NovelToon NovelToon
Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Pria yang selama ini mereka remehkan adalah Dewa Perang yang mampu menghancurkan kerajaan dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

​Devan merogoh saku taktis Viper, mengambil alat komunikasi jarak jauh yang masih tersambung dengan markas Black Cobra. Ia meremukkan alat itu dengan satu tangan, lalu meninju ulu hati Viper hingga pembunuh elit itu muntah darah dan pingsan seketika.

​Hanya butuh waktu kurang dari dua menit bagi sang mantan Jenderal untuk melumpuhkan ancaman internasional tersebut.

​Devan menghela napas panjang, merapikan kerah bajunya, lalu melirik jam tangannya.

​"Sudah hampir jam satu pagi. Clarissa pasti akan terbangun jika aku tidak segera memeluknya," gumam Devan pelan, auranya yang mengerikan kembali sirna, digantikan oleh raut wajah seorang suami yang takut istrinya kedinginan.

​Dalam sekejap mata, sosok Devan menghilang dari atap gudang itu, menyisakan Viper yang terkapar tak berdaya menunggu dijemput oleh pihak berwajib yang sudah dihubungi Devan secara anonim.

Aula utama Hotel Grand Rajawali malam itu gemerlap oleh cahaya lampu kristal. Inilah malam perayaan hari jadi ke-50 Grup Rajawali, sebuah acara yang menjadi ajang pamer kekuatan bagi para elit bisnis kota.

Clarissa berdiri di dekat pintu masuk dengan gaun malam sutra berwarna biru safir yang memancarkan aura elegan namun tangguh. Di sampingnya, Devan berdiri tegap dengan setelan jas tuxedo hitam yang membuatnya terlihat seperti seorang bangsawan.

"Tamu-tamu sudah mulai berdatangan, dan aku melihat banyak wajah yang tidak kusuka," bisik Clarissa, matanya menangkap sosok Bram Sanjaya dan Leo yang baru saja melangkah masuk dengan senyum penuh tipu daya.

"Biarkan saja," balas Devan tenang, menyesap sampanye di tangannya. "Malam ini, mereka akan menjadi saksi kehancuran reputasi mereka sendiri."

Begitu acara dimulai, Bram Sanjaya mengambil alih mikrofon saat sesi kata sambutan. Dia sengaja berdiri di atas panggung dan memandang ke arah meja Clarissa dengan tatapan merendahkan.

"Selamat malam hadirin sekalian," ucap Bram dengan suara berat. "Saya merasa sangat bangga melihat perkembangan perusahaan ini di bawah kepemimpinan Nona Clarissa. Namun, saya juga harus mengingatkan bahwa bisnis membutuhkan koneksi dan dukungan politik yang kuat. Sayangnya, saya mendengar rumor bahwa Grup Rajawali baru saja bersinggungan dengan kepentingan birokrasi pusat karena... masalah internal yang tidak becus."

Bisikan-bisikan mulai terdengar di aula. Bram sengaja memprovokasi para tamu bahwa Clarissa tidak memiliki dukungan dari pemerintah, sebuah poin krusial bagi pebisnis skala besar. Leo Sanjaya tertawa sinis dari bawah panggung, menatap Devan dengan tatapan yang menyiratkan, “Kalian sudah habis.”

Clarissa mengeratkan pegangannya pada gelas. Ia mulai merasa tertekan, namun sebelum ia sempat bereaksi, sebuah suara bariton yang berat dan berwibawa memotong keramaian aula dari pintu masuk utama.

"Siapa yang bilang Grup Rajawali tidak memiliki dukungan?"

Seluruh mata tertuju ke pintu. Seorang pria paruh baya dengan seragam militer lengkap yang penuh dengan lencana jasa negara melangkah masuk, dikawal oleh dua orang ajudan. Itu adalah Jenderal Subiakto, tokoh militer tertinggi di wilayah tersebut yang namanya saja sudah cukup untuk membungkam para pejabat korup.

Bram Sanjaya yang berdiri di panggung seketika kehilangan warna di wajahnya. Dia hampir terjatuh dari panggung karena syok.

Jenderal Subiakto berjalan melewati kerumunan tamu yang membeku, lalu berhenti tepat di depan Devan. Sang Jenderal melakukan penghormatan militer yang sangat formal—bukan kepada Clarissa, melainkan kepada Devan.

"Jenderal Devan. Maafkan keterlambatan saya, ada sedikit kendala di markas tadi," ucap Subiakto dengan suara yang cukup keras untuk didengar oleh seluruh aula. "Saya datang atas nama Komando Pusat untuk memberikan penghargaan khusus kepada Grup Rajawali atas kontribusi stabilitas ekonomi mereka."

1
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
🥰🥰🥰
Mamat Stone
🤩🤩🤩
Mamat Stone
😈😈😈
Mamat Stone
/Skull//Skull//Skull/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
👻👻👻
Mamat Stone
👊👊👊
Mamat Stone
/Skull//Skull//Skull/
Mamat Stone
/Bomb//Bomb//Skull/
Mamat Stone
👊👊/Skull/
Mamat Stone
🔪🔪/Skull/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
👊👊👊
Mamat Stone
🔪🔪🔪
Mamat Stone
👻👻👻
Mamat Stone
😈😈😈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!