Elang Erlangga seorang mafia kejam berdarah dingin. Suatu malam Erlangga di kepung oleh para musuhnya di kota Jogja, saat sedang menjalankan sebuah misi untuk mencari ibu nya. Karena kebocoran informasi pada tentang keberadaan nya, dia nyaris mati. Untung nya dia di selamatkan oleh seorang gadis desa baik hati. Tersentuh akan kebaikan dan kelembutan sang gadis desa. membuat Elang ter obsesi untuk bisa memiliki gadis desa tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
Di dalam sebuah mansion mewah Nilam masih berdiri dengan perasaan hawatir. Ia amat takut, kalau kalau putra satu-satunya berbuat hal yang tidak terpuji pada Meisya. Bagaimana pun selama ini Elang tinggal dengan Daddy nya, pasti lah, sifat Daddy nya yang Elang ikuti.
"Kau terlalu takut, Nilam. Elang tidak akan senekat seperti yang kau bayangkan." kata Cha Jinggou sambil melangkahkan mendekati istri nya yang belum bis menerima nya kembali.
Nilam menoleh ke arah chao Jinggou dengan pandangan tajam. "Siapa yang menjamin itu. Jika Daddy nya adalah kamu?"
Chao Jinggou tertawa pelan. lalu semakin melangkah mendekat ke arah Nilam, hingga mereka tak lagi berjarak. Ia meraih pinggang Nilam, Nilam mencoba melepaskan tangan chao Jinggou dari pinggang nya, tetapi dia kalah tenaga dan chao Jinggou. "Lepaskan aku Jinggou!!!"
Bukan nya melepaskan dekapannya pada pinggang ramping Nilam semakin erat. Ia hirup aroma yang selama ini ia rindukan. Aroma yang mampu membuat nya candu. "Diam lah Nilam, Aku hanya ingin mengingat kan mu tentang Awa pertemuan kita yang begitu indah." bisik Chao Jinggou di telinga Nilam. Hembusan nafas pendek chau Jinggou meninggal rasa aneh pada telinga nya. Bahkan Meski Nilam mengelak nya ribuan kali, nyatanya rasa itu tetap ada di dalam dada nya.
"Apa yang bicarakan lepaskan aku!! ingat janji mu Jinggou, aku hanya mau kesini jika kau tak melampaui batas!! Gertak Nilam.
Mendengar gertakan Nilam, mau tak mau chao Jinggou akhirnya melepaskan pelukannya pada pinggang Nilam, dengan perasaan tak rela. "Sudah lah Nilam, kau tak perlu banyak berfikir. Elang masih mewarisi darah mu yang lembut itu. Dia tak akan pernah mampu menyakiti, seseorang yang dia sayangi." Kata chao Jinggou lagi. Dan langsung pergi begitu saja, karena setiap berada di dekat nilam. Hasratnya selalu bergejolak tak bisa di kendalikan. Dari pada membut Nilam semakin membenci nya. Lebih baik dia menghindari Nilam saja.
Nilam memandang punggung chau Jinggou yang semakin menjauh, Ada rasa yang sulit ia jelaskan dengan kata kata. Dan juga ego nya yang terlalu besar, menolak keras bahwa dia masih saja terpesona dengan sosok yang telah menyakiti itu.
*
*
*
"Kau sudah selesai berkemas sweetie?" Tanya Elang dengan bersandar pada pintu kamar yang Meisya tempati.
Meisya menoleh, tetapi tangannya masih sibuk memasukkan barang-barang nya ke dalam koper. Padahal saat mereka datang kesini, mereka datang dengan tangan kosong. Tetapi begitu mereka akan kembali, mereka kembali dengan koper koper yang terisi penuh. "Ya, sebentar lagi."
Elang melangkah untuk membantu Meisya merapikan barang-barang nya, hingga tak sengaja Elang menyentuh barang yang agak menonjol dan lembut. Karena penasaran Elang mengambil nya dan melihat nya dan melihat nya dengan lebih jelas. Kebetulan Meisya yang sedang menengok ke arah Elang yang sedang memegang benda penutup dadanya.
Elang mematung setelah mengetahui benda tersebut ternyata adalah barang pribadi Meisya yang seharusnya tidak boleh ia lihat. Sedangkan Meisya langsung buru-buru merebut pakaian dalam nya dari Elang. "Dasar mesum! Kenapa pegang-pegang barang pribadi orang sembarangan!! Sunggut nya, menahan malu.
Elang jadi salah tingkah di buatnya. " Em.. Maaf! Aku tidak sengaja." katanya lalu berdiri dan hendak menghindar, dari kejadian yang sangat memalukan itu. Bahkan wajah putih nya kini sudah berubah warna menjadi merah. Karena saking malunya. Elang melangkah dengan buru-buru hingga kaki nya tersandung tas Meisya, yang tergeletak tak jauh dari situ.
Elang terjungkal kebelakang, dan tak sengaja ambruk menimpa tubuh Meisya, yang masih sibuk untuk berkemas. "Aduh..!" Keluh Meisya ketika tubuh keras Elang menghantam punggung nya. Elang berusaha langsung kembali berdiri. " Maaf Meisya." Sesal nya langsung keluar dari kamar Meisya dengan terburu-buru.
Meisya menatap kepergian Elang dengan rasa geli. Tapi beberapa detik kemudian, dia ingat, tujuan nya adalah untuk bisa kabur dari Elang. Bukan untuk menikmati momen kebersamaan mereka.
*
*
*
Elang berjalan beriringan dengan Meisya di belakang mereka berjejer beberapa pengawal. Mereka melangkah dengan pasti, dan ingi segera pulang ke mansion. Baru saja Elang dan Meisya hendak menaiki mobil, Seseorang wanita cantik dengan beberapa pengawal di belakang nya menghentikan langkah Elang yang hendak membukakan pintu mobil untuk Meisya.
"Elang!! Ini kah wanita yang kau pilih? Demi dia, kau membatalkan perjodohan kita secara sepihak?" Teriak gadis tersebut tiba-tiba dengan jari yang menunjuk Meisya. Dan wajahnya yang seolah menghina dan merendahkan Meisya. Meisya tetap tenang terkendali, toh itu bukan urusan nya.
Sedangkan Elang mengeryit tak suka, dengan nada sombong wanita tersebut, yang pernah di jodohkan Daddy nya dengan nya. Tapi dari Awal Elang sudah menolak wanita yang berada di hadapan mereka saat ini.
"Xio-xio jangan berlebih-lebihan.. Kamu dari awal juga tau, bahwa aku, tidak pernah suka pada mu. Dan perjodohan itu murni kesepakatan Kedu orang tua kita saja. Dan aku tidak pernah ikut Adil di dalam nya.
Untuk setelah dialog ada dialog tag, itu pakai huruf kecil ya. Akhiran dialog itu pakai koma, jika bukan tanda tanya atau tanda seru, kecuali selanjutnya adalah aksi setelah dialog jika pakai titik.
Pliss namanya aestheticc bgt lhoo🫣
Contoh:
Dadanya bergedup kencang dan wajahnya peluh oleh keringat dingin yang membasahinya.
Ini contoh sederhana yang masih bisa disempurnakan.
→ Dengan hasutan...
→ Karena hasutan...
Tanpa menyebut lagi pun ini sudah menjelaskan.