NovelToon NovelToon
Sistem Pekerja Super

Sistem Pekerja Super

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bulu-Halus

Adrian Wijaya hanya ingin mendapatkan uang tambahan sebelum kuliah dimulai. Namun sebuah sistem misterius tiba-tiba memberinya akses ke berbagai pekerjaan dengan bayaran luar biasa.

Setiap pekerjaan memberinya uang, kemampuan, dan pengalaman baru.

Dari pekerjaan biasa hingga tugas berbahaya di berbagai penjuru dunia, Adrian perlahan menyadari bahwa sistem ini bukan sekadar alat untuk mencari uang.

Ini adalah awal dari kehidupan yang jauh lebih besar dari yang pernah dia bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bulu-Halus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 — Keberangkatan

Adrian menatap layar sistem yang masih terbuka di hadapannya.

[Kontrak Project Black Horizon berhasil diterima.]

[Waktu menuju keberangkatan: 16 jam 42 menit.]

Adrian menghela napas.

“Cepat juga.”

Dia tidak menyangka sistem akan langsung mengatur keberangkatannya.

Namun setidaknya satu masalah sudah selesai.

Transportasi, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar selama menjalankan kontrak akan disediakan oleh pihak yang merekrutnya.

Adrian hanya perlu menyiapkan dirinya sendiri.

Dia menutup layar.

“Kalau begitu, pulang dulu.”

 

Malam itu, Adrian tidak banyak membuang waktu.

Begitu sampai di rumah, dia langsung mengambil tas besar yang biasa digunakan untuk bepergian.

Pakaian.

Perlengkapan mandi.

Charger.

Power bank.

Beberapa obat ringan.

Dan tentu saja makanan.

Adrian memasukkan semuanya satu per satu.

Dia tidak tahu seperti apa kondisi tempat yang akan didatanginya nanti. Daripada menyesal karena tidak membawa sesuatu yang dibutuhkan, lebih baik bersiap sedikit berlebihan.

Setelah selesai, Adrian menatap tas yang sudah penuh.

“Cukup.”

Dia mengangkatnya.

Berat.

Tapi masih bisa dibawa.

Baru setelah semuanya siap, Adrian teringat satu orang yang belum dia beri tahu.

Ibunya.

Adrian mengambil ponsel dan membuka percakapan yang paling sering muncul di daftar pesan.

Dia berpikir beberapa saat sebelum mulai mengetik.

> Bu, Adrian dapat pekerjaan sementara. Besok harus pergi ke luar negeri beberapa hari.

Dia berhenti.

Kemudian menghapus kalimat itu.

“Kalau bilang luar negeri, pasti langsung ditanya macam-macam.”

Adrian mengetik ulang.

> Bu, Adrian dapat pekerjaan sementara di perusahaan luar. Tempat tinggal dan makan ditanggung. Kerjanya cuma beberapa hari, setelah itu Adrian pulang.

Kali ini dia tidak menghapusnya.

Dia mengirim pesan tersebut.

Tidak sampai satu menit, balasan masuk.

> Hati-hati. Jangan lupa makan. Kalau sudah sampai, kabari Ibu.

Adrian tersenyum.

Rasa bersalah langsung muncul.

“Maaf, Bu.”

Dia tidak mungkin menjelaskan bahwa pekerjaan sementaranya berada di wilayah yang sedang mengalami konflik.

Kalau ibunya tahu, jangan-jangan tiket pesawatnya malah dibatalkan sebelum dia berangkat.

Adrian mematikan layar ponsel.

“Setelah pulang nanti, aku jelaskan.”

 

Keesokan harinya, Adrian menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mempersiapkan keberangkatan.

Dokumen perjalanan sudah tersedia di dalam sistem.

Tiket elektronik juga sudah masuk ke perangkatnya.

Bahkan hotel dan kendaraan dari bandara menuju lokasi sudah tercantum dalam informasi perjalanan.

Semuanya terlalu mudah.

Justru itu yang membuat Adrian sedikit waspada.

“Semoga nggak ada kejutan.”

Malam tiba.

Adrian berangkat menuju bandara.

 

Ruang tunggu penerbangan internasional cukup ramai.

Adrian duduk di sudut ruangan sambil memeriksa informasi Project Black Horizon sekali lagi.

Layar sistem muncul tanpa suara.

[PROJECT BLACK HORIZON]

Durasi: 72 jam.

Lokasi: Kota Darsen, Negara Varelia.

Posisi: Staf pendukung keamanan.

Persyaratan: Tidak membutuhkan pengalaman tempur.

Adrian menggulir layar.

Kali ini informasi yang muncul lebih lengkap.

[Wilayah operasi saat ini berada dalam kondisi tidak stabil.]

[Beberapa kelompok bersenjata aktif di sekitar area operasi.]

[Unit yang merekrut pengguna membutuhkan tambahan personel untuk menjaga perimeter luar.]

Adrian mengusap dagunya.

“Jadi tugasku sebenarnya cuma menjaga perimeter?”

[Benar.]

“Dan tidak perlu pengalaman tempur?”

[Benar.]

Adrian mengangguk pelan.

“Kalau begitu, seharusnya tidak terlalu sulit.”

Sistem tidak memberikan jawaban.

Adrian menatap layar.

“Kok diam?”

Beberapa detik kemudian muncul satu kalimat.

[Informasi lengkap akan diberikan setelah pengguna tiba di lokasi.]

Adrian menghela napas.

“Sudah kuduga.”

Dia mematikan sistem.

Tidak lama kemudian, pengumuman keberangkatan terdengar.

Penumpang diminta menuju gerbang pemeriksaan.

Adrian berdiri dan mengangkat tasnya.

Sebelum berjalan, dia sempat melihat ponselnya sekali lagi.

Tidak ada pesan baru dari ibunya.

Adrian tersenyum kecil.

“Kalau sudah sampai, aku kabari.”

Dia memasukkan ponsel ke saku.

Lalu berjalan menuju gerbang.

 

Beberapa saat kemudian, Adrian melewati pemeriksaan terakhir.

Begitu kakinya memasuki lorong menuju pesawat—

TING!

Suara sistem terdengar.

Layar transparan muncul di depan matanya.

[Pengguna telah resmi memulai perjalanan menuju lokasi kontrak.]

Adrian berhenti.

Matanya langsung tertuju pada pemberitahuan berikutnya.

[Syarat aktivasi Paket Pemula telah terpenuhi.]

Adrian tersenyum.

“Nah, ini yang dari tadi kutunggu.”

Layar berubah.

[Paket Pemula sedang dibuka.]

Satu demi satu hadiah muncul.

[Selamat! Pengguna memperoleh kemampuan: Mastery Senjata Api.]

Adrian membeku.

“...Apa?”

Belum sempat dia mencerna hadiah pertama, pemberitahuan berikutnya muncul.

[Pengguna memperoleh peningkatan fisik: Basic Super Serum.]

[Pengguna memperoleh kemampuan tempur: Survival Combat.]

Adrian mulai serius.

Kemudian hadiah terakhir muncul.

[Pengguna memperoleh ruang penyimpanan khusus: Infinite Supply.]

[Ruang penyimpanan dapat digunakan untuk menyimpan perlengkapan yang diizinkan sistem.]

Adrian menatap layar tanpa berkedip.

Kemampuan menguasai senjata api.

Peningkatan fisik.

Kemampuan bertarung.

Ruang penyimpanan khusus.

“Ini baru namanya paket pemula.”

Senyum muncul di wajahnya.

Setidaknya sekarang dia memiliki sedikit modal untuk menghadapi pekerjaan pertamanya.

Namun sebelum Adrian sempat mencoba apa pun—

Tubuhnya tiba-tiba terasa panas.

“Hm?”

Rasa hangat muncul dari dalam tubuhnya.

Awalnya hanya seperti aliran udara panas.

Namun dalam beberapa detik, sensasinya semakin kuat.

Dari dada, rasa hangat itu menyebar ke bahu, kedua lengan, punggung, lalu turun hingga ke kaki.

Adrian mengepalkan tangannya.

Otot-ototnya terasa menegang.

Napasnya menjadi lebih dalam.

[Peningkatan fisik sedang berlangsung.]

[Mohon tetap tenang.]

Adrian menarik napas perlahan.

“Aku tenang.”

Meski sebenarnya jantungnya berdetak jauh lebih cepat.

Beberapa detik kemudian, rasa panas itu perlahan menghilang.

Adrian membuka dan menutup telapak tangannya.

Tidak ada perubahan yang terlihat.

Namun tubuhnya terasa berbeda.

Lebih ringan.

Lebih kuat.

Dan yang paling aneh...

Dia merasa seolah-olah seluruh tubuhnya baru saja mendapatkan energi baru.

Adrian menatap layar sistem.

“Jadi ini efek hadiah tadi?”

[Peningkatan fisik berhasil.]

[Kemampuan telah terintegrasi.]

Adrian tersenyum.

Pesawat sudah menunggu di ujung lorong.

Dia memasukkan kedua tangan ke saku jaket.

“Baiklah.”

Adrian melangkah menuju pesawat.

“Kalau begitu, mari kita lihat sebenarnya pekerjaan seperti apa yang sudah menungguku.”

Di balik kaca besar bandara, pesawat perlahan bersiap untuk lepas landas.

Adrian tidak tahu apa yang akan terjadi setelah dia tiba di Darsen.

Namun satu hal sudah berubah.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia tidak lagi berangkat mencari pekerjaan.

Dia berangkat menuju kehidupan yang sama sekali berbeda.

1
Was pray
kok turun dari balkon lagi, apa tadi setelah turun dan berkelahi Adrian naik balkon lagi kah Thor? capek deh. ... 😱
Was pray: oke Thor.... jangan lupa ngopi biar tetap fokus dan semangat up nya... 👍
total 2 replies
Was pray
banyak kalimat yg berulang, inti cerita cuma dikit banget, pengembangan kalimat penjelas perlu ditingkatkan agar alur cerita tidak jalan ditempat
Ardi
kok MC bisa bahasa luar negeri yah nggak dikasih penjelasan, orang luar negeri itu pakai bahasa Indonesia atau bahasa luar,kalau bahasa luar kok nggak dikasih penjelasan ini MC bisa bahasa luar, atau di kasih kemampuan bahasa luar tolong di kasih tau min?.
Was pray
Adrian lagi ikut audisi perekrutan pemain teater kah? dan Hendra sebagai jurinya
Was pray
dari tadi kebanyakan ngomong doang gak ada tindakan
Shiky Ganal
MC nya goblok
Was pray
kelamaan mikir
Was pray
gak pernah mandikah Adrian?
Was pray
buang uang sia sia buat game online,tapi buat makan pelit
Was pray
kok jadi miskin amat?
Was pray
ini baru keren... bat bet.. dari awal gitu udah beres.sedikit bicara tapi bukti nyata tindakan
Was pray
kapan sampai kampusnya ? kalau cuma ngobrol doang di jalan macet? han Adrian jam planet Pluto kah? perjalanan waktu di jam Adrian jalanya kayak siput lagi pacaran.
Was pray
ya emang Adrian itu gak normal.... baru nyadar kah kau elang kelabu?
Was pray
di bab ini gak ada daya tariknya... cuma seperti omongan emak emak yg lagi sibuk nawar cabai pada tukang sayur keliling. .muter2 gak ada ujungnya
Was pray
betul... banyak berdebat kayak emak nawar sayur
Was pray
sebenarnya mau aja kasih like. . tapi sayang MC nya terlalu blo'on...
Was pray
crewet kebanyakan bacot doang, keburu terlambat tapi masih diam ditempat tanpa tindakan apa apa, dasar tolol
Was pray
gantilah karung merah putih biru dengan tas ransel, sederhana tapi gak norak
Was pray
katanya uang cuma alat tapi semua sisi kehidupan yg berkaitan dengan nya selalu diukur dengan uang. Adrian mau melakukan pekerjaan jika ada uangnya, semuanya rela Adrian lakukan asal ada uangnya, berarti di ditu kedudukan uang bukan alat tapi tujuan.... paham kau adrian
Was pray
Adrian naik level bukan karena kemampuan tapi karena sogokan uang, .agak kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!