NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / Ruang Ajaib
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Ammoera(_)

Jia Li adalah seorang dokter genius dari modern. Meski begitu, keluarganya sendiri tidak pernah menghargainya dan lebih menyayangi kakak laki-laki nya yang menjadi pengangguran.

Tepat setelah Jia Li selesai melakukan operasi. Sebuah tamparan menantinya di pintu keluar. Awal dari segalanya.

Jiwa Jia Li terseret ke zaman kuno, lebih tepat nya memasuki raga Lin Jia. Lin Jia adalah putri dari Kaisar Lin Dong dan selir kedua. Diam - diam di belakang Kaisar. Lin Jia di remehkan karena tidak memiliki Elemen apapun dalam tubuhnya.

Namun semua berubah saat jiwa Jia Li menempati raga Lin Jia. Berkat bantuan sistem dan ruang ajaib. Jia Li akan mengubah takdir Lin Jia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Pangeran Lin Tian

Ting!

Tiba-tiba, sebuah gema mekanis yang jernih berdering langsung di dalam kesadaran Lin Jia, memecah ketegangan magis di tempat itu.

[Selamat Nona, Anda berhasil menjalankan misi Kelima: Mengalahkan para pembunuh bayaran dengan sempurna,] kata suara sistem yang dingin namun membawa kepuasan tersendiri bagi pendengarnya.

[Hadiah utama segera dikirimkan: Kekuatan Cermin Ilusi dan Elemen Petir kini telah Aktif!] lanjut sistem tersebut.

Dan seketika itu juga, Lin Jia merasakan gelombang perubahan drastis yang amat dahsyat merangsek masuk ke dalam pembuluh darah dan meridian tubuhnya.

Seperti ada ribuan cambuk kilat yang menyambar-nyamar liar di dalam dadanya, merobek sekaligus memperkuat setiap jengkal daging dan ototnya dari dalam dengan energi listrik yang murni.

Menahan sensasi bergolak yang luar biasa panas dan bertenaga itu, Lin Jia memejamkan matanya rapat-rapat, menghela napas panjang sembari membiarkan seluruh kesadarannya menerima dan menyatu sepenuhnya dengan elemen baru yang kini bersemayam di dalam tubuhnya.

Sementara itu, mata Mei Mei memicing tajam saat mendapati tubuh tak bernyawa yang terbujur kaku di atas rumput tipis itu. Rasa penasarannya memuncak, memicunya untuk melangkah mendekat dengan gerakan waspada.

Tanpa ragu, dia mencengkeram kain satin hitam yang melekat pada tubuh itu, lalu merobek lengan pakaian sang pembunuh bayaran dengan satu sentuhan kuat. Sebuah tato berbentuk bunga yang sangat ia kenal terpampang di kulit pucat itu.

"Teratai Putih..." gumam Mei Mei lirih. Napasnya tertahan sejenak sebelum dia buru-buru memalingkan wajah, menatap sang Nona dengan raut wajah tegang. "Nona, mereka berasal dari sekte terlarang," kata Mei Mei dengan nada suara yang bergetar. "Apa yang harus kita lakukan pada tubuh mereka?" tanya Mei Mei, menuntut keputusan cepat.

Lin Jia terdiam seribu bahasa. Di tengah kepanikan Mei Mei, dia tetap bersikap tenang seolah badai yang baru saja lewat hanyalah angin sepoi-sepoi. Tatapannya dingin, menyapu mayat-mayat di sekitarnya tanpa minat sedikit pun.

"Tinggalkan mereka," kata Lin Jia singkat.

Tanpa menunggu balasan, dia memutar tubuhnya dan langsung pergi meninggalkan area bekas pertarungan tersebut. Mei Mei dan Serigala Roh saling berpandangan sejenak sebelum akhirnya bergegas mengikuti langkah kaki Lin Jia dari belakang, menjaga jarak aman yang protektif.

Sekitar sepuluh menit berjalan menjauh dari tempat pertarungan melawan para pembunuh bayaran itu, atmosfer di dalam hutan mulai berubah.

Langkah kaki Lin Jia perlahan melambat hingga akhirnya berhenti sepenuhnya. Telinganya yang tajam seperti mendengar sayup-sayup suara dentingan logam dan erangan yang sangat tidak asing di indranya. Mei Mei yang berjalan di sampingnya juga merasakan pergolakan energi yang sama.

Seketika, sepasang mata gadis pelayan itu membelalak sempurna saat melihat dengan jelas siapa yang tengah terdesak di area sebelah kiri mereka.

"Nona... Itu.. Pangeran Lin Tian!" kata Mei Mei setengah berbisik, menunjuk ke arah pepohonan tinggi di depan mereka.

Lin Jia tidak menjawab sepatah kata pun. Pandangannya lurus mengunci area pertempuran di depan sana. Wu Kevin dan sang Kakak terlihat sedang bersusah payah bertarung hidup dan mati melawan dua ekor Hewan Roh berukuran raksasa. Hewan Roh itu mengepakkan sayapnya yang megah, menciptakan gelombang tekanan angin panas yang luar biasa kuat.

"Itu... Griffin Kembar... Hewan Roh tingkat tinggi yang memiliki kekuatan Elemen Api dan Elemen Tanaman!" kata Mei Mei dengan nada terkejut yang tertahan di tenggorokan. Tubuhnya gemetar melihat aura intimidasi dari Hewan Roh tersebut.

Ting!

Sebuah suara mekanis bernada jernih tiba-tiba berdenting, menggema langsung di dalam kesadaran Lin Jia.

(Misi Keenam aktif: Kalahkan Hewan Roh Griffin Kembar dan selamatkan target utama,) kata sistem digital yang hanya bisa didengar olehnya.

(Hadiah kelulusan misi: Dua Elemen tingkat tinggi akan langsung diaktifkan,) lanjut sistem memberikan penawaran yang mustahil untuk ditolak.

Lin Jia tersenyum tipis, sebuah binar ambisi melintas cepat di matanya yang indah. Tanpa rasa takut sedikit pun, dia melangkah lebar mendekat ke arah pusat pertempuran, diikuti oleh Mei Mei yang tampak tegang serta Serigala Roh yang mulai menggeram rendah, bersiap menerkam.

Pangeran Lin Tian yang tubuhnya sudah dipenuhi luka cakaran mengerang kesakitan, namun dia sempat menoleh saat mendengar langkah kaki mendekat. Matanya seketika membelalak tidak percaya saat melihat kedatangan sang adik perempuan.

"Jia'er... kamu juga di sini?!" tanya Pangeran Lin Tian dengan nada terkejut sekaligus panik, ia tidak ingin adik nya terluka.

Lin Jia kembali menyunggingkan senyum tipis, tidak ada ketakutan di matanya. "Kakak pikir, aku akan membiarkan Kakak dalam bahaya sendirian tanpa melakukan apa-apa?" jawab Lin Jia dengan nada santai, kontras dengan situasi mencekam di sekitar mereka.

Detik berikutnya, pandangan mata Lin Jia melirik tajam ke arah pedang pusaka yang bergetar hebat di genggaman erat Pangeran Lin Tian. Bilah pedang itu memancarkan kilau biru jernih yang memercikkan air.

"Elemen Air?" gumam Lin Jia pelan, lalu dia kembali menatap wajah sang Kakak dengan ekspresi tenang namun menuntut penjelasan. "Kakak sudah membangkitkan kekuatan spiritual? Sejak kapan Kakak memiliki Elemen?" tanya Lin Jia beruntun.

Pangeran Lin Tian menghela napas berat, wajahnya tampak menyiratkan sedikit rasa bersalah sekaligus lelah yang amat sangat. "Hanya dua Elemen yang berhasil ku bangkitkan sejauh ini... Elemen Air dan Angin," kata Pangeran Lin Tian dengan suara serak.

Lin Jia mengangkat salah satu alisnya dengan raut tidak percaya. "Sejak kapan?" tanya Lin Jia menuntut jawaban.

Namun, kalimat interogasi itu terputus begitu saja saat salah satu Griffin raksasa yang bertarung melawan Wu Kevin mengeluarkan lengkingan memekakkan telinga.

Tubuh makhluk itu tiba-tiba dialiri oleh kobaran api yang membubung tinggi ke langit, membakar hangus pepohonan di sekitarnya. Dengan kecepatan kilat, monster itu melesat membelah udara dan mencoba menyerang Lin Jia secara membabi buta dengan cakar apinya yang mematikan.

Namun, kewaspadaan Serigala Roh milik Lin Jia jauh lebih tajam daripada kecepatan maut tersebut. Sebelum cakar atau api raksasa itu sempat mengenai seujung rambut Lin Jia,

Serigala Roh berbulu perak itu melompat tinggi ke udara dengan tangkas, menepis serangan Griffin itu dengan hantaman cakarnya yang bertenaga magis hingga memercikkan bunga api.

Mata Pangeran Lin Tian kembali melebar; tadinya dia kurang fokus saat sang adek datang sehingga tidak melihat Hewan Roh tersebut.

"S--Serigala Roh, " suara Pangeran Lin Tian tercekat.

Lin Jia menatap dingin ke arah makhluk yang baru saja mencoba menyerang nya. Tatapannya sedingin es utara, kontras dengan api yang berkobar di depannya. "Berikan aku jawaban nanti... sekarang aku harus menyelesaikan misi dulu," kata Lin Jia dengan suara yang penuh penekanan.

Tanpa membuang waktu satu detik pun, Lin Jia melompat tinggi ke udara, menentang gravitasi bumi. Gerakan anggunnya yang tiba-tiba membuat Wu Kevin, yang saat itu sedang bersusah payah bertarung melawan Griffin lain yang tubuhnya dilingkupi akar tumbuhan berduri, mendadak tersentak di tempatnya.

"Putri Lin Jia..." gumam Wu Kevin terkejut, hampir tidak mempercayai penglihatannya sendiri melihat sang Putri tiba-tiba datang.

Lin Jia sama sekali tidak menjawab atau menoleh. Fokus utamanya telah terkunci sepenuhnya pada Griffin Api yang meraung murka di depannya.

Di dalam genggamannya, sebilah Pedang Cahaya mulai berpendar dengan sangat terang, memancarkan sinar putih keperakan yang menyilaukan dan mengusir hawa panas di sekitarnya.

"Mundur!" titahnya dengan suara bariton yang tegas kepada Serigala Roh yang langsung melompat kembali ke sisinya.

Detik berikutnya, Lin Jia melesat maju dengan kekuatan penuh, mengubah dirinya menjadi seberkas cahaya yang bergerak cepat.

Griffin Api itu membuka paruhnya lebar-lebar, menyemburkan gelombang api raksasa yang siap menghanguskan apa saja yang dilewatinya langsung ke arah Lin Jia.

Namun, dengan ketenangan, Lin Jia memotong serangan semburan api tersebut menggunakan kecepatan Cahaya, membelah kobaran api menjadi dua bagian yang padam seketika.

Griffin yang bertarung melawan Lin Jia tersentak mundur, insting liarnya mendadak menyadari bahaya yang sesungguhnya. Makhluk itu merasakan tekanan energi yang luar biasa kuat. Dengan bulu-bulu apinya yang menegak tegang, ia segera mengubah strategi bertarungnya, bersiap menghadapi dewi kematian yang membawa pedang cahaya tersebut.

1
Cty Badria
up lg ni hadiah /Rose/
Mydar Diamond
lanjuutt upnya mungkin calon suami masa depan telah di temukan🤔
Dewiendahsetiowati
apakah ini calon imam Lin Jia
Hendri Wirawan
bagus....lanjutkan
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Anonim
ceritanya bagus, masih awal tapi menarik buat dibaca. lanjut semangat yaaa/Determined//Rose/
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. semangat✍️👈😍☺
Ardella Ardellaarcell
lanjut
Dania
semangat tor di tunggu upnya
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak bgus crita'y😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!