NovelToon NovelToon
Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

seorang pemuda berusia 25 tahun tampak sedang rebahan dengan posisi super tidak estetis di atas bangku kayu panjang.
Dia adalah Kevin Wahyu Wijaya. Lulusan sarjana manajemen dari salah satu universitas swasta di Depok yang gelarnya saat ini hanya berguna sebagai alas tikar saat piknik keluarga.

"Kevin! Lu kagak ada niat nyari kerja apa? Itu si Doni anak RT sebelah udah keterima kerja di SCBD, tiap hari pake kemeja rapi. Lah lu? Dari pagi sampai ketemu pagi lagi kerjaan lu cuma mabar Mobile Legends sambil ngetek di warkop gua!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter: 29

Deru mesin NMAX hitam milik Kevin perlahan meredup saat memasuki pekarangan rumah mewah barunya di cluster elite Depok.

Jam digital di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul dua dini hari.

Suasana sunyi senyap, hanya terdengar gemerisik daun yang ditiup angin malam.

Kevin turun dari motor dengan langkah yang terasa seberat timah.

Di dalam benaknya, layar hologram Sistem masih berkedip samar, menampilkan status misi pernikahan dengan Bu Amanda yang menyisakan waktu beberapa hari lagi.

Dengan perlahan, Kevin memutar kunci dan mendorong pintu depan yang terbuat dari kayu jati kokoh.

Ia mengira akan mendapati seisi rumah sudah terlelap, namun tebakannya salah.

Di area dapur yang diterangi lampu temaram, seorang wanita muda dengan daster rumahan yang rapi tampak terduduk setia menanti.

Nabila.

Sepasang matanya yang indah langsung berbinar lega begitu melihat sang suami pulang dengan selamat.

"Mas Kevin..."

Nabila langsung bangkit, melangkah cepat menyambut Kevin lalu menyalami tangan suaminya dengan penuh takzim.

 "Alhamdulillah, Mas sudah pulang."

"Nabila khawatir banget, dari tadi Mas gak ada kabar."

Melihat wajah tulus istrinya yang baru ia nikahi tiga hari lalu, rasa bersalah langsung menghantam dada Kevin dengan telak.

Ia merutuki Sistem di dalam hatinya yang telah memberikan misi gila ini.

"Maaf ya, Nab... Mas tadi... ada urusan mendesak yang harus diselesaikan di luar," suara Kevin agak parau.

Nabila tersenyum manis, tangannya bergerak lembut mengusap jaket Kevin.

"Mas pasti capek banget, kan? Nabila udah buatkan teh jahe hangat, masih anget kok di termos."

"Oh ya, Mas... Nabila sebenarnya tahu apa yang lagi Mas Kevin hadapi sekarang."

Kevin tersentak kecil, matanya melebar menatap Nabila.

"Kamu... tahu?"

Nabila mengangguk pelan, menuntun Kevin untuk duduk di kursi bar dapur.

"Nabila gak buta, Mas."

"Sejak kita pindah ke rumah mewah ini, sejak Mas tiba-tiba punya saham rumah sakit dan bisa beli ruko di Margonda, Nabila tahu tanggung jawab Mas untuk menaikkan derajat keluarga kita itu besar banget."

"Selama ini, keluarga besar Wijaya dan orang-orang di luar sana selalu mencap Mas Kevin sebagai beban keluarga yang gak punya masa depan, kan? Cuma mantan ojol yang gak bisa diandalkan."

Nabila menggenggam erat tangan Kevin, matanya memancarkan keteguhan yang luar biasa.

"Nabila tahu, untuk mempertahankan semua kekayaan ini dan membungkam mulut mereka yang suka menghina Mas, Mas harus mengambil langkah-langkah besar. Termasuk... soal Bu Amanda."

Kevin tertegun, lidahnya mendadak kelu.

"Nab, soal Bu Amanda... Sistem... maksudnya, Mas diperintahkan oleh takdir untuk mendekati dan menikahinya sebagai istri kedua."

Dia punya aset Pratama Group yang bisa melipatgandakan kekayaan kita dan bikin posisi kamu, Ibu, dan Mas berada di puncak tertinggi sosial Depok."

"Tapi Mas merasa bersalah banget sama kamu..."

Mendengar pengakuan jujur Kevin, Nabila bukannya menangis atau marah, wajahnya justru menunjukkan rona bahagia yang tak terduga.

Ia malah tersenyum sangat lebar dan menggenggam tangan Kevin semakin erat.

"Mas... Nabila justru senang!" cetus Nabila dengan nada riang yang tulus.

Kevin hampir saja terjungkal dari kursi bar.

"Hah?! Senang?! Nab, kamu gak lagi demam, kan?"

Ding!

[Sistem ikut terkejut. Memproses anomali psikologis Target Nabila... Level 'Ikatan Jiwa Abadi' mendeteksi bahwa Target sepenuhnya fokus pada kejayaan dan harga diri Pengguna di mata dunia. Target menganggap poligami ini sebagai simbol kesuksesan finansial tertinggi mutlak!]

"Tuh, Mas! Sistem aja tahu!"

"Mas udah seperti yang ada di cerita novel novel punya Sistem yang membuat mas sukses."

canda Nabila sambil terkekeh melihat wajah melongo Kevin.

"Dengar ya, Mas."

"Di lingkungan kita, kalau ada laki-laki yang tadinya dihina sebagai beban keluarga, tiba-benar bisa sukses, punya rumah mewah, ruko di mana-mana, bahkan bisa menikahi wanita terpandang sekelas Rektor UI dan pemilik Pratama Group seperti Bu Amanda... itu artinya derajat Mas Kevin sudah naik setinggi langit! Nabila justru bangga punya suami hebat yang dicintai oleh wanita-wanita sukses!"

Nabila mengelus pipi Kevin dengan penuh kasih sayang.

"Nabila gak akan pernah cemburu kalau itu demi kejayaan Mas Kevin."

"Nabila justru senang karena dengan begitu, tante-tante dan sepupu-sepupu Mas yang dulu suka merendahkan Mas bakal kena mental dan gigit jari melihat kesuksesan Mas!"

"Biar mereka tahu kalau Kevin Wijaya yang dulu mereka injak-injak, sekarang sudah jadi miliarder penguasa aset Depok!"

Mendengar untaian kalimat dari Nabila, rasa sesak di dada Kevin runtuh seketika, digantikan oleh rasa takjub yang luar biasa. Air mata kelegaan hampir saja menetes dari sudut matanya.

Kebesaran jiwa istri pertamanya ini benar-benar melampaui segala ekspektasi.

Ding!

[Notifikasi Sistem: Target Nabila berhasil mengunci status 'Istri Pertama Legendaris'. Level Ikatan Jiwa Abadi meningkat ke fase 'Dukungan Mutlak Tanpa Batas'.]

[Membuka Reward Tambahan: Dana Tunjangan Belanja Istri Pertama sebesar Rp 500.000.000 (Lima Ratus Juta Rupiah) per bulan otomatis ditransfer ke rekening Nabila mulai fajar ini!]

Ponsel Nabila di atas meja tiba-tiba bergetar, menampilkan notifikasi SMS banking. Nabila membelalakkan matanya melihat angka nol yang berderet sangat panjang masuk ke rekeningnya.

"K-Kak Kevin... ini uang apa?!" seru Nabila histeris kegirangan.

Kevin tertawa lepas, merengkuh tubuh Nabila ke dalam pelukannya dengan perasaan lega yang teramat sangat.

"Itu uang jajan buat istri Mas yang paling baik dan pengertian."

"Mulai besok, kamu belanja apa aja yang kamu mau."

"Beli perhiasan emas, baju branded, atau apa pun."

"Biar semua orang tahu, istri seorang Kevin Wijaya adalah wanita paling makmur di kota ini!"

"Wah! Makasih banyak, Suamiku sayang!"

Nabila mengecup pipi Kevin bertubi-tubi dengan wajah berseri-seri.

Kevin tersenyum puas sembari menatap ke luar jendela.

Dilema haremnya kini telah berubah menjadi dukungan penuh.

Langkah selanjutnya sudah sangat jelas: ia akan segera meresmikan pernikahannya dengan Bu Amanda, menyatukan seluruh aset Pratama Group ke dalam genggamannya, dan memulai babak baru untuk memamerkan kekayaan mutlaknya di hadapan keluarga besar yang dulu pernah membuangnya!

1
Tri Wahyuni
iya maaf kak ada kesalahan untuk penamaan karakternya, Skrang sudah di perbaiki,makasih udah ngasih tau ya kak👍
ラマSkuy
wait bukannya di bab sebelumnya nama ayahnya Viola itu Herman ya kok dibab ini jadi Wijaya 🤔🤔
ラマSkuy
awalan yang menarik untuk di baca Thor semangat terus berkarya 👍
Hentri Gunawan
lanjut Thor walupun beda dr yg kemarin
Tri Wahyuni: iya maaf ya soalnya kak soalnya kena revisi total
total 1 replies
Tri Wahyuni
jangan lupa kasih likenya ya kak
Hentri Gunawan
lanjut lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!