NovelToon NovelToon
Monica'S Magic!

Monica'S Magic!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Akademi Sihir
Popularitas:539
Nilai: 5
Nama Author: Bintang star_nrl22

​Bagi Monica dan kelompoknya, ini bukan sekadar tugas biasa—ini adalah perjuangan untuk mengungkap kebenaran yang tersembunyi.

​Di tengah kepungan musuh dan bayang-bayang naga hitam, mereka terus melangkah maju. Tetapi tidak semua orang bisa pulang. Ketika tabir misteri akhirnya terkuak, darah dan air mata telah tercurah, meninggalkan hanya dua orang yang berdiri di antara puing-puing pengorbanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang star_nrl22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puncak Pertempuran dan Takhta Bulan Kegelapan

Reruntuhan Gargoyle batu terakhir hancur berkeping-keping menjadi abu hitam di sepanjang lorong obsidian. Tim Vanguard melesat menembus pintu gerbang ganda berlapis emas hitam yang jebol akibat hantaman ganda perisai Reno dan panah cahaya Elena.

Di balik pintu tersebut, terhampar sebuah aula kolosal berdinding kristal darah yang melengkung bagai sangkar raksasa.

Di tengah ruangan, melayang sebuah altar batu kuno di atas lautan Miasma cair yang mendidih. Di atas altar itu, berdiri sosok yang selama ini membayangi benua dengan ketakutan—Lord Inquisitor Malakor.

Jubah hitam Malakor menyapu lantai bagai bayangan hidup. Wajahnya tertutup topeng besi berukir lima mata merah yang memancarkan pendaran kejahatan murni. Di tangan kanannya, ia menggenggam tongkat bertakhtakan Batu Inti Miasma Purba—sumber kekuatan yang mampu memotong aliran Mana Vein benua secara paksa.

"Kalian akhirnya tiba, serangga-serangga kecil dari Grandoria," suara Malakor bergema berat, memantul di dinding kristal dan menusuk langsung ke gendang telinga. "Kalian berhasil membunuh Varkas dan memudarkan gerhana, tetapi ritual di tempat ini sudah selesai. Kekuatan naga purba kini menyatu di dalam darahku!"

Malakor menghentakkan tongkatnya ke udara.

BOOOOOOM!

Gelombang Miasma pekat berbentuk cakar raksasa meletus dari lautan cairan hitam di bawah altar, meluncur deras menghantam posisi Tim Vanguard dengan kecepatan yang tak terbayangkan!

"Aegis of the Iron Titan: Absolute Fortress!" teriak Reno seraya melompat ke posisi paling depan.

Reno menancapkan perisai besinya dengan kedua tangan, memicu dinding cahaya emas setebal dua meter. Benturan dahsyat antara cakar Miasma dan perisai Reno menciptakan dentuman kolosal yang menggetarkan seluruh fondasi benteng. Gelombang kejutan itu melempar batuan obsidian di sekeliling mereka menjadi serpihan kecil.

"Elena, Kazuma! Jangan beri dia waktu merapal sihir tingkat dua!" perintah Monica tegas.

Monica melangkah anggun di tengah badai sihir. Kuncir kuda rambut hitamnya berkibar hebat, dan sepasang mata birunya menyala terang oleh pendaran aura Soul Aegis. Ia menghantamkan tongkat safirnya ke tanah, memancarkan Celestial Domain untuk menetralkan racun Miasma yang menyelimuti lantai udara.

"Hellfire Phoenix: Triple Burst!" Kazuma menari cepat di udara, memanggil tiga ekor burung api raksasa sekaligus dari lingkaran sihir ganda di lengannya.

Burung-burung api keemasan itu melesat membelah lautan kegelapan, membakar lintasan sihir Malakor hingga membara.

Di saat bersamaan, Elena menarik tali busurnya hingga melengkung ekstrem. "Celestial Arrow: Judgement Ray!" Sebuah tembakan berkas cahaya murni membelah api Kazuma, membidik lurus ke arah jantung Malakor dengan ketepatan sempurna.

Malakor menyeringai dingin dari balik topengnya. Tangannya terangkat, memanggil dinding cermin Miasma yang memantulkan serangan api dan cahaya tersebut ke arah samping hingga menghancurkan pilar-pilar batu di sekeliling ruangan.

"Sihir tingkat menengah tidak akan menembus Zirah Bayangan milikku!" seru Malakor histeris.

Namun, sebelum Malakor sempat melancarkan serangan balasan, sesosok bayangan meluncur keluar dari balik pecahan cermin sihir yang hancur. Danis muncul via Shadow Walk tepat di atas pundak Malakor!

SLASSH!

Belati kembar Danis yang dialiri aura pemutus sihir terayun bersih, meretakkan topeng besi Malakor dan memotong jubah pelindungnya!

Malakor mengerang kesakitan, terdorong mundur belasan meter ke atas altar.

Darah hitam menetes dari balik pecahan topengnya yang memperlihatkan sepasang mata merah membara penuh kemurkaan.

"Bocah-bocah tengik... kalian akan membayar ini dengan nyawa kalian!" jerit Malakor.

Batu Inti Miasma Purba di tongkatnya mendadak meletus memancarkan gelombang hitam raksasa yang menyelimuti seluruh ruangan. Ruang pertarungan di altar utama kini berubah menjadi medan bentrokan.

1
Al Dede
novel ini srru bsnget mencrtkn tentsng anak yang pantanv menyerah+akademi sihir,sihir dia terkuat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!