NovelToon NovelToon
MAFIA DAN GADIS CANTIK

MAFIA DAN GADIS CANTIK

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:16.2k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Steve Lim tak pernah menyangka dirinya akan dijebak oleh oknum pemerintah yang bekerja sama dengan organisasi mafia yang dipimpinnya, mereka ingin menjebloskan Steve Lim ke penjara dengan dugaan pemerasan serta pencucian uang atas tanah di wilayah Makau yang terkenal dengan pusat industri kasino globalnya. Dimana Makau dijuluki Las Vegas dari Timur.

Pada saat dia mencoba menyelamatkan dirinya dari jebakan para oknum pemerintah, tak sengaja dia bertemu dengan seorang gadis bernama Ruolan Tan yang membantunya bersembunyi dari kejaran musuhnya.

Bagaimana kisah mereka berdua selanjutnya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 RAHASIA DI BALIK MAFIA

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang penuh kekhawatiran. "Ruolan, jangan lakukan itu. Kamu tidak bisa percaya Wong."

Ruolan Tan tersenyum dan memandang Steve Lim. "Aku tahu apa yang aku lakukan, Steve. Aku akan menghancurkan Wong, dan aku akan memastikan bahwa kamu aman."

Steve Lim memegang tangan Ruolan Tan. "Aku tidak ingin kamu melakukan ini sendirian, Ruolan. Aku ada di sini untuk kamu."

Ruolan Tan memandang Steve Lim dengan mata yang penuh kasih. "Aku tahu, Steve. Aku juga ada di sini untuk kamu. Aku akan selalu ada di samping kamu, tidak peduli apa yang terjadi."

Steve Lim tersenyum dan membelai Ruolan Tan. "Aku cinta kamu, Ruolan. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu."

Ruolan Tan tersenyum dan membelai Steve Lim. "Aku juga cinta kamu, Steve. Aku akan selalu mencintai kamu, tidak peduli apa yang terjadi."

Wong memandang mereka berdua dengan mata yang penuh kemarahan. "Cukup! Aku tidak ingin melihat ini lagi!"

Ruolan Tan tersenyum dan memandang Wong. "Aku akan bergabung dengan kamu, Wong. Tapi aku ingin Steve Lim pergi."

Wong tersenyum dan memandang Steve Lim. "Baiklah, Steve Lim. Kamu bisa pergi. Tapi ingat, Ruolan Tan sekarang milik aku."

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang penuh kekhawatiran. "Aku akan kembali, Ruolan. Aku akan menyelamatkan kamu."

Ruolan Tan tersenyum dan memandang Steve Lim. "Aku tahu, Steve. Aku akan menunggu kamu."

Steve Lim meninggalkan gudang tua, meninggalkan Ruolan Tan yang sekarang menjadi tawanan Wong. Dia berlari menuju mobilnya, pikirannya dipenuhi dengan kekhawatiran tentang Ruolan Tan.

Tiba-tiba, ponselnya berdering. Dia menjawab, dan suara Alex terdengar di seberang garis.

"Steve, aku sudah menemukan informasi tentang Wong. Aku akan mengirimkannya ke ponsel kamu."

Steve Lim mengangguk, meskipun Alex tidak bisa melihatnya. "Baiklah, Alex. Aku akan melihatnya."

Ponselnya berbunyi, menandakan bahwa Alex telah mengirimkan informasi tersebut. Steve Lim membuka pesan itu dan membaca informasi tentang Wong.

Tiba-tiba, dia mendengar suara Ruolan Tan di belakangnya. "Steve, aku ada di sini."

Steve Lim berbalik dan melihat Ruolan Tan berdiri di belakangnya, dengan senyum di wajahnya.

"Bagaimana kamu bisa keluar?" tanya Steve Lim, suaranya penuh kekaguman.

Ruolan Tan tersenyum. "Aku memiliki rencana, Steve. Aku akan menghancurkan Wong dari dalam."

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang penuh kasih. "Aku cinta kamu, Ruolan. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu."

Ruolan Tan memelai Steve Lim. "Aku juga cinta kamu, Steve. Aku akan selalu mencintai kamu, tidak peduli apa yang terjadi."

Tiba-tiba, Wong muncul di belakang Ruolan Tan, dengan senyum jahat di wajahnya. "Aku tidak akan membiarkan kamu berdua bersatu lagi!"

Steve Lim memandang Wong dengan mata yang penuh kebencian. "Kamu tidak akan pernah bisa memisahkan kami, Wong."

Ruolan Tan tersenyum dan memandang Wong. "Aku sudah siap, Wong. Aku sudah siap untuk menghadapi apa pun yang kamu lakukan."

Wong tersenyum jahat dan mengangkat tangannya, memanggil beberapa anak buahnya. "Bawa mereka ke ruang interogasi! Dan jangan lupa, buat mereka berbicara!"

Beberapa anak buah Wong muncul dari bayang-bayang, siap untuk menghadapi Steve Lim dan Ruolan Tan. Steve Lim dan Ruolan Tan siap untuk melawan, mereka berdua memiliki kemampuan bela diri yang sangat baik.

Pertarungan pun dimulai. Steve Lim menghadapi tiga anak buah Wong, sementara Ruolan Tan menghadapi dua anak buah lainnya. Mereka berdua bergerak dengan cepat dan lincah, menghindari serangan-serangan anak buah Wong.

Steve Lim menggunakan teknik bela diri yang sangat cepat, memukul dan menendang anak buah Wong dengan sangat cepat. Ruolan Tan menggunakan teknik bela diri yang lebih elegan, menggunakan gerakan yang lebih halus untuk menghindari serangan anak buah Wong.

Pertarungan berlangsung sangat seru, dengan Steve Lim dan Ruolan Tan berhasil mengalahkan anak buah Wong satu per satu. Wong memandang mereka berdua dengan mata yang penuh kemarahan, tidak percaya bahwa anak buahnya bisa dikalahkan dengan mudah.

"Kamu berdua... kamu berdua tidak akan pernah bisa mengalahkan aku!" Wong berteriak, sambil mengeluarkan pistolnya.

Steve Lim dan Ruolan Tan siap untuk menghadapi Wong, mereka berdua tahu bahwa pertarungan belum berakhir.

Wong memandang Steve Lim dan Ruolan Tan dengan mata yang penuh kemarahan, pistolnya diarahkan ke arah mereka. "Kamu berdua tidak akan pernah bisa mengalahkan aku! Aku adalah Wong, raja mafia ini!"

Steve Lim tersenyum dan memandang Wong dengan mata yang penuh kebencian. "Kamu bukan raja, Wong. Kamu hanya seorang penjahat yang akan dihukum."

Ruolan Tan menambahkan, "Dan kami akan menjadi yang menghukum kamu, Wong."

Wong tertawa jahat. "Kamu berdua tidak bisa mengalahkan aku! Aku memiliki banyak anak buah, aku memiliki uang, aku memiliki kekuasaan!"

Steve Lim memandang Wong dengan mata yang penuh keyakinan. "Tapi kamu tidak memiliki kehormatan, Wong. Dan itu adalah kelemahanmu."

Wong memandang Steve Lim dengan mata yang penuh kemarahan, lalu menembakkan pistolnya ke arah dinding, membuat Ruolan Tan dan Steve Lim melompat ke samping untuk menghindari pecahan tembakan.

Dalam gerakan yang cepat, Steve Lim melompat ke arah Wong dan menendang pistolnya, membuatnya terlempar ke lantai. Ruolan Tan melompat ke arah Wong dan mengikatnya dengan tali yang ada di dekatnya.

"Kamu sudah kalah, Wong," kata Steve Lim dengan suara yang dingin.

Wong memandang Steve Lim dan Ruolan Tan dengan mata yang penuh kebencian. "Kamu berdua... kamu berdua tidak akan pernah bisa mengalahkan aku!"

Ruolan Tan tersenyum. "Aku pikir kamu salah, Wong. Kami sudah mengalahkan kamu."

Steve Lim memandang Wong dengan mata yang penuh kebencian. "Kamu sudah melakukan banyak kejahatan, Wong. Aku pikir sudah waktunya kamu membayar untuk itu."

Wong memandang Steve Lim dengan mata yang penuh kemarahan. "Kamu tidak bisa melakukan ini, Steve. Aku memiliki banyak uang, aku memiliki banyak kekuasaan!"

Ruolan Tan menambahkan, "Tapi kamu tidak memiliki kehormatan, Wong. Dan itu adalah kelemahanmu."

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang penuh kasih. "Aku pikir sudah waktunya kita serahkan kamu ke polisi, Wong."

Wong memandang Steve Lim dan Ruolan Tan dengan mata yang penuh kebencian. "Kamu berdua... kamu berdua tidak akan pernah bisa mengalahkan aku!"

Tiba-tiba, suara sirene polisi terdengar di luar. "Polisi! Buka pintu!"

Steve Lim tersenyum. "Aku pikir itu adalah tamu kita, Wong."

Ruolan Tan menambahkan, "Aku pikir sudah waktunya kamu pergi, Wong."

Polisi masuk ke dalam ruangan dan menangkap Wong, membacakan hak-haknya. Wong memandang Steve Lim dan Ruolan Tan dengan mata yang penuh kebencian, lalu dibawa pergi oleh polisi.

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang penuh kasih. "Aku pikir kita sudah berhasil, Ruolan."

Ruolan Tan tersenyum. "Aku tahu kita bisa, Steve. Aku selalu percaya pada kita."

Steve Lim membelai Ruolan Tan. "Aku cinta kamu, Ruolan."

Ruolan Tan membelai Steve Lim. "Aku juga cinta kamu, Steve."

1
Tobatos Corp
kemampuan yang meningkat
Tobatos Corp
harus hati hati ini
Tobatos Corp
semakin seru
Faniah Haidar
♥️♥️♥️
Faniah Haidar
💐💐💐
Faniah Haidar
penasaran gimana endingnya 🤭
Tina Andara
mudah mudahan Roulan Tan terbuka matanya ya kan
Vania Andina
Roulan Tan kau kan bisa bela diri napa gak kau hajar dia
Raisa Andriana
semangat tor
Tina Andara
gak ada yang gratis kan Tan
Tina Andara
kan udah tahu kalau Steve tuh mafia Tan
Tina Andara
lari Tan ! lari... !
Tina Andara
nyali juga nih Ruolan Tan
Tina Andara
pasti seru nih ceritanya
Vania Andina
lanjut aja deh thor
Vania Andina
satunya belum kelar thor dah bikin lagi satu karangan film baru thor
Raisa Andriana
lanjut
Yuniar Farah
next thor 👍
Larasati John
bos geng nih ceritanya, laki banget sekarang,,, semangat steven lim,,,
Faniah Haidar
semangat thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!