NovelToon NovelToon
Mr. Profesor

Mr. Profesor

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dosen / Cintapertama
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Amabillis.13

POV:
Kamu jatuh cinta pada dosen dingin dan tampan… lalu berusaha keras mengejarnya.
Mulai dari cari perhatian, pura-pura kebetulan ketemu, sampai diam-diam cemburu pada perempuan lain di dekatnya.

Tapi plot twist-nya...

Dosen itu ternyata tunanganmu sendiri. 😭
Tunangan hasil perjodohan yang dulu kamu tolak sebelum sempat bertemu!

Sekarang siapa yang sebenarnya sedang mengejar siapa?

✨ Romance kampus
✨ Professor x mahasiswa
✨ Lucu, manis, bikin gemas
✨ Banyak momen salting & cemburu

Baca gratis di NovelToon:
Mr. Profesor⁠�

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amabillis.13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 28

Arlo sangat tahu betapa Zoya memanjakan hewan kecil ini.

BenBen bahkan memiliki lemari sendiri berisi pakaian, mainan, vitamin, hingga camilan impor. Cara Zoya memperlakukan anjingnya hampir seperti memperlakukannya seperti anak kecil.

Dan justru karena mengetahui hal ini… Arlo semakin merasa tidak tenang.

Jika Tuan Muda Saksomo semakin dekat dengan BenBen, bukankah itu berarti hubungan pria ini dengan Zoya juga akan semakin dekat?

Tatapan Arlo jatuh pada tumpukan makanan anjing mahal di samping Jaiden. Setelah diam beberapa detik, ia akhirnya membuka mulut dengan nada datar.

“Aku tidak tahu kalau Tuan Muda Saksomo ternyata menyukai anjing.”

Kalimat nya terdengar biasa saja… Namun jelas mengandung sindiran. Karena Arlo mengenal Jaiden dengan cukup baik.

Pria ini sama sekali bukan tipe orang yang penyayang. Di luar sana, Tuan Muda Saksomo terkenal dingin, arogan, dan sulit didekati. Bahkan terkadang tindakannya begitu kejam hingga membuat orang selalu tegang ketika melihatnya.

Tetapi sekarang… pria yang arogan itu justru duduk di lantai sambil mengelus perut BenBen dengan gerakan lembut.

BenBen bahkan menggulingkan tubuhnya dengan nyaman di pangkuannya, sesekali mengibas-ngibaskan ekornya.

Melihat pemandangan itu, Arlo semakin yakin. Tuan Muda Saksomo pasti sengaja. Pria licik ini jelas sedang berusaha menarik perhatian Zoya.

Mungkin ia tahu Zoya sangat menyayangi BenBen, jadi ia sengaja mendekati anjing itu untuk mendapatkan hati pemiliknya.

Arlo awalnya mengira Jaiden akan membalas sindirannya dengan ketus.

Namun di luar dugaan, Jaiden hanya menunduk sambil terus mengelus perut BenBen dengan senang hati.

“Tentu saja,” gumamnya pelan.

Lalu sudut bibirnya sedikit terangkat.

“Apa yang kamu tahu?”

Tatapannya melembut saat melihat BenBen.

“BenBen kita sangat baik dan pintar.”

Suara Jaiden rendah dan tenang.

Tidak ada nada provokasi.

Tidak ada kepura-puraan.

Seolah ia benar-benar tulus menyayangi hewan itu.

Sikap lembut yang muncul secara alami itu justru membuat Arlo sedikit terdiam… Namun yang tidak diketahui Arlo adalah alasan sebenarnya.

Dari dulu, Jaiden memang sama sekali tidak tertarik memelihara hewan.

Hingga suatu hari, saat ia masih kecil, dirinya pernah menjadi target penculikan akibat konflik politik keluarga Saksomo.

Sebagai keluarga militer besar, hidup mereka memang tidak pernah benar-benar aman. Musuh politik selalu ada.

Dan saat itu… yang menyelamatkan Jaiden bukanlah pengawalnya. Melainkan seekor anjing hitam besar.

Anjing itu menggigit pelaku penculikan dan melindunginya mati-matian sampai bantuan datang.

Jaiden membawa anjing hitam itu pulang, ia sendiri memberinya nama Moeba dan merawatnya selama beberapa bulan. Namun pada akhirnya, anjing itu tetap tidak bisa bertahan. Luka-luka yang dideritanya saat melindungi Jaiden terlalu parah.

Sejak hari itu, Jaiden sangat terpukul.

Orang tuanya pernah mencoba memberikannya anjing lain yang sangat mirip dengan Moeba, berharap bisa menghiburnya. Namun Jaiden justru mengusir semua anjing itu.

Bukan karena ia tidak suka.

Melainkan karena trauma.

Ia tidak ingin merasakan kehilangan yang sama untuk kedua kalinya.

Dan BenBen… adalah keturunan Moeba yang tinggal di sisi mereka.

BenBen sangat mirip dengan ayahnya. Bulu hitam tebalnya, mata tajamnya, bahkan cara ia menatap orang asing terkadang membuat Jaiden seolah melihat bayangan Moeba kembali hidup.

Saat mengetahui Moeba ternyata meninggalkan keturunan, Jaiden benar-benar sangat bahagia.

Ia merasa seperti mendapatkan kembali sebagian kecil dari anjing yang pernah menyelamatkan hidupnya.

Sebenarnya, Moeba tidak hanya memiliki satu anak.

Ada satu lagi bernama Oriot.

Namun berbeda dengan BenBen, Oriot kini sedang dilatih sebagai anjing militer. Sifatnya jauh lebih serius dan tenang, persis seperti Moeba. Bahkan sejak kecil Oriot sangat menyukai menonton prajurit latihan militer.

Jaiden sering bercanda bahwa Oriot ingin menjadi pahlawan seperti ayahnya.

Sedangkan BenBen… meskipun wajahnya sangat mirip dengan Moeba, sifatnya justru jauh lebih hangat dan manja.

BenBen sebenarnya juga pernah menjalani pelatihan militer bersama Oriot. Kepintarannya sangat tinggi, bahkan respons fisiknya jauh di atas anjing biasa.

Namun sayangnya… ia terlalu lengket pada Zoya.

Setiap kali Zoya pergi, BenBen akan terus mengikutinya sambil merengek. Bahkan saat masih kecil, ia pernah kabur dari area latihan hanya untuk mencari Zoya.

Pada akhirnya, semua orang menyerah… Dan BenBen tetap tinggal di sisi Zoya sampai sekarang.

Jadi melihat BenBen tumbuh sehat dan bahagia di sisi Zoya sudah cukup baginya.

Meski begitu… setiap kali bertemu BenBen, tatapan Jaiden selalu tanpa sadar menjadi lembut.

Setelah selesai memasak, Zoya membawa satu per satu hidangan keluar dari dapur.

Aroma makanan langsung memenuhi seluruh apartemen.

Ikan saus mentega dengan permukaan keemasan, sup hangat yang masih mengepul, tumis udang pedas favorit Jaiden, hingga dessert kecil buatan tangan yang terlihat cantik seperti dijual di restoran mahal.

Melihat meja penuh makanan itu, suasana hati Jaiden langsung membaik seketika.

Sejak kecil, ia selalu tahu kemampuan memasak adiknya sangat luar biasa.

Zoya adalah seorang foodie sejati. Ia sangat suka mencoba berbagai resep dan biasanya hanya memasak makanan yang benar-benar ingin ia makan sendiri.

Dan yang paling penting…di rumah, gadis ini sangat pelit. Ia hanya memasak jika dalam suasana hati yang baik.

Karena itulah, setiap kali berhasil makan masakan buatan Zoya, Jaiden selalu merasa sangat puas.

Bahkan sepanjang makan malam, sudut bibirnya tidak pernah turun. Sementara itu, Arlo diam-diam memperhatikan semuanya.

Ia melihat bagaimana Jaiden dengan alami mengambilkan sup untuk Zoya.

Bagaimana Zoya dengan santai menyuruh Jaiden menuangkannya minuman.

Dan bagaimana BenBen tidur nyaman di kaki mereka berdua seperti sudah terbiasa dengan suasana itu.

Semakin melihatnya… semakin muncul rasa tidak nyaman di hati Arlo.

Setelah menghabiskan hampir seharian di apartemen Zoya dan menikmati makan malam buatan tangan gadis itu, Jaiden dan Arlo akhirnya bersiap pulang.

Lift pribadi apartemen sudah terbuka… Namun sebelum Jaiden masuk, Arlo tiba-tiba membuka suara.

Tatapannya dingin dan serius.

“Zoya berbeda dengan wanita-wanitamu di luar sana.”

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan pelan,

“Jauhi dia.”

Awalnya, Jaiden masih tenggelam dalam suasana hati yang sangat baik karena baru saja menikmati masakan adiknya.

Namun begitu mendengar ucapan Arlo… ekspresinya langsung berubah, ia mengabaikan kalimat Arlo yang pertama, tentu saja adiknya berbeda dengan wanita-wanita itu. Adiknya selalu terlindungi dengan ketat oleh keluarga mereka. Otak Jaiden langsung bereaksi dengan kalimat kedua. Apa-apaan orang ini? Atas dasar apa dia menyuruhnya menjauhi adiknya sendiri? Pikiran itu langsung melintas spontan di benaknya hingga hampir membuat Jaiden tertawa marah.

Tetapi sesaat kemudian… sesuatu terlintas di kepalanya. Tatapannya perlahan berubah menjadi rumit. Karena dari sudut pandang Arlo, pria ini memang tidak tahu hubungan sebenarnya antara dirinya dan Zoya.

Jika Arlo benar-benar tidak memiliki perasaan apapun terhadap Zoya, mengapa ia sampai berkata seperti itu?

Mengapa ia terlihat begitu tidak senang melihat dirinya terlalu dekat dengan Zoya?

Mungkin Arlo sendiri tidak menyadarinya, tetapi dari awal Jaiden sudah memperhatikan banyak hal kecil hari ini.

1
Tamirah
Semangat Thor untuk selalu berkarya.Novel mu menarik untuk dibaca bila belummm ada komentar bukan karena gak suka tapi masih mengikuti alur cerita nya komplik belum terlalu panas. masih aman-aman saja Thor.
fhallenopsis amabilis: trmkasii, o iya ini pertama kali nya nulis... sedikit kesulitan 🤭
total 1 replies
Tamirah
Menarik cerita ini,Arlo gak tahu Kalau Jaiden dan Zoya kakak beradik. Apa lagi Arlo tahu Jaiden seorang casanova.bayangan dia jangan sampai Jaiden jatuh cinta sama Zoya menakutkan.Apa reaksi Arlo Kalau tahu Zoya adik nya Jaiden.
Tamirah
Zoya sang artis yg terpikat pada dosen nya tapi ia tidak memperlihatkan ketertarikan biar tidak dianggap murahan.Karena banyak wanita yang mendekati dosen tampan itu dgn menggunakan cara yg sdh bisa ditebak oleh dosen tsb.Beda nya sang artis punya pertanyaan jitu yg bernuansa ilmiah dan juga tdk banyak omong gestur tubuh annggun,gerakan tubuh normal tidak ada unsur menggoda .Justru itu yg membuat dosen tampan penasaran.
fhallenopsis amabilis: Jadi, Gimana.. apakah metode mengejar Zoya ini ampuh? 😄
total 1 replies
Hizbi Hizbi
tentang dunia hiburan?
Ratna Sriistiani
bagus banget 🤗
Nuznul aini
kerennn
Nuznul aini
kerennn👍
EvhaLynn
Semangat Thor😉
fitriana dian85
Thor, tuan muda saksomo kakaknya zoya sangat ketat sama adiknya! kasian arlo
Rahil Ziazun
ih.. seru juga ternyata 😍🤣 semangat Thor 💪
Alia Chans: seru nih, semangat ✍️ nya

dan jangan lupa ya kalo ada waktu mampir juga😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!