NovelToon NovelToon
Belenggu Setelah Pernikahan : Terobsesi Kamu Season 2

Belenggu Setelah Pernikahan : Terobsesi Kamu Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Obsesi / Pelakor
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Drezzlle

Terobsesi Kamu Season 2


Demi bakti pada orang tua, Vira merelakan waktunya Jakarta-Bandung merawat sang ayah.

Namun, tanpa disadari, jarak yang ia tempuh justru menciptakan celah lebar di rumah tangganya sendiri. Ia perlahan kehilangan pijakan sebagai pendamping suami dan sosok ibu sambung bagi putri mereka.

Celah itu tak dibiarkan kosong. Hadirnya seorang tutor muda—Cintya yang begitu akrab dengan sang putri membawa badai hasutan yang mengguncang pondasi pernikahannya.

Ketika pengkhianatan mulai membayangi dan kenyamanan rumahnya mulai direbut, Vira tidak membiarkan kebahagiaannya dirampas begitu saja oleh mereka yang berniat menghancurkan.

"Kau terobsesi ingin memiliki suamiku?" Vira menatap tajam wanita muda yang menjadi tutor putrinya.

"Aku akan merebutnya dan menggantikan posisimu secepatnya, Vira," balas Cintya dengan seringai dingin.

Akankah Vira dan William mampu bertahan dalam menjalani pernikahan yang mulai terkoyak karena orang ketiga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Drezzlle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PLUS ++

"Setelah itu apa?" Vira mengerling manja, jemarinya menahan lengan kekar William saat pria itu hendak beranjak dari tempat tidur—gestur posesif yang menunjukkan bahwa ia belum ingin kehilangan kehangatan suaminya meski hanya sedetik.

William urung berdiri. Ia justru merunduk, mendekatkan bibirnya ke daun telinga Vira hingga embusan napasnya menggelitik saraf-saraf halus di sana. "Setelah ini ... aku akan memberikan seluruh duniaku padamu," bisiknya parau, disusul kecupan singkat di pipi sang istri sebelum melangkah menuju kamar mandi.

Vira tertegun sejenak dengan senyum yang sulit disembunyikan. Ia segera bangkit, menanggalkan blouse yang semula dikenakannya, lalu menggantinya dengan lingerie sutra berwarna merah muda yang jatuh dengan pas memeluk lekuk tubuhnya.

Di depan cermin, ia memulas riasan tipis, memberikan rona yang selaras dengan gairah yang mulai membuncah di dadanya.

Suara pintu kamar mandi yang terbuka diikuti derap langkah kaki yang berat membuat jantung Vira berdegup kencang. Lewat pantulan cermin, ia melihat pemandangan yang sanggup meluluhkan seluruh pertahanannya.

William berdiri di sana, hanya berbalut handuk putih di pinggang. Bulir-bulir air masih seting merambat di dada bidangnya, sementara rambutnya yang setengah basah memberi kesan maskulin yang liar.

Vira menelan salivanya. Meskipun mereka telah sah sebagai suami istri, melihat pemandangan itu secara intens membuat bagian tubuhnya di balik bra terasa berdenyut dan menegang.

Lampu tidur yang temaram menciptakan bayangan yang menari-nari di dinding saat William mengikis jarak. Ia merengkuh Vira dari belakang, memeluknya dengan kekuatan yang seolah ingin meleburkan dua raga menjadi satu.

"Aku mencintaimu. Izinkan aku membuktikan betapa gilanya aku menginginkanmu malam ini, Sayang," bisik William dengan suara rendah yang menggetarkan relung hati Vira.

"Hanya malam ini? Berarti besok tidak?" goda Vira, mencoba mencairkan ketegangan meski napasnya sendiri sudah mulai tak beraturan.

William mengeluh pelan, "Sayang, aku sedang mencoba romantis, mengertilah sedikit."

Tawa kecil lolos dari bibir Vira. Ia berbalik, melingkarkan lengannya di leher William. Tanpa aba-aba, William menyusupkan lengannya di bawah lutut dan punggung Vira, menggendongnya menuju hamparan seprai sutra yang terasa dingin—namun tak lama lagi akan membara.

Sentuhan William dimulai dengan pemujaan. "Kamu sangat cantik sekali, Sayang."

Kemudian, jemarinya menari di atas kulit Vira, menjelajahi setiap inci lekuk tubuh dengan kelembutan yang memabukkan.

Setiap usapan itu seperti aliran listrik yang membuat napas Vira kian pendek dan tersengal.

Bibir mereka kembali bertemu dalam pagutan yang lebih menuntut. William menyesap bibir Vira dengan intensitas yang seolah mampu menyerap seluruh keresahan yang selama ini mereka simpan.

Vira merespons dengan meremas rambut suaminya, menarik pria itu masuk lebih dalam ke dalam pusaran gairah yang nyata.

William membenamkan wajahnya di ceruk leher Vira, memberikan gigitan-gigitan kecil yang meninggalkan jejak kemerahan—tanda kepemilikan.

Anehnya, Vira tidak merasa sakit, ia justru mengerang rendah, menginginkan lebih banyak sentuhan yang lebih berani.

"Aku mencintaimu," bisik William tepat di depan bibir Vira, sebelum tangannya bergerak liar melepas kaitan bra dan membuang kain-kain yang menghalangi penyatuan mereka ke sembarang arah.

Semua penutup kini telah terhempas, menyisakan raga yang polos di bawah naungan temaram lampu.

Saat permainan jemari William mulai menjamah area paling sensitif, sebuah lenguhan panjang lolos dari bibir Vira. Tubuhnya melengkung, dadanya membusung saat sensasi kedutan nikmat mulai menjalar dari pusat tubuhnya. Vira yang biasanya dominan, kini hanya bisa pasrah, "terjajah" oleh keahlian suaminya.

"Kamu ingin posisi seperti apa, Sayang?" tanya William serak setelah menyesap habis gairah di inti tubuh istrinya.

Vira tak mampu menjawab. Tenaganya telah terkuras sejak suaminya membenamkan kepalanya diantara kedua pahanya sedari tadi. Ia hanya bisa mengerjapkan mata, memberikan kendali penuh pada pria itu.

William kemudian menanggalkan handuknya, lalu membimbing tangan Vira untuk menyentuh miliknya yang telah mengeras sempurna—sebuah insting membuat mata Vira membulat.

Dalam satu gerakan halus, mereka bertukar posisi. William membiarkan istrinya memegang kendali sejenak di atas tubuhnya yang kini merebah di seprai yang berantakan.

Vira mengikuti naluri, bergerak dengan ritme yang perlahan menjadi cepat. Gerakan yang dituntun William hingga membuatnya terhipnotis oleh bunyi gesekan dan aroma gairah yang memenuhi udara saat jemarinya seolah sedang melakukan adegan memerah susu sapi.

"Sayang, jangan buru-buru, nikmati setiap detiknya," ucap William lembut.

Saat puncak kenikmatan sudah di pelupuk mata, William kembali menarik tubuh Vira ke bawah kungkungannya. "Aku akan pelan-pelan. Remas bahuku jika terasa sakit," bisiknya sebelum memulai penetrasi.

Vira meringis, merasakan sensasi robekan kecil namun hangat saat pusat tubuhnya dipenuhi oleh pusaka milik suaminya. Ia mencengkeram bahu lebar itu kuat-kuat, memejamkan mata saat William melakukan sentakan-sentakan awal untuk menyesuaikan diri.

William segera menyambar bibir Vira, mengalihkan rasa perih itu menjadi aliran nikmat yang membakar.

"Masih sakit?" tanya William lirih setelah jeda sejenak.

Vira menggeleng lemah, mulai menikmati dorongan dan tarikan yang dilakukan suaminya. Rasa panas menjalar ke seluruh sarafnya, menciptakan letupan-letupan kecil di dalam rahimnya. William mempercepat ritme saat merasakan benih-benihnya siap dilepaskan.

Hingga akhirnya, sebuah ledakan nikmat membawa mereka pada titik puncak yang luar biasa. William mengerang, mendekap tubuh Vira erat-erat saat ia melepaskan seluruh cairannya ke dalam rahim sang istri. Napas mereka memburu, bersahutan di keheningan kamar.

Namun, di tengah dekapan hangat di balik selimut, kesadaran Vira tiba-tiba kembali. Ia teringat akan sesuatu yang terkait keinginan mertuanya.

Vira menepuk bahu William dengan nada panik, "Sayang, aku lupa memintamu pakai pengaman!"

William mengerutkan dahi, menatap istrinya dalam-dalam. "Untuk apa?"

Bersambung...

1
Rain
Senengg banget pas inneke blg “harusnya kau metong aja” MEMANG WOYY HARUSNYA LU MENINGSOY AJA🤭🤭

Cynthia mending lu oplas di korea aj sana biar balik muka lu🤣🤣

Tapii thor avah iya ineke sma monic lu kgk kasi shok terapi karma gt
JR Rhna
ksnapa dalam cerita ini banyak sekali kebohongan
D'Mas0712
pasti si nenek lampir seneng mau cariin pengganti vira
D'Mas0712
lah .. amnesia.. aku juga sering amnesia thor kalo waktunya bayar cicilan 🤭🤭😄😄
Vanilla Ice Creamm
nah kan beramtem sendiri....
Aruna02
dua lagi wiliam padahal itu si ineke sama monic habisin aja tuman 🙄🙄
Addb_Rh
kasihan si vira. gara-gara siluman rubah itu. Semoga gak selamat deh Silumannya😩
Addb_Rh
Will, kamu tuh ngeri-ngeri sedep.
itu, bapanya pun prnh lenyap si tangannya🥲
Vanilla Ice Creamm
ngeselin authornya 😩
disiksa trs pemeran utamanya 🔪🔪🔪🔪
Rain
Kaga usah akting panik gitu inneke😌 Itu emg lu seneng kan😌😌 Ah udah deh usaha lagi bang will dari nol. Entah si cika bkal seneng apa bkal bantu bapaknya nanti
Alessandro
apes bnr si vira... dpt ipar & mertua kek eeg
Alessandro
lha monic amsyong bgt kau... ggda krjaan apa, ikut campur ipar
Adyvi
Dih, mertuanya 🙂 pingin banget ngedepak mantunya kayaknya. Atau biar Vira enggak bersaksi macem-macem tentang Cyntia?
Alfatia🌷
Ngebayangin kondisi Lintah darat itu sedikit ngilu, gimana gilanya Wiliam saat terus menghantam.
Alfatia🌷
Ngeri-ngeri sedep. Vira tahu nggak suaminya kayak gini kalau marah
Rain
🙈🙈 Rahangnya ampe copot emg manusia g ada hati si William tuh,, kayanya vira parah deh apa jgn2 dia inget ya nanti dy masi gadis trus g knal sma anaknya itu cika dan kawan2. Pengen bgt monik sma ineke jg dpt salam oleh raga dikit dri dy😭
D'Mas0712
wah.. mengerikan pembunuh berdarah dingin ternyata. tp gpp sih kalo demi kebaikan. astaga membunuh kan kriminal juga yak 😄
D'Mas0712
suka dengan tindakan bang will.. sat set wat wet .. no ruwet.. lanjutkan bang. kl bisa monic gantung di tiang bendera.
Addb_Rh
waduhh, Hati-hati kalean yah.. William kalo kambuh gak pandang bulu.. Rrrrrrr😰
Addb_Rh
tolong jaga bi Ijah, jan sampe di tendang keluar oleh dua nenek lampir. Saksi kunci itu😢

BTW.. Wil, lebih kenceng lagi c*kek nya.. sini aku bantuin...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!