NovelToon NovelToon
Reneesha?

Reneesha?

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Komedi / Mengubah Takdir / Time Travel
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nayla

Reneesha Yeshe kirina al basten, adalah gadis cantik bermata hitam dan memiliki sifat dingin sedikit kejam, namun setelah kembali dari kematian, ia memutuskan kalau di kehidupan kedua ini, dirinya akan melakukan yang lebih extrem dari sebelumnya.


mon maap kalo cringe,
tapi minimal baca 12 bab.
di awal awal emang boring, tapi tolong tetap baca sampai bab terbaru ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

~Bab 28~

"Vatares bangsatt!!

Renee yang berada di samping Alucard sedikit bergeser, tersenggol sedikit saja dirinya yang akan di semprot oleh pria itu.

" Arghhhh!

"Brakh!

malang sekali nasib barang barang itu, mereka hancur karena tendangan Alucard yang emosi.

" Ren!! panggil Alucard pada Renee, sepertinya pria itu menyadari gerak gerik Renee yang mulai menjauhi nya.

"apa? Renee yang merasa dirinya di panggil langsung menghentikan langkah dan menatap Alucard dengan tatapan puppy.

Alucard yang melihat tatapan Renee langsung memasang wajah datar, emosinya semakin naik.

" Hufttt" Alucard mencoba menenangkan diri, pria itu menarik nafas panjang dan mengambil satu batang rokok dari saku nya.

ia lalu menyesap nikotin itu dengan tenang sambil melihat bintang bintang di langit.

"Ren!

" apa?

"minggat yok

" ogah

"Vatares itu bajingan!

" Renee setuju, Renee mengagguki ucapan Alucard, Menurutnya Vatares tidak lah se kejam itu, namun pria itu pantas di bilang bajingan tanpa hati nurani.

"kakak dapat apa? tanya Renee menatap Alucard.

" Kakak lupa, mungkin saking banyaknya pekerjaan yang di berikan oleh Vatares membuat Alucard kehilangan sedikit ingatan nya.

"Renee dapat hukuman ringan" ucap Renee dengan senyuman lega.

Alucard terkejut mendengar ucapan Renee, Ringan? mereka melakukan kejahatan yang sama dan Renee mendapatkan hukuman Ringan?.

perlakuan tidak adil apa ini?.

"emangnya apa? tatapan Alucard mulai menajam, pria itu berjalan perlahan menghampiri Renee.

" hehe, tinggal sama kakek 2 minggu, ucap Renee tersenyum canggung.

"2 minggu?

" bukannya 2 minggu lagi itu ulang tahun Rey sama kamu ya?

"iya,, balas Renee lesu

" ck ck ck"

"kakak ngerti penderitaan kamu Ren, 2 minggu tinggal sama kakek, pulangnya langsung ngerayain pesta ulang tahun"

ucap Alucard menepuk-nepuk puncak kepala Renee.

"semangat! pria itu lalu memberikan jari jempol pada Renee dan pergi meninggalkan kamar gadis itu.

" brengsek!

balkon kamarnya sudah seperti kapal pecah dan pria itu seenaknya saja datang dan pergi dari kamarnya.

Renee lalu keluar dari kamar untuk memanggil pembantu agar balkon kamarnya di bersihkan.

keesokan harinya.

"Brakh!

tiga orang siswi dengan make up menor dan baju ketat menggebrak meja Renee.

mereka membawa satu ember air kotor yang sepertinya air bekas pel pelan.

Renee tetap tenang, gadis itu tidak terpancing, sebaliknya ia tersenyum manis menatap mereka bertiga.

"kenapa? tanya Renee.

" Lo kan yang namanya Reneesha?! tanya salah seorang siswa yang berada di paling tengah, siswi itu menunjuk nunjuk wajah Renee dengan kasar.

"iya kenapa? tanya Renee menepis jari siswi itu.

" Brakh!!

"Brengsek lo ya!!

" gara gara lo Vanesha libur berhari-hari!! emosi siswi itu kembali menggebrak meja Renee.

Vanesha?

Renee lalu melirik Vanesha dan Irene yang sedang santai duduk di bangku nya masing-masing.

mereka tidak menunjukkan reaksi apa-apa yang bisa membuat Renee curiga, namun gadis itu terlalu cerdik, ia tahu kalau tiga siswi ini di bayar untuk mem-bully nya.

ia lalu kembali menatap mata siswi yang berada di depan nya ini, wajahnya benar-benar membuat Renee muak.

"jawab ga lo!! teriak siswi itu di depan mata Renee.

gadis itu tidak menjawab, ia hanya menatap mata siswi itu dengan tenang.

" Ck!

"Dasar bit*h!!!

mungkin karena sudah tidak kuat menahan emosi nya, siswi itu menarik kerah seragam Renee dan memaksanya bangkit dari tempat duduk.

" pegangin dia! perintah siswi itu pada kedua temannya.

tangan Renee di tahan oleh dua siswi itu, ia susah bergerak bahkan hanya untuk sekedar membalas.

"plak! satu tamparan mendarat di pipi Renee, sedikit darah keluar dari dalam mulut gadis itu, mungkin karena ia tidak sengaja menggigit sedikit lidah nya sendiri.

" hahaha

siswi yang berhasil mendaratkan satu tamparan di pipi Renee tertawa puas, ia awalnya hanya mengikuti apa yang di perintahkan sesuai bayaran nya, namun karena dari awal ia sudah membenci Renee, ia bisa gunakan kesempatan ini untuk balas dendam.

"plak! satu tamparan lagi mendarat di pipi Renee, namun gadis itu tetap tenang menerima tamparan itu, ia hanya diam dan tidak membalas.

seluruh perhatian siswa di kelas Renee hanya tertuju padanya yang mendapatkan pembullyan.

Mungkin karena ini pertama kalinya mereka melihat seorang Reneesha di keroyok.

"cuih!

" udah puas? tanya Renee dengan darah yang keluar dari dalam mulut nya.

"ha!

" puas?!

"belum bangsat!! teriak siswi itu menarik rambut Renee lalu menodong kan pisau pada leher Renee.

"hahahha

" hahahah

kedua teman siswi itu tertawa, sesaat mereka Melongarkan pegangan nya pada tangan Renee, gadis itu tidak melewatkan kesempatan, ia lalu menyikut salah satu dagu siswi yang menahan nya.

"bugh!

" bugh!

"bugh!

Renee lalu melayang kan pukulan bertubi-tubi pada area wajah siswi itu, yang membuat kepala siswi itu sedikit mendongak dengan darah segar yang keluar melaui hidung nya.

sebelum sempat breaksi menolong temannya, wajah salah satu siswi langsung terkena tinju Renee.

"bugh!

" bugh!

"bugh!

gadis itu tak memberi ampun, ia menghajar siswi itu dengan tinju kasar.

setelah kedua siswi itu terkulai lemas,Renee berbalik dan memasang senyuman jahat pada siswi terakhir yang sejak tadi menampar pipi indahnya.

siswi itu terlihat ketakutan dengan keringat dingin yang membasahi seluruh wajahnya, ia menatap ke bawah dan menyaksikan teman teman nya tak sadarkan diri dengan kondisi memprihatinkan.

"Liat apa lo? tanya Renee, gadis itu tiba tiba saja berada di hadapan siswi itu.

" Re-Ren A-ampun Ren"

"gu-gue yang salah" siswi itu memohon pada Renee dengan air mata yang mengalir deras, ia sudah salah memilih lawan, seharusnya sejak awal ia tidak menyentuh Renee.

"ampun?

" oke gue ampuni"

"be- beneran Ren? secercah harapan tumbuh di hati siswi itu saat melihat senyuman Renee yang terlihat tulus.

" setelah lo mati maksudnya "

"bugh!

" bugh!

"bugh!

" bugh!

"khakkhh!!

" Re-Ren ampun Ren

"bugh!

" bugh!

"bugh!

" mati aja sana lo" Renee tak menghiraukan permohonan siswi itu, ia dengan santainya menghajar tubuh siswi itu yang sudah mulai terkulai lemas.

Vanesha dan Irene yang menyaksikan eksekusi masal itu sedikit merinding, semoga saja Renee tidak mengetahui mereka lah yang membayar tiga siswi itu.

Renee lalu melirik ember berisi air kotor yang tadi mereka bawa, gadis itu lalu menyiramkan air kotor itu pada ke tiga siswi yang sudah mulai kehilangan kesadaran.

"byurr

" aduh bau nya,," ucap Renee berpura-pura menutup hidung.

seluruh kelas yang menyaksikan aksi Renee langsung merinding ketakutan, mereka tak ingin berada di posisi yang sama dengan ketiga siswi itu.

"brakh!

belum sempat aksi Renee tuntas, tiga orang anggota osis dan beberapa guru datang ke kelas Renee.

" ck! mood gadis itu sedikit memburuk, ini benar-benar timing yang sangat buruk.

Renee lalu di bawa oleh beberapa guru itu dan 1 orang anggota osis, yang lainnya menghampiri tiga siswi itu dan membawa mereka ke rumah sakit.

"ck!

" baru juga mulai!

Likean dan Karen tiba tiba saja muncul dari balik badan beberapa siswa, sejak awal mereka berdua ada di sana dari pertengkaran baru di mulai.

namun mereka bersembunyi agar tidak ketahuan Renee.

"Kean!

" apa?

"kita aduin Renee?

" kayaknya seru tuh!

mereka berdua lalu manggut manggut gak jelas sambil berpikir apakah akan mengadukan Renee atau tidak.

"mending jangan deh" seseorang tiba tiba saja menyahuti obrolan mereka berdua, Rey juga berada di sana mengikuti Kean dan karen.

"kenapa? tanya Likean menatap Rey heran.

" kalian juga bakal kena imbasnya karena gak nolongin kakak.

Rey lalu meninggalkan kelas Renee dan pergi ke ruang Bk menyusul kakaknya.

"aneh bener tu anak?

" tapi bener kan apa yang di bilang Rey tadi"

"iya juga ya?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!