NovelToon NovelToon
Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius
Popularitas:34k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Azmira, gadis kecil berusia sepuluh tahun, tumbuh dalam keterbatasan bersama ibunya.
Meski hidup serba kekurangan, Mira tidak pernah mau dikasihani. Ia memilih bekerja demi membantu ibunya, selalu ceria, dan berusaha menjadi anak yang kuat.
Namun, Mira tidak pernah tahu bahwa sejak kelahirannya, ada seseorang yang menganggap kehadirannya sebagai sebuah kesalahan.
Siapa yang tidak menginginkan Mira? Dan mengapa?

Nantikan kelanjutannya hanya di Manga Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Keesokan paginya, Miranda sudah berada di ruang makan ketika Dika turun dari lantai atas. Wanita itu memperhatikan suaminya yang berjalan santai menuju meja makan.

Tidak ada percakapan mengenai Rina semalam. Dika pun terlihat seperti biasa. Namun justru sikap itulah yang membuat Miranda semakin waspada.

Ia mengenal Dika. Jika lelaki itu benar-benar tidak memikirkan sesuatu, ia tidak akan menyembunyikan apa pun.

Miranda mengambil cangkir kopinya. "Semalam kamu pulang dari kantor membawa banyak berkas?"

Dika yang sedang mengambil roti berhenti sejenak. "Kenapa?"

"Entahlah. Aku hanya melihatmu membawa map."

Dika menatapnya singkat. "Urusan perusahaan."

Jawaban yang sama. Miranda tersenyum tipis. "Baiklah."

Ia tidak bertanya lagi tapi di dalam kepalanya, percakapan mereka semalam masih berputar.

Azmira.

Nama itu tidak mungkin muncul begitu saja. Dika menyelesaikan sarapannya tanpa banyak bicara. Setelah meletakkan cangkir, ia mengambil ponsel yang berada di samping piring.

"Aku berangkat."

Miranda mengangguk. "Hati-hati."

Dika hanya membalas dengan anggukan sebelum meninggalkan rumah. Miranda masih memandang pintu yang baru saja tertutup. Ada sesuatu yang disembunyikan lelaki itu. Dan Miranda tidak suka ketika sesuatu terjadi di belakangnya.

☘️☘️☘️☘️☘️

Di kantor, Dika baru saja memasuki ruangannya ketika asistennya datang.

"Pak."

Dika menoleh. "Ada kabar?"

Asistennya menyerahkan sebuah amplop.

"Untuk data keluarga dokter Azmira, kami masih melakukan penelusuran. Tapi ada informasi tambahan yang mungkin perlu Bapak lihat."

Dika mengambil amplop tersebut. "Apa?"

"Dokter Azmira sejak kecil hanya tinggal bersama ibunya."

Dika terdiam. "Dan?"

"Ibunya tidak pernah menikah lagi."

Dika membuka amplop itu. Ada beberapa dokumen di dalamnya. Riwayat pendidikan Azmira, beberapa penghargaan, hingga catatan mengenai tempat tinggalnya.

Tidak ada yang aneh. Sampai sebuah keterangan membuat pandangan Dika berhenti. Biaya pendidikan ditanggung oleh wali bernama Rina.

Dika membaca kalimat itu sekali lagi. Nama itu kembali muncul di hadapannya, kali ini bukan dari mulut perempuan tersebut, melainkan dari dokumen tentang putrinya.

Dika menggeser lembar berikutnya. Di sana tercatat perjalanan pendidikan Azmira sejak sekolah hingga berhasil menyelesaikan pendidikan kedokteran.

Tidak ada nama keluarga Wiratama. Tidak ada catatan mengenai bantuan dari pihak ayah. Hanya Rina yang tercantum sebagai wali.

Dika terdiam cukup lama. Dua puluh lima tahun lalu, ia memang tahu Rina pergi dalam keadaan mengandung. Ia tahu usia kandungannya sudah tujuh bulan. Ia bahkan tahu anak yang dikandung perempuan itu adalah seorang bayi perempuan.

Hanya saja saat itu Dika memilih untuk tidak memedulikannya. Ia sudah memiliki Shiren.

Anak perempuan dari Miranda, perempuan yang ketika itu menjadi tempat pelariannya dari rumah tangganya bersama Rina.

Bagi Dika saat itu, keberadaan bayi yang dikandung Rina justru menjadi pengingat akan kehidupan yang sudah tidak ingin ia pertahankan.

Karena itulah ketika Rina pergi, Dika tidak pernah mengejarnya. Ia membiarkan perempuan itu membawa kandungannya pergi.

Dan sekarang, setelah dua puluh lima tahun berlalu, sebuah dokumen sederhana membuat keputusan itu terasa berbeda.

Dika menutup map tersebut. "Sudah."

Asistennya masih berdiri. "Pak, ada satu hal lagi."

Dika mengangkat wajah. "Kami menemukan alamat lama tempat Azmira dibesarkan. Alamatnya berbeda dengan tempat tinggalnya sekarang."

Dika diam. "Di mana?"

Asisten menyebutkan sebuah daerah yang tidak asing bagi Dika. Tempat yang bahkan pernah ia datangi puluhan tahun lalu.

Dika tidak langsung menjawab. "Berikan alamat lengkapnya."

"Baik, Pak."

Asisten menyerahkan selembar kertas berisi alamat tersebut. Dika menerimanya, kemudian membaca tulisan di sana.

Ada sesuatu yang terasa ganjil. Alamat itu bukan milik keluarga Wiratama.Tidak pernah menjadi bagian dari kehidupan yang ia bangun bersama Miranda.

Tempat itu sepenuhnya berada di kehidupan Rina. Kehidupan yang selama ini tidak pernah ia sentuh lagi.

"Sejak kapan mereka tinggal di sana?"

Asistennya membuka catatan. "Sejak Azmira masih kecil, Pak. Informasi yang kami dapat, Rina membesarkannya sendiri di sana."

Dika menatap lembar tersebut. "Sendiri..."

Satu kata itu keluar lirih. Ia sudah mengetahui Rina pergi membawa kandungannya.

Tetapi selama ini Dika tidak pernah benar-benar memikirkan apa yang terjadi setelah itu.

Bagaimana Rina melahirkan. Bagaimana perempuan itu memenuhi kebutuhan anaknya. Bagaimana ia membayar sekolah.

Bagaimana seorang anak yang dulu bahkan tidak ia inginkan sebagai pewaris keluarga Wiratama bisa tumbuh hingga menjadi dokter, bahkan saat usia Azmira menginjak sepuluh tahun ia pernah tak sengaja bertemu, dan bodohnya pria itu justru mengabaikannya.

Semua itu terjadi tanpa dirinya. Dika mengusap wajahnya. Bukan rasa iba yang membuatnya diam. Ada sesuatu yang jauh lebih sulit ia terima.

Selama ini ia menganggap Rina pergi karena keras kepala. Ia mengira perempuan itu memilih hidup sendiri karena tidak ingin lagi berada di sisinya.

Tetapi dari beberapa lembar dokumen itu, Dika melihat sisi lain yang tidak pernah ingin ia akui. Rina benar-benar membesarkan anak mereka seorang diri.

Dan anak yang dahulu ia abaikan itu ternyata tumbuh dengan baik. Dika kembali melihat foto Azmira yang terlampir di dalam berkas.

Kali ini ia tidak segera mengalihkan pandangan. "Teruskan penelusurannya."

Asisten mengangguk. "Baik, Pak."

"Dan jangan beri tahu siapa pun."

"Baik."

Setelah asistennya pergi, Dika masih berdiri di balik meja. Kertas berisi alamat lama Rina masih berada di tangannya. Dan kali ini ia mulai bertanya-tanya tentang kehidupan seorang anak yang dulu sengaja tidak ingin ia kenal.

Namun Dika belum siap menyebut anak itu sebagai putrinya. Belum. Ia membutuhkan kepastian. Dan untuk mendapatkannya, ia harus membuka satu per satu bagian masa lalu yang selama ini sengaja ia tinggalkan.

Bersambung ....

1
Marini Suhendar
thor kapan up lagi
Yeni Astriani
kapan update lagi Author, penasaran nihhhh kelanjutan ceritanya
ceuceu
Dika tetep harta hak shiren ga di ganggu gugat,pdhl bukan anak kandung,azmira dari kecil ga merasakan kasih sayang ga ada harta dari dika tapi dika ga mikirin hak azmira,puck lah dika
falea sezi
jangan mau menerima maafin boleh menerima ogah bgt🤣 di jadiin serep saat si seren bukan anak nya enak bgt si bangsat🤣
Yeni Astriani
memaafkan boleh tapi bukan berarti harus menerima apalagi Azmira sudah terbiasa hidup mandiri tanpa bantuan dari Pak Dika ☺☺☺
Nar Sih
makasih udh up lgi kak🙏
Ilham
berarti sirhen bukan anak kandung Dika yang dia rawat 25 tahun
Sari Nilam
gimana rasanya dika....sakittttt kan
tp tidak lebih sakit apa yang pernah azmira lalui tanpa tahu ayahnya dendiri tdak mengakuinya
Sari Nilam
masih belum sebanding de gan luja yang azmira dan ibunya rasakan
azmira yang malang tapi tangguh
azmira yang cerdas tapu tak pernah diakui
🤣🤣penyesalanmu terlambat kaunmerawat anak yang bukan darah dagingmu. dan darah dagingmu kau abaikan
Ilham
aku mau bertanya,,katanya si Dika pengin anak laki2 buat penerusnya...tapi knapa sama anak selingkuhan nya perempuan juga si Dika mau saja menerimanya...sedangkan anak kadung nya sendiri perempuan juga tapi dia ngk mau menerimanya kan aneh
Ilham
aku ketawa sendiri membawa kata jawaban Mira...aku berharap ceritanya Mira di bantu sama orang kaya
Ilham
buat lah cerita Mira ini sebenarnya enak mungkin...aku suka cerita anak kecil tapi ada juga penolong Mira
Rohmi Yatun
gak ada gunanya kehadiran Dika disaat Azmira sudah sukses.. kalo q jadi Azmira Big No untuk Dika.. gak akan ada istilah anak durhaka untuk seorang ayah seperti Dika.. 👎
Nar Sih
dulu rina yg sdh setiya dan sabar dgn tangisan azmira ,kini saat nya kmu terima kemarahan putri mu dika🤣
ceuceu
Kesalahanmu terlalu fatal dika
Tengku Nafisa
maafmu tdk berlaku dika. sibuk membesarkan anak org. anak sendiri kau telantarkan.
Rohmi Yatun
jujur kalo q jd Azmira.. tidak bisa menerima kehadiran Ayahnya.. untuk apa hadir skrg.. mau tanggung jawab katanya, tanggung jawab dlm hal apa?.. 👎👎👎👎 tidak masuk akal.. kedatangan mu sudah sgt terlambat..
ceuceu
itu hukuman buatmu dika,yg menelantarkan anak dgn sengaja demi anak lain yg ternyata bukan anakmu
Nar Sih
ahir nya kebnran terungkap dan azmira 😭😭sabar mira
Yeni Astriani
Pak Dika kesalahanmu terlalu besar untuk dimaafkan, selama 25th kamu hidup membesarkan anak orang lain dengan penuh cinta, kasih sayang dan perlindungan keluarga bahkan memberikan nama belakang keluargamu untuk anak orang lain.
sedangkan anak kandungmu sendiri kamu telantarkan hingga 25th hingga Azmira dan ibunya berjuang untuk hidup hingga Azmira berhasil menjadi seorang Dokter.
dan sekarang Pak Dika datang sebagai sosok Ayah setelah Azmira dan ibunya berhasil melewati masa terpuruk dalam hidupnya hahhh
jika aku jadi Azmira atau jadi Rina aku akan meminta pak Dika untuk tetap berpura2 tidak pernah tahu Azmira anaknya itu lebih baik🥺🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!