NovelToon NovelToon
The Goblin

The Goblin

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:146
Nilai: 5
Nama Author: Nash

Kebangkitan goblin yang akan menjadi kuat dan akan melampaui semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23.

hari dmi hari berlalu, tubuh goblin semakin terbiasa dengan eksperimen yang dilakukan wanita itu, ratusan cairan alkimia berbeda-beda dan berbahaya kini tidak lagi memberikan efek yang sama.

Tubuhnya sudah beradaptasi.

Semakin sering cairan berbahaya dimasukkan, semakin cepat goblin menyesuaikan diri, parasit di dalam tubuhnya terus bekerja mengubah sister kerja tubuh, memperkuat otot, memperkuat organ dan sel ataupun saraf, membuat tubuhnya semakin efisien.

Bukan perubahan yang terlihat dari luar, namun di dalam tubuhnya sesuatu yang terus berkembang menjadi kuat.

Cairan alkimia yang sebelumnya dianggap zat berbahaya oleh wanita itu perlahan menjadi sesuatu yang berbeda. Bagi parasit itu adalah makanan.

Setiap cairan alkimia berbahaya yang masuk ke tubuh goblin dihancurkan, dicerna, diolah, lalu digunakan sebagai energi baru.

Wanita itu tidak menyadari hal tersebut, ia hanya melihat satu hal yaitu goblin semakin sulit dikendalikannya "...Kenapa?" ia terus melakukan eksperimen hari demi hari namun hasilnya selalu sama.

Suatu malam wanita itu sedang mencatat eksperimennya dan mengobrol ringan dengan Marshall, ruangan terlihat tenang, hanya suara cairan selang dalam tabung.

GSHH...

GSHHH...

Tiba-tiba ada retakan kecil pada tabung goblin, wanita itu berdiri "Hah..?"

KRAK...

BRAKH!

Tabungnya pecah menumpahkan cairan ke seluruh lantai, goblin jatuh dengan satu lutut 'BRUK!' ia terbatuk "Khk..." tubuhnya masih lemah namun perlahan menjadi normal.

Goblin perlahan mengangkat kepalanya, matanya menatap wanita itu kemudian pada Marshall, ingatan tentang semua yang terjadi selama sebulan yang lalu kembali muncul.

Goblin mengepalkan tangannya.

KREK...

Wanita itu membeku, goblin melangkah beberapa langkah terus berjalan, wanita itu mundur "Marshall.."

Marshall langsung bergerak cepat.

FWISH!

Dalam sekejap tubuh marshall sudah berada di depan goblin.

BUKH!

Pukulan marshall menghantam perut goblin cukup keras dan membuat goblin terpental dan menghantam dinding 'BRAAKH!' debu berhamburan, namun goblin bangkit.

Marshall mengangkat alis karena goblin tidak pingsan seperti sebelumnya, Marshall merasa kalau goblin yang sekarang sedikit lebih kuat.

Goblin mengusap darah dari sudut mulutnya, goblin menyerang balik 'FWISH!' cakar goblin meleset, marshall menghindar, goblin memutar tubuh dan menyerang dengan kaki 'SWOOSH!' Marshall menahan serangan itu 'DUAKH!'

Marshall menyerang balik 'BUKH!' satu pukulan membuat goblin terhuyung, pukulan kedua 'BUKH!' di susul dengan pukulan ketiga 'BUKH!' namun goblin tetap berdiri.

Marshall berhenti, alisnya sedikit terangkat "..." goblin menyadari sesuatu, dulu satu pukulan sudah cukup untuk membuatnya kehilangan kesadaran.

Tapi sekarang tiga pukulan berturut-turut tubuhnya masih sadar dan berdiri meskipun masih merasakan sakit.

Goblin kembali menyerang, keduanya bertarung dengan tangan kosong alias tanpa senjata, tidak ada sihir, tidak ada teknik, hanya tubuh melawan tubuh, tinju melawan cakar.

BUKH!

BUKH!

BRAAKH!

Gobin terus menerima serangan, dan belum berhasil menyerang Marshall satu kali pun, namun setiap serangan yang diterimanya membuat tubuhnya belajar dan beradaptasi.

Gerakan Marshall, kecepatan Marshall, kekuatan Marshall, cara tubuh Marshall bergerak, semuanya perlahan mulai dipahami tubuh goblin.

Awalnya goblin bahkan tidak mampu melihat gerakannya, kemudian ia mulai terbiasa dan bisa melihat.

Awalnya ia tidak mampu menghindari pukulannya, kemudian ia mulai menghindar.

Awalnya ia bahkan tidak bisa mendekatinya, kemudian jaraknya mulai semakin dekat.

Marshall juga menyadari perubahan itu.

Goblin kembali menyerang, cakarnya melewati pipinya, Marshall memiringkan kepalanya, untuk pertama kalinya goblin hampir mengenainya.

Marshall menatap goblin kemudian ekspresinya berubah sedikit lebih serius, goblin kembali merasakan sesuatu, tubuhnya kembali memberikan peringatan bahaya.

Marshall membuka matanya lebih lebar, tatapannya terasa menekan seperti waktu pertama kali bertemu, namun kali ini tidak terjadi apa-apa, tubuh goblin hanya merasa merinding sedikit.

Tubuhnya tidak melemas seperti dulu, ia masih bisa berdiri dan bisa bergerak.

Marshall sedikit terkejut melihat perubahan goblin yang mampu bertahan dengan tatapannya.

Goblin sendiri tidak mengerti dengan tatapan melotot aneh Marshall itu apakah sihir, apakah tenaga dalam, apakah teknik atau sesuatu yang lain.

Namun tubuhnya terus melawan dan beradaptasi dengan cepat.

Marshall akhirnya tersenyum tipis "Kau benar-benar seekor goblin yang aneh" tangannya bergerak ke belakang untuk meraih gagang pedang besar di punggungnya.

SREK...

Pedang besar itu perlahan ditarik keluar, suara logam bergesekan terdengar memenuhi ruangan lab aneh ini.

Goblin menatap pedang besar tersebut, instingnya langsung berteriak takut dan ingin lari, bukan bertarung, bukan melawan, hanya lari dan lari, tubuh goblin memahami satu hal, jika pedang itu mengenai dirinya ia mungkin akan mati dalam sekali tebas.

Goblin mundur perlahan matanya bergerak ke seluruh ruangan.

Pintu, lorong, jendela, dinding, tidak ada jalan keluar yang jelas.

Marshall mengangkat pedangnya, goblin menatap wanita itu kemudian menatap Marshall, lalu ia melihat dinding belakan mereka, sbeuah pikiran muncul "Kalau begitu..."

Marshall mengayunkan pedangnya.

SWOOOSH!!!

BRAAAKH!!!

Satu tebasan membelah seluruh ruangan dan bangunan lab ini, dinding terpotong, tabung-tabung kaca hancur, cairan dalam tabung tumpah, semuanya beterbangan dan terbelah menjadi dua.

Wanita itu terkejut "Marshall bodoh!!!..."

Marshall menoleh mencari goblin, namun goblin sudah tidak ada.

FWISH!!!

Ternyata goblin sudah melesat melalui celah bangunan yang hancur dan memanfaatkan tebasan mengerikan tadi.

Goblin sudah memprediksi ini sebelumnya dan semuanya sesuai dengan rencana yang ia pikirkan saat Marshall mengayunkan pedang.

Goblin terus berlari, tidak menoleh, tidak berhenti dan hanya satu tujuan yaitu keluar.

Marshall menemukan goblin dan langsung melesat cepat mengejarnya.

FWISH!

Goblin mendengar suara kejaran dari belakang yang semakin mendekat, ia tidak menoleh dan mempercepat langkahnya.

FWISH!

Akan tetapi Marshall lebih cepat dan semakin mendekatinya "Manusia macam apa dia itu??!" bahkan setelah ia beradaptasi jauh lebih kuat, Marshall masih jauh di atasnya.

Goblin semakin panik dan dirinya akan tertangkap lagi jika ia tidak melakukan sesuatu.

Goblin melihat sebuah batu sebesar tubuhnya lalu ia mengambilnya, kemudian ia berhenti sepersekian detik, tangannya menarik batu itu ke belakang, seluruh kekuatan tubuhnya dikumpulkan, lalu...

SWOOSH!!!

Batu sebesar tubuhnya itu terbang dan melesat cepat tapi bukan ke arah marshall, melainkan ke arah wanita ilmuwan yang berada di belakang sana.

Batu itu melesat bagaikan peluru 'FWOOOOSH!!!' wanita itu bahkan tidak sempat bereaksi.

Marshall langsung membelalakkan mata ".....!!' ia berbalik 'FWOOSH!' tubuhnya melesat, tangannya menangkap batu tersebut tepat sebelum menghantam wanita itu.

BRAAKH!

Batu besar itu hancur di tangannya, wanita tersebut hanya berdiri membeku.

Marshall melihat pecahan batu di tangannya kemudian melihat ke arah goblin, namun goblin sudah menghilang.

Di tempat lain goblin terus berlari.

FWISH!

FWISH!

FWISH!

Ia tidak tahu sudah berapa jauh, tidak tahu arah, tidak tahu tempat, yang ia tahu hanya satu, yaitu menjauhi mereka, jauh dari tempat aneh seperti laboratorium, jauh dari Marshall dan wanita ilmuwan gila itu.

Sementara itu laboratorium terlihat sudah hancur akibat tebasan Marshall, wanita itu terlihat sedang marah-marah pada Marshall karena semuanya hancur dan semuanya hilang.

Ratusan makhluk eksperimen yang selama ini dikurung sudah bebas terlepas melarikan diri.

Ada monster yang langsung melarikan diri ke tempat aman dan jauh, ada yang memasuki pemukiman manusia, ada yang saling bertarung, ada pula makhluk yang tidak diketahui bahkan wanita itu sendiri.

Namun ada sesuatu yang jauh lebih penting, dua tabung yang berisi parasit ikut menghilang entah kemana.

"Monster-monster eksperimenku..."

"Parasitku.."

Wajah wanita itu terlihat sangat sedih dan kesal karena semuanya hancur dan hilang, tapi Marshall tidak merasa bersalah dan hanya memikirkan sesuatu pada goblin tadi "Dia bahkan memanfaatkan dan memperhitungkan semuanya untuk melarikan diri..."

Wanita itu menggertakkan giginya "Kaulah yang membuat kerusakan ini!"

Marshall menatapnya "Kau masih punya catatannya... aku yakin kau bisa menciptakan parasit baru"

Wanita itu terdiam kemudian melihat ke arah tabung kosong, lalu ke arah catatan-catatannya yang berserakkan "Kalau begitu... bantu aku membereskan semuanya"

Marshall mengangguk.

Jauh di sana goblin akhirnya berhenti, ia berlutut di tanah, napasnya sedikit berat "Haa... Haa" ia menoleh ke belakang tidak ada siapapun, tidak ada suara apapun lalu lanjut berjalan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!