NovelToon NovelToon
Aku Terlahir Kembali Sebagai Bayi Jahat

Aku Terlahir Kembali Sebagai Bayi Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Isekai / Rebirth For Love / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tamyst G

Arvella terlahir kembali sebagai bayi dengan kesadaran dari kehidupan sebelumnya. Dengan ingatan masa lalunya, ia mampu melihat bahaya dan mencegah masalah sebelum terjadi. Sebagai anak tunggal dalam keluarga kerajaan, Arvella belajar menghadapi dunia yang penuh intrik, rahasia istana, dan tanggung jawab besar meski tubuhnya masih kecil.
Seiring tumbuhnya Arvella, ia menemukan lorong rahasia, ramalan kuno, dan misteri yang mengancam kerajaan. Ia belajar memecahkan masalah sosial, menghindari bencana, dan menghadapi intrik politik dengan kecerdasannya yang luar biasa.
Di tengah semua itu, sosok laki-laki misteriusKsatria Anjing kerajaan yang kelak menjadi bagian penting hidupnya muncul secara samar, membangkitkan rasa penasaran dan ikatan takdir yang halus. Bersama ingatan masa lalu dan insting alaminya, Arvella perlahan menemukan kekuatannya, belajar tentang kepercayaan, cinta, dan akhirnya menentukan jalannya sendiri dalam menghadapi takdir yang telah menunggunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tamyst G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 : Topeng Kepolosan

Dua hari setelah insiden di lorong barat, istana kembali tampak tenang.

Terlalu tenang.

Bendera kerajaan berkibar seperti biasa, lonceng pergantian penjagaan berdentang tepat waktu, dan para bangsawan mulai berdatangan untuk menghadiri pertemuan dewan yang sempat tertunda. Dari luar, tidak ada yang terlihat ganjil.

Namun Arvella tahu.

Ia berbaring di dalam buaian dengan mata setengah terpejam, napas diatur agar terdengar lambat dan polos. Jari-jarinya menggenggam kain lembut—gerakan bayi yang sempurna.

Berpura-pura bodoh itu melelahkan.

Tapi perlu.

Sejak kejadian penyusupan, ia menyadari satu hal penting: selama orang-orang menganggapnya hanya bayi berbakat, mereka akan ragu. Begitu ia terlihat terlalu sadar, ancaman tidak akan lagi bergerak sembunyi-sembunyi.

Mereka akan langsung menghancurkan.

Liora masuk membawa gaun kecil berwarna gading. “Hari ini ramai,” katanya sambil tersenyum. “Banyak tamu penting.”

Arvella merengek pelan—nada yang ia latih dengan cermat.

Liora tertawa kecil. “Sepertinya Putri tidak suka kebisingan.”

Kael muncul di ambang pintu. “Atau justru menyukainya.”

Liora menoleh. “Maksudmu?”

Kael tidak menjawab. Ia mendekat, menatap Arvella lama. Bayi itu kini sedang mengisap jarinya sendiri, air liur sedikit menetes—tak ada jejak kecerdasan mengerikan yang hanya Kael dan segelintir orang tahu.

“Bersiaplah,” kata Kael akhirnya. “Dewan hari ini tidak akan sederhana.”

Ruang dewan dipenuhi suara bisik-bisik.

Para bangsawan duduk melingkar, mengenakan pakaian terbaik mereka. Beberapa wajah baru hadir—perwakilan dari wilayah pinggiran yang jarang muncul kecuali ada kepentingan besar.

Di kursi kehormatan, Kael duduk tegak. Arvella berada di pangkuannya, dibungkus kain hangat, tampak mengantuk.

Atau setidaknya, begitulah yang ia perlihatkan.

Seorang bangsawan tua dengan cincin zamrud berdiri. “Kita semua tahu alasan pertemuan ini.”

Suara ruangan mereda.

“Keamanan istana telah ditembus,” lanjutnya. “Dan itu bukan hal kecil.”

Bangunan argumen mulai disusun—Arvella bisa merasakannya seperti jaring laba-laba yang perlahan menutup.

Bangsawan lain menyela, lebih muda, senyumnya tipis. “Pertanyaannya bukan hanya bagaimana mereka masuk, tapi apa yang mereka cari.”

Beberapa mata melirik ke arah Arvella.

Ia menguap.

Gerakan kecil itu membuat sebagian bangsawan tersenyum—meremehkan.

Bagus.

Kael berbicara, suaranya tenang namun berat. “Istana telah disterilkan. Penjagaan diperketat. Tidak ada ancaman lanjutan.”

“Untuk sekarang,” bantah bangsawan tua itu. “Namun kita bicara tentang pewaris kerajaan. Bayi itu adalah simbol stabilitas. Jika ada pihak yang mengincarnya—”

“—maka justru ia harus tetap di istana,” potong Kael. “Dipindahkan keluar hanya akan memperlihatkan ketakutan.”

Hening.

Arvella membuka satu mata sedikit, cukup untuk menangkap ekspresi di sekelilingnya.

Ada yang puas.

Ada yang kecewa.

Dan ada satu orang—duduk agak ke belakang—yang sejak awal tidak berkata apa-apa, namun denyut niatnya terasa tajam.

Marquess Renval.

Tokoh yang selama ini netral. Terlalu netral.

Renval akhirnya berdiri. “Aku setuju bahwa kepanikan tidak boleh diperlihatkan,” katanya halus. “Namun, sebagai kompromi… bagaimana jika Putri lebih jarang ditampilkan di ruang publik?”

Beberapa bangsawan mengangguk.

Arvella merasakan dorongan ingin tertawa.

Pengurungan dengan dalih perlindungan.

Langkah lama. Efektif. Dan berbahaya.

Kael menatap Renval tajam. “Dan siapa yang akan mengawasi perlindungan itu?”

Renval tersenyum. “Dewan, tentu saja.”

Arvella mendengus kecil—terdengar seperti bayi tidak nyaman.

Kael menghela napas, lalu mengangguk perlahan. “Usulan akan dipertimbangkan.”

Renval kembali duduk, senyumnya sedikit melebar.

Ia mengira menang.

Malam itu, kamar Arvella lebih sepi dari biasanya.

Kael berdiri di dekat jendela, berbicara pelan. “Renval terlalu percaya diri.”

Liora mengangguk. “Dan terlalu tenang.”

Arvella menggerakkan tangannya, sengaja menjatuhkan mainan kecil ke lantai.

Tok.

Kael memungutnya. Saat ia menaruh kembali, Arvella mencengkeram jarinya dengan kuat—tidak seperti refleks bayi biasa.

Kael menegang.

Arvella menatapnya lurus. Untuk sesaat, topeng kepolosan itu retak.

Dia.

Kael menahan napas. “Kau yakin?”

Arvella berkedip sekali.

Ya.

Kael menutup matanya sejenak. “Kalau begitu… kita biarkan dia bergerak.”

Liora terkejut. “Itu berbahaya!”

“Tidak,” jawab Kael pelan. “Karena untuk pertama kalinya, kita tahu ke mana harus melihat.”

Arvella melepaskan genggamannya, kembali meringkuk seperti bayi lelah.

Namun di balik kelopak matanya yang tertutup, pikirannya sudah melangkah jauh ke depan.

Renval ingin mengurungnya.

Ingin mengendalikan akses.

Ingin memastikan ia bisa diamati—atau dihilangkan—tanpa sorotan.

Kesalahan besar.

Karena jika ia dipindahkan ke ruang yang lebih sunyi, jauh dari mata istana…

Itu berarti lebih sedikit saksi.

Dan lebih banyak kesempatan.

Untuk Arvella, ini bukan ancaman.

Ini undangan.

1
Passolle
lanjut ka
LOL #555
Hebat banget ,baru lahir udah bisa buka mata ,mendengar, ngendaliin kekuatan magis , serba bisa , kayak budak koporat
LOL #555: gak sih kak , biasanya juga kalau reinkarnasi gini ,baru lahir udah bisa ngalahin naga 🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!