Ica gadis beruasia 21 tahun ,tak pernah menyangka akan menikah dengan Sakha lelaki 26 tahun .
lelaki idaman wanita dari segi paras dan harta, kini menjadi suami yang terpaksa di nikahinya setelah kejadian malam itu .
Pernikahan yang harus nya bahagia malah menjadi petaka bagi Ica .
Demi nama baik keluarga Ica harus tetap bertahan disisi suami nya, yang super dingin bak balok es di kutub utara itu , bertahan dari perlakuan kasar bahkan perselingkuhan suami nya.
Hingga suatu saat Sakha menyadari daya tarik istri nya, dan diam - diam mulai jatuh cinta , tapi sayang nya pada saat itu hati istrinya mulai goyah .
sakha makin kelabakan , mengetahui ternyata daya tarik istri nya tak hanya membuat dia jatuh cinta .
Ada pria lain yang berharap Sakha melepas kan Ica , pria yg menjadi sandaran ketika Ica membutuhkan nya .
Sakha benar -benar harus berjuang mempertahan kan rumah tangga yang sudah dia runtuhkan sendiri .
berjuang menumbuh kan cinta istri nya yg sedikit -demi sedikit hampir memudar karena ulah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# bumil
kabar kehamilan ica beredar cepat , itu tak luput dari peran mami melin dia sengaja memberi tahu beberapa teman dekat dan juga kerabat dekat mami
orang - orang di kantor sakha juga sudah tahu , mereka turut senang mengetahui boss nya akan memiliki momongan
sebab hal itu bisa membawa pengaruh positip untuk nasib pekekerja , semenjak sakha menikah banyak kebijakan yg merugikan mereka, telah di hapus sakha
" selamat ya pak " ujar rudy pada atasannya"
" trima kasih rud "
" bagai mana ke adaan ibuk pak " tanya rudi lgi
" untuk saat ini , seperti nya biasa saja , hanya selera makan nya di atas normal" ujar sakha
" ooo itu nama nya ngebo pak "
sakha melotot berang pada rudy mendengar kata ngebo di tujukan pada istrinya
" maaf pak , itu istilah yg di berikan kepada ibu hamil yg tidak berpantang makan alias tidak mual mual " ujar rudy menjelaskan
" ganti istilah itu, saya tidak suka mendengar nya " ujar sakha sewot
" mana berani saya pak, istilah sudah dari jaman leluhur " jawab rudy sekenanya
sakha mendengus kesal , rudy terbahak melihat bos nya yg makin sensitif akhir - akhir ini
" hormon ibu hamil nular disini rupanya " ujar rudy seraya menepuk - nepuk pundak sakha pelan, rudy pegawai dan juga teman dekat sakha tentu saja berani melakukan nya
" ada apa dengan hormon ibu hamil..?" tanya sakha sedikit penasaran
" sensitif , mudah terbawa perasaan dan gampang emosi, " jawab rudy menerangkan
" datamu tidak valid" bantah sakha
" suvei membuktikan, sembilan ratus dari seribu wanita hamil mengalami nya" ujar rudy tak mau kalah
" ica tidak termasuk di dalam nya "
" kalau begitu bapak meski bersukur ibuk tidak mengalami nya"
" tentu saja aku sangat bersukur rud "
sakha memang bersukur , kehamilan ica yg ternyata sudah memasuki tiga minggu , tpi ica berprilaku biasa saja , tidak ada hal aneh yg dia lakukan kecuali selera makan nya yg di atas normal, atau mungkin ica belum memasuki tahap itu
*
troli sudah terisi setengah nya , ica masih mencari beberapa kebutuhan sehari - hari
ada beberapa produk kecantikan yg menarik perhatian nya
ica tiba -tiba seperti tertarik dengan alat alat kecantikan , dia berniat hanya melihat lihat
saat spg menjelaskan beberapa keunggulan produk ica malah tertarik membelinya
beberapa alat kecantikan akhirnya jadi di belinya
ica senyum sendiri ,sejak kapan dia tertarik dengan barang - barang ini, atau jangan - jangan bawaan bayi kali ya
" ca.." suara lembut menyapanya saat ica meninggalkan meja kasir
ica berpaling ke arah sumber suara , wanita cantik yg sudah tak asing lgi sedang menunjukkan senyum manis kearah nya
ica balas tersenyum , lalu beranjak pergi , tpi suara merdu wanita cantik itu menghentikan langkah nya
" ca ... aku mau bicara sebentar , hanya sebentar.."
ica berpaling menatap aliya , nenimbang nimbang permintaan aliya , ahirnya diapun ikut dengan aliya
aliya pesan dua gelas kopi latte , untuk mereka berdua , setelah mereka tiba di coffee shop di area swalayan
"trima kasih sudah meluangkan waktumu ca" aliya membuka percakapan
" tidak apa , kebetulan aku ada waktu " jawab ica
" ca maaf kalau selama ini hubungan kita sedikit tidak nyaman "
" iya , aku maklum , tidak mudah bagi kalian untuk membuat batasan karena hubungan kalian sebalum nya " ujar ica tenang
" kamu benar , aku dan sakha hanyalah masa lalu ,dan akan tetap jdi masa lalu" aliya berkata lirih
" kamu pasti menemukan pengganti yg lebih baik all" ica berusa menghibur aliya
" semoga , oh ya , aku dengar kamu hamil benarkah..?"
" iya "
" selamat ya ca "
" terima kasih all"
" ca.."
"ya all"
" aku mengajak mu bertemu , ingin berdamai dengan mu , semoga kamu tidak menganggap ku saingan mu, kedepan nya"
aliya menerangkan tujuan nya menemui ica , ica tersenyum menanggapi ucapan aliya
" anggapan ku tergantung sikap mu all ,selama sikap mu baik , aku pasti berangapan baik terhadap mu" balas aliya
" trima kasih all, jangan canggung dengan ku bila kita bertemu lagi" ujar aliya dengan senyum manis nya
" baik lah , terima kasih kopi nya , aku rasa aku permisi dulu , aku takut orang rumah khawatir kalau aku pergi terlalu lama"
" oke ca.."
ica beranjak meninggalkan aliya yg masih belum beranjak dari tempat nya , matanya mengikuti kepergian ica
ica melajukan mobil merah nya meninggalkan swalayan menuju rumah
mobil melaju pada kecepatan sedang
di pinggir jalan terlihat beberapa penjual makanan yg mangkal di pinggir jalan , tiba tiba ica ingin makan di situ
ica menepikan mobil nya , lalu turun dari mobil , berjalan menuju penjual makanan
ada beberapa pilihan makanan yg di jual ,
ica sedikit bingung , semua yg di jual terlihat enak
ica menghampiri penjual cilok berbagai parian kuah ,ada kuahkacang dan kuah pedas
" cilok kuah pedas satu pak"
" bungkus atau makan sini non"
" makan sini pak"
" duduk di situ aja non itu kursi kita"
penjual menunjuk sederet kursi di belakang gerobak jualan
ica duduk menunggu seraya memain-kan hp nya
" kamu ica kan.."
tegur satu dari tiga pembeli yg juga ngantri di kursi
ica mengankat wajah memandang kearah suara
" tini .." ujar ica pada orang yg menyapanya
" iya, lama kita gk ketemu" ujar tini mengulurkan tangannya menjabat tangan ica
" iya dah lama banget ,gimna kabarmu dah nikah blom tin..?"
" blum ad jodoh nya , jadi sabar aja dulu " ujar tini di iringi tawa ringan
" ini non pesanan nya " ujar penjual cilok meletakkan cilok di meja depan ica
" trima kasih pak"
ica makan seraya ngobrol dengan tini teman di tempat dia kerja dulu sebelum menikah
*
sakha pulang dari kantor menjelang sore, dia berniat pulang siang tpi ada kecelakaan kerja di perkebunan , seorang pekerja terluka oleh alat panen yg di sebut egrek , egrek adalah alat untuk memanen buah sawit yg sudah tinggi .
jadi sakha yg harus menangani langsung masalah ini
mobil sakha melaju dengan kecepatan sedang
dari jauh sakha melihat mobil merah yg terparkir di pinggir jalan dekat penjual jajanan , mobil yg dia kenal pemilik nya
iya itu mobil ica yg terparkir disana
sakha memarkir mobil nya di sebelah mobil ica
dia pun turun dari mobil berjalan mencari sosok ica
ica terlihat asik ngobrol dengan tiga orang lainya
di hadapan nya terhidang satu porsi cilok kuah pedas
sakha menghela napas pelan
sejak kapan dia hobi mangkal di pinggir jalan
batin sakha , sakha menghampiri ica
" sayang ,lgi apa kamu..?" tegur sakha
ica terlihat kaget mendapati suaminya yang tau tau sudah berada di samping nya
" loh mas.." ujar nya kaget
"ini suami mu ca.." sela tini
" oh iya , mas kenalin tini teman aku waktu kerja dulu" ica memperkenal kan tini pada sakha
sakha mengangguk sopan, di balas anggukan oleh tini, sakha kembali beralih ke ica
" sayang , kenapa makan disini " ujar sakha pada ica yg terlihat bersemangan menyantap cilok pedas nya
" bungkus aja ya sayang, makan di rumah.." bujuk sakha
ica mengeleng pelan seraya mengunyah cilok yg memenuhi bibir mungil nya
" tanggung mas , lagian aku gk enak makan di rumah , mau nya makan langsung di sini" ujar ica dengan mulut penuh cilok
" dikit - dikit makan nya sayang " ujar sakha khawatir ica hanya menganguk - angguk pelan
tini dan kedua teman nya memperhatikan kedua pasangan itu dengan tatapan iri, berhayal andai dirinya adalah ica betapa senang nya mendapat perhatian suami ganteng dan juga tajir
sakha dengan sabar menunggu ica menghabiskan makanan nya , dia betpikir ini mungkin bawaan bayi nya ingin makan di pinggir jalan
menurut rudi orang hamil itu mau nya yang aneh - aneh
rudy juga cerita, istrinya minta di belikan nasi padang tpi saat itu waktu sudah jam dua malam
gk kebayang kan rasa nya
ica pun selesai dengan cilok nya , bumil ini begitu sumringah keinginan nya dapat terpenuhi
mereka pun pulang bareng , sakha mengiring mobil ica dari belakang sampai kegarasi
sakha mengandeng tangan mungil ica memasuki rumah , membawanya keruang tv
" sayang lain kali , kalau mau makan di situ beri tahu aku ya" ujar sakha setelah mereka duduk di sopa ruang tv
" pengen nya mendadak mas , gimna mau ngasih tau " jawab ica
"hhhmmm, gitu ya sayang"
ica menganguk kan kepalanya , wajah mungilnya begitu imut , sakha meraih tangan ica menggenggam nya dipangkuan
jangan merepotkan ibu mu ya buah hati ku sayang bisik sakha dalam hati
happy reading 🙂🙂
hay ..hay... pembaca setia , terimakasih banyaaak banyaaak , 😘😘 ,untuk, like , komen , dan jangan lupa untuk mendukung karya ini tekan vote sebanyak banyak nya 🙏🙏🙏😍