Seorang dokter muda yang sangat di segani banyak orang karena kepintaran dan keahliannya dalam menangani pasien.
Suatu hari ia dalam perjalanan pulang setelah menghadiri acara konferensi pers namun ada yang menyabotase mobil pribadi nya.
Bagaimanakah nasib dokter muda tersebut?
Akankah dia selamat atau..
Yuk temukan jawabannya di dalam cerita ini..!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xvynglta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menuju Lembah Tianyuan
Setelah kembali dari Kota Wuyou, Fang Yin dan rombongannya segera kembali ke istana Kekaisaran Lin menggunakan formasi teleportasi.
Begitu tiba, Fang Yin langsung menuju aula utama.
Kaisar Lin dan Permaisuri Lin Xia sudah menunggunya.
Pangeran Lin Hua berjalan di samping Fang Yin, sementara Kaisar Pei Yue berada beberapa langkah di belakang.
Nuan, Hanzo, Yao, dan Hao ikut memasuki aula
Kaisar Lin menatap mereka
“Kalian kembali lebih cepat dari perkiraanku.”
Fang Yin tersenyum
“Kami menggunakan teleportasi, Ayahanda.”
Kaisar Lin mengangguk
"Bagus, jadi apa yang kalian temukan?”
Fang Yin meletakkan surat dan token hitam di atas meja
“Klan Ye.”
Ekspresi Kaisar Lin berubah
“Lalu?”
Fang Yin menarik napas
“Mereka mengetahui tentang Ibu.”
Permaisuri Lin Xia langsung berdiri
“Yuexin?”
Fang Yin mengangguk
“Mereka juga menyebut Lembah Tianyuan.”
Suasana aula mendadak sunyi, Kaisar Lin menatap Permaisuri Lin Xia.
Sepertinya nama itu membawa kenangan yang tidak menyenangkan
“Ayahanda tahu tempat itu?”
“Ya.”
Kaisar Lin berjalan menuju jendela
“Lembah Tianyuan bukan tempat biasa.”
Pangeran Lin Hua bertanya,
“Seberapa berbahaya ayahanda?”
Kaisar Lin menjawab,
“Dahulu, sebelum Kekaisaran Lin berdiri seperti sekarang, ada sebuah organisasi yang menguasai wilayah itu.”
Fang Yin memperhatikan ayahnya
“Organisasi apa ayah?”
“Istana Tianming.”
Kaisar Pei Yue yang sejak tadi diam akhirnya berbicara
“Istana Tianming?”
Kaisar Lin mengangguk
“Organisasi itu sudah dianggap musnah lebih dari dua puluh tahun lalu.”
Fang Yin menggenggam surat ibunya
“Kalau begitu kenapa mereka muncul lagi sekarang?”
Kaisar Lin tidak langsung menjawab
Permaisuri Lin Xia justru berkata pelan,
“Mungkin karena mereka mengetahui bahwa putri Yuexin masih hidup.”
Fang Yin membeku
“Jadi Ibu memang pernah dikejar mereka?”
Permaisuri Lin Xia mengangguk
“Iya nak."
Malam itu, Fang Yin tidak langsung pergi. Ia makan malam bersama Kaisar Lin, Permaisuri Lin Xia, dan Lin Hua.
Nuan juga ikut duduk, Hanzo dan Yao berada di halaman sambil menikmati buah spiritual.Hao Si memilih duduk di atap.
Kaisar Lin memandang meja
“Kenapa makanan malam ini berbeda?”
Fang Yin tersenyum
“Aku yang memasak, khusus untuk kalian semua.”
Lin Hua langsung mengambil ayam kecap
“Kalau begitu aku harus mencoba.”
Pangeran Lin kemudian mencicipinya, matanya langsung membesar
“Wah aku belum pernah makan masakan seperti ini.”
Kaisar Lin ikut mencicipi
“Hmm, bahkan masakan istana tidak seenak ini."
Permaisuri Lin Xia tersenyum
“Rasanya mengingatkanku pada masakan Yuexin.”
Fang Yin terdiam
“Ibu juga memasak seperti ini?”
“Dulu.”
Lin Xia tersenyum lembut
“Kalian mungkin tidak sadar, tetapi cara kalian memasak sangat mirip.”
Fang Yin tersenyum, untuk sesaat ia merasa seperti benar-benar berada di rumah.
Pangeran Lin Hua mengambil lauk lagi
Fang Yin langsung menepuk tangannya,
“Gege, itu sudah porsi ketiga.”
“Aku sedang bertumbuh.”jawab Pangeran Lin Hua santai
“Gege kau sudah dewasa.”
“Masih bisa bertumbuh.”
Nuan tertawa
Kaisar Lin bahkan ikut tertawa.
Suasana yang biasanya dipenuhi urusan politik malam itu berubah menjadi seperti keluarga biasa.
Keesokan harinya, Fang Yin memutuskan berangkat menuju Lembah Tianyuan.
Kaisar Lin awalnya ingin mengirim pasukan
Namun Fang Yin menolak,
“Ayahanda, semakin banyak orang justru akan membuat kita mudah diketahui.”
Pangeran Lin Hua mengangguk
“Aku ikut Yin'er.”
Kaisar Pei Yue juga berkata,
“Aku juga.”
Kaisar Lin memandang mereka berdua
“Hmm baiklah.”
Ia kemudian melihat Fang Yin
“Jaga dirimu nak.”
"Baik ayah." ucap Fang Yin tersenyum
Mereka kembali menggunakan formasi teleportasi.
Namun karena Lembah Tianyuan terlalu jauh dari kota mana pun, mereka hanya bisa berteleportasi sampai sebuah desa di kaki pegunungan.
Dari sana mereka terpaksa menyewa kuda untukmelanjutkan perjalanan ke Lembah Tianyuan.
Siang hari, mereka berhenti di sebuah hutan
Pangeran Lin Hua bersandar di pohon
“Kita makan dulu?”
Nuan langsung mengangguk
“Setuju!”
Fang Yin melihat mereka
“Aku akan mencari bahan makanan.”
Ia kemudian berjalan sedikit menjauh
Setelah memastikan tidak ada yang melihat
FWOOSH!
Fang Yin masuk ke ruang dimensinya
Hanzo yang sudah mengetahui kebiasaannya ikut masuk. Dan Yao juga menyusul
Nuan tidak bisa ikut karena Fang Yin belum memanggilnya.
Di dalam istana modern, Fang Yin langsung menuju dapur.
“Apa yang harus kita makan?”
Hanzo berpikir
“Bagaimana jika nasi goreng?"
Yao mengangguk
“Aku setuju nona.”
Fang Yin tertawa
“Baiklah aku akan memasaknya.”
Ia mulai memasak. Nasi goreng, ayam goreng, telur, sayur, dan beberapa buah spiritual sebagai makanan penutup.
Setelah selesai, Fang Yin membawa semuanya keluar dari ruang dimensi.
Nuan yang sedang duduk di bawah pohon langsung terkejut
"Astaga nona, membuat ku terkejut saja."
"Hahaha maaf kan aku nuan."
"Apakah nona masak di ruang dimensi?, kenapa tidak mengajak ku nona." ucap nuan
"Jika aku mengajak mu maka Pangeran Lin dan Kaisar Pei akan curiga." jawab Fang Yin
"Yin'er kenapa banyak sekali makanan, apa kau membawa sebanyak ini? tanya Pangeran Lin
" Sudahlah semuanya, ayo kita makan."
"Baiklah, yang penting makan." ucap Pangeran Lin
Ia langsung mengambil ayam goreng, membuat semuanya tertawa
Setelah makan, mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju Lembah Tianyuan
Kini Fang Yin dan Kaisar Pei menunggangi kuda bersebelahan,
“Masakanmu enak.”
“Terima kasih, aku tahu.” ucap Fang Yin
“Kalau aku memintamu memasak setiap hari?”
Fang Yin meliriknya
“Aku tidak mau."
“Kenapa?” tanya Kaisar Pei
“Aku bukan kokimu.”
Pei Yue tertawa kecil
“Kalau begitu, kita menikah saja."
Fang Yin terkejut,
"Hah yang benar saja, aku tidak mau menikah secepat ini."
"Hahaha aku bercanda Yin'er, jika kau mau aku bisa saja langsung melamar mu sekarang."
"Hei Kaisar Pei, enak saja kau langsung ingin melamar adikku. Aku belum mengijinkannya." ucap Pangeran Lin
Percakapan mereka membuat Nuan dan para hewan kontrak tertawa. Ada saja tingkah tuan mereka.
Menjelang sore, mereka memasuki kawasan pegunungan.
Tiba-tiba sebuah monster spiritual berbentuk serigala raksasa muncul dari balik batu.
Fang Yin langsung berhenti
“Semua bersiap.”
Monster itu melompat
Hanzo menyambutnya dengan api
BOOM!
Monster itu terpental, Yao kemudian menggunakan ilusi.
Serigala itu melihat puluhan bayangan musuh di sekelilingnya.
Pangeran Lin Hua menyerang dari samping
Nuan membantu mengalihkan perhatian monster.
Fang Yin melompat ke udara
“Hanzo!”
Phoenix itu mengepakkan sayap. Api emas mengalir ke arah Fang Yin.
Fang Yin menggabungkannya dengan energi spiritualnya.
“Teratai Phoenix!”
Serangan tersebut menghantam monster, namun monster itu masih berdiri.
Kaisar Pei Yue akhirnya bergerak
Satu tekanan energi tingkat Keabadian membuat monster tersebut tidak mampu bergerak.
Fang Yin melancarkan serangan terakhir
BOOM!
Pangeran Lin Hua menghela napas
“Kerja sama yang bagus.”
Fang Yin tersenyum
“Memang.”
Kaisar Pei Yue menatapnya
“Terutama bagian terakhir.”
Fang Yin tahu maksudnya
“Gege jangan mulai.”
Kaisar Pei Yue tertawa kecil.
Di Kediaman Jenderal Xu,
Selir Chun berdiri di sebuah ruangan rahasia.Di depannya ada seorang pria berjubah hitam.
“Fang Yin menuju Lembah Tianyuan.”
Selir Chun mengangguk
“Ya.”
“Apakah kita perlu menghentikannya?”
Selir Chun tersenyum.
“Tidak, barkan dia pergi.”
Selir Chun membuka sebuah kotak tua
Di dalamnya terdapat sebuah gelang milik Lin Yuexin.
“Aku ingin dia menemukan kebenaran.”
Ia tersenyum tipis
“Karena jika dia mengetahui semuanya, dia juga akan mengetahui siapa yang sebenarnya membuat ibunya kehilangan keluarganya.”
Selir Chun menutup kotak itu,
“Dan ketika saatnya tiba, aku akan memastikan Fang Yin tidak bisa kembali ke istana.”
Malam tiba, dan rombongan Fang Yin akhirnya melihat sebuah gerbang batu tua di tengah pegunungan.
Di atasnya terdapat tulisan kuno
天元谷 — Lembah Tianyuan.
Fang Yin mendekat, saat tangannya menyentuh gerbang
WOOOOSH!
Ruang di sekelilingnya bergetar, cahaya putih keluar dari tubuh Fang Yin.
Hanzo tiba-tiba berubah ekspresi
“Yin'er.”
“Hanzo ada apa? ”
“Aku pernah merasakan energi seperti ini.”Hanzo menatap gerbang.
“Di mana?”Fang Yin terkejut
“Di ruang dimensimu Yin'er."
Fang Yin membeku,
“Apa?”
Hanzo mengangguk
“Ketika kau pertama kali masuk ke ruang dimensi, aku merasakan energi yang sama dari pusat ruang tersebut.”
Fang Yin menatap tangannya. Tiba-tiba sebuah suara kuno terdengar di kepalanya.
“Pewaris darah Yuexin, akhirnya kau kembali.”
“Siapa kau?!”
Suara itu tidak menjawab sebaliknya, gerbang batu mulai terbuka.Cahaya memenuhi lembah.
Pangeran Lin Hua menatap Fang Yin
"Yin'er kau baik-baik saja?”
Fang Yin mengangguk perlahan
“Gege aku mendengar suara.”
“Suara siapa?” tanya Pangeran Lin
“Aku tidak tahu.”
Kaisar Pei Yue berdiri di sampingnya
“Kalau begitu kita cari tahu bersama.”
Fang Yin menatapnya.
Kemudian menatap Lin Hua, Nuan, Hanzo, Yao, dan Hao Si.
Ia tersenyum
“Baik, ayo."
Kemudian mereka melangkah masuk. Namun saat Fang Yin melewati gerbang, ruang dimensinya tiba-tiba bergetar hebat.
Di istana modern miliknya, sebuah pintu yang selama ini tidak pernah ada perlahan terbuka.
Dan di balik pintu itu terdapat sebuah ruangan yang sangat mirip dengan rumah Alea di dunia modern.
Di dindingnya tergantung sebuah foto keluarga
Papahnya, Mamahnya, Alea sendiri, serta kakaknya Dion
Fang Yin membeku
“Kenapa ada foto ini di sini?”
Tidak ada seorang pun yang bisa menjawab. Karena perlahan, sebuah tulisan muncul di dinding
“Kau tidak berpindah dunia secara kebetulan”
Fang Yin menahan napas, untuk pertama kalinya ia mulai menyadari, bahwa dunia modern dan dunia kultivasi mungkin sejak awal memang saling terhubung.
Dan rahasia itu, berhubungan langsung dengan ibunya, ruang dimensinya, serta alasan mengapa ia dipilih untuk datang ke dunia ini.
...----------------...
Haii Readers👋
Tetap dukung author terus yaa!!😍
Dan jangan lupa like, follow, comment, dan vote oke?
Happy Reading❤