyi di dapur ketika melihat Ren memukul salah satu komodor angkatan laut itu.
Para marinir yang melihat sempat terkejut,kemudian mereka mengarahkan senapannya ke arah Ren.. melihat kejadian itu seorang Rear Admiral atau Laksamana muda angkatan laut berdiri
"itu kejahatan mutlak karena sudah memukul seorang komodor angkatan laut" kata seorang Rear Admiral itu lalu dari tubuhnya seperti bergerak-gerak mengeluarkan sesuatu.
Diluar kedai makanan itu, Draven, Zorana dan si kecil melihat seorang angkatan laut terlempar membentur sebuah dinding gedung..lalu beberapa marinir mencoba membantunya berdiri
"apa yang terjadi!!?" kata si kecil, tak lama ledakan muncul dari pintu kedai makanan itu seorang laki-laki terpental jauh oleh sesuatu dari dalam..kemudian dari dalam kedai muncul sosok laki-laki besar dengan jubah angkatan laut dengan tubuh di penuhi seperti cacing-cacing yang menyelimuti dirinya.
Zorana melihat nya
"kekuatan buah iblis.. salah satu petinggi angkatan laut" jelas Zorana memperhatikan bentuk tubuh dari marinir itu, Draven memperhatikan seorang laki-laki yang terpental tadi ,dia berdiri lalu menerjang marinir yang diselimuti cacing-cacing itu dengan pukulan berwarna hijau seperti api.. pertarungan keduanya tak terhindarkan.
Rear Admiral itu menahan setiap serangan Ren dengan cacing-cacing yang menyelimuti tubuhnya
"api hijau?" gumam Rear Admiral itu ketika sedikit terdorong terkena tendangan Ren.
Dalam pertarungan Ren dan Rear Admiral itu tiba-tiba komodor angkatan laut yang sebelumnya terpental oleh pukulan Ren menyerang Ren dengan pedangnya..dan pedang itu tepat mengenai Ren
"mati kau!!" teriak komodor itu sambil mengayunkan pedangnya, namun wajahnya berubah ketika melihat Ren hanya tersenyum.. tiba-tiba sebuah tendangan dari kaki Ren yang diselimuti api hijau menendang komodor itu hingga terhempas sangat jauh , melihat komodor nya terkena serangan para marinir menembakkan pistol mereka semua secara bersamaan ke tubuh dari Ren.
Ren tidak bergeming,malah peluru-peluru dari para marinir itu menembus tubuhnya, Rear Admiral itu melebarkan matanya melihat Ren
"seorang penghuni Logia?" gumam Rear Admiral itu terkejut
Ren tersenyum
"bukan hanya sekedar Logia.." tiba-tiba sebuah api hijau terbentuk menjadi sayap di punggung Ren kemudian Ren bersiap menyerang
'amukan badai Garuda'
Lalu api-api hijau dari tubuh Ren menyebar kearah seluruh marinir seperti sebuah peluru dan mengenai seluruh marinir di sekitarnya, Rear Admiral itu membentuk pertahanan cacingnya untuk melindungi tubuhnya
"siapa kau..." tanya Rear Admiral itu ,yang melihat Ren terbang diatas nya dengan sayap yang terbentuk dari api hijau
Ren tertawa
"aku adalah Ren pengguna buah iblis Mythical Zoan Garuda api hijau" ujarnya lalu melancarkan serangan keduanya menuju Rear Admiral itu .. Rear Admiral itu mengerahkan cacing-cacing nya menuju Ren menabrakkan beberapa ke serangan api hijau Ren, dari samping Ren terlihat sebuah cambuk cacing mengarah kepadanya.. Ren terkejut namun mampu menahan cambuk itu walaupun tubuh nya terlempar ke bawah menghancurkan sebuah kedai di bawahnya.
Rear Admiral tidak berhenti, tubuhnya berubah menjadi ribuan cacing dan menyerang Ren dengan cepat
"kau pikir karena kau memiliki kekuatan Mythical Zoan lantas kau menjadi tak terkalahkan?" ujar Rear Admiral itu kemudian cacing-cacing itu berubah menjadi sebuah tombak-tombak runcing mengarah ke arah Ren, melihat itu Ren mencoba menghindar namun dari dalam tanah cacing-cacing milik Rear Admiral itu menahan pergerakan Ren
"sial!!" ucap Ren yang tidak bisa bergerak.
Saat tombak cacing itu mendekati Ren tiba-tiba sebuah tentakel bayangan menahan tombak cacing itu untuk bergerak, Rear Admiral itu terkejut karena tombak dan tubuhnya berhenti menerjang Ren kemudian sebuah tangan besar muncul dari bayangan nya dan memukul perut Rear Admiral itu hingga Rear Admiral itu terpental.
Zorana terlihat mengusap pelipis matanya
"huh ..dasar selalu saja ikut campur" ujar Zorana , sementara si kecil yang di sebelah Zorana tidak bisa berbicara.
Ren yang melihat hal yang baru saja terjadi bangkit dari tempat nya dan melihat seseorang berdiri di hadapan nya
"siapa kau?" tanya Ren kepada orang di depannya yang tidak lain adalah Draven
Draven hanya tersenyum membelakangi nya
"seseorang yang tertarik denganmu.." jawab Draven sambil melihat Rear Admiral yang sedang berusaha berdiri kembali.
Ren kemudian berjalan menuju ke samping Draven
"apa maksudmu 'tertarik'?" tanya Ren
Draven tidak menjawab
Melihat Rear Admiral itu berdiri ,sebuah tentakel bayangan Draven menerjang Rear Admiral itu menghempaskan nya lagi ke gedung lain
"aaarrrgghhhhh!!" teriak Rear Admiral itu
Lalu Draven membentuk 5 tentakel bayangan miliknya menjadi sebuah tombak yang langsung kelima tentakel tombak itu menerjang ke Rear Admiral yang tergeletak di bawah tanah.
"TIDAKKKK.." teriak Rear Admiral itu melihat 5 tombak bayangan menuju ke arahnya sekaligus, lalu
"BUMMMM.." kelima tombak bayangan menghantam tanah dan menusuk Rear Admiral itu hingga Rear Admiral itu tewas di tempat.
Melihat yang di lakukan Draven, Ren melebarkan matanya,bahkan mulutnya pun ikut terbuka
"ka..kau membunuh seorang Laksamana muda?" ujar Ren lalu melihat ke arah Draven dengan tatapan tidak percaya.
Para marinir melihat itu dengan tubuh gemetar, bahkan komodor angkatan laut tak bisa bergerak melihat atasannya seorang Laksamana muda terbunuh di tangan seorang bajak laut pemula.
Zorana dan si kecil lalu mendekati Draven
"kita harus pergi sekarang" kata Zorana ,lalu dia melihat kearah Laksamana muda yang tewas di tangan Draven
"kematian seorang marinir dengan pangkat sepertinya akan mengundang angkatan laut lain untuk datang" kata Zorana
Draven mengangguk
"kita pergi.. hubungi semuanya untuk segera menuju kapal" jelas Draven lalu Zorana mengangguk dan berjalan ke arah pelabuhan bersama di kecil yang masih terlihat gemetar.
Lalu Draven berbalik
"kau juga, angkatan laut tidak akan memaafkan mu setelah menyerang seorang komodor..ikutlah dengan kami" ucap Draven kepada Ren lalu berjalan perlahan menuju dermaga kapal.
Ren tidak menjawab,dia masih bingung..matanya melihat ke punggung Draven yang berjalan lalu kembali melihat para angkatan laut yang terdiam membeku kemudian melihat seorang Laksamana muda yang telah tewas, lalu kembali ke arah dimana Draven berjalan.
semangat!