NovelToon NovelToon
Penantang : Dari Sekolah

Penantang : Dari Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Action / Duniahiburan / Fantasi
Popularitas:751
Nilai: 5
Nama Author: Xdit

Rio Mahadipa adalah Korban bully di sekolahnya semasa dia Berada di sekolah menengah, tetapi saat dia tidur dirinya mendapati ada yang aneh dengan tubuh nya berupa sebuah berkat lalu dia berusaha membalas dendam nya kepada orang yang membully nya sejak kecil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xdit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman - 2

Liam segera menarik tubuhnya ke samping setelah tendangannya mengenai tangan Ravel. Langkahnya ringan tapi jelas tergesa, napasnya belum sempat kembali normal.

Dengan suara yang masih dijaga agar terdengar sopan, meski jelas tegang, ia berkata. "maafkan aku paman,tapi kau yang memulai duluan.."

Rio dan Kris ikut mundur beberapa langkah, punggung mereka dingin, naluri bahaya terus berteriak di kepala masing-masing.

Namun Ravel justru berhenti. Ia merogoh sakunya dengan santai dan mengeluarkan handphone, ekspresinya tidak berubah sedikit pun, rasanya situasi barusan hanyalah gangguan kecil. Ia menatap layar ponsel itu dengan senyum tipis.

"Wah dia sudah menghubungi ku..Ahh maafkan aku.., sepertinya akan sedikit lama.."

Sikapnya yang terlalu tenang justru membuat udara di sekitar mereka semakin berat.

Mata Kris membesar. Otaknya bekerja cepat, menyusun potongan-potongan kecil dari sikap Ravel, nada bicaranya, dan timing yang aneh ini. Jika sudah berbicara seperti itu, Maka pertarungan tidak akan bisa di hindari.

Tanpa berkata apa-apa, Kris langsung bersiap. Kaki kanannya mundur ke belakang, kaki kiri di depan, tubuhnya sedikit merendah. Rio dan Liam menangkap maksudnya. Mereka ikut menyesuaikan posisi, walau rasa takut jelas belum hilang.

Ravel menutup handphone itu dan menyelipkannya kembali. Senyumnya sedikit melebar. "Ah dia sudah marah, maka Aku harus mempercepatnya!."

Kalimat itu belum sepenuhnya dicerna ketika tubuh besar Ravel menghilang dari tempatnya berdiri.

Dalam sekejap, Ravel sudah berada di depan mereka. Tangan kirinya menghantam wajah Liam tanpa peringatan. Benturan keras terdengar, dan tubuh Liam terpental jauh, jatuh lalu terseret di atas tanah sebelum berhenti.

Di saat yang sama, tangan kanan Ravel mencengkeram kepala Rio. Telapak tangannya menutup wajah Rio sepenuhnya sebelum membantingnya ke tanah dengan kekuatan brutal.

"Inilah pelajaran sopan santun dari paman.."

Senyumnya tetap ada, tidak retak, tidak berubah.

Setelah menjatuhkan dua orang sekaligus, Ravel langsung berbalik ke arah Kris. Namun Kris sudah bergerak. Saat Ravel menerjang, Kris melakukan salto ke samping kiri, tubuhnya melayang rendah dan lolos tepat di sisi Ravel.

Ia mendarat dan segera melompat mundur, menjauh. Matanya gemetar saat melihat Rio terkapar di tanah dan Liam terlempar jauh.

Mereka berdua di kalahkan langsung?.lalu apa yang bisa kulakukan sendirian?.

Meski pikirannya diliputi ketakutan, tubuh Kris tetap bergerak. Ia meloncat ke depan dengan cepat, menempelkan kedua tangannya ke tanah, mengangkat kakinya, lalu membuka keduanya lebar. Tubuhnya berputar ke kanan, dan tendangan keras diarahkan ke kepala Ravel.

Namun Ravel masih tersenyum. Tangannya bergerak cepat menangkap kaki Kris. Tubuh Kris terangkat ke udara, ekspresinya berubah panik, seluruh tenaganya terkunci tanpa bisa melepaskan diri.

Ravel mengencangkan cengkeramannya, bersiap membanting Kris ke tanah dengan satu gerakan.

Saat tangan Ravel terangkat tinggi, tubuh Kris tak sempat berontak. Dalam satu gerakan keras, Ravel membantingnya ke tanah. Suara benturan terdengar berat, membuat napas Kris terhenti sesaat dan matanya memutih. Namun sebelum Ravel sempat melanjutkan, bayangan lain melesat dari samping.

Liam sudah berlari. Kakinya menghantam tanah sekali, lalu tubuhnya melayang. Ia berputar penuh di udara, 360 derajat yang rapi dan cepat, gerakan yang sudah terpatri sejak ia menjadi juara Taekwondo sejak SMP.

Tendangannya mengarah lurus ke wajah Ravel. Benturan itu cukup membuat kepala Ravel sedikit bergeser ke samping. Cengkeramannya terlepas, dan tubuh Kris jatuh bebas ke tanah.

Ravel berdiri tegak kembali. akhirnya matanya terbuka. Tatapannya tertuju pada Liam. "Hebat sekali.. seperti kau punya potensi.." katanya sambil menunjuk Liam, nadanya santai, hampir kagum, seolah baru saja menilai barang menarik.

Kris bangkit dengan susah payah, sementara Liam menarik napas kasar. Keduanya menoleh ke arah Rio yang masih tersungkur di tanah, tak bergerak. Dada mereka terasa panas. Amarah menggantikan rasa takut, menekan pikiran mereka sampai nyaris meledak.

Ravel ikut menoleh ke arah Rio, lalu kembali ke Liam dan Kris.

"Maafkan paman yah, seperti aku sedikit kasar pada anak yang di sana."

Ia tertawa kecil, ringan, tidak peduli. "Bisa saja dia ...Mati.."

"Hah!." Mata Kris membesar, urat di lehernya menegang. "Lucu sekali,mana mungkin dia mati Hanya dengan seperti itu?."

Tanpa aba-aba, Kris dan Liam langsung maju. Liam bergerak ke kiri, Kris ke kanan. Mereka berlari bersamaan, menyerang dari dua sisi. Tendangan kaki kanan Liam mengarah ke dada Ravel, sementara Kris meluncurkan cross ke arah wajahnya.

Dua serangan itu datang hampir bersamaan, cepat dan tepat. Namun Ravel menahannya dengan mudah. Satu tangan menahan tendangan, tangan lain menghentikan pukulan. Mata Liam dan Kris melebar, napas mereka tertahan.

Dalam satu momen singkat, Ravel mengepalkan kedua tangannya dan menghantam wajah mereka secara bersamaan. Tubuh Kris dan Liam terpental ke arah berlawanan,

mereka jatuh keras di sisi kiri dan kanan Ravel, meninggalkan sosok besar itu berdiri sendirian di tengah jalan, masih dengan senyum yang sama.

1
DANA SUPRIYA
kasihan Rio, sabar ya walaupun sabar itu membuat hati kesal
lyks kazzapari
ya saya bantu dg like dan hadiah 😄
Rdt: wah makasih banyak,aku jadi ngerepotin kamu jadinya 😅
total 1 replies
Hans_Sejin13
jangan lupa bantu saya kak
Rdt: oke ,udah ku bantu
total 1 replies
Rdt
peak
Anisa Febriana272
Mampir, jangan lupa mampir juga ya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!