NovelToon NovelToon
DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:875
Nilai: 5
Nama Author: Argo Sujendro

Di dunia di mana batas tertinggi manusia hanyalah Saint Rank, Sander Duster—putra ketiga keluarga militer terkuat di Elegrand Kingdom—dianggap gagal karena tidak memiliki bakat Life Energy seperti para ksatria lain. Namun takdirnya berubah saat ia menyelamatkan seekor kucing hitam misterius di tengah badai salju.

Kucing itu ternyata adalah Behemoth, salah satu Legendary Beast pemegang Hukum Devouring yang hampir memusnahkan dunia di masa lalu.

Melalui ikatan Soul Resonance yang tak disengaja, Sander perlahan memperoleh kekuatan fisik abnormal yang melampaui logika manusia biasa. Di balik kehidupan akademi, intrik politik bangsawan, ancaman perang antar kerajaan, dan kebangkitan monster legendaris mulai mengguncang dunia.

Saat semua orang memperebutkan kekuasaan, Sander justru berjalan menuju sesuatu yang belum pernah dicapai siapa pun dalam sejarah—

God Rank, ranah sang Dewa Perang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Argo Sujendro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Pertandingan Latihan

Setelah seluruh rangkaian tes dasar selesai dicatat, atmosfer di dalam aula utama Elegrand Royal Academy bergeser menjadi jauh lebih menegangkan. Fokus aktivitas kini dialihkan ke arah salah satu lapangan latihan tempur raksasa yang terletak di sisi timur kompleks, sebuah arena terbuka berbentuk lingkaran yang dikelilingi oleh tribun penonton melingkar dan diselimuti oleh kubah perisai magis transparan.

Profesor Darius Blackthorn berdiri di tepi arena dengan kedua tangan bersedekap di depan dada bidangnya yang kokoh. Sepasang mata veteran militer miliknya memindai barisan murid tahun pertama yang kini telah mengenakan pakaian latihan tempur standar akademi.

"Aspek teori dan pengukuran di atas batu penguji telah usai," suara Darius menggema berat memecah keheningan arena. "Namun, institusi ini tidak membesarkan ksatria di atas kertas. Kekuatan sejati hanya bisa dibuktikan melalui benturan senjata. Sesi latihan tempur pertama akan segera dimulai. Kalian akan dipasangkan secara acak untuk bertukar teknik dasar."

Asisten profesor segera maju dan mengumumkan daftar pasangan urutan tanding melalui selembar dokumen sihir. Begitu nama untuk pertandingan ketiga dibacakan, kehebohan kecil kembali merayap di antara barisan murid baru.

Sander Duster dipasangkan dengan Damian von Drake.

Damian melangkah memasuki area tengah arena marmer dengan langkah yang dipenuhi rasa percaya diri yang berlebihan. Di tangan kanannya, ia menggenggam sebilah pedang besi latihan standar, sementara permukaan kulitnya mulai memancarkan pendaran hawa panas berwarna merah kehitaman khas elemen api kegelapan miliknya.

"Sungguh sebuah keberuntungan yang luar biasa," ucap Damian dengan nada suara yang sengaja dikeras-keraskan agar terdengar oleh murid lain di tribun. Ia mengarahkan ujung pedangnya tepat ke arah wajah Sander yang baru saja memasuki garis tanding. "Mari kita lihat apakah tubuh tanpa energi milik seorang putra Grand Duke bisa bertahan lebih dari tiga jurus di hadapan api kegelapanku, Sander."

Sander tidak memberikan tanggapan verbal atas provokasi tersebut. Ia hanya berjalan dengan tenang, mengambil sebilah pedang besi tumpul dari rak senjata, lalu memasang kuda-kuda dasar klan Duster dengan menurunkan pusat gravitasinya. Di atas bahu kirinya, Behemoth telah melompat turun menuju ke tepi pembatas arena, sepasang mata emas sang penguasa kuno menyipit tajam menatap jalannya pertandingan dengan rasa dongkol yang tertahan.

"Pertandingan dimulai!" teriak instruktur penengah.

Begitu aba-aba terdengar, Damian langsung menghentakkan kakinya, melesat maju dengan kecepatan yang didorong oleh sirkulasi Life Energy tingkat puncak Bronze Rank. Dalam sekejap mata, Damian sudah berada di depan Sander, mengayunkan pedang besinya dalam tebasan horizontal yang dilapisi kobaran api merah kehitaman yang membakar udara di sekitarnya.

Sander mengencangkan otot-otot lengan kanannya. Mengandalkan kerapatan struktur fisik murni yang telah ditempa secara rahasia, ia mengangkat pedang besi besarnya untuk menahan hantaman tersebut.

Benturan keras logam terdengar memekakkan telinga. Sander berhasil menahan momentum tebasan fisik Damian tanpa bergeser satu senti pun, sebuah bukti kekuatan fisik murninya yang berada di luar batas kewajaran fana. Namun, kelemahan mendasar dari tidak adanya Life Energy pertahanan tradisional langsung menjadi bumerang bagi Sander.

Lidah-lidah api kegelapan dari pedang Damian merembes melewati mata pedang, menjalar cepat dan menghantam dada serta lengan Sander secara langsung. Tanpa adanya lapisan zirah aura pertahanan (Pawn Rank atau Bronze Rank) untuk mengisolasi dampak elemental, hawa panas ekstrem dan tekanan magis dari api kegelapan tersebut langsung menusuk jaringan kulit luar Sander, membuat napasnya sempat tercekat dan pandangannya agak mengabur.

Damian yang melihat celah tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia menarik kembali pedangnya, lalu melepaskan dorongan tendangan kaki kanan yang diperkuat oleh ledakan energi api tepat ke arah dada Sander.

Benturan kedua membuat tubuh Sander terdorong mundur beberapa langkah di atas lantai marmer yang licin. Rasa perih dan panas menjalar hebat di bagian dadanya yang terkena dampak langsung elemen api kegelapan. Sebelum Sander sempat mengunci kembali posisi kuda-kuda fisiknya, ujung pedang besi latihan milik Damian sudah berhenti tepat beberapa senti di depan tenggorokannya, mengunci seluruh pergerakan tandingnya.

"Pertandingan selesai! Pemenang, Damian von Drake!" teriak instruktur penengah dengan lantang.

Sorak-sorai riuh langsung pecah dari arah faksi murid bangsawan selatan yang mendukung House Drake. Mereka berteriak puas melihat kejatuhan klan Frost Wolf Utara di hari pertama latihan tempur. Damian menarik kembali pedangnya dengan seringai sombong yang sangat kentara, lalu membalikkan badan meninggalkan arena tanpa melihat Sander lagi.

Sander berdiri diam di tengah arena, menurunkan pedang latihannya sembari menatap telapak tangannya yang sedikit gemetar akibat dampak sisa energi elemental. Untuk pertama kalinya sejak meninggalkan kedamaian Kastil Aethelgard yang penuh dengan perlindungan hangat keluarganya, Sander merasakan sebuah hantaman realitas yang sangat kejam di dunia luar.

Kekalahan pertamanya di akademi ini terasa begitu nyata. Tanpa adanya sirkulasi Life Energy yang stabil untuk menahan dampak serangan sihir elemental, kekuatan fisik murni yang ia miliki saat ini ternyata masih belum cukup baik untuk menghadapi pertarungan tingkat tinggi melawan para monster jenius di tempat ini. Rasa frustrasi dan rasa tidak cukup baik perlahan mulai merayap naik di sudut hatinya yang paling dalam, memberikan beban mental baru yang harus ia pikul di tengah lingkungan Elegrand Royal Academy.

1
Manusia Ikan 🫪
bagus bagus, aku kasih nawar untuk kamu/Chuckle//Rose/

folback aku yah ehehe
Argo Sujendro: termakasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!