NovelToon NovelToon
Dibuang Ke Danau, Aku Bangkit Dengan Sistem Memancing

Dibuang Ke Danau, Aku Bangkit Dengan Sistem Memancing

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Amir adalah seorang pemuda yatim piatu yang selama bertahun-tahun hidup menderita sebagai menantu yang sama sekali tidak dianggap oleh keluarga istrinya, meskipun ia sudah bekerja keras banting tulang dari pagi hingga larut malam setiap harinya. Kesabarannya diuji hingga batas maksimal ketika ibu mertua dan adik iparnya dengan kejam menendangnya ke dalam danau saat ia sedang memancing, hanya demi memaksanya menceraikan istrinya yang hendak dijodohkan dengan pria kaya. Namun, di saat Amir tenggelam dan hampir kehilangan nyawanya, ia justru membangkitkan [Sistem Check-in Memancing] yang akan mengubah jalan hidupnya yang menyedihkan menjadi seorang legenda yang bergelimang harta dan kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

"Minggu depan mata lu peang!"

"Bunga harian lu aja udah nambah lima juta hari ini. Total utang lu sekarang tiga puluh lima juta rupiah kontan malam ini juga!"

Bang Toyib mencengkeram kerah baju Rendy dan menariknya berdiri dengan kasar.

"Gue tau rumah lu di kawasan elit walau emak lu juga utang sana-sini."

"Telepon emak lu atau kakak lu si Siska yang katanya calon istri orang kaya itu sekarang juga!"

"Suruh mereka bawa duit tebusan tiga puluh lima juta malam ini, atau ginjal dan kornea mata lu gue jual ke pasar gelap besok pagi!"

Bang Toyib melemparkan ponsel milik Rendy ke wajah pemuda itu dengan kasar.

Tangan Rendy bergetar hebat saat ia menyalakan layar ponselnya yang retak.

Ia tidak punya pilihan lain selain menelepon ibunya, Bu Rina, yang saat ini pasti sedang pusing mengurus utang pinjaman onlinenya sendiri.

Tuuut... tuuuut... klik.

"Halo Rendy, kau ini di mana saja sih dari sore belum pulang!"

"Ibu lagi pusing ditagih utang, jangan bikin ibu makin darah tinggi ya!"

Suara omelan Bu Rina langsung terdengar dari seberang telepon sebelum Rendy sempat berbicara.

"I... Ibu tolong aku Bu, hiks hiks..."

Rendy mulai menangis tersedu-sedu, membuat Bu Rina di seberang sana mendadak terdiam panik.

"Rendy sayang, kau kenapa menangis? Ada apa nak, siapa yang jahatin kamu?"

Nada suara Bu Rina langsung berubah cemas mendengar anak laki-laki kesayangannya merengek ketakutan.

Bang Toyib langsung merampas ponsel itu dari tangan Rendy dan menempelkannya ke telinganya.

"Eh nenek lampir, dengerin baik-baik suara gue!"

"Anak lu si Rendy sekarang lagi gue sandera di markas gue karena utang judi online tiga puluh lima juta!"

"Lu bawain duit kontan ke gang tikus dekat pasar lama sekarang juga, atau besok pagi lu terima jasad anak lu ini terpotong-potong di dalam karung beras!"

Bang Toyib mengancam dengan nada sangat brutal yang tidak main-main.

"A... apa! Tiga puluh lima juta?!"

Suara Bu Rina melengking histeris dari seberang telepon hingga suaranya nyaris hilang.

"Iya, tiga puluh lima juta! Gak pakai nawar, gak pakai nyicil!"

"Gue tunggu sampai jam sepuluh malam ini, lewat dari itu anak lu gue bedah!"

Klik.

Bang Toyib mematikan sambungan telepon sepihak tanpa menunggu balasan Bu Rina lagi.

Di rumah keluarga Siska, Bu Rina langsung ambruk terduduk di lantai ruang tamu dengan wajah sepucat kapas.

Nafasnya tersengal-sengal menahan syok yang bertubi-tubi menghantam pikirannya.

Siska yang baru saja selesai mandi terkejut melihat ibunya terkapar di lantai sambil menangis memegangi dada.

"Ibu kenapa lagi sih, jangan bikin aku pusing lagi dong Bu."

Siska berjalan menghampiri dengan handuk melilit rambutnya.

"Siska... adikmu Siska... dia disandera preman rentenir gara-gara utang judi online tiga puluh lima juta!"

"Kalau malam ini kita tidak bawa uangnya, Rendy mau dibunuh dan organ tubuhnya dijual!"

Bu Rina merengek memeluk kaki Siska dengan putus asa.

Mata Siska melotot hampir keluar mendengar angka hutang yang sangat fantastis untuk ukuran mereka saat ini.

"Tiga puluh lima juta? Gila aja si Rendy, dari mana kita punya uang sebanyak itu malam ini!"

"Utang lima juta ibu saja belum dibayar dan aku sudah jual kalung untuk makan kita!"

Siska berteriak frustasi sambil menjambak rambutnya sendiri.

Kenyataan menampar mereka dengan sangat keras bahwa tanpa Amir yang selalu jadi kambing hitam dan ATM berjalan, mereka benar-benar lemah dan tidak berdaya menghadapi kejamnya dunia luar.

"Telepon Kevin Siska, cepat telepon dia mengemis padanya!"

"Pinjam uang tiga puluh lima juta saja pasti tidak masalah buat dia kan, ibu mohon Siska demi nyawa adikmu!"

Bu Rina menekan Siska untuk kembali mengandalkan calon suaminya yang fiktif kekayaannya itu.

Siska dengan ragu dan tangan bergetar kembali mengambil ponselnya dan menelepon Kevin.

Kali ini panggilan itu langsung dijawab, namun suara Kevin terdengar sangat kasar dan berisik di seberang sana.

"Halo Kevin sayang, tolong aku..."

"Siska dengar, jangan telepon aku dulu seminggu ini!"

"Ayahku ternyata terlibat korupsi proyek negara, semua aset kami sedang disita KPK dan rekeningku dibekukan total!"

"Aku sedang kabur bersembunyi dari kejaran polisi sekarang, jangan hubungi aku atau kau bisa ikut terseret!"

Tut tut tut.

Kevin mematikan telepon dengan tergesa-gesa meninggalkan Siska dalam keheningan yang mematikan.

Ponsel di tangan Siska jatuh ke lantai berbunyi nyaring.

Kebohongan besar Kevin akhirnya meledak dan menghancurkan semua angan-angan Siska tentang Lamborghini dan gaun pengantin miliaran.

"Siska... Kevin bilang apa? Dia mau bantu mentransfer uangnya kan?"

Bu Rina bertanya dengan sisa harapan di matanya yang memerah.

Siska menatap ibunya dengan tatapan kosong dan air mata yang mulai menetes perlahan.

"Kevin... keluarganya bangkrut disita KPK Bu, dia kabur jadi buronan polisi, dia penipu..."

Siska menggumamkan kalimat mematikan itu yang membuat Bu Rina serasa disambar petir ribuan volt.

Jeritan putus asa dua wanita parasit itu akhirnya menggema di rumah mewah yang sebentar lagi akan gelap gulita tanpa Amir tersebut.

1
Wega Luna
mir jangan jauh jauh ke segitiga Bermuda,laut selatan menunggumu tuh🤭🤭
💫Penjelajah Novel💫
Thor. kolo bisa jangan 1× mancing 1× dapet langsung balik. kolo bisa banyakin mancingnya
kiyoe: terimakasih atas masukan nya kak
total 1 replies
Author Melda
Gilaak bab 1 nya langsung nyesek kak 😭 Amir yatim piatu jadi menantu gak dianggap, eh dibuang ke danau pula. Tapi pas bangkit sama sistem mancingnya itu keren banget plot twistnya! Semangat terus kak kiyoe, mancing mania mantap! 🎣
kiyoe: heheh terimakasih kak author Selpi atas dukungan nya
total 1 replies
Wega Luna
mir ,mancing ditempat ku ada danau ajaibnya,danau pasir putih yg keluar dari tanah seperti lumpur Lapindo,, dikelilingi bukit ular dan perumahan Citraland Surabaya, pemandangan keren,
kiyoe: wuih keren
total 3 replies
Wega Luna
banyakin saldo mancing nya terus ditukar dengan uang beli Bugatti ,,,direalita Buggati lebih mahal dari Lamborghini🤣🤣🤣🤣kalo perlu beli Ferrari yg konon belinya ribet banget tapi berkelas karena belum tentu setiap pengusaha bisa beli Ferrari,,,🤭🤭🤭🤭
Wega Luna
💪💪💪 semangat para mancing mania,🏃🏃🏃tau GK Thor aku baca novel mu ini sambil mancing di kolam pemancingan😄
kiyoe: nanti kalau udah Mateng kabarin othor yak kak 🤣🤣
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!