NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Menjadi Miliader

Terlahir Kembali Menjadi Miliader

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:78.5k
Nilai: 5
Nama Author: cloudia

[cp akan terlambat]
negara : Indonesia
setelah tamat, akan dilakukan revisi ulang dan memperbaiki kesalahan-kesalahan.
sinopsis:
Mati setelah seumur hidup bekerja sendirian itu melelahkan. Ketika Olyvia Arabella membuka mata, ia kembali ke usia 20 tahun—tepat saat calon ibu mertua menyodorkan amplop "uang perpisahan" yang ternyata hanya berisi seratus ribu. Dunia sudah gila: nilai uang menurun 10.000 kali lipat, dan hanya Olyvia yang sadar karena rekening bank masa depannya ikut terbawa. Sekarang ia menjadi satu-satunya konglomerat di dunia yang mendadak miskin. Tapi kekayaan tak membuat hidupnya lebih mudah, terutama saat para pria dari masa lalunya kembali—kali ini dalam keadaan jauh lebih melarat. Balas dendam tak cukup dengan uang. Tapi setidaknya, Olyvia bisa membeli waktu untuk memilih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasanya Dendamku Ingin Kubalas Sekarang

Olyvia menutup pintu apartemen mungilnya dengan punggung. Suara klik dari kunci elektronik terdengar seperti tanda tanya besar yang menggantung di kepalanya. Apartemen tipe studio dengan ukuran dua puluh empat meter persegi ini adalah tempatnya berlindung selama menempuh pendidikan di jurusan Artificial Intelligence. Di kehidupannya yang pertama, tempat ini terasa seperti sangkar emas kecil yang membuatnya betah karena Arjuna sering datang dan memuji betapa "sederhana namun nyamannya" ruangan ini.

Sekarang, begitu lampu LED putih menyala, Olyvia hanya bisa memandangi tumpukan buku pemrograman dan laptop butut pemberian ibunya dengan perasaan aneh. Bukan rasa syukur. Bukan rasa bangga. Melainkan rasa mual yang perlahan naik ke tenggorokan.

Gila. Gue beneran balik ke sini. Ke jaman di mana gue masih bodoh dan buta karena cowok bermuka tampan.

Ia melempar tubuhnya ke kasur single yang dilapisi sprei motif kotak-kotak. Matanya menatap langit-langit apartemen yang putih bersih. Satu per satu memori kehidupan pertamanya muncul seperti film dokumenter menyedihkan di kepalanya.

Di kehidupan itu, Olyvia Arabella adalah mahasiswi jenius di bidang Kecerdasan Buatan. Ia bisa membuat algoritma prediksi pasar saham dalam semalam. Ia bisa merancang model natural language processing yang bahkan perusahaan teknologi besar saja iri. Tapi semua hasil kerja kerasnya itu tidak pernah mencantumkan namanya. Selalu ada satu nama yang terpampang di jurnal, di penghargaan, di seminar internasional: Arjuna Wicaksono.

Dan Olyvia, dengan bodohnya, membiarkan itu semua terjadi.

"Vy, ini kan demi masa depan kita. Aku butuh pengakuan dulu biar bisa mandiri dari Mama. Nanti kalau aku udah sukses, kita nikah. Aku janji."

Janji itu terngiang jelas di telinganya. Olyvia memejamkan mata erat erat. Rasanya ingin menampar dirinya sendiri di masa lalu. Arjuna memang pintar berkata-kata. Wajahnya yang tampan dengan rahang tegas dan senyum teduh membuat setiap kebohongannya terdengar seperti puisi cinta. Olyvia yang berasal dari keluarga sederhana dan tidak pernah mendapat perhatian pria setampan itu, langsung jatuh hati dan rela melakukan apa saja.

Ia mengerjakan skripsi Arjuna. Ia memberikan prototipe AI ciptaannya untuk diklaim sebagai proyek akhir Arjuna. Bahkan ketika ada tawaran magang di perusahaan AI terkemuka di Silicon Valley, Olyvia menolaknya hanya karena Arjuna bilang ia tidak tahan menjalani hubungan jarak jauh.

Dan apa yang gue dapet? Ditinggal nikah sama cewek pilihan Mamanya. Semua piala dan penghargaan dibawa kabur. Nama gue cuma jadi catatan kaki di skripsi bajingan itu. Terima kasih kepada Olyvia Arabella atas bantuan teknisnya. BANTUAN TEKNIS! Anjayani bener.

Olyvia membalikkan tubuhnya tengkurap dan membenamkan wajah ke bantal. Ia ingin berteriak sekencang kencangnya. Dendam itu ada. Amarah itu membara. Tapi ia bukan lagi Olyvia yang dua puluh tahun secara mental. Ia sudah merasakan pahitnya dunia kerja selama empat puluh tahun. Ia tahu bahwa balas dendam terbaik bukanlah dengan teriak histeris di depan umum, melainkan dengan perencanaan yang matang dan eksekusi yang dingin.

Tenang, Oly. Tarik napas. Lo sekarang punya duit lima koma delapan miliar di dunia di mana harga iPhone cuma dua rebu lima ratus. Lo literally bisa beli perusahaan bokapnya Arjuna kalo lo mau. Sabar. Nikmati prosesnya.

Ia bangkit dan duduk bersila di kasur. Dari tas jinjingnya, ia mengeluarkan ponsel dan membuka aplikasi catatan. Jemarinya menari cepat di layar, menuliskan daftar prioritas untuk kehidupan keduanya.

1. Putusin Arjuna. (Done. Amplop seratus ribu udah di tangan.)

2. Beliin Ibu apartemen. Banyak. Jadiin Ratu Kontrakan.

3. Bantu karier adik. Harus jadi aktris utama, bukan figuran.

4. Kuliah yang bener. Jangan sampe IPK jeblok gara-gara mikirin cowok.

5. Balas dendam ke Arjuna dan keluarganya. Pelan-pelan. Sampai mereka gak bisa bangkit lagi.

Ia menatap poin kelima cukup lama. Lalu ia menambahkan satu kalimat di bawahnya.

"Make them watch me rise."

Olyvia tersenyum tipis. Senyum yang berbeda dari biasanya. Bukan senyum manis mahasiswi polos, melainkan senyum seorang pensiunan yang sudah lelah dengan drama dunia dan hanya ingin menonton semesta bekerja sesuai keinginannya.

Besok ia ada kelas pagi. Mata kuliah Advanced Machine Learning pukul delapan. Ia harus istirahat. Tapi sebelum tidur, ia membuka lagi aplikasi mobile banking. Saldo Rp5.847.200.000,- itu masih terpampang nyata. Bukan mimpi.

Gue bisa tidur nyenyak malam ini. Mungkin pertama kalinya dalam dua kehidupan.

Keesokan paginya, Olyvia terbangun dengan perasaan aneh. Bukan perasaan malas seperti mahasiswa pada umumnya. Melainkan perasaan waspada. Ia tahu hari ini ia akan bertemu Arjuna di kampus. Dan ia tahu Arjuna tidak akan tinggal diam setelah semalam ia menolak teleponnya.

Ia mandi cepat, memakai kaus putih polos dan celana jeans sederhana, lalu menyambar ransel bututnya. Sebelum keluar, ia sempat menatap cermin di dekat pintu.

Muka gue dua puluh tahun. Mulus. Masih ada cahaya optimismenya. Tapi sayang, otak gue udah enam puluh tahun. Good combination, sih. Jadi cewek muda tapi pikiran kayak emak-emak pensiunan yang udah capek sama hidup.

Olyvia tertawa kecil mendengar pikirannya sendiri. Ia keluar apartemen dan berjalan kaki menuju kampus. Jaraknya hanya sekitar lima belas menit. Sepanjang jalan, ia terus mengamati lingkungan sekitar. Tidak ada yang aneh. Orang-orang beraktivitas seperti biasa. Penjual nasi uduk di pinggir jalan mematok harga seribu rupiah per bungkus. Olyvia membeli dua bungkus dan segelas teh manis seharga tiga ratus rupiah. Total ia hanya mengeluarkan dua ribu tiga ratus rupiah untuk sarapan yang di kehidupan sebelumnya bisa habis tiga puluh ribu.

Deflasi gila-gilaan. Tapi cuma gue yang sadar. Dunia kayaknya ngasih gue cheat code.

1
sukensri hardiati
bapak beliin sawah...biar nggak jadi buruh disawah orang
Marsya
waw,olyvia gercep bgt👍👍👍👍
irena
lanjut thor
memayu
menurut sih ya, renovasi rumah ortu dulu biar nyaman di tinggali baru deh dibeliin mobil, tapi langsung dua duanya juga bisaa
terus si bapak bisa tuh berhenti garap sawah, bisa jadi ojek mobil kaya orang kaya gabut tapi nge grab gitu, toh ga terlalu capek karna memang cuma nyetir, itupun bisa ambil orderan sesuka hati, yaa istilahnya biar si bapak ada kerjaan aja kalau ga betah nganggur, si ibu juga boleh jualan kalau ga betah nganggur tapi kasih karyawan dan bikinin toko yang lebih gede, nanti di ibu nya jadi kasir aja tapi ya sesuka hati jadi kalau lagi capek bisa di gantiin orang si karyawan
Noey Aprilia
Elaaahhhh....
pdhl kn olyvia cma pgn sntai sjenak,jd orng biasa gt yg bebas....ni mlah ktmu sm s pecundang.....🙄🙄🙄.....
ingt y jun... skp songongmu itu,bkln d beli sm oly d msa dpn....sklian sm prshaan yg d bnggakn...
Diah Susanti
berarti ada 2 universitas dong, kan di bab sebelumnya ada universitas dirgantara biru
cloudia: awalnya memang mau Mahardika, tapi dipikir-pikir itu kampus nya ada jadi di ganti dirgantara biru. kayaknya saya lupa ganti di note saya, jadi masih ada beberapa yang mungkin Mahardika, terimakasih atas koreksinya.
total 1 replies
Noey Aprilia
Coba ksih 1 aja kk ky olyvia......dia mlkukan apa aja dmi bkin kluarganya bhgia....tntunya pke uang dia yg ga bkln hbis 7 trunan,7 tnjakan.....😁😁😁
Kirina
cuma mau kasih saran sih kak, tentang kalau olivia sedang dalam urusan bisnis tolong pakai bahasa formal aja kak jangan pakai bahasa gaul, itu kesan nya agak gimana gituh😄
cloudia: okay terimakasih masukan nya, saya usahakan uptade selanjutnya akan diperbaiki 😍
total 1 replies
Ain Safira
tu bukan sahabat klu malar traktir🤭
Noey Aprilia
Wooowww.....
dr gdis lmah,skrng bs mmecat skian orng dlm wktu sngkat....tp kl holang kya mh bebas lh,pnya kuasa jg....lgian,mreka emng pnts d tendang.....abs ni siap2 buat rnovasi kntor besar2an.....smnggttt olyvia.....
Cty Badria
up nya jgn lm2 thor💪💪💪💪
irena
banyak banyakin update nya thor.. greget klo cuma satu bab sehari
irena
bereskan dulu Arjuna.. terus balik ke Beijing bersama bapak ibu dan yg lain.. kasian kakeknya mumpung masih hidup harus dipertemukan dulu
RaMna Hanyonggun Isj
Kasih banyak Update nya
Diah Susanti
apakah udah gk jadi dosen tamu?
cloudia: loh... saya lupa jelasin ya, padahal seingat saya udah nulis. jangan bilang saya nulis di kepala aja😭😭😭, harusnya dia izin sama prof Li Wei mengatakan akan izin untuk mengundurkan waktu ajaran 😭
total 1 replies
Memey
Bagus ceritanya
Noey Aprilia
Ikutn bngga sm oly....tp sdih jg krna msti psah sm kluarganya yg lain.....abs ni siap2 lh sng mntan....
aku
i love yu oliiiiiiv 🌹
aku
sblm mndekat udh di tendang sm kk nya olyv kalian, 🤣
irena
klo di Indonesia tampilkan semua hartamu oliv.. biar mama Arjuna shok mengetahui ternyata kamu kaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!