NovelToon NovelToon
Memburu Langit Abadi

Memburu Langit Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: RENDY Marcelius

Dia adalah monster yang dibuang dunia. Tapi matanya menyimpan rahasia yang membuat Langit gemetar.

Liu Xuanyuan — yatim piatu, dijuluki "Monster Bermata Ganda", hidup diabaikan di gerbang Sekte Awan Langit. Tidak ada yang tahu bahwa Pupil Ganda di matanya bukan kutukan, melainkan jendela ke segala kemungkinan yang takdir sembunyikan. Hingga sebuah cincin kuno jatuh ke tangannya, dan kebenaran tentang orang tuanya, tentang langit, dan tentang dirinya mulai terungkap satu per satu.

Dia tidak lahir untuk dipimpin. Dia lahir untuk memburu takdir yang ditulis orang lain.

Perjalanan dari penjaga gerbang yang tidak diinginkan... hingga menjadi satu-satunya yang berani menatap Langit Abadi dan berkata: "Aku tidak menerima takdirmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RENDY Marcelius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak di Gerbang Kuno

Angin bertiup dingin, menusuk tulang, saat Xuanyuan berdiri di ambang pintu gerbang yang tak pernah terlihat siapa yang membangunnya. Langit di belakang mereka bukan lagi biru, melainkan kelabu kusam, seolah-olah seluruh cahaya di dunia ini enggan menyentuh tanah tempat mereka berdiri.

Lian Yue berdiri di sampingnya. Jubahnya lusuh, wajahnya pucat, tetapi matanya tetap tenang. "Kau yakin tidak mau berhenti sebentar?" tanyanya pelan. "Kau belum tidur sejak kita meninggalkan tempat itu."

Xuanyuan mengangguk pelan. Tangannya mencengkeram cincin perak tua di jari telunjuk. Logam itu terasa hangat, seolah ada denyut nadi di dalamnya yang berdetak selaras dengan detak jantungnya sendiri. "Semakin lama kita menunggu, semakin jauh langkah yang harus kita tempuh nanti," jawabnya. Suaranya rendah, serak, tetapi tegas. "Dan aku tidak tahu berapa banyak waktu yang tersisa sebelum Tian Jue menyadari aku tidak memilih jalannya."

"Kau pikir dia akan mengirim orang lagi?"

"Dia tidak akan membiarkan aku pergi begitu saja," ucap Xuanyuan. Dia menatap permukaan gerbang besar di hadapannya batu hitam berukiran kuno yang tidak bisa dikenali bahasanya, tetapi setiap garisnya memancarkan tekanan yang membuat dada sesak. "Hanya saja... aku tidak tahu apakah dia akan mengirim musuh, atau sesuatu yang jauh lebih menakutkan."

Lian Yue melangkah mendekat. Dia mengangkat tangan kanannya, di telapaknya bercahaya separuh cermin retak yang memancarkan cahaya lembut ke arah permukaan gerbang. Retakan-retakan di cermin itu seolah berdenyut selaras dengan ukiran di batu. "Ini bukan gerbang biasa," gumamnya. "Cermin ibuku... ia bergetar seolah mengenali tempat ini."

Xuanyuan menarik kain penutup matanya sedikit ke bawah. Di baliknya, dua pupil hitam berlapis berputar perlahan. Dunia di matanya berubah bayangan tipis yang tak terlihat sebelumnya mulai menampak di sepanjang permukaan batu, seperti jejak hujan yang menguap terlalu lambat. Ada ribuan jejak langkah di sini, ribuan niat, ribuan emosi yang tertinggal selama ribuan tahun.

"Banyak yang pernah datang ke sini," bisiknya. "Dan hampir tidak ada yang kembali."

"Apakah itu menghentikanmu?"

Xuanyuan menurunkan kain itu kembali, menutup matanya. "Aku sudah berhenti berhenti sejak Sekte Awan Langit mengusirku karena dianggap monster." Dia melangkah maju, telapak tangannya menyentuh batu dingin itu. "Aku hanya ingin tahu... untuk apa semua ini disembunyikan? Untuk siapa penderitaan ini dirancang?"

Gerbang itu tidak terbuka dengan suara gemuruh yang megah. Ia hanya perlahan terbelah, pelan, sunyi, seolah menghela napas panjang yang tertahan sejak awal penciptaan. Udara dari dalam terasa lebih dingin, membawa bau tanah tua dan sesuatu yang samar seperti aroma hujan di dunia yang sudah lama binasa.

Lian Yue berjalan di belakangnya. "Xuanyuan," panggilnya pelan saat mereka melangkah masuk ke dalam kegelapan. "Apa yang akan kau lakukan jika apa yang kau cari di dalam sini lebih menakutkan daripada apa yang kau tinggalkan di luar?"

Xuanyuan tidak berhenti melangkah. Bayangannya memanjang di lantai batu yang bercahaya redup.

"Kalau itu lebih menakutkan," ucapnya tenang, "berarti aku sudah berada di tempat yang benar."

Jalan di depan mereka membelah dua. Di ujung kiri, kabut tipis yang beraroma manis dan memabukkan. Di ujung kanan, kegelapan murni yang bahkan cahaya enggan menyentuhnya. Dan di tengah, terukir satu kalimat dalam bahasa yang tiba-tiba bisa mereka pahami:

Yang mencari kebenaran harus kehilangan sesuatu yang berharga. Yang ingin kembali harus meninggalkan bagian dari dirinya di sini.

Xuanyuan berhenti. Dia menatap kedua jalan itu, lalu ke arah Lian Yue.

"Pilih satu," katanya pelan. "Siapa pun yang kau pilih, aku akan ikut. Tapi satu hal... setelah melangkah, tidak ada jalan pulang yang sama seperti saat kita datang."

Lian Yue menatap cermin di tangannya, lalu ke arah jalan yang lebih gelap. Senyum tipis terukir di bibirnya.

"Kalau kita mau jalan yang mudah," katanya, "kita tidak akan berada di sini sejak awal, kan?"

Dan tanpa menunggu jawaban, dia melangkah ke kanan ke dalam kegelapan yang menelan cahaya sepenuhnya.

Xuanyuan tersenyum tipis, senyum yang jarang dilihat orang. Dia mengikuti langkahnya, dan di saat kakinya melintasi batas cahaya, cincin di jarinya terasa panas membara. Sebuah suara lirih, seperti angin yang lewat di celah gigi, berbisik di telinganya suara Lang Wuyan, meski orang tua itu tidak ada di sini:

Langkah pertama diambil. Ingat, anak kecil... pengetahuan itu harganya mahal. Dan yang paling mahal bukanlah emas atau nyawa.

Xuanyuan menggenggam cincin itu erat.

Aku tahu, batinnya. Itulah sebabnya aku datang membawa nyawaku sendiri sebagai pembayaran.

Kegelapan menelan mereka sepenuhnya. Dan di belakang gerbang yang perlahan menutup kembali, satu bayangan berdiri diam di kejauhan sosok tinggi yang tidak memiliki wajah, menonton, menunggu, seolah-olah seluruh perjalanan ini hanyalah satu halaman dalam buku yang sudah lama tertulis.

1
Eka P
h
Predi Siswanto
kapan kuat nya kalau kayak gini ini bukan pemburu langit tapi pemburu sampah bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!