NovelToon NovelToon
GOD OF MARTIAL

GOD OF MARTIAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Lin tian seorang remaja yang tinggal bersama ayah nya seorang pemabuk. suatu hari tiba tiba ayah nya berbicara dan mengasih warisan keluarga untuk anak nya dapat berkultivasi. seperti pepatah mengatakan "di balik kekuatan hebat terdapat musuh yang kuat"
Mampu kah Lin Tian bertahan dari banyak nya musuh yang datang.
mari kita cari tau bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Perangkap Bernama Lembah Kabut Darah

Tiga hari berlalu dalam sekejap mata. Selama waktu tersebut, Puncak Azure Heaven tampak tenang di permukaan, namun di bawah kulitnya, Lin Tian telah menyelesaikan konsolidasi kekuatannya di Ranah Pemurnian Meridian Level 7. Jaringan 108 meridian tersembunyi di tubuhnya kini mengalirkan Qi emas murni dengan kehalusan dan kecepatan yang menyerupai riam air terjun, siap diledakkan kapan saja.

Pagi itu, suara lonceng perunggu raksasa berdengung sembilan kali dari arah **Aula Misi Utama**, suaranya menggema membelah kabut pegunungan. Ini adalah tanda panggilan wajib bagi seluruh Murid Inti dan Murid Dalam tingkat atas.

Begitu Lin Tian tiba di pelataran Aula Misi, tempat itu sudah dipadati oleh hampir dua ratus murid terbaik sekte. Di barisan paling depan, berdiri empat sosok yang memancarkan aura paling kuat—para Murid Inti senior. Salah satu dari mereka adalah Zhao Feng, yang berdiri dengan jubah putih bersulam emas murni, menatap kedatangan Lin Tian dengan kilatan mata yang dingin dan penuh arti.

"Saudara Lin!"

Sebuah suara lembut memanggilnya. Ye Chuan berjalan mendekat, wajah cantiknya dipenuhi guratan kecemasan.

"Apakah kamu juga menerima perintah wajib ini? Aneh sekali... Biasanya, murid baru yang baru masuk kurang dari sebulan dibebaskan dari perburuan tahunan di Lembah Kabut Darah."

"Perintah wajib?"

Lin Tian mengeluarkan sebuah gulungan giok hitam dari balik bajunya.

"Ya, namaku tercantum di barisan paling atas."

Ye Chuan menggigit bibir bawahnya, berbisik dengan sangat rendah,

"Kamu harus waspada. Aku mendengar desas-desus bahwa Faksi Dalam yang dipimpin oleh Tetua Agung Zhao Kuang—paman dari Zhao Feng—yang menyusun daftar peserta tahun ini. Lembah Kabut Darah adalah zona berbahaya Peringkat 2, penuh dengan labirin kabut alami yang bisa mengisolasi indra batin (*Divine Sense*). Jika terjadi sesuatu di dalam..."

Lin Tian menatap ke arah Zhao Feng yang kebetulan sedang tersenyum sinis ke arahnya. Sudut bibir Lin Tian terangkat, membentuk seulas senyuman tiran yang teramat tipis.

"Jangan khawatir. Sebuah labirin hanya berbahaya bagi mereka yang tidak tahu arah. Bagi mereka yang berniat menjebakku, mereka mungkin akan mendapati bahwa mereka sedang mengunci diri di dalam kandang bersama seekor harimau."

Sebelum Ye Chuan sempat membalas, sesosok Tetua paruh baya dengan wajah burik melangkah maju ke altar aula. Itu adalah Tetua Agung Zhao Kuang.

"Murid-murid sekalian!"

Suara Zhao Kuang menggelegar, sarat akan tekanan Ranah Inti Emas yang membuat para murid dalam menundukkan kepala. "Perburuan Lembah Kabut Darah tahunan resmi dibuka! Tugas kalian adalah memburu *Beast* Peringkat 2 dan mengumpulkan **Inti Darah** mereka. Tiga murid dengan perolehan terbanyak akan mendapatkan hadiah berupa Pil Pemurni Jiwa dari sekte!"

Zhao Kuang menghentikan kalimatnya sejenak, pandangan matanya yang keriput sengaja menyapu tubuh Lin Tian dengan kilatan kebencian yang tersembunyi.

"Namun, ingat! Bagian terdalam lembah adalah zona terlarang yang dihuni oleh bahaya yang tak terduga. Jangan ada yang berani melintasi *Batas Batu Merah*, atau sekte tidak akan bertanggung jawab atas keselamatan kalian! Sekarang... Berangkat!"

*WUSH! WUSH! WUSH!*

Lebih dari seratus jalur cahaya energi melesat dari pelataran aula, menggunakan berbagai alat terbang spiritual menuju ke arah celah gunung di bagian utara sekte. Lin Tian memanfaatkan *Langkah Bayangan Langit*, tubuhnya melesat bagaikan seberkas cahaya perak-emas yang konstan di antara kerumunan.

Hanya dalam waktu satu jam, mereka tiba di depan sebuah jurang raksasa yang diselimuti oleh kabut tebal berwarna merah samar seperti darah. Hawa amis dan hawa dingin yang menusuk tulang langsung menyambut kedatangan mereka. Bau kematian dan energi spiritual yang liar memenuhi udara.

Begitu melewati gerbang pelindung lembah, para murid segera memisahkan diri menjadi kelompok-kelompok kecil, menghilang ke dalam kepekatan kabut darah. Ye Chuan awalnya ingin bergerak bersama Lin Tian, namun karena fluktuasi kabut yang tiba-tiba menebal, arus energi spiritual alami memisahkan mereka dalam hitungan detik.

Lin Tian mendarat dengan mulus di atas tanah berlumpur hitam di dalam lembah. Suasana di sekelilingnya mendadak sunyi, hanya terdengar suara tetesan air dari daun-daun pohon kuno yang layu. Kabut merah di tempat ini begitu pekat hingga jarak pandang mata fana tidak lebih dari tiga meter.

*‘Interferensi spiritual di sini memang kuat. Bahkan indra batin seorang kultivator Ranah Fondasi Jiwa biasa pun akan lumpuh di sini,’* batin Lin Tian sambil meletakkan tangan kanannya di gagang pedang besar di punggungnya. *‘Tapi bagi jiwa suci ku... kabut ini tidak lebih dari selembar kain tipis.’*

Lin Tian memejamkan mata sejenak, membiarkan persepsi jiwanya yang murni menyebar secara tak kasatmata. Hanya dalam beberapa detakan jantung, dia bisa merasakan tata letak lembah ini dengan jelas, termasuk beberapa aura binatang buas Peringkat 2 yang sedang bersembunyi di balik semak-semak.

Namun, yang menarik perhatian Lin Tian bukanlah binatang buas tersebut.

Kira-kira lima ratus meter di sebelah kanannya, tersembunyi di balik kepekatan kabut darah, lima aura manusia sedang bergerak dalam formasi mengepung, mengunci posisinya dengan kecepatan tinggi. Salah satu dari lima aura tersebut sangat dia kenali: aura tajam dan angkuh milik Zhao Feng.

Lin Tian membuka matanya, sepasang pupil matanya berkilat dengan cahaya keemasan yang dingin di balik kegelapan kabut.

"Baru saja masuk, anjing-anjing ini sudah tidak sabar untuk menggigit,"

gumam Lin Tian datar. Alih-alih melarikan diri atau mencari tempat bersembunyi, dia justru melangkah santai, sengaja berjalan lurus menuju bagian terdalam lembah—melintasi *Batas Batu Merah* yang dilarang oleh sekte, memancing para pemburunya masuk ke dalam panggung maut yang sesungguhnya.

1
Aman Wijaya
lanjut terus Thor tambah lagi updatenya 💪💪💪
Aman Wijaya
mantab pooolll Thor lanjut 💪💪💪
Aman Wijaya
mantab pooolll Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor gaaas terus 💪💪💪
Aman Wijaya
bagus banget Lin Tian 🔥🔥🔥
Aman Wijaya
bantai semua cecunguk cecunguk dari klan gu dan Zhao Kuang bikin kabut darah Lin Tian 🔥🔥🔥
Aman Wijaya
gaaas pooolll terus Thor lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll njeduk terus Thor semangat semangat semangat
Aman Wijaya
mantab Lin Tian 🔥🔥🔥
Aman Wijaya
bunuh semua anthek anthek Zhao Kuang biar tau siapa dirimu Lin Tian
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll Thor 💪💪💪 terus
Aman Wijaya
bunuh Zhao Feng keparat itu Lin Tian
Aman Wijaya
bantai semua Lin Tian jangan beri ampun
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos lanjut Thor
Aman Wijaya
lanjut terus Thor lanjut
Aman Wijaya
semangat terus Lin Tian
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll Lin Tian semangat terus
Aman Wijaya
gu Wei yang bodoh menantang Lin Tian
Aman Wijaya
hebat Lin Tian semangat 🔥🔥🔥
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!