Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Babak Utama Turnamen Kekaisaran Selatan
Setelah memperbaiki semua kerusakan akhirnya keesokan harinya turnamen kembali di lanjutkan.
Pertandingan Tingkat master juga telah selesai Mao Di dari klan Mao keluar sebagai juara. Jura dua dari klan Bai dan juara tiga dari sekte pedang cahaya.
Bagitu juga dengan tingkat raja, Keempat peserta yang kalah telah bertanding ulang. Juara Lima adalah Dao Jun, Juara enam adalah Lin Re, Juara ketujuh adalah Wei Hua dan juara kedelapan adalah Putri Meily.
"Pertandingan selanjutnya, Bai Hu dari klan Bai melawan Yang Xu Lie dari klan Yang." Xuan memanggil peserta. Ia juga telah memasang array pelindung tingkat semi dewa dan meletakkan beberapa batu spritual di pusat array, artefak tingkat dewa sebagai titik pusat array.
Kedua peserta naik ke atas panggung arena dan bersiap.
"Saudari Xu, Walau kekuatanmu satu tingkat di atasku, namun aku tidak akan mundur dari pertandingan ini." Ucap Bai Hu dan terus waspada.
"Kalau begitu aku tidak akan sungkan saudara Hu."
Yang Xu Lie terbang mengelilingi panggung arena ketika pertandingan di mulai. Bai Hu menatap gadis itu telah melemparkan jarum beracun di tempat tersembunyi. Yang Xu Lie terbang di udara beberapa kali seperti melakukan antraksi sebelum melemparkan pisau-pisau kecil ketempat tersembunyi. Gadis itu mengendalikan jarum beracun dan pisau-pisau kecil dengan pikirannya sambil menarik pedangnya.
Bai Hu melepaskan energi kearah jarum beracun dan langsung menyerang Yang Xu Lie, Beberapa energi pedang menghantam jarum beracun tanpa bisa di kendalikan oleh Yang Xu Lie, namun pedang yang Xu Lie berhasil menembus perut Bai Hu.
Bai Hu bertekuk lutut sambil memuntahkan darah hitam, namun dia bangkit kembali dan langsung menyerang Yang Xu Lie.
Melihat Bai Hu bangkit kembali dan akan menyerang, Yang Xu Lie Kembali menyerang Bai Hu, pertukaran beberapa jurus membuat pertandingan itu terlihat seimbang.
Jurus tangan kosong milik Bai Hu ternyata mampu menahan pedang Yang Xu Lie, bahkan pemuda itu sanggup memberikan tekanan kepada Yang Xu Lie hingga membuat gadis itu terpojok.
"Apakah gadis itu akan kalah?"
"Aku tidak menyangka jenius klan Bai ternyata hebat juga, ilmu tangan kosong mereka sangat mengagumkan."
"Apa kamu pikir sapu tangan itu hanya kain biasa? Itu adalah senjata pusaka milik klan Bai, itu pusaka tingkat dewa."
"Belum tentu gadis itu kalah, Itu adalah salah satu strategi pertarungan. Bahkan kultivasi gadis itu satu tingkat dia atas Bai Hu."
Beberapa tetua menganalisa pertandingan tersebut. Mereka masih ingin melihat sejauh mana Yang Xu Lie bertahan.
"Tiba-tiba Api biru berkobar dari tubuh Yang Xu Lie, bahkan pedangnya ikut berkobar seperti terbakar.
Menghadapi transformasi Yang Xu Lie, Bai Hu menampakkan Semangat rohnya untuk menahan api biru milik Yang Xu Lie. Bayangan Harimau Putih muncul di punggung Bai Hu. menangkis semua serangan Yang Xu Lie.
Api biru bahkan sudah meluas dan memenuhi panggung arena, membuat Bai Hu semakin kewalahan menghadapi Yang Xu Lie.
"Luar Biasa, Darah Klan Yang dan Darah Klan Bai seratus persen mengalir di nadi mereka."
"Ini sudah memasuki pertarungan tingkat tinggi.
"Jika tidak memiliki semangat roh, pasti Bai Hu telah menjadi manusia panggang."
"Apa kalian tidak mengetahui bahwa akar roh klan Bai sangat kuat. Walaupun tubuh mereka sudah gosong dan mereka mati namun itu hanya sesaat. Akar roh mereka akan bertranformasi dan mereka akan kembali hidup setelah di bangkitkan oleh klan Bai. Itulah kenapa di antara semua klan hanya Leluhur klan mereka yang paling banyak bahkan sampai puluhan orang."
"Itu benar, namun jika kamu mengubah meraka menjadi debu, barulah mereka benar-benar akan mati, tapi itu tidaklah mudah."
Beberapa murid sekte dan anggota klan di kursi tribun berdebat tentang Bai Hu dan Yang Xu Lie.
Diatas panggung arena pertarungan tingkat tinggi semakin sengit, Bai Hu merasa sudah diatas angin karena berulangkali berhasil memojokkan Yang Xu Lie. Kali ini seolah dia lupa tentang sesuatu, saat asyik menyerang beberapa jarum beracun datang menyerangnya namun berhasil dia tangkis. Tapi pisau yang datang dari berbagai arah gagal dia cegah, pikirannya seketika buyar.
Pedang Yang Xu Lie berhasil menembus perut Bai Hu dan beberapa pisau juga berhasil menerbangkan pemuda tersebut dari atas arena dan dia terluka parah.
Darah merah kehitaman muncrat dari mulutnya dan bahkan dari berbagai lubang di tubuhnya. Ternyata beberapa jarum beracun yang begitu kecil berhasil bersarang di tubuh pemuda itu.
"Pemenangnya adalah Yang Xu Lie dari klan Yang." Xuan mengumumkan pemenangnya lalu menolong Bai Hu
"Dia terbawa suasana."
"Sangat di sayangkan, pria selalu merasa di atas angin ketika melawan perempuan. Mereka tidak tau wanita terlihat lemah ketika bertarung. Namun mereka menyimpan strategi untuk melakukan serangan mendadak jika ada celah."
"Itu benar, laki-laki selalu merasa hebat jika melawan perempuan."
"Mereka masih muda dan butuh pengalaman."
Beberapa tetua berbincang-bincang tentang pertandingan tersebut, menurut penilaian mereka, Bai Hu bisa menang jika waspada disetiap waktu. Namun senjata tersembunyi Yang Xu Lie bukan hanya jarum beracun, pisau beracun dan bahkan pedangnya pun beracun, hal itu bukan mudah di hadapi.
Mereka sangat menyayangkan kekalahan Bai Hu. Turnamen kali ini benar-benar memalukan menurut mereka, di babak final peserta nya hanya tingal perempuan.
Setelah memulihkan diri selama beberapa jam akhirnya pertarungan puncak akan segera di mulai. Namun sebelum itu terjadi Xiao Xia dan Bai Hu yang bertanding duluan dan pemenangnya adalah Bai Hu. hanya beberapa serangan dari Bai Hu membuat Xiao Xia kembali terluka parah
"Pertarungan puncak akan di mulai, Qin Zhi dari sekte tebing salju melawan Yang Xu Lie dari Klan Yang."
Xuan memanggil kedua peserta terakhir untuk naik keatas panggung arena.
Semua penonton heboh ketika pertandingan final akan segera di mulai, mereka menghentikan pertandingan terlebih dahulu karena akan memasang taruhan.
Puluhan murid-murid, anggota klan, para tetua sekte, tetua klan, Ketua klan, Patriark sekte dan Leluhur melakukan taruhan. Yang Shen memilih Yang Xu Lie sebagai pemenang dengan taruhan seratus juta koin emas. Lawan taruhan boleh memasang berapapun koin emas. Jika lawan taruhan menang maka uang mereka menjadi tiga kali lipat. satu koin emas sebagai taruhan akan menjadi 3 koin emas jika menang.
Peserta taruhan itu hampir semua yang hadir ikut taruhan. Mereka semua memilih Qin Zhi sebagi pemenang, hanya Yang Shen yang sendirian memilih Yang Xu Lie.
Uang yang terkumpul lebih dari satu milliar koin emas. Meraka takut Yang Shen kalah dan tidak sanggup membayar tiga kali lipat dari jumlah taruhan. Jadi mereka menginginkan bukti. Yang Shen menunjukkan lebih dari lima milliar di cincin menyimpannya untuk membuktikan kepada orang-orang bahwa dia punya uang.
Bukannya senang, meraka malah kaget dan mulut-mulut meraka terbuka lebar, mereka heran dari mana pemuda itu mendapatkan koin emas sebanyak itu?
Xuan telah di percaya memegang taruhan itu, dia tertawa senang melihat Yang Shen. Dia bahkan tidak berpikir sampai sejauh itu.
Dia mengirim suara telepati kepada Qin Zhi agar mengalah.
"Zhi'er, apakah bibi sebaiknya mengalah? Bibi tidak Yakin sanggup mengalahkan mu?"
"Bibi, saudara Yang Shen telah bertarung satu milliar koin emas, jika kamu menang kita akan mendapat bagian, aku akan mengalah, namun kita harus bertarung agar tidak terlalu mencolok.
"Apa? Baiklah,"
Meraka memulai pertandingan.
mendengar Yang Xu Lie akan mengalah semua yang hadir tertawa senang, mereka yakin sudah memenangkan taruhan. Tiga kali lipat dari taruhan akan menjadi milik meraka. Beberapa di antara mereka bahkan sudah yakin mereka memenangkan taruhan tersebut. Semua yang hadir menonton partai puncak turnamen itu tersenyum bahagia. Meraka merasa tidak sia-sia datang untuk menonton turnamen tersebut.
Pertarungan di atas arena semakin sengit, teratai salju kembali keluar dari kehampaan. langsung menyerang Yang Xu Lie.
Ledakan dahsyat terjadi saat jurus teratai salju menghantam Yang Xu Lie, Namun gadis itu berhasil selamat dan menghindari jurus tersebut. Yang Xu Lie menembus array pelindung saat serangan itu akan menghantamnya. Kemudian puluhan pedang menyusul saat Yang Xu Lie telah keluar dari arry pelindung.
Qin Zhi terus menyerang Yang Xu Lie, gadis itu mengendalikan puluhan pedang. puluhan pedang itu terus mengejar Yang Xu Lie kemana pun dia pergi.
Puluhan pedang itu akhirnya menghantam tubuh Yang Xu Lie dan dia terjatuh kelantai arena dan terluka parah. Di saat yang bersamaan serangan tiba-tiba menghantam tubuh Qin Zhi dan dia terlempar dari atas arena.
Semua yang hadir mendadak terdiam, walaupun Qin Zhi tidak terluka, namun dia kalah, karena telah keluar dari arena akibat terkena jurus Yang Xu Lie.
Qin Zhi terbatuk-batuk dan kesakitan. Dia seolah-olah terluka dalam.
Xuan langsung datang menolong dan pura-pura panik. Dia menolong Qin Zhi terlebih dahulu padahal Yang Xu Lie yang terluka parah.
"Aku tidak menemukan ada kejanggalan dalam serangan tersebut." Leluhur klan Bai menggelengkan kepalanya.
"Aku bahkan tidak merasakan Array pelindung melemah, namun aku yakin gadis itu tidak bisa menembus array pelindung tersebut." Ucap ketua klan Mao geram.
"Aku merasa ada jeda beberapa detik sebelum serangan itu di lepaskan, tidak seperti sebelumya, bahkan sebelumya kita tidak tau kapan Xiao Xia di selamatkan oleh kultivator bertopeng emas."
"Aku tidak yakin, apakah ini semua demi satu milliar koin emas? Kita telah di permainkan kedua gadis sialan itu" Leluhur Klan Zhong mengumpat.
"Jelas serangan telah di atur, namun sangat halus, mungkin hanya kita yang bisa menganalisa pertarungan ini. Ini es abadi, namun kenapa Qin Zhi tidak menciptakan pertahanan. Jelas-jelas dia tau bahwa Yang Xu Lie memiliki serangan tersembunyi. Dia bahkan bisa membuat perisai yang tidak bisa ditembus sekelas pedang pusaka sekalipun." ucap Kaisar Kun kesal. Dia bertaruh seratus juta koin emas.
"Kita kalah, namun kita tidak bisa membuktikan kapan mereka mengatur semuanya."
Beberapa Leluhur, Kaisar Kun, Para penasehat Kaisar dan para Menteri mengumpat serapah atas pertarungan tersebut. Dari awal Yang Xu Lie sudah mengalah dan kenapa tiba-tiba menang?
Ratusan penonton di tribun mengumpat serapah, mereka juga yakin Qin Zhi akan menang namun mengapa tiba-tiba kalah. untuk membuktikan hal itu mereka menunggu turnamen di kekaisaran tengah sekitar enam. bulan lagi.
"Aku tidak yakin Dewi itu kalah,"
"Aku merasa bodoh, kenapa si cantik jelita itu kalah?
"Entahlah,...!"
Beberapa di antara tribun penonton gagal sudah minum arak setelah kalah taruhan.
Di saat orang-orang sibuk mengumpat serapah, seorang pemuda datang tergesa-gesa dan meminta tolong kepada Xuan bahwa sekte hutan larangan mendapat serangan dari iblis. Pemuda itu mengatakan bahwa iblis keluar dari batu hitam yang ada di hutan larangan yang mereka jaga selama ini.
"Pahlawan, ratusan murid-murid dan para tetua serta patriark sekte kami telah terluka parah saat ini!" Saya mohon tolong bantu sekte kami. Pemuda itu bersujud di hadapan Xuan.
"Baik." Aku akan kesana sekarang.
"Zhi'er, ibu mu butuh penjelasan, jelaskan semuanya. Aku akan ke sekte hutan larangan sebentar.
"Baik, An'gege. Qin Zhi tidak berdaya. Ketika menyangkut nyawa kekaisaran selatan dia tidak mau egois. Jika bukan karena ibunya meminta penjelasan dia sudah ikut kehutan larangan.
"Bibi Lie, Saudara Shen. Ajak semua tetua yang hadir segera kembali, begitu juga dengan sekte angin selatan. Iblis telah berkunjung, meraka lebih berbahaya daripada siluman." Perintah Xuan.
Xuan juga memberikan peringatan kepada semua Leluhur, ketua klan, patriark sekte agar berjaga-jaga dan tetap waspada setiap waktu.