NovelToon NovelToon
Pesona Adik Angkat

Pesona Adik Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: bundaAma

Aaron Alexander Demian Dirgantara, seorang pria sukses yang memiliki perusahaan di Amerika yang bergerak di bidang infrastruktur dengan kekayaan yang tidak terhitung, memiliki paras tampan dengan tinggi badan ideal dan bentuk tubuh yang cukup bagus.

Ia merupakan seorang pria yang sangat di puja puja dan menjadi impian para wanita, namun ia hanya menganggap wanita sebagai tisu basah dan mainannya.

Setelah 10 tahun ia tak pulang ke negaranya, ia malah terpincut pada seorang wanita muda yang sering ia temui di sebuah club, wanita yang membuatnya penasaran dan ingin memiliki nya seutuhnya.

Namun takdir berkata lain, selain saingannya yang lumayan banyak ia tertampar dengan kenyataan jika wanita kecil incarannya adalah adik angkatnya sendiri yang sering ia temui di rumah dengan pakaian syar'i nya.

Bagaimanapun kelanjutannya, yuk ikuti kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundaAma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps-29

"Apakah kakak mu seorang pria suci? Bukankah hal yang wajar pergi ke klub dan menari striptis asalkan tidak menjual diri saja sudah bagus...." tanya Demian penasaran apa alasan ucapan Hadriana tentang kakak.

"Hahahah... Pria suci? Dia bukan pria suci, tapi pria bodoh..." Hadriana tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan Demian tentang kakaknya.

"Apa karena dia tidak menyukai wanita yang sering keluar masuk club malam?" tanya Demian lagi yang semakin penasaran.

"Tidak, malah seleranya murahan, sudah seleranya murahan bodoh pula paket kumplit emang..."

"Tapi sebenarnya dia jauh lebih murahan, kamu tahu? Aku dengar setelah apa yang terjadi beberapa tahun kebelakang dia sering Gonta ganti pasangan,.. Iwhh jijik, sok ganteng sampe celap celup sana sini, paling akhir akhir nya dapetnya yang lebih brengsek kayak dia, kamu tahu kan karma itu berlalu apalagi dia zolim pada yatim piatu seperti ku..." cerita Hadriana menceritakan tentang kakaknya yakni Aaron.

Padahal pria yang tengah duduk bersama nya yang ia kenal bernama Demian adalah pria yang sama yang tengah ia ceritakan, Aaron adalah Demian yang Hajeera kenal.

Namun Demian sendiri pun tidak tahu jika wanita yang berada dihadapannya kini yang tengah bercerita padanya adalah gadis kecil manipulatif yang dikenalnya kemarin. Karena tubuh Hajeera yang semakin bertumbuh dan Hajeera yang rajin berolahraga struktur tubuhnya kini sangat jauh berbeda dari 5 tahun yang lalu, bahkan wajahnya yang bulat bak bakpau itu kini menghilang berganti dengan wajah cantik yang tidak tirus namun tidak bulat juga, proporsi yang sempurna untuk dikatakan bentuk wajahnya.

"Apakah kamu mempunyai saudara?" tanya Hadriana, yang dijawab anggukan kepala oleh Demian.

"Thanks..." ucapnya pada pelayan yang mengantar makanannya.

"Berapa jumlah saudaramu? Apakah mereka baik padamu? Atau menyebalkan?" tanya Hadriana lagi.

"Aku punya 2 adik perempuan, adik pertama adalah mantan kekasih ku dan mantan ibu benihku..."

Uhukkkk... Uhukkkk

Hadriana tersedak saat mencoba memasukkan steak ke dalam mulutnya, matanya menatap tak percaya pada ucapan Demian yang sangat nyeleneh.

"Ternyata semua pria tua sama, sama sama gila..." ucap Hadriana tak percaya jika Demian memiliki sifat yang sama seperti kakaknya.

"Berarti kamu melakukan inses?" tanya Hadriana.

"No no no... dia adik angkat ku..."

Hmphhhhh

Hadriana membuang nafasnya kasar, lagi lagi adik angkat menjadi santapan.

"Apakah tidak ada wanita lain yang lebih Marik bagimu dem? Sampai sampai harus menyetubuhi adik angkatmu sendiri?" tanya Hadriana dengan wajah lesu, Demian yang melihat ekspresi wajah wanita yang tengah disukai nya berubah, langsung kelimpungan dan kehabisan kata kata.

"No no, aku tidak sengaja menidurinya, saat itu aku mabuk, tapi aku ingat wajah adikku yang ada di depanku sebelum aku kehilangan kesadaran..." ucap Demian membela diri.

"Bagaimana caranya orang yang kehilangan kesadaran bisa melakukan hal intim? Sama sama bodoh ternyata..." gerutu Hajeera dengan suara pelan yang hampir tak terdengar.

"Apa kamu mengucapkan sesuatu?" tanya Demian karena suara Hajeera saat bibirnya bergerak tidak terdengar sama sekali di telinganya.

"Tidak aku tidak mengatakan apapun..."

Hadriana berbohong karena ia tidak ingin Demian tahu jika dirinya mengumpat tentangnya, dan bodohnya lagi Demian hanya mengangguk ngangguk percaya.

"Lalu bagaimana hubungan mu dengan kakak perempuan mu apakah berjalan baik?" tanya Demian penasaran dengan kakak wanitanya.

"Kenapa? Apakah kamu menginginkan kakak ku?" tanya Hajeera malas membahas jalang yang membuat hidupnya sengsara, untung saja pak Benedict sama cerdiknya hingga sulit untuk ditipu.

"Tidak tidak... Aku hanya ingin kamu..." jawab Demian serius namun Hadriana malah tertawa terbahak-bahak seraya meledek Demian dengan berpura pura salting, dengan tangan menutup mulut dan tubuh yang di goyang goyangkan.

"Emm--hhh. Masa sih? Aku jadi baper nih..." goda Hadriana seraya menggerakkan tubuhnya dengan gerakan centil dengan rambut yang diselipkan ke belakang telinga.

Namun bukannya ilfil, Demian malah semakin merasa gemas pada Hadriana dengan tindakan tindakan nya yang tidak pernah mencari perhatian pada nya seperti yang biasa dilakukan wanita lain padanya.

"Cantik..." ucap Demian tanpa menutupi kekaguman nya.

"Aishhh sial!!!" umpat Hadriana, meletakkan garpu dan pisau nya kembali ke atas piring, lalu menyandarkan bahunya ke punggung kursi.

"Kamu pikir aku hanya cantik hari ini saja? Bukankah biasanya aku lebih cantik?" tanya Hajeera narsis, menumpukan kaki kanannya ke atas kaki kiri dengan wajah yang di imut imutkan dengan wajah yang menampakkan puppy eyes nya.

Siall!

Demian mengumpat dalah hatinya saat adik kecilnya menunjukkan respon dengan berkedut kedut di bawah sana, padahal Hadriana tidak menunjukkan sisi binalnya namun otak mesumnya malah bereaksi brengsek pada wajah Hadriana yang tepat berada didepannya.

"Apakah setelah ini kamu langsung pulang?" tanya Demian.

"Kenapa memang? Apakah kamu benar benar akan mengajakku check in di sini?" tanya Hadriana dengan suara pelan berbisik bisik yang nyaris tak terdengar oleh orang lain selain Demian.

"Ternyata kamu bisa asbun juga yah?" ucap Demian tak menyangka karena biasanya Hadriana berbicara datar dan jarang bercanda.

"Aku memang begini, mungkin karena kita sudah berkali kali bertemu dan aku sedikit nyaman berbincang dengan mu, apakah kamu tidak nyaman dengan ke asbunan ku?" tanya Hadriana pada Demian.

"Tidak, aku malah semakin menyukaimu..." jawab Demian yang lagi lagi terdengar seperti buaya di telinga Hadriana.

"Ckkk... kamu pikir, aku sama seperti wanita lain yang hanya dipuji olehmu langsung mau naik keranjang mu?" tanya Hadriana menatap tak percaya pada sosok Demian yang cukup percaya diri dihadapan nya.

"Tidak semudah itu fergusoh, aku tidak kekurangan pria tampan dan kaya raya di sekeliling ku..." lanjutnya narsis.

"Benarkah?" tanya Demian seraya menyeruput minumannya.

"Yes, kamu tahu? Aku sampai harus memakai make up agar terlihat buruk untuk menutupi kecantikan ku..." jawab Hadriana.

" Mengapa kamu sampai melakukan itu? Semua orang memakai make up untuk mempercantik diri bukan memperburuk diri, kamu memang aneh..." ucap Demian tak habis pikir dengan cara Hadriana yang diluar nalar.

"Terlalu cantik mengganggu pelajaran, aku kehilangan juara satuku karena terganggu dengan orang orang disekitar ku, mulai dari pria yang selalu menggodaku dan wanita yang selalu menggangguku karena masalah kalah pamor.."

"Dan kamu tahu? Aku sampai harus pindah sekolah pada saat SMP, saking gak bisa fokusnya belajar di sana, sampai akhirnya aku bersekolah disekolah agama, dengan make up jelek yang tidak pernah tertinggal..." tuturnya.

"Hahah, apakah kepala sekolah mu tahu tentang mu yang sering keluar masuk club malam? Bukankah itu dosa dari pelajaran mu di sekolah?" tanya Demian tertawa membayangkan seorang Hadriana yang selalu memakai pakaian terbuka dan sering keluar masuk club malam ternyata bersekolah disekolah islamic boarding high school.

"Tidak perlu tertawa, aku tahu memalukan, tapi bagaimana lagi, aku masih menyukai masa muda yang liar yang penting tidak sampai melakukan dosa besar seperti mu..." ujar Hadriana dengan bibir cemberut.

1
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor
Kanza: terimakasih bunda sudah mau meninggalkan jejak untuk menyemangati saya, dukung terus yah Bun❤️
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!