NovelToon NovelToon
Pesugihan Tuyul

Pesugihan Tuyul

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Horor / Misteri
Popularitas:46.6k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rania menatap tubuh Rina yang terlihat begitu kurus kering seolah tidak memiliki daging, padahal bisa dibilang bahwa Rina memiliki porsi makan yang begitu banyak ketika sedang mengisi perut, namun entah ke mana semua makanan yang sudah masuk sehingga dia terlihat begitu kurus dan pucat.

"Kok Mbak punya air susu?" Rania bertanya dengan nada heran.

Namun pertanyaan itu tidak pernah Rina jawab, tentu saja membuat Rania semakin bingung sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu Dan setelah sedikit demi sedikit mengetahui maka Rania yang menjadi sangat syok, terlebih lagi dia juga menyadari bahwa Rina sama sekali tidak memiliki bayi namun dia terus memiliki air susu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 06. Kehilangan uang

Tengah malam Rania dikagetkan dengan suara seseorang yang sedang menangis dan dia sudah hafal bahwa suara itu adalah suara dari Rina, beberapa waktu belakangan ini dia memang kerap mendengar bahwa Rina menangis dan sebenarnya Rania juga ingin bertanya Ada apa gerangan, namun dia tidak memiliki nyali karena takut nanti dikira terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga sang Kakak.

Rina juga sudah tidak pernah mengeluh lagi tentang keuangan sehingga dirinya merasa bahwa tidak mungkin ada sesuatu yang berat dalam kehidupan rumah tangga Rina dan juga Ilham, jadi itu terkadang Rania bingung kenapa masih saja ada pertengkaran di antara mereka yang membuat suasana semakin tidak kondusif.

Sama seperti malam sekarang ini ketika dia baru saja akan memejamkan mata namun malah mendengar suara tangisan yang menurut Rania terasa begitu pedih sekali, Terkadang ada rasa tidak tega untuk memejamkan mata bila mengingat bahwa saudara dia sedang menangis seperti itu dan kemungkinan dia merasakan duka yang begitu besar sekali di dalam hati ini.

Ada rasa ingin masuk ke dalam kamar itu dan melihat sendiri bagaimana keadaan Rina sekarang, tapi lagi-lagi Rania Masih memikirkan adab terlebih dahulu sehingga dia tidak boleh langsung masuk saja ke kamar saudara dia sendiri, sebab masih ada juga suami dari Rina yang kemungkinan ada di dalam kamar tersebut.

''Hiks, Hiks.''

''Apa yang membuat Kak Rina sampai menangis seperti itu?'' Rania sungguh bingung sekarang.

''Kalau diajak cerita juga tidak pernah mau sehingga aku bingung harus bagaimana ini.'' keluh Rania kembali.

Padahal Bila memang Rina membutuhkan teman curhat maka dia tidak akan keberatan mendengarkan, sebab mau bagaimana juga Rania adalah saudara kandung Rina sendiri sehingga dia sudah pasti menjaga aib yang akan Rina keluarkan saat bercerita nanti. beda dengan orang lain yang kemungkinan hanya akan mendengar sesaat lalu menyebarkan kepada semua tetangga.

''Apa besok aku paksa saja dia untuk bercerita tentang apa yang telah terjadi ya?'' Rania berdiri di ambang pintu.

''Aku mana mungkin juga bisa tidur kalau dia menangis terus.'' gumam Rania.

Tok, Tok.

''Kak.'' Rania akhirnya mengambil keputusan dan mengetuk pintu.

''Aduh udah terlanjur mengetuk pintu tapi malah timbul pula rasa takut di dalam hati.'' batin Rania dengan perasaan serba salah.

Ketika Rania memutuskan untuk kembali ke dalam kamar dan kemungkinan Rina juga tidak akan mau membuka pintu kamar ini, mendadak saja Ilham muncul dan dia menatap Rania dengan perasaan kikuk atau bahkan Seperti takut ketahuan karena telah melakukan sesuatu, melihat Ilham yang seperti itu tentu saja Rania semakin penasaran.

''Ada apa, nduk?'' Ilham bertanya dengan lemah lembut seperti biasa.

''Anu, tadi aku mendengar Kak Rina sedang menangis.'' Rania menjawab apa adanya.

''Oh itu, tadi tidak sengaja kepala Rina kepentok ujung meja Jadi dia menangis memang.'' Ilham menjawab sambil tersenyum.

''Kepentok meja, Oh ya sudah kalau gitu aku lihat dulu sebentar ya.'' tawar Rania karena dia masih tetap penasaran.

Namun dengan cepat Ilham menghalangi pintu sehingga Rania merasa bingung dengan sikap sang Abang ipar dia sendiri, seolah Ilham memang sangat melarang Rania untuk masuk ke dalam dan melihat keadaan Rina yang kata dia tadi hanya kepentok dengan ujung meja.

''Dia ngambek dan tidak mau bicara karena tadi Rina sempat menyalahkan aku.'' ujar Ilham.

''Em Ya sudah kalau memang begitu aku masuk kamar dulu lah.'' Rania tidak memaksa dan segera pergi dari hadapan Ilham.

''Kamu Jangan begadang sampai malam karena besok juga mau sekolah.'' Ilham masih sempat menasehati sang adik.

Rania hanya mengangguk dan segera menutup pintu kamar karena dia kemungkinan juga masih terus kepikiran dengan tangis Rina yang terasa begitu menyakitkan sekali, Entah kenapa dia merasa tidak percaya dengan ucapan Ilham bahwa Rina menangis hanya karena kepentok meja yang ada di dalam kamar itu, seolah ada sesuatu yang membuat dia penasaran dan ingin mencari tahu sampai dapat.

...****************...

''Heh pagi begini sudah termenung saja kau itu.'' Ayu menegur kepada Winar.

''Ah kau kalau datang selalu saja membuat orang kaget.'' Winar memegang dada dia karena merasakan kaget tidak terkira.

''Lagian masih pagi begini kalau sudah termenung memikirkan apa sih?'' Ayu mengambil bakwan ke dalam piring.

''Lagi bingung, aku rasanya itu pas menyimpan uang di dalam dompet sejuta tapi tadi pas aku hitung Kok bisa kurang ya.'' Winar mengatakan soal kebingungan yang ada di dalam hati ini.

''Paling kemarin kau itu salah hitung.'' jawab Ayu.

''Enggak, pokoknya aku yakin sekali kemarin pas menghitung itu jumlahnya genap semua.'' Winar berkata dengan sangat yakin.

''Lah kalau memang genap Mana mungkin bisa berkurang seperti itu, di desa kita mana ada tuyul.'' bantah Ayu pula.

''Kan kita tidak tahu tentang tuyul itu, memang nya tuyul bisa dilihat dengan mata biasa.'' Santi langsung membantah ucapan Ayu tadi.

Ayu terdiam tidak berani mengeluarkan opini dia kembali karena mungkin benar apa yang dikatakan oleh Santi bahwa tuyul itu tidak bisa dilihat oleh mata biasa, jadi dia tidak bisa sembarangan mengatakan bahwa Desa mereka ini aman tanpa ada gangguan tuyul seperti itu karena dia juga belum merasakan tentang kehilangan uang seperti yang telah dirasakan oleh Winar.

''Kalau dalam satu karet hilangnya cuman beberapa maka itu asli adalah perbuatan tuyul.'' Santi berkata dengan sangat yakin.

''Nanti malah anak atau suami sendiri yang mengambil.'' celetuk Ayu.

''Mas Anwar tidak mungkin mengambil uang aku karena dia saja memiliki banyak uang.'' Winar langsung membantah.

''Kau itu yang jangan bicara sembarangan.'' Santi memarahi Ayu karena wanita itu malah menuduh anak dan suami Winar.

Winar terlihat memang sangat gundah sekali karena dia kepikiran siapa yang sudah mengambil uang milik dia di dalam laci, Padahal semua itu dia simpan dengan sangat rapi dan tidak ada yang mengetahui tentang simpanan tersebut.

''Aku kesal sekali rasanya kalau sudah kehilangan uang seperti ini.'' Mbok Inem membanting tas plastik yang ada di genggaman tangan dia.

''Apa to? baru datang sudah marah-marah seperti itu.'' Santi kaget dengan amarah wanita tua ini.

''Ya gimana aku ndak marah wong uang yang aku simpan untuk membayar rentenir itu kok malah hilang separuh.'' Mbok Inem mengungkapkan kekesalan yang ada di dalam hati dia.

Winar yang mendengar hal itu tentu saja langsung menatap wanita tua tersebut untuk mendengar kepastian apakah memang ada orang lain yang mengalami hal sama seperti dirinya, bila dia tidak hanya sendirian maka sudah pasti bahwa ini adalah perbuatan tuyul sesat itu dan mereka perlu mencari tahu siapa yang sudah memelihara tuyul di desa ini.

Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita after Novita Jungkook ya cinta.

1
Raffaza Direzky87
biarkan aja gak usah di bantu
Ass Yfa
setidaknya Rania..nggk dikejar tuyul itu lagi kalo Delisa mau nikah sama Ilham
Ayuk Witanto
ah moga saja purnama mau membantu...
Ayuk Witanto
biarlah si Delisa jadi ibu susunya si tuyul
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
Linda itu apa yang tinggal di rumah kosong
Ayuk Witanto
apa itu rina
Ayuk Witanto
Alhamdulillah
Ela Jutek
emang perlu di tabok si Pur sekali kali
Iis Dawina
kan yg di judul sebelumnya Zidan meninggal makan jamur beracun
vania larasati
lanjut kak
ismi
ini gimana rina kok main setuju saja adiknya disusu tuyul,,
Yeyet Rohaeti
siang thor, di sini Zidan udah meninggal ya thor?
Tri Lestari
yang di untungkan si Ilham ini
putri wahyu
siang jg Bess..
Ani_Sudrajat
Kok gak punya lawan thor emang Zidan kemana??
MiilaaManurung: Racun yang tertinggal
total 4 replies
Eli Rahma
delisa metong euyy..
Apriyanti
MLM jg thor, rasain kau Delisa terlalu serakah dgn harta org akhirnya tewas jg
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Yeyet Rohaeti
malam juga thor, akhirnya si Delisa mati juga 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!