NovelToon NovelToon
Karma Suami Durhaka

Karma Suami Durhaka

Status: tamat
Genre:Pelakor / Keluarga & Kasih Sayang / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.6
Nama Author: Miss Ra

​"Aku menceraikanmu, Hana. Hari ini, detik ini, saat ini juga."

​Hana Anindita terpaku, tangannya yang gemetar mengusap perutnya yang sudah memasuki bulan ketujuh.

Di hadapannya, Bima Erlangga - pria yang berjanji akan menjaganya sehidup semati - menatapnya dengan sorot mata penuh kebencian.

Demi mengejar cinta masa lalunya yang kembali, Bima tega membuang belahan jiwanya sendiri. Bima mengira Hana akan bersimpuh di kakinya, memohon agar tidak ditinggalkan demi janin di rahimnya.

Namun, dugaannya salah besar. Hana hanya tersenyum tipis, mengemasi barang-barangnya, dan pergi tanpa menoleh lagi.

​Saat Bima mulai menyadari bahwa Clarissa tidak sesempurna bayangannya, dan saat Hana mulai bersinar di tangan pria lain, sanggupkah Bima menjilat kembali ludah yang telah ia buang?

Atau selamanya ia hanya akan menjadi orang asing bagi anak yang dulu ia tolak kehadirannya?

Kita simak cerita selanjutnya yuk di karya Novel => Karma Suami Durhaka.
By: Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

"Seringkali kita baru menyadari nilai sebuah berlian setelah ia berada di genggaman orang lain. Di episode ini, kontras kehidupan bagai bumi dan langit terpampang nyata. Saat Bima tenggelam dalam kubangan penyesalan yang mematikan, Hana justru sedang merenda benang-benang kebahagiaan baru. Namun di sudut lain, sang parasit masih mencoba mengisap sisa-sisa darah dari inang yang sudah hampir mati. Mari saksikan bagaimana takdir mulai menarik garis pemisah yang semakin lebar."

.

.

Cahaya matahari pagi yang masuk melalui celah gorden ruang tamu keluarga Erlangga terasa begitu menyengat, seolah ingin memaksa dunia melihat kehancuran yang terjadi di dalam sana.

Bu Sarah melangkah menuruni tangga dengan wajah yang masih kaku akibat sisa amarah semalam. Namun, langkahnya terhenti di anak tangga terakhir.

Matanya membelalak. Di atas lantai marmer yang mahal, putranya - sosok CEO yang dulu selalu tampil klimis dan angkuh - tergeletak mengenaskan.

Bima tidur meringkuk seperti janin di lantai yang dingin. Kemejanya kusut, rambutnya acak-acakan, dan bau alkohol menyengat dari botol-botol yang pecah berserakan di sekitarnya.

"Bima..." bisik Bu Sarah. Ada secuil rasa iba sebagai ibu, namun rasa muaknya masih jauh lebih besar.

Bu Sarah mendekat, menendang pelan kaki Bima. "Bangun, Bima! Jangan jadi pecundang yang mati di atas muntahannya sendiri!"

Bima mengerang, matanya terbuka perlahan, merah dan bengkak karena tangis dan pengaruh alkohol. Ia menatap ibunya dengan tatapan kosong.

"Ma... Hana benar-benar akan menikah?" suaranya parau, nyaris hilang.

"Bangun dan bersihkan dirimu! Penyesalanmu tidak akan menghentikan apapun!" ucap Bu Sarah dingin, lalu memanggil pelayan untuk membersihkan kekacauan itu.

Bima bangkit dengan tubuh yang limbung. Ia melihat bayangannya di cermin besar ruang tamu. Ia melihat seorang pria yang kehilangan jiwanya.

Pria yang dulu merasa bisa membeli dunia, kini bahkan tidak bisa membeli satu detik pun kesempatan untuk mengulang masa lalu.

~~

Berbanding terbalik dengan Jakarta yang kelabu, udara di Sukamaju pagi ini terasa begitu manis. Aroma mentega dan kayu manis menyerbak dari Anindita Pastry.

Di salah satu meja bundar di sudut toko, Hana duduk berdampingan dengan dr. Adrian. Di atas meja, berserakan beberapa desain kartu undangan berwarna merah hati dan putih gading.

Saka sedang duduk tenang di stroller di samping mereka, sesekali tertawa saat Adrian menjawil pipinya dengan gemas.

"Aku rasa yang putih gading ini lebih elegan, Hana. Sederhana, tapi mencerminkan ketenanganmu," ucap Adrian lembut sambil menunjukkan satu sampel undangan.

Hana tersenyum, senyum yang begitu tulus hingga matanya ikut berbinar. "Aku setuju. Aku tidak ingin pesta besar, Adrian. Aku hanya ingin ikatan yang sah di mata Tuhan dan kehadiran orang-orang yang benar-benar menyayangi kita."

Adrian menggenggam tangan Hana di atas meja. "Apapun yang membuatmu bahagia, akan aku lakukan. Setelah semua badai yang kau lalui, kau layak mendapatkan pelabuhan yang tenang."

Seorang pelanggan masuk ke toko, dan dengan cekatan Hana berdiri untuk melayani. Adrian menatap punggung Hana dengan tatapan memuja. Baginya, Hana bukan sekadar calon istri, tapi simbol kekuatan.

Ia tahu Hana masih memiliki luka, tapi ia juga tahu bahwa Hana sedang menyembuhkannya dengan cara yang paling terhormat - menjadi mandiri dan bahagia.

"Adrian, lihat! Saka sepertinya suka dengan warna undangan ini," panggil Hana sambil tertawa kecil melihat Saka mencoba meraih kertas tersebut.

Kebahagiaan mereka begitu organik, begitu nyata, seolah tidak ada celah bagi masa lalu untuk menyelip masuk.

~~

Sementara itu, di sebuah butik mewah di kawasan Jakarta Selatan, Clarissa sedang berdiri di depan cermin besar.

Ia mengenakan gaun malam bertahtakan payet yang harganya setara dengan biaya operasional ruko Hana selama setahun.

"Bungkus yang ini, dan tas kulit ular yang di etalase itu juga," ucap Clarissa angkuh kepada pelayan butik.

Ia mengeluarkan kartu kredit black card milik Bima, kartu cadangan yang sempat ia sembunyikan sebelum diusir oleh Bu Sarah.

Clarissa tersenyum licik saat mesin EDC mengeluarkan struk tanda transaksi berhasil.

"Bima mungkin sedang stres, tapi uangnya tidak boleh berhenti mengalir padaku," gumamnya sambil memoles lipstik merah menyala.

Clarissa tidak tahu bahwa Bu Sarah sudah memerintahkan orang untuk melacak setiap transaksi kartu tersebut. Ia masih merasa menang, masih merasa bisa memeras Bima dengan ancaman rahasia perusahaan.

Baginya, Bima hanyalah sebuah bank berjalan yang harus dikuras sebelum benar-benar kering.

Clarissa melangkah keluar butik dengan kepala tegak, melewati papan reklame besar yang menampilkan berita tentang penurunan saham Erlangga Group.

Ia tidak peduli jika perusahaan itu hancur, selama ia sudah memiliki cukup tabungan dari hasil mengisap kekayaan Bima.

~~

**Kembali ke rumah Bima**.

Setelah mandi air dingin yang tak mampu mendinginkan hatinya, Bima duduk di tepi tempat tidur. Ia membuka laci nakas dan menemukan sebuah kotak kecil.

Isinya adalah anting-anting berlian yang pernah ia beli untuk hadiah ulang tahun Hana dua tahun lalu, namun tidak pernah ia berikan karena saat itu ia sedang sibuk berselingkuh dengan Clarissa.

Ia meremas kotak itu. Bayangan Hana dan Adrian yang sedang memilih baju pengantin menghantuinya. Ia membayangkan Adrian mencium kening Hana, membayangkan Adrian menggendong Saka ke pelaminan.

"Aku tidak bisa diam saja..." desis Bima. Matanya yang merah kini memancarkan kegilaan. "Hana itu milikku. Anak itu darah dagingku. Tidak ada pria mana pun yang boleh mengambil posisi itu!"

Bima meraih ponselnya, mencari nomor seseorang yang sangat ia benci, namun mungkin bisa membantunya.

"Cari tahu tanggal pasti pernikahan mereka." ucap Bima dengan nada dingin yang menakutkan.

Apa yang direncanakan Bima?

Ikuti terus kisah Hana dan Bima, sampai jumpa di Up selanjutnya yaa...

...----------------...

**To Be Continue** ....

Hay para pembaca setia, Miss Ra akan membagikan gebyar hadiah untuk karya *Bukan Istri Cadangan* ikuti terus kisahnya hingga mencapai 45 episode yaaa ... Agar karya tersebut bisa masuk 40 bab terbaiknya, Miss Ra harap kalian mau bekerja sama untuk membantu Karya tersebut agar bisa masuk 40 bab terbaiknya.

Oke, selamat membaca semuanya, semoga kalian suka dengan ceritanya, iloveu sekebon buat kalian semua, sampai jumpa di up selanjutnya yaaa ....

See You ...

1
Ely
Halo. aku mampir di novel mu. thanks novel nya. Tokoh kali ini Bima dan Hana. semangat 😍
Ferly Kriss
terus pengacara Bima saja bisa tau tempat tinggal Hana di desa .. masak gak di ingat
aneh aneh
benang ruwet
Ferly Kriss
ya ampun gimana to cerita nya ini .. sudah dua Minggu melahirkan
pas Bima telpon ibu tirinya nya jawab nya baru seminggu yang lalu di usir
Ferly Kriss
gimana to cerita nya ini ..
orang Hana belum sampe ke rumah bidan .. kok bidan nya sudah telpon Bima
aneh
yang di bab atas juga gitu .. jare kartu SIM nya sudah di patahkan
kok bisa masuk saat dr Ardyan chat
hadeh ..
neng ade
semoga aja lelaki baik yang menolong Hana
neng ade
semoga Hana ga kenapa Napa di perjalanan
neng ade
dasar gila itu si Bima
Sgl Ry
penulisnya mabok lem
alur ga jelas
kebanyakan pembuka dan penutup ga bermutu
tolol
Lesmana
wooww ternyt hana tau loh bidan telp bima...bukannya udah mutus tuntas hub sama bima ?? bahkan mutus hub anak & ayah sjk tnd tgn surat cerai..
Lesmana
lagian bidan nya lancang bnr , maen telp bima sinting tnp ijin dr hana..
noreen1709
jgn kau sombong Bima..rezeki bukan dari mu tapi di Allah ...ulat dlm batu aja sudah allah tentukan rezeki nya...anak di dalam rahim hana pun sudah di atur rezeki nya selepas roh di tiup ...selagi ada usaha insyallah hana gak kelaparan... rezeki mu juga bisa di cabut tanpa kamu sedari dgn senang oleh yg maha pemilik alam semesta
noreen1709
boleh aja talak ketika sedang hamil cuma masa iddah nya habis selepas melahirkan
Setiawan
bnr bngt.. kalo manusia hilang rasa cinta , minimal msh ada rasa kasihan.. si dajjal bima hilang rasa sdh smua nya , pdhl hana lg ngandung anaknya.. /Angry//Angry/
Setiawan
nih modelan laki2 dajjal asli... dia yg ceraiin , malah dia ky org yg pny dendam sama hana..
Nella Rihi
di kartu nama nya msh ada nmr hp nya tapi bukan kah SIM-card nya sdh dipatahkan?kenapa bisa dokter Adrian kontak Hana ke nmr lama?
Diny Julianti (Dy)
emang udah nikah sama Clarisa? trus bukanny tinggal di apartemen ya
sri wahyuni
harus sering di edukasi para lelaki jagan sembarangan ngomong talak dan ngga ngerti maknanya.......tolong ya thor semoga hana meneukan kebahagiaannya.
v_cupid
🙏
Fisee
🐽🐽🐽🐽🖕🖕🖕🖕🖕
Fisee
🐽🐽🐽🐽
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!