NovelToon NovelToon
JADIAN YUK!!

JADIAN YUK!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Idola sekolah
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

Arjuna Baskoro adalah ketua Geng Petir yang tampan, kaya, dan berpengaruh di SMA Cendekia. Ia dikenal sebagai pemuda yang suka bersenang-senang dan menganggap hubungan dengan wanita hanya sebatas hiburan semata. Semua berubah saat ia bertemu Laila Arsyila-siswi berprestasi, sederhana, mandiri, dan harus bekerja paruh waktu untuk membantu kehidupan keluarganya.

Awalnya Arjuna hanya iseng mengganggu Laila, karena gadis itu satu-satunya yang tidak terpesona dan selalu berani melawannya. Namun rasa penasaran itu perlahan berubah menjadi cinta yang tulus untuk pertama kalinya. Sementara Laila yang awalnya kesal dan menolak, mulai melihat sisi baik Arjuna di balik sikap nakalnya.

Dengan latar belakang kehidupan yang sangat berbeda, keduanya harus menghadapi berbagai rintangan mulai dari kecemburuan orang lain, pandangan lingkungan, hingga tantangan untuk saling memahami. Mampukah cinta mereka menyatukan dua dunia yang terasa begitu jauh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Di Bela

Seketika wajah Salsabila memerah padam menahan geram. Ia langsung mengangkat tangan hendak mencengkeram rambut Laila, namun belum sempat menyentuh sehelai rambut pun, tiba-tiba ada tangan kekar yang mencengkeram pergelangan tangannya dengan sangat kuat.

Seluruh mata di kantin seketika tertuju pada sosok laki-laki tampan itu—Tama, mantan ketua OSIS yang kini menjadi idola kedua setelah Arjuna di SMA Cendekia.

Salsabila berusaha sekuat tenaga melepaskan tangannya dari cengkraman Tama. “Ihhh lepasin! Ngapain sih lu ikut campur urusan gue? Sekarang lu itu bukan ketua OSIS lagi, jadi nggak ada hak buat ngatur-ngatur gue!” ucapnya sambil menatap tajam ke arah Tama.

Dengan nada tenang namun tegas, Tama menjawab, “Gue emang bukan ketua OSIS lagi, tapi gue temen sekelas Laila. Dan gue punya hak buat ngebela temen sekelas.”

Salsabila mendengus meremehkan."cih bangga banget lu punya temen yang sekolahnya aja cuma beasiswa."

“Terus emang kenapa kalau kita beasiswa?!” potong Nada dengan nada ketus. “Walaupun kita cuma beasiswa, prestasi kita yang mengharumkan nama sekolah. Nggak kayak lu, yang bayar sekolah aja masih minta orang tua tapi kelakuannya cuma bikin masalah terus!”

“Bener banget!” timpal Kirana tak mau kalah. “Kita diterima di sini lewat jalur prestasi, dan kita selalu berusaha bawa nama sekolah ini makin baik. Beda sama lu… yang selalu bikin keributan tiap kali ada orang yang lebih tenar dari pada lu!”

Wajah Salsabila kini merah padam menahan amarah yang meluap-luap. Ia segera menoleh ke kedua temannya yang berdiri di belakang, menatap mereka dengan tatapan tak percaya. “Kok kalian berdua diem aja sih? Bales omongan mereka dong!”

" mau bales apa Sal? lagian kata-kata mereka bener kok." ceplos Gita dengan polos.

Ita langsung menyikut lengan kembarannya itu, lalu maju selangkah menatap tajam Laila, Nada, dan Kirana. sambil bertolak pinggang ia berkata, "halah diem deh, beasiswa ya tetep beasiswa. kalian kalau kena masalah sedikit bisa tamat riwayat kalian di sekolah ini. jadi jangan macem-macem sama kita, Apalagi orang tua Salsabila itu termasuk orang berpengaruh. "

ia tersenyum sinis, "Bagi orang tua Salsabila mudah aja ngedepak orang yang kaya kalian, Bisa aja kalian mulai besok ngga bisa sekolah di sini lagi." lanjut Ita.

Tama langsung menghalangi pandangan Ita dengan tubuhnya, wajahnya datar namun tegas. "kalau lu lupa, biar gue ingetin. Sekolah ini didirikan oleh kakek gue, dan beliau nggak buta soal keadilan. Kalian boleh koar-koar soal kekuasaan orang tua, tapi kakek gue pasti bakal nyelidiki dulu akar masalahnya. Nggak ada yang bakal dikeluarin dari sekolah ini kalau nggak bener-bener berbuat salah.”

Tama menyilangkan tangan di dada, suaranya menggelegar terdengar di seluruh ruangan. “Jangan mentang-mentang kalian bayar mahal di sini, terus seenaknya ngebully anak beasiswa. Memang mereka nggak bayar sepeser pun uang sekolah, tapi mereka bayar dengan prestasi yang mengharumkan nama sekolah ini. Jadi jangan berlagak sok kuasa kalau kalian sendiri nggak bisa bikin sekolah ini bangga.”

Semua siswa di kantin terdiam mendengar perdebatan itu. Ucapan Tama membuat mereka yang selama ini sering memandang sebelah mata anak beasiswa pun menundukkan kepala dengan rasa bersalah.

Menahan rasa marah dan malu yang memuncak, Salsabila dan kedua temannya akhirnya berbalik dan pergi meninggalkan kantin.

Tama lalu menoleh ke arah Laila dan tersenyum ramah, " kalian ngga apa-apa kan? kalau mereka berulah lagi lawan aja. ngga usah takut dengan kekuasaan orang tua mereka."

Laila membalas senyuman itu, " kita ngga apa-apa kok, makasih ya udah belain kita."

tiba-tiba Kirana langsung menggandeng tangan Tama, berseru dengan nada centilnya. " ya ampun mas pangeranku makasih bangett udah nolongin bidadari tak bersayap ini, sebagai tanda Terima kasih kamu traktir aku ya."

Nada langsung menarik tangan Karina, " eh markonah. ngga bisa banget ya liat cowok ganteng langsung nemplok aja, udah gitu segala minta traktir lagi. harusnya kita yang traktir Tama bukan dia." omel Nada persis seperti emak-emak.

Laila hanya bisa menggeleng-geleng kepala, ia pusing dengan tingkah temanya. sementara itu Tama terkekeh pelan, "Yaudah, gue traktir makanan kalian hari ini."

...----------------...

Sedangkan di ruang UKS, Arjuna masih terlelap pulas sampai akhirnya di bangunkan oleh ketiga sahabatnya.

Gibran menepuk pelan pundak Arjuna. "Jun...bangun Jun, Laila... "

belum selesai Gibran menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba Arjuna langsung terduduk kaget dan kepalanya celingukan mencari seseorang.

"Mana Laila?" tanya Arjuna dengan mata masih memerah sehabis bangun tidur.

Bowo dan Rian tertawa cekikikan melihat tingkah Arjuna yang belum sepenuhnya sadar, " Tenang bos, Laila aman di kantin kok." ucap Rian sambil menahan tawa.

" loh udah istirahat ya? lama juga tidur gue." Gumamnya. Ia pun segera turun dari ranjang UKS dan berjalan menuju kantin, diikuti oleh ketiga temannya.

Baru saja melangkah masuk ke kantin, mata Arjuna langsung tertuju pada pemandangan yang membuat dadanya sesak: Laila sedang tertawa dan bercanda riang dengan sosok yang menurutnya paling menyebalkan—Tama.

1
Rafi Hafizh
hati hati Laila🫣
Rafi Hafizh
vampir kali jun🤣
Ananda Anggit
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!