NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pendekar Naga

Reinkarnasi Pendekar Naga

Status: tamat
Genre:Action / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi dan para rekannya gugur setelah menantang kekuatan besar Kekaisaran Pusat. Pertempuran itu seharusnya menjadi akhir dari segalanya bagi mereka.

Namun saat kesadaran Jian Yi memudar, sebuah keajaiban terjadi. Berkat campur tangan Raja Naga, mereka diberi kesempatan kedua—sebuah reinkarnasi yang mengubah takdir mereka.

Terlahir kembali di dunia yang sama namun dengan kehidupan baru, Jian Yi menyimpan satu janji dalam hatinya: membalas kehancuran yang dialaminya dan melampaui semua batas kekuatan.

Kali ini, dia tidak akan jatuh lagi.
Tapi di dunia yang dipenuhi kultivator kuat, sekte kuno, dan kekaisaran yang menguasai segalanya …

Mampukah Jian Yi benar-benar bangkit, menuntut balas, dan mencapai puncak kekuatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Kedatangan musuh

Matahari baru saja mengintip di cakrawala, menyinari barisan pendekar berseragam hitam yang mendaki lereng gunung dengan angkuh.

Sekte Taring Hitam datang dengan formasi tempur, dipimpin oleh Gui Shan yang duduk di tandu megah, memancarkan aura Grand Master yang menindas.

​Namun, sebelum mereka sempat melontarkan kata-kata ancaman, dua bayangan melesat dari balik gerbang yang hancur.

Tidak ada salam, tidak ada peringatan. Hanya ada niat membunuh yang murni.

​Jian Yi bergerak bagaikan asap ungu yang tertiup angin.

Ia tidak menghunus pedangnya secara penuh, namun setiap kali jemarinya menyentuh gagang senjata itu, sebuah gelombang energi tipis menyayat udara.

​SRET! SRET! SRET!

​Tiga kepala anggota Sekte Taring Hitam terlepas dari bahu mereka sebelum mereka sempat menarik napas.

Jian Yi menari di antara barisan musuh, tubuhnya meliuk menghindari tebasan parang dengan jarak hanya seujung rambut.

Setiap gerakannya efisien; satu totokan di tenggorokan, satu tusukan di jantung, satu patahan di leher.

​Di sisi lain, Lu Feng adalah badai penghancur. Ia tidak menggunakan senjata, karena tinjunya sendiri adalah senjata paling mematikan.

​BUMMM!

​Hantaman pertama Lu Feng menghancurkan dada seorang pendekar tingkat ahli hingga tulang rusuknya menusuk paru-paru dan tembus ke punggung.

Lu Feng meraih kepala musuh lainnya, membenturkannya ke batu besar hingga hancur seperti semangka jatuh.

Ia tidak berhenti; ia menerjang masuk ke tengah kerumunan, memutar tubuhnya dan memberikan tendangan menyapu yang mematahkan belasan kaki secara bersamaan.

​Suara tulang patah dan jeritan yang terputus memenuhi lembah yang tadinya sunyi.

​Jian Yi kini benar-benar menghunus pedangnya. Kilatan cahaya emas redup menyelimuti bilah bajanya. Ia melompat ke udara, berputar horizontal, dan melepaskan teknik Tebasan Bulan Sabit.

​SHRAAAK!

​Sepuluh orang di barisan depan terbelah menjadi dua bagian tepat di pinggang. Darah menyembur ke udara, membasahi jubah hitam Jian Yi, namun wajahnya tetap sedingin es.

Ia mendarat di atas tumpukan mayat, lalu melesat kembali dengan kecepatan yang tidak masuk akal, meninggalkan jejak bayangan yang membingungkan mata lawan.

​Lu Feng menyambar sebuah tombak milik musuh yang sudah tewas, mematahkannya menjadi dua, dan menggunakan potongan kayu itu untuk menusuk mata dan telinga musuh di sekelilingnya.

Ia tertawa liar—tawa seorang monster yang sedang berpesta. Setiap kali tinjunya mendarat, ada ledakan Qi merah yang menghanguskan kulit lawan.

​Hanya dalam waktu kurang dari tujuh menit, seratus pasukan elit Taring Hitam telah berkurang separuhnya.

Tanah di depan gerbang Sekte Daun Perak kini berubah warna menjadi merah pekat, uap hangat mengepul dari genangan darah yang bertemu dengan udara pagi yang dingin.

​Gui Shan terbelalak di atas tandunya. Wajahnya yang semula penuh kemenangan kini berubah menjadi merah padam karena amarah dan keterkejutan.

Ia belum pernah melihat dua pemuda dengan kekuatan sedahsyat ini.

​"BERHENTI! KALIAN TIKUS-TIKUS KECIL!" raung Gui Shan.

​Ia melompat dari tandunya, menghantam tanah dengan kekuatan penuh hingga menciptakan gelombang kejut yang melempar beberapa mayat di dekatnya.

Aura hitam pekat menyelimuti tubuhnya, menandakan ia telah mencapai puncak Ranah Grand Master.

​Namun, Jian Yi dan Lu Feng bahkan tidak berhenti melakukan pembantaian. Jian Yi baru saja memenggal dua orang lagi, sementara Lu Feng sedang mematahkan punggung seorang kapten pasukan musuh di atas lututnya.

​Mereka berdua berhenti sejenak, berdiri di tengah-tengah tumpukan mayat yang menggunung.

Jian Yi menyeka darah di pipinya dengan ujung jari, sementara Lu Feng meludah ke samping, menatap Gui Shan dengan pandangan meremehkan.

​"Kau berisik sekali, Orang Tua," ucap Lu Feng dingin.

​Jian Yi hanya mengangkat pedangnya, mengarahkannya tepat ke tenggorokan Gui Shan.

Tidak ada rasa takut di matanya, hanya ada kebosanan yang mendalam, seolah-olah membantai ratusan orang tadi hanyalah pemanasan pagi yang tidak berarti.

​Para murid Sekte Daun Perak yang menonton dari kejauhan hanya bisa membeku.

Mereka melihat dua pemuda yang semalam mereka jamu kini telah berubah menjadi iblis pencabut nyawa yang paling mengerikan yang pernah ada dalam sejarah gunung mereka.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

​𝗧𝗜𝗡𝗚𝗞𝗔𝗧 𝗔𝗥𝗧𝗘𝗙𝗔𝗞 𝗗𝗜 𝗭𝗔𝗠𝗔𝗡 𝗝𝗜𝗔𝗡 𝗬𝗜 𝗦𝗘𝗞𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚:

​𝟭.𝗮𝗿𝘁𝗲𝗳𝗮𝗸 𝗙𝗮𝗻𝗮

𝟮.​𝗮𝗿𝘁𝗲𝗳𝗮𝗸 𝗠𝗶𝘀𝘁𝗶𝘀

𝟯.​𝗮𝗿𝘁𝗲𝗳𝗮𝗸 𝗕𝘂𝗺𝗶

𝟰.​𝗮𝗿𝘁𝗲𝗳𝗮𝗸 𝗟𝗮𝗻𝗴𝗶𝘁

𝟱.​𝗮𝗿𝘁𝗲𝗳𝗮𝗸 𝗕𝗲𝗿𝗱𝗮𝘂𝗹𝗮𝘁.

𝟲.​𝗔𝗿𝘁𝗲𝗳𝗮𝗸 𝗦𝘂𝗿𝗴𝗮𝘄𝗶

𝟳.​𝗮𝗿𝘁𝗲𝗳𝗮𝗸 𝗟𝗲𝗴𝗲𝗻𝗱𝗮𝗿𝗶𝘀

1
Nanik S
Lanjut terus
Agen One
UP nya santai dulu ya🙏
Agen One
😅
Agen One
🍗
Agen One
🔥🙏
Agen One
🙏
Agen One
👍🙏
Agen One
🚹🙏
Agen One
🤭🙏
Agen One
🙏
Agen One
/Smile/
Agen One
🙏
Agen One
😅
Agen One
🔥🍗
Agen One
👍🍗
Agen One
🚹🍗
Agen One
🍗
Agen One
🤭/Smile/
Agen One
😅🙏
Agen One
🔥🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!