NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Alkemis Abadi

Perjalanan Sang Alkemis Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: En zz

Shen yifan adalah seorang pemuda yang terobsesi dengan pembuatan pil, namun sayangnya, ia tidak bisa menjadi alkemis di dunia ini hanya karena menjadi manuisa cacat.

Banyak sekali kultivator. Namun orang-orang untuk menjadi seorang alkemis di dunia ini sudah sangat jarang di temukan, bahkan menjadi salah satu kemunduran mutlak.

Salah satunya, hampir di seluruh dunia ini hanya 000,1% para kultivator yang mempunyai element api.

Salah satunya adalah kakek Shen yifan.

Apakah Shen yifan bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi alkemis? Atau dia akan mengubah takdir secara tidak langsung, untuk menjadi alkemis sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon En zz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 : Lembah Kabut Roh - Di Ambang Kematian

​Shen Yifan terus bermanuver, memanfaatkan setiap celah di medan hutan yang rapat. Tubuhnya melesat ke kiri, berbelok tajam ke kanan, lalu menerobos semak belukar tanpa sedikit pun mengurangi kecepatan. Beberapa bilah pedang terbang melintas hanya sejengkal dari tubuhnya, meninggalkan bekas sayatan dalam pada batang-batang pohon yang dilewatinya.

​"Crimson Devouring Flame : Ember burst!"

​Shen Yifan mengayunkan telapak tangannya ke belakang tanpa perlu menoleh. Empat bola api berwarna merah tua seukuran kepalan tangan langsung melesat membelah udara, meninggalkan jejak pijar membara yang membakar atmosfer di sekitarnya.

​"Hati-hati!"

​Keempat pemburu yang melayang di atas pedang terbang sontak mengubah arah penerbangan demi menghindar. Namun, tepat ketika bola-bola api itu mendekati sasaran.

​Ledakan-ledakan kecil berwarna merah mekar di udara, memuntahkan gelombang panas hebat yang memaksa para pemburu terpental dari jalur terbang mereka. Percikan api merah menyebar ke segala arah, membakar lengan dan pakaian beberapa di antara mereka.

​"Api macam apa ini? Jangan biarkan dia meloloskan diri!" teriak salah seorang pemburu dengan wajah muram.

​Shen Yifan hanya menyunggingkan senyum tipis. Jika ini menyangkut adu kecepatan melarikan diri, ia sangat percaya pada ketahanan kakinya.

​Namun, para pemburu itu tidak tinggal diam. Mereka mengambil sebuah artefak dari dalam cincin spasial masing-masing. Artefak berbentuk jimat berwarna ungu itu memancarkan pendar energi kecepatan yang memicu lonjakan laju mereka secara drastis.

​Jarak antara para pemburu dan Shen Yifan kian menipis. Sementara itu, Shen Yifan sendiri sudah teramat lelah; stamina fisik dan kekuatan tubuhnya telah merosot mendekati batas maksimal.

​(Sial!) gerutunya dalam hati.

​Keseimbangan kedua kaki Shen Yifan mulai goyah. Energi Flame Devouring di dalam tubuhnya kian terkuras dan makin sulit dikendalikan.

​Shen Yifan merogoh saku pakaiannya, berharap masih ada pil spiritual tersisa. Namun, kantongnya kosong melompong. Di saat yang sama, empat pemburu di belakangnya telah berada dalam jarak tebas, mengangkat pedang-pedang mereka yang berkilau tajam.

​(Gawat... Tidak sempat!) batinnya panik. Ketika Shen Yifan menoleh ke belakang, kilatan bilah pedang sudah berada tepat di depan matanya.

​"Spatial Distortion: Spatial Stretch"

​BRRNNNG!

​Ruang di hadapan Shen Yifan mendadak bergetar pelan. Tanpa ledakan ataupun kilatan cahaya menyilaukan, riak-riak transparan merambat di udara, menyerupai permukaan danau tenang yang baru saja dijatuhi setetes air.

​Empat bilah pedang yang semula hanya berjarak sejengkal dari leher dan mata Shen Yifan mendadak terhenti kaku di udara.

​"Apa!"

​Mata keempat pemburu membelalak sempurna. Serangan mereka sama sekali tidak meleset, dan ayunan pedang mereka tetap terarah lurus ke depan. Namun, sekeras apa pun mereka mengerahkan tenaga, ujung pedang itu tidak mampu memotong jarak untuk menyentuh kulit Shen Yifan.

​Seolah-olah... jarak di antara mereka terus memanjang secara tidak masuk akal!

​"M-mustahil...!"

​Dalam pandangan mata mereka, Shen Yifan masih berdiri tepat di depan mata. Akan tetapi, realitas berkata lain; ruang di antara kedua belah pihak telah diregangkan secara paksa hingga puluhan meter jauhnya.

​Riak-riak transparan terus bergulung di udara, membuat pemandangan di sekitar Shen Yifan tampak meliuk dan terdistorsi—seolah-olah seluruh dimensi sedang ditarik dan dipanjangkan oleh jemari tak kasat mata.

​"Ini bukan ilusi!" teriak salah seorang pemburu dengan wajah pucat pasi. "Dia... dia memanipulasi ruang?!"

​(Sial, pengetahuan aneh ini bergejolak lagi,) batin Shen Yifan.

​Shen Yifan tersenyum kecut. Ia bahkan tidak paham bagaimana bisa memiliki pemahaman mendalam tentang manipulasi ruang tersebut. Namun, pengetahuan asing yang terpatri di dalam pikirannya telah berkali-kali menyelamatkan nyawanya.

​"Urgh!"

​Saat terus memaksa tubuhnya berlari, darah segar mendadak menyembur keluar dari mulut dan hidung Shen Yifan secara bersamaan.

​"Memaksa kekuatan ruang ini membuat urat-urat nadiku serasa hendak putus! Arghh!"

​Shen Yifan mencengkeram dadanya erat-erat. Jantungnya terasa seperti diremas oleh cengkeraman raksasa tak kasat mata. Energi Spiritual murni di dalam Gerbang Misterius-nya mendadak hangus dan terkuras hingga separuhnya.

​"Lihat! Bocah itu berlari sambil sempoyongan! Haha!" Salah satu pengejarnya tertawa picik saat melihat kondisi Shen Yifan yang memburuk.

​(Aku sudah... tidak kuat lagi...)

​Shen Yifan terus memaksakan kedua kakinya melangkah. Selama hampir dua jam penuh, mereka tidak berhenti bertaruh nyawa walau sedetik pun.

​"Orang-orang tua biadab... Dari mana mereka mendapat stamina sebanyak itu?" gerutunya seraya menggertakkan gigi rapat-rapat.

​Napas Shen Yifan makin memburu, pandangannya mulai kabur berkunang-kunang, dan setiap pijakan terasa seberat membendung gunung. Keringat bercampur darah menetes dari dagunya, membasahi tanah yang dilewatinya.

​(Tidak... Aku tidak boleh berhenti di sini.)

​Ia memaksa kesadarannya yang kian surut untuk tetap bertahan. Namun, inderasanya yang melemah membuat Shen Yifan kehilangan fokus navigasi.

​BRAKKK!

​Tubuhnya menghantam batang pohon raksasa bertajuk lebat yang menjulang puluhan meter. Benturan keras itu membuat batang pohon bergetar hebat hingga dedaunan berguguran lebat. Shen Yifan terpental beberapa langkah sebelum akhirnya jatuh berlutut di tanah.

​"Ugh...!"

​Darah segar kembali meluncur dari sudut bibirnya. Kepalanya berdengung hebat, sementara kedua kakinya gemetar parah hingga tak mampu lagi menopang berat badan.

​Empat sosok berjubah melompat turun dan mendarat mengelilinginya dari empat penjuru, memutus seluruh akses melarikan diri.

​Salah seorang tetua Keluarga Luo menyeringai dingin. "Sepertinya permainan kejar-kejaran kita harus berakhir di sini, Bocah."

​(Sial, sialan... Kenapa harus ada pohon sebesar ini di sini?!) umpat Shen Yifan dalam hati.

​"Cepat serahkan Anggrek Jiwa Langit itu!" bentak tetua Keluarga Luo yang lain dengan senyum licik. Kepalanya botak licin dengan bekas luka jahitan yang melintang di dahi.

​Shen Yifan tidak menjawab. Matanya menyipit, fokus mengamati pergerakan lawan-lawannya.

​(Jika aku memaksa menggunakan Spatial distortion sekali lagi... organ dalamku akan hancur dan aku bisa mati... Sial!)

​"Bocah lemah! Berani-beraninya seorang kultivator ranah Condensation Qi merebut apa yang diinginkan Tuan Muda!" Tiba-tiba, sebuah suara yang sangat familiar terdengar dari arah belakang para tetua.

​"Tuan Muda!" Sontak keempat tetua itu langsung menunduk dan memberi hormat begitu melihat kehadiran Luo Tian.

​Luo Tian mengangguk sombong, lalu mengunci pandangannya kembali ke arah Shen Yifan. "Cepat serahkan Anggrek itu!"

​Shen Yifan tetap bungkam, menatap dingin ke arah Luo Tian dan para tetua yang mengawalnya.

​"Pemuda keras kepala... Berikan anggrek itu sekarang, maka aku berjanji akan membiarkan mayatmu utuh!" seru Luo Tian seraya melepaskan aura ranah Foundation Establishment tingkat menengahnya. Tekanan aura yang begitu menindas menyeruak hebat, memaksa Shen Yifan bertahan setengah mati hanya untuk tetap sadar.

​(Sial... Tidak ada pilihan lain!)

​Aura spiritual di sekitar Shen Yifan mendadak sunyi seketika. Dedaunan yang sebelumnya tertiup angin perlahan berhenti bergoyang, seolah-olah ruang itu sendiri sedang menahan napas menantikan sesuatu yang mengerikan.

​Shen Yifan perlahan membentuk segel tangan. Jari telunjuk dan jari tengahnya teracung lurus ke depan, memicu gejolak Energi Spiritual murni di sekelilingnya.

​"Spatial distortion..."

​"Gawat! Cepat hentikan dia!" teriak salah seorang tetua Keluarga Luo begitu mendengar kata "Spatial". Salah satu dari mereka melesat maju untuk melindungi Luo Tian, sementara tiga tetua lainnya menerjang langsung ke arah Shen Yifan.

​Atmosfer sekitar berubah mencekam. Dalam pandangan Shen Yifan yang terfokus, gerakan ketiga tetua Keluarga Luo tampak melambat secara drastis. Ruang di sekeliling mereka mulai terdistorsi hebat.

​"Mini Cosmic Expl-"

​Tepat ketika Shen Yifan hendak merapalkan suku kata terakhir jurusnya, sebuah tangan mendadak memegang pergelangan tangan kanannya.

​"Jangan lakukan itu, kamu akan mati... Yi Fan!" Sebuah suara yang sangat tidak asing terdengar tepat di samping telinganya.

​"Jian Chen? Kenapa kamu ada di sini?" Rapalan Shen Yifan seketika terputus, digantikan oleh raut terkejut saat melihat sosok yang menahan tangannya.

​"Haha! Aku sedang ekspedisi, tentu saja aku ada di sini! Lagipula, Nona Bing juga ada di sini, ha-ha!" sahut Jian Chen santai.

​"Nangong Bingxue, hmmm... Maksudnya Kak Bingxue ada di sini?" tanya Shen Yifan terpana.

​"Iya, lihat saja hasil seninya! Ha-ha!" Jian Chen menunjuk ke arah tiga tetua Keluarga Luo yang sebelumnya melesat hendak menyerang Shen Yifan. Tubuh mereka kini telah terbungkus penuh oleh kristal es bening yang membeku kaku di udara.

​"Yi Fan... Kita bertemu lagi," sapa Nangong Bingxue yang muncul dari balik punggung Shen Yifan seraya menyunggingkan senyum tipis.

​Shen Yifan segera menoleh. "Kak Bingxue..." gumamnya, raut tegang di wajahnya akhirnya sedikit mereda.

​Jian Chen menyilangkan kedua tangan di belakang kepalanya seraya tertawa lebar. "Hahaha! Lihat wajahmu tadi! Baru beberapa detik lagi kamu sudah siap mati, tahu-tahu malah ketemu kami. Takdir memang suka bercanda!"

​Shen Yifan memutar bola matanya malas. "Kalau sudah datang dari tadi, kenapa baru muncul sekarang?"

​"Ya... Kami lagi menikmati pertunjukan," balas Jian Chen sambil mengangkat bahu tanpa rasa bersalah. "Lumayan gratis. Jarang-jarang ada orang lari dikejar empat tetua sambil tetap sempat membalas serangan."

​"..."

​"Tenang saja," lanjut Jian Chen seraya menyeringai jahil. "Kalau kamu benar-benar hampir mati, baru kami turun tangan. Untungnya masih sempat, kan?"

​Shen Yifan menghela napas panjang. "Aku benar-benar ingin memukulmu kali ini, Jian Chen!"

​"Nah, itu baru Yi Fan yang kukenal!" tawa Jian Chen makin menjadi-jadi.

​"Beraninya kalian... Mengabaikanku!!" jerit Luo Tian berang ke arah mereka bertiga dengan wajah merah padam.

​PLAK!

​Tiba-tiba, tetua Keluarga Luo yang tidak ikut terkristalkan oleh Nangong Bingxue mendaratkan tamparan keras di belakang kepala Luo Tian.

​"A-apa maksudnya ini, Tetua?!" Luo Tian terperanjat sekaligus murka atas perlakuan tersebut.

​"Jangan bersifat kekanak-kanakan di depan Nona Nangong!" bentak Tetua Luo itu tegas. Ia kemudian bergegas membungkuk dalam-dalam ke arah Nangong Bingxue. "Salam, Nona Nangong!"

​Nangong Bingxue hanya menganggukkan kepalanya tipis sebagai balasan. Wajahnya tetap datar, tanpa sedikit pun riak emosi.

​"Tetua... Kenapa Anda memberi hormat kepada mereka?!" tanya Luo Tian dengan raut wajah penuh kebingungan dan kekesalan.

​Tetua Luo meliriknya dengan sorot mata tajam dan mengintimidasi. "Tutup mulutmu! Jangankan kamu, bahkan seluruh Keluarga Luo tidak pantas menyinggung Nona Nangong!"

1
obeng min
lanjut ketua
obeng min
mantap
sitanggang
hadeuhhh lemah bgt🙄
obeng min
lanjut💪💪💪💪💪
obeng min
💪💪💪👍👍👍👍
obeng min
upnya lama
obeng min
👍👍👍👍💪
obeng min
lanjut 💪💪💪💪💪
obeng min
manatap perbanyak upnya 🤣🤣💪💪👍👍👍
Jhon Saanz
up bang
obeng min
josss👍👍👍👍👍
Andi Akhasay: Liat ceritaku kak
total 1 replies
obeng min
lanjut👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!