NovelToon NovelToon
Cinta & Penyesalan Azalea

Cinta & Penyesalan Azalea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Triyani

Azalea yang tidak mau dijodohkan dengan pria bernama Agam, anak dari teman ayahnya mencoba berbagai cara agar perjodohan itu tidak jadi dilaksanakan.

Segala macam cara pun dilakukan oleh Alea agar membuat Agam membenci dirinya dan mundur dari perjodohan itu.

Agam yang tidak ingin membuat Alea semakin terjerumus ke hal hal yang negatif hanya karena tidak ingin dijodohkan dengan dirinya pun akhirnya memutuskan untuk pergi menjauh dan menghilang dari kehidupan Alea.

Namun, disaat Agam sudah pergi, Alea baru menyadari jika di hatinya sudah terpaut kepada pemuda baik itu dan Alea pun merasa sangat kehilangan.

Lalu, bagaimana jadinya, jika sepuluh tahun kemudian keduanya pun kembali dipertemukan dengan Agam yang akan dijodohkan dengan wanita.

Akankah Alea merelakan Agam untuk bersama dengan wanita lain di saat dia sendiri sudah jatuh cinta kepada pria itu? Atau, Alea akan berusaha untuk mendapatkannya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.29

Alea tidak langsung menerimanya. Ia menatap boneka besar itu dengan tatapan haru. Dengan senyum bangga dan bahagia, Alea pun akhirnya menerima, lalu memeluk boneka tersebut.

“Terima kasih, Mas. Ini hadiah teristimewa yang pernah aku terima.” jawab Alea.

“Sama-sama. Jaga dia dengan baik, ya. Seperti kita yang akan menjaga hubungan ini.”

Alea memandangnya beberapa saat. Lalu berkata pelan,

“Tentu saja, Mas. Aku akan selalu menjaganya dengan sepenuh hatiku.”

Setelah mendapatkan boneka beruang yang sejak tadi diperjuangkan oleh Agam, keduanya pun akhirnya memutuskan untuk pulang.

Rasa lelah mulai terasa setelah hampir dua jam berjalan menyusuri keramaian pasar malam.

Ditambah lagi, malam semakin larut dan suasana taman kota sudah mulai berangsur sepi.

Agam kembali menggenggam tangan Alea ketika mereka berjalan menuju area parkir. Boneka beruang berukuran besar itu berada di pelukan Alea.

Sesekali, wanita itu menatap hadiah dari Agam tersebut dengan senyum kecil yang tidak pernah benar-benar hilang dari wajahnya.

Agam yang menyadari hal itu hanya bisa tersenyum bangga.

"Suka banget, ya, sama bonekanya." tanya Agam membuat Alea menoleh.

"Suka. Sangat suka."

"Berarti perjuanganku tadi tidak sia-sia dong."

"Tentu saja tidak. Terima kasih, ya. Sudah berjuang mendapatkannya untukku."

"Apapun yang bisa membuatmu bahagia dan senyum, wajib aku perjuangkan."

Deg.

Kalimat sederhana itu kembali membuat jantung Alea berdegup kencang hingga membuat pipinya memerah.

Ia pun bergegas mengalihkan wajahnya ke arah lain, lalu pura-pura sibuk memperhatikan jalan demi menghindari Agam, agar tidak melihat wajahnya yang memerah.

Sementara Agam sendiri, ia hanya tersenyum melihat reaksi dari kekasih hatinya itu.

Malam itu pun berakhir dengan Agam yang mengantarkan Alea pulang apartemen wanita itu. Sebelum Alea turun dari mobil, keduanya sempat terdiam beberapa saat di dalam mobil yang terparkir di depan lobi gedung.

Sejujurnya, tidak ada yang ingin buru-buru mengakhiri malam itu. Namun, waktu kembali memaksa mereka untuk berpisah.

"Besok, bisa ketemu lagi nggak?" tanya Agam sebelum Alea turun dari mobilnya.

Alea mengangguk.

"Insya Allah bisa."

"Mau ketemu dimana?"

"Berhubung sekarang kita habis dari tempat kesukaan aku. Besok, bagaimana kalau kita ke tempat kesukaan Mas?"

“Ide bagus. Tapi… memangnya kamu tidak akan keberatan? Masalahnya, tempat itu, tempat yang sangat membosankan untuk sebagian anak muda,”

“Bukankah Mas sendiri yang bilang. Kita tidak akan pernah tahu suka atau tidaknya, sebelum kita mencobanya. Itu juga berlaku untuk aku.”

Agam langsung terkekeh mendengar jawaban dari Alea.

"Ya sudah. Sana masuk. Sudah malam, sudah waktunya istirahat.”

“Iya. Baiklah. Kalau begitu, aku turun, ya?”

“Eh tunggu. Kalau boleh tahu, kenapa tiba-tiba tinggal di apartemen?” tanya Agam yang masih bertanya-tanya saat Alea memintanya mengantarkannya ke gedung apartemen, bukan kerumah orang tuanya.

“Oh itu, rumah lagi tahap renovasi. Jadi, untuk sementara aku pindah dulu ke sini,”

“Lalu, Om sama Tante?”

“Ayah sama Bunda tinggal dulu di villa. Ya, sekalian liburan mereka,”

“Kok kamu gak ikut?”

“Kan masih harus kerja. Jarak villa ke kantor terlalu jauh. Makanya aku sewa apartemen dulu,”

“Coba kalau sudah sah. Kamu tidak perlu sewa. Apartemenku cukup luas untuk kita tempati berdua,”

“Huss… jangan bicara sembarangan,”

“Iya, kan aku cuma bilang ‘kalau’. Kalau saja kita sudah sah,”

“Sudah ah. Sudah malam. Aku masuk dulu, ya? Selamat malam, Mas. Selamat istirahat,"

“Iya sayang. Selamat malam dan selamat istirahat juga."

Alea pun akhirnya turun dari mobil dengan membawa serta boneka beruang, hadiah dari Agam.

Beberapa langkah sebelum masuk ke dalam gedung apartemen, ia sempat menoleh.

Agam masih berada di dalam mobil, menunggunya sampai benar-benar masuk. Membuat senyum Alea kembali muncul.

Begitu pula dengan Agam. Begitu Alea memasuki gedung apartemen, lalu masuk ke dalam lift, Agam pun mulai menyalakan lagi mesin mobil, perlahan ia meninggalkan area gedung.

***

Keesokan harinya.

Sejak pagi, Alea sudah tidak sabar menunggu waktu malam tiba. Entah mengapa, setelah pertemuan mereka tadi malam.

Alea menjadi selalu menantikan pertemuan kembali dengan Agam. Sama seperti hari ini. Dimana ia terus melihat jam di layar ponselnya.

Disaat yang bersamaan, satu pesan masuk ke ponselnya itu. Namun, bukan dari Agam. Melainkan panggilan dari ayahnya.

[Ayah :”Sibuk gak, Al?”]

[Alea :"Tidak terlalu. Memangnya kenapa Yah?"]

[Ayah :"Nanti malam ikut sama Ayah dan Bunda, ya."]

Seketika, Alea langsung mengerutkan keningnya. Tidak biasanya sang Ayah memintanya ikut secara tiba-tiba.

[Alea :"Ke mana?"]

[Ayah :"Kamu masih ingat dengan Pak Surya?”]

[Alea :”Ingat. Memangnya kenapa?”]

[Ayah :”Pak Surya mengadakan pesta resepsi untuk pernikahan anak pertamanya yang dulu menikah di luar negeri. Dan Pak Surya mengundang kita sekeluarga untuk hadir di acara resepsi itu. Bagaimana, kamu bisa ikut kan?”]

[Alea :”Kok mendadak?”]

[Ayah :”Sebenarnya, Ayah sudah menerima undangan itu dari jauh-jauh hari. Hanya saja, Ayah lupa memberitahu kamu. Rumah yang mendadak harus renov membuat Ayah melupakan undangan itu."]

Alea terdiam. Ingatannya kembali pada janji bertemu dengan Agam malam ini langsung terlintas di kepalanya.

Alea menghela nafas panjang sebelum akhirnya membalas pesan sang Ayah.

[Alea :"Jam berapa, Yah?"]

[Ayah :"Undangannya jam delapan malam. Jadi nanti kita berangkat sekitar setengah delapan saja."]

Seketika wajah Alea berubah.

Ada rasa kecewa yang perlahan muncul. Malam ini seharusnya ia bertemu dengan Agam.

Bahkan, sudah dari sejak pagi ia menantikan pertemuan itu. Membayangkan, bagaimana senangnya bisa menghabiskan waktu bersama pria itu.

Namun, tampaknya, rencana itu terpaksa urung ia lakukan karena tidak bisa menolak permintaan sang Ayah.

[Ayah :"Al. Kok tidak membalas? Apa, kamu ada acara?"]

Alea tersentak saat mendapatkan pesan baru dari Ayahnya. Ia menghela nafas pelan. Lalu membalas.

[Alea :"Ada sih. Tapi tidak apa-apa. Itu bisa direncanakan ulang. Aku akan ikut Ayah sama Bunda."]

[Ayah :"Baiklah. Kalau begitu jangan terlambat, ya."]

[Alea :"Iya, Yah."]

Berbalas pesan pun berakhir. Alea masih menatap layar ponselnya.

Beberapa detik kemudian, ia membuka ruang percakapannya dengan Agam.

Dengan berat hati, dan kecewa. Alea pun terpaksa membatalkan rencananya dengan Agam.

Namun, baru saja Alea akan memberi kabar kepada Agam, kalau pertemuan mereka terpaksa diundur.

Agam malah sudah lebih dulu mengirimkan pesan kepadanya. Tidak menunggu lama, Alea pun bergegas membuka pesan itu.

[Agam :”Al. Sepertinya, malam ini kita belum bisa bertemu. Mendadak Mas harus menemani Papa dan Mama ke sebuah acara.”]

Seketika, Alea menghela nafas lega sekaligus kecewa secara bersamaan. Rupanya, Agam pun mendadak tidak bisa menemuinya dengan alasan yang sama dengan nya. Karena orang tua mereka.

Belum juga sempat membalas pesan itu, pesan baru sudah kembali masuk dari Agam.

[Agam :”Maaf, ya. Mas janji, besok atau lusa kita pasti ketemu.”]

Tidak ingin membuat Agam merasa tidak enak hati sendirian. Alea pun segera membalas pesan itu.

[Alea :”Tidak perlu minta maaf. Kebetulan, aku juga harus ikut Ayah dan Bunda ke sebuah acara.]

[Agam :”Benarkah? Wah, kebetulan sekali. Kalau begitu, besok ketemu, ya.”]

[Alea :”Boleh.”]

[Agam :”Baiklah. Kalau begitu, Mas izin pergi dulu, ya. Sampai jumpa besok.”]

[Alea :”Iya, Mas. Sampai jumpa lagi besok.”]

[Agam :”Aku mencintaimu, Al.”]

“Alea :”Aku juga. Mencintaimu, Mas.”]

Seketika, Agam menghela nafas lega. Awalnya, ia kira kalau Alea akan marah padanya karena mereka batal bertemu.

Namun, ia salah. Rupanya, wanita itu juga memiliki jadwal bersama dengan orang tuanya dan terpaksa membatalkan pertemuan mereka.

1
Enisensi klara
makasih up nya kk 🤗
Uba Muhammad Al-varo
Agam udah lama waktu kamu mencintai Alea sekarang bawa Alea kerumahnya kedua orang tuanya Alea, langsung kamu lamar dan menikahi Alea
dika edsel
klo udah tdk tahan mending kamu cepet nikahin dia deh gam..jgn nakutin anak org..,.,,klo begini caranya lama2 yg ada khilaf juga ntar, dr kepala turun ke pundak lanjut ke lutut akhirnya ke kaki deh😅..kepala pundak lutut kaki..lutut kaki💃💃💃
Enisensi klara
makasi up nya 😍😍😍
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya semua kesalah pahaman bisa terselesaikan dengan pelukan dan ciuman, semoga cintanya Agam dan Azalea cepat bersatu dalam ikatan pernikahan yang samawa
Enisensi klara
makasi up nya kk😍😍
Enisensi klara
🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Uba Muhammad Al-varo
jadi penasaran apa yang akan Alea lakukan 🤔🤔
Enisensi klara
🩷🩷🩷🩷🩷🩷makasi up nya kk
Uba Muhammad Al-varo
ambyar semua, sekarang apa yang akan kamu lakukan Agam setelah kejadian salah paham ini🤔🤔🤔
Enisensi klara
Ya.. salah Agam sendirilah gak jujur sama ortunya ttg siapa wanita yg dia mau itu alea bukan si Sania😞😞😞
Enisensi klara
Kok aneh sih main tunangan aja 😞😞😞
Oma Gavin
makanya jujur sama keluarga sekarang jadi bumerang dgn diam nya kamu di manfaatkan sama rania di muka umum malu ngga tuh
Enisensi klara
mKasi up nya kk 😍😍
Valen Angelina
hadeh...
Uba Muhammad Al-varo
jadi penasaran apa Agam akan menerima Sania atau dia akan jujur terus terang tentang cintanya ke Alea,pingin tahu aja perjuangannya Agam demi cintanya ke Alea 🤔🤔
dika edsel
cemen banget klo agam manut2 aja...,nah bner kan kejadian...kelamaan nunda sih, salah sendiri backstreet..?? ayo skrg gimana nih mas agam..berani enggak nolak didepan umum.. rejeki jodoh dan maut Tuhan yg ngatur bukan surya atau si minyak goreng sania..jd tunjukkan ketegasan mu gam..
Valen Angelina
trus diam aja gtu... wkkwkww
Enisensi klara
makasi up nya kk
Enisensi klara
makasi up nya kk 🥰🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!