NovelToon NovelToon
Benang Merah Diujung Mimpi

Benang Merah Diujung Mimpi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / CEO / SPYxFAMILY
Popularitas:410
Nilai: 5
Nama Author: Luh Belong

No Plagiat ❌


Sejak kecil, Valerie Sinclair selalu bermimpi tentang seorang anak laki-laki bernama Hazel yang tumbuh bersamanya, namun setelah Hazel di mimpinya tumbuh remaja wajahnya tak pernah terlihat jelas. Setelah kehilangan kedua orang tuanya dalam kecelakaan tragis, Valerie menikah kontrak dengan Damian demi membalas budi keluarga konglomerat yang diselamatkan orang tuanya.

Seiring waktu, Valerie jatuh cinta pada Damian karena sosoknya begitu mirip dengan pria dalam mimpinya. Namun sikap Damian yang dingin membuat Valerie memilih bercerai. Saat Damian akhirnya menyadari perasaannya dan berusaha merebut kembali hati Valerie, sebuah kecelakaan mengungkap rahasia mengejutkan tentang mantan istrinya yang membuat Damian prustasi.

Mampukah Damian mendapatkan kembali cinta wanita yang pernah ia sia-siakan, atau kesempatan kedua ini justru datang terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Belong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hazel dalam mimpiku

Valerie kembali berada di dalam mimpinya.

Mimpi yang telah hadir dalam hidupnya sejak ia berusia lima tahun, yang seolah menjadi bagian dari hidupnya yang tak pernah pergi.

Di hadapannya terbentang taman bunga yang begitu luas, seakan tidak memiliki ujung. Kupu-kupu berwarna lembut, menari mengikuti hembusan angin. Air danau yang sebening kristal, memantulkan cahaya matahari. sementara cahaya keemasan senja menyelimuti seluruh taman dengan kehangatan yang menenangkan.

Dan di sanalah, seperti biasa, sahabat dalam mimpinya sudah menunggu kedatangan Valerie.

Hazel.

Pria yang selalu menemaninya di dalam mimpi. Tangan mereka saling bertaut, lalu mereka berlari di antara lautan bunga dan tertawa tanpa beban. Menghabiskan waktu dengan bermain perahu di atas danau, bermain ayunan di bawah pohon besar yang menaungi taman itu. seolah dunia hanya diciptakan untuk mereka berdua.

Setiap Hazel tersenyum, terasa begitu nyata. Setiap sentuhan tangannya terasa begitu hangat. Begitu dekat, namun pada saat yang sama terasa mustahil untuk diterima kenyataan.

Valerie memandangnya lama.

Ada satu pertanyaan, yang selalu membuat hatinya dipenuhi rasa penasaran. Dulu, ketika dirinya masih berusia lima tahun, Hazel juga masih seorang anak laki-laki seumuran dengannya. Saat itu wajahnya terlihat begitu jelas, Valerie dapat mengingat mata hijaunya, senyum jahilnya, bahkan lesung pipi yang muncul setiap kali Hazel tertawa.

Namun kini, seiring waktu berlalu mereka berdua tumbuh dewasa di dalam mimpi yang sama. Valerie tidak dapat melihat dengan jelas wajah Hazel yang dewasa, ia hanya dapat melihat postur tubuhnya saja. Seakan wajah Hazel diselimuti kabut, semakin dirinya berusaha melihat wajahnya, semakin samar sosok itu terlihat.

“Hazel...” panggil Valerie pelan. “Kenapa saat kita kecil, aku bisa melihat wajahmu dengan jelas, tapi sekarang aku tidak bisa melihatnya?”

Hazel tertawa kecil, suara tawanya terdengar ringan tanpa beban. Lalu ia menoleh ke arahnya, meski wajahnya tetap tersembunyi di balik bayang-bayang yang tak dapat disentuh.

“Karena, kalau wajahku terlihat jelas,” ucapnya dengan nada menggoda, “Takutnya Violet akan mencintaiku sampai mati.”

Valerie mendengus pelan.

Hazel kembali tertawa, seperti biasa, ceria, hangat, dan selalu berhasil membuat hatinya terasa damai. Kemudian, pria itu menggenggam tangannya sedikit lebih erat. Angin berembus perlahan, kelopak-kelopak bunga beterbangan mengelilingi taman. Untuk sesaat, waktu seolah berhenti.

Suara Hazel terdengar begitu dekat, begitu lembut, seakan berasal dari tempat yang sangat jauh sekaligus sangat dekat.

“Aku sangat senang setia melihatmu berada di taman.”

“Jangan datang terlambat terus, Violet.”

Detik berikutnya, seluruh taman perlahan memudar, warna-warna menghilang. Angin berhenti berembus, dan sosok Hazel kembali tenggelam dalam kabut.

Valerie terbangun dengan napas memburu, dadanya terasa sesak oleh perasaan yang tidak mampu ia jelaskan. Air mata mengalir di pipinya tanpa alasan yang dapat ia pahami, ini hanyalah mimpinya.

Namun mimpinya terasa begitu sangat nyata. Ia selalu merasa bahwa taman itu benar-benar ada, dan seakan sosok Hazel memang hidup dibelahan bumi yang belum ia ketahui. Meski dirinya telah terbangun, hangat genggaman tangan Hazel masih terasa membekas di telapak tangannya, seolah mimpi itu bukan sekadar ilusi.

Ia mengusap air matanya perlahan.

“Hazel...” bisiknya lirih.

“Mengapa setiap kali aku terbangun, hatiku selalu dipenuhi kerinduan padamu. Yang bahkan kejadian semalam, tidak pernah benar-benar nyata dalam hidupku?”

Sudah bertahun-tahun ia mengenal Hazel dalam mimpinya. Berbagi tawa, cerita, dan kenangan di taman yang hanya ada di dalam tidurnya. Namun anehnya, semakin dewasa mereka semakin banyak hal yang terasa aneh.

Hazel di mimpinya tumbuh menjadi sosok pria dewasa, namun wajahnya berkabut. Tempat itu kini terasa semakin jauh, dan setiap pertemuan mereka selalu diakhiri dengan perasaan yang membuat dadanya sesak.

Malam berikutnya, Valerie kembali tertidur. Dan seperti biasa, taman itu kembali menyambutnya. Hamparan bunga bergoyang lembut diterpa angin, sementara langit senja memancarkan warna jingga keemasan. Hazel sudah berada di sana, duduk di atas ayunan.

“Violet, kamu akhir-akhir ini sering datang terlambat,” katanya sambil mengkerutkan dahinya.

Valerie tersenyum berjalan mendekat.

“Kamu tidak pernah bilang kepadaku, kalau disini ada jam bukanya.”

Hazel tertawa kecil.

“Aku menunggumu dari tadi.”

Valerie menatap sosoknya.

“Hazel!”

“Hm?”

“Siapa sebenarnya kamu?”

Hazel terdiam sejenak. Angin kembali berembus, membuat rambutnya bergerak perlahan.

“Aku Hazel sahabatmu.”

“Bukan itu maksudku.”

Valerie menunduk.

“Kenapa aku selalu bermimpi tentangmu?”

“Kenapa dari kecil aku hanya bertemu denganmu dimimpiku?”

“Dan kenapa rasanya...” suaranya melemah, “...aku takut kehilanganmu, padahal aku bahkan tidak tahu siapa dirimu.”

Hazel tersenyum tipis.

“Aku juga penasaran.”

“Kamu berbohong.”

“Aku tidak berbohong.”

“Lalu kenapa setelah kita tumbuh dewasa, aku tidak bisa melihat wajahmu?”

Hazel bangkit dari ayunan dan berjalan mendekat, mereka kini hanya dipisahkan beberapa langkah.

“Kamu selalu menayangkan hal yang sama berulang-ulang, padahal pertemuan kita sangat singkat.”

“Aku hanya...”

Hazel menyela tanpa memberi Valerie kesempatan menyelesaikan perkataannya.

“Violet, apa kamu sudah mulai bosan bertemu denganku?”

Valerie menggelengkan wajahnya.

“Tidak, tidak sama sekali.”

Hazel menunduk pelan.

“Lalu kenapa kamu selalu ingin tau banyak hal tentangku?” Hazel menghela napas. “Padahal aku tidak pernah mempermasalahkan tentangmu, selama kita masih bisa bertemu.”

“Hazel, aku hanya berfikir suatu saat nanti kita bisa bertemu didunia nyata.”

Hazel tersenyum jahil, seperti biasa.

“Kalau ternyata kita bisa bertemu didunia nyata, apa kamu mau menikah denganku?”

Valerie mendecakkan lidah.

“Kamu menyebalkan.”

“Meski aku menyebalkan, kamu selalu menemuiku setiap datang kesini.”

“Itu karena aku tidak punya pilihan.”

Hazel tertawa lepas.

Suara tawanya terdengar begitu hangat hingga membuat Valerie ikut tersenyum tanpa sadar. Mereka hanya duduk berdampingan di atas ayunan, menikmati hembusan angin dan hamparan bunga yang tak pernah layu.

“Hazel.”

“Iya Violet yang cantik.”

“Kalau suatu hari aku tidak bisa datang lagi...”

Hazel menoleh.

Valerie menggigit bibir bawahnya.

“...apakah kamu akan tetap menungguku?”

Pria itu terdiam, lalu dengan lembut ia menggenggam tangan Valerie.

“Iya, tetap menunggumu sampai kapan pun.”

Valerie melihat wajah Hazel yang berkabut.

“Bahkan jika aku sudah melupakanmu?”

Hazel tersenyum.

“Kalau kamu lupa, aku akan tetap mengingatmu.”

“Kalau aku tidak mengenalmu lagi?”

“Aku akan memperkenalkan diriku lagi, sampai kamu mengingatku kembali.”

Valerie Asteria Sinclair

Damian Juliano Robert

Keenan Gabriel Harrison

Olivia Reina Laurent

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!