Farhan adalah seorang pebisnis sukses, setelah menikah Farhan memenuhi segala kebutuhannya istrinya, ATM baru pun Farhan siapkan untuk mempermudah istrinya untuk beli apapun yang diinginkannya.
Sifat Farhan yang cuek dan keluhan istrinya dianggap sebagai hal biasa dan dianggap istrinya belum terbiasa dengan kebiasaannya yang sangat males keluar rumah jika sudah pulang kerja lebih memilih tidur setelah seharian bekerja.
Rasa kesal dan hambar selama pernikahan akhirnya Mila istri Farhan memilih untuk pergi tanpa memberikan kabar sama suaminya, setelah kepergian Mila membuat Farhan baru sadar akan kehadiran istrinya yang selama ini diabaikan dan protesnya tidak pernah dipedulikan. Mampukah Farhan menemukan Mila dan membuat istrinya untuk kembali sekaligus memperbaiki rumah tangga yang selama ini terasa hambar dan merubah kebiasaannya dan lebih mementingkan meluangkan waktu untuk membahagiakan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9
Rasa cemburu tiba-tiba dirasakan Farhan setelah selesai vidio call bareng Erik dan Mila saat makan tadi, rasanya tidak suka melihat istrinya makan bersama Erik duduk bersebelahan walaupun melakukan vidio call dan entah kenapa tidak percaya mendengar alasan Erik dan Mila ketemu tidak sengaja akhirnya makan siang bareng.
"Apa ini rasanya LDR sama istri jadi punya fikiran negatif seperti ini sih astaga." ucap Farhan tidak menyangka jika dirinya bisa merasakan cemburu juga, padahal selama ini sering sekali minta Erik anterin Mila bahkan jemput pacarnya jika dirinya masih ada pekerjaan.
Berusaha untuk tetap fokus bawa mobil walaupun pikiran nya tidak bisa dikendalikan karena bayangan istrinya tadi duduk disebelah Erik saat vidio call makan siang bareng, rasanya takut jika Erik merebut Mila dari hidupnya tentunya Farhan tidak akan siap kehilangan istri yang dicintainya.
**
Perasaan cemburu dan tidak terima kehilangan Farhan, membuat Sisil menyimpan dendam dan sakit hati sama Mila yang berhasil menjadi istrinya Farhan atasan yang selama ini dikagumi karena ketampanan dan juga berharap menjadi seorang istri bos besar harus kandas karena Sisil tidak berhasil mendapatkan perhatian dari Farhan.
Perjalanan pulang yang tidak disangka membuat Sisil langsung menepikan mobil nya, saat melihat Mila jalan santai sambil bawa kue buatannya untuk dijual.
" Heh perempuan kampung tidak ada malunya, masih saja jualan seperti ini mau bikin Farhan malu apa punya perempuan kampung seperti kamu, memangnya tega membuat banyak orang mengira kalo Farhan tidak mampu memberikan nafkah untuk istrinya sampai membiarkan istrinya jalan kaki untuk jualan perempuan muka tembok!" bentak Sisil kesal karena Mila membuat banyak karyawan yang menganggap Farhan suami pelit, rasanya tidak terima jika pujaan hatinya dianggap negatif sama rekan kerja yang sudah pernah melihat Mila jualan.
"Suami saya cukup kok memberikan nafkah saya, saya jualan supaya tidak bosan dirumah seharian dan saya tidak terbiasa belanja karena saya bukan perempuan matre dan genit yang hobi belanja, apa lagi pakai baju seksi dengan percaya dirinya saya tidak terbiasa." ucap Mila jujur dan melihat penampilan Sisil, Mila tahu jika Sisil karyawannya Farhan tapi tidak menyangka jika Sisil berani bicara seenaknya seperti ini ditempat umum.
"Kalo bukan wanita matre atau wanita genit lebih baik kamu pergi dari hidupnya Farhan, apa tega membiarkan orang-orang bicara seenaknya tentang Farhan, apa lagi semua orang tahu perusahaan Farhan perusahaan terkenal dan sukses masa dianggap tidak mampu memberikan kehidupan layak untuk istrinya, kalo ada rasa malu dan tidak tega seharusnya sadar diri pergi dari hidupnya Farhan karena orang kaya tidak pantas mendapatkan istri kampungan seperti kamu yang cuman bisa bikin malu saja." lanjut Sisil sengaja memanfaatkan situasi yang ada, berharap Mila mau pergi dari hidupnya Farhan dan dirinya perlahan bisa mengambil hatinya Farhan.
"Kamu tidak ada hak untuk minta saya pergi dari hidupnya Farhan, kamu cuman rekan kerja saja yang tidak punya hak usir saya dari hidupnya Farhan dan soal aktivitas saya yang dianggap malu saya tidak peduli anggapan orang, selama saya tidak merugikan dan tidak minta sama siapapun saya akan tetap jualan, selama suami saya tidak melarang saya tidak akan ikuti apa kata orang lain!" tegas Mila mantap, tidak akan biarkan siapapun ngatur hidupnya karena Mila sudah mengalah tidak pakai uang pemberian Farhan sama sekali demi ketiga Kakaknya Farhan tidak emosi terus setiap bahas uang dan alasan dirinya jualan tentunya untuk dirinya memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan berusaha untuk menjaga alasannya demi nama baik Kakak iparnya tidak jelek karena melarang dirinya untuk menggunakan pemberian suami sebagai hak Farhan memberikan nafkah untuk istrinya.
Berusaha tenang dan santai Mila langsung jalan begitu saja meninggalkan Sisil yang terlihat kesal, mendengar ucapannya barusan dan sepertinya tidak terima mendengar alasannya tadi tapi Mila tidak peduli sama sekali, selama Farhan tidak protes dirinya akan tetap terus jualan tanpa mengeluh sama sekali.
Kesal mendengar ucapan Mila barusan rasanya ingin tarik tangan Mila dan tarik rambutnya, supaya Mila takut dan nurutin keinginannya untuk pergi dari hidupnya Farhan tapi tidak berani karena takut viral bisa-bisa membuat Farhan marah karena istrinya disakiti ditempat umum.
**
Selesai meninjau pembangunan taman kota, Farhan ajak Dion vidio call bareng Erik sebelum jam kerja selesai untuk bahas pekerjaan yang akan dilakukan besok.
"Pak Farhan besok ada rapat bersama tiga client dan meninjau satu proyek " ucap Erik diseberang telefon.
"Kirimkan bahan rapatnya ke email saya dan kita akan baca bahan rapat untuk besok siang." ucap Farhan menatap layar handphonenya.
"Siap Pak Farhan akan saya kirimkan bahannya sekarang." lanjut Erik siap menjalankan tugas yang diberikan Farhan barusan, Erik langsung matikan teleponnya setelah selesai bahas pekerjaan bareng Farhan dan Dion.
"Habis ini kita mau kemana lagi Pak Farhan?" tanya Dion setelah telefon dimatikan sama Erik tadi.
"Saya mau ke apartemen saja rasanya lelah sekali mau istirahat saja disana, sampai ketemu besok Dion ingat jangan berulah lagi jika kamu masih butuh pekerjaan ini mengerti!" tegas Farhan mengingatkan Asisten nya untuk tidak berulah seperti kemarin, merasa bukan cowok nakal tentunya Farhan menolak kehadiran wanita-wanita baju seksi yang dibawa Dion.
"Siap mengerti Pak Dion, baik lah kalo begitu saya pamit pulang permisi." lanjut Dion santai walaupun ada rasa takut mendengar ucapan Farhan barusan.
Rasa sesal kini dirasakan Dion karena Farhan masih ingat saat nongkrong awal Farhan tiba di balikpapan dirinya ajak beberapa wanita untuk temani dirinya ketemu sama Farhan dan perlahan godain Farhan tapi rencananya gagal total karena baru tahu jika Farhan bukan cowok nakal membuat misinya gagal total.