Namaku adalah Jeerewat biasanya aku dipanggil Jee saat ini usiaku masih 18 tahun. Selain kecantikanku tubuhku juga terlihat sangat menggoda para pria. Dan aku juga memiliki kecerdasan yang luar biasa. Bercita-cita menjadi wanita karir.
kehidupanku yang masih belia berubah menjadi kehidupan penuh kemisteriusan. Ketika seorang pria masuk di kehidupanku Alfy Syein Biglous pria tampan seorang pengacara muda anak dari sahabat ayahku.
Kami di jodohkan lantaran Ayah dari pria itu menderita penyakit dan khawatir jika ia pergi tanpa menikahkan kami dulu. Karena sejak kecil kedua orangtua kami sudah menjodohkan diam-diam.
Dari awal pria itu sudah menyukaimu, namun sayangnya aku yang begitu polos tidak tahu akan hal itu.
Tidak lepas juga dua orang pria kepercayaan Alfy yang selalu tampak menyusahkan diriku dengan semua peraturan-peraturan yang harus ku ikuti.
Penasaran kan bagaimana kelanjutan cerita gadis cantik dan seksi ini bertemu pria tampan. Ikuti ceritaku yah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bulan Madu
Spead yang menemenani perjalanan Tuan dan Nona muda itu kini telah sampai di sebuah pulau yang sangat indah siapapun yang meliha keindahan pulau itu tak akan bisa berpaling nuansa pulau yang di desain semenarik mungkin dengan segala pelengkap dari dermaga, resort mewah, sampai segala alat transportasi di pulau itu bertemakan dengan warna putih menjadikan pulau itu terlihat sangat bersih. Setibanya di dermaga kedatangan beberapa pekerja yang menjaga segera menunduk hormat ketika melihat seorang pria tampan bertubuh tegak memasuki kawasan Pulau White itu.
"Selamat datang Tuan," ucap para penjaga itu dengan bersamaan.
"Terimakasih," jawab Jee tersenyum ramah sementara Alfy tetap pada wajah seperti biasanya hanya memandang ke depan dengan tanpa menoleh atau pun menjawab sapaan itu.
Sementara Delon, Jac dan Bi Ria sudah pergi meninggalkan mereka berdua ke arah lain yang sudah biasa mereka tempati. Jee yang menyadari keberadaan ketiga orang itu tidak ada di sekitar mereka wajahnya mulai menoleh ke segala arah mencari wujud mereka namun hasilnya tetap saja nihil tak ada satu pun yang ia temukan. Sedangkan Alfy tidak ada berbicara satu kata pun hanya melangkah dengan cepat menuju sebuah resort yang terlihat paling utama di antara yang lainnya.
Melihat itu Jee bertanya-tanya dalam hati rasanya penuh dengan kebingungan ketika ia ke sini karena sejak tadi memasuki pulau mengapa tidak ada satu pun wisatawan yang ia temukan di tempat ini sementara di sekelilingnya banyak sekali resort yang memang tidak seberapa di bandingkan tempatnya saat ini bersama Alfy. Ayolah Jee tutup mulutmu jangan membuat pertanyaan-pertanyaan yang akan membuat suami dingin mu ini berubah ekspresi menjadi macan lagi jika pertanyaannmu akan mengganggunya nanti. Namun Jee yang merasakan penasaran tidak bisa menahan diri lagi dengan ragu ia mulai bertanya pada Alfy.
"Suamiku mengapa Delon, Jacobie, dan Bi Ria tidak terlihat sejak tadi?" tanya Jee dengan sangat hati-hati.
"Mereka sudah di tempat biasanya," jawab Alfy datar.
"Lalu mengapa dari tadi aku melihat tidak ada pengunjung di Pulau ini?" tanya Jee yang ingin mengeluarkan semua pertanyaan dalam kepalanya.
"Yah selama kita di sini aku menutup Pulau ini untuk para wisatawan," jawab Alfy dengan santainya tanpa dosa.
"Apa kau menutupnya mengapa?" tanya Jee yang masih bingung.
"Pulau ini akan menjadi saksi bulan madu kita dan aku tidak ingin ada orang yang menikmati istriku," jawab Alfy dengan ucapan konyolnya yang sukses membuat Jee mulai muak dengan suaminya.
"Suamiku apa tidak berlebihan jika kau menutup Pulau ini hanya untuk kita berapa banyak uang yang kau buang?" tanya Jee dengan sedikit malas melihat suaminya yang selalu tidak memperhitungkan segala sesuatu jika berbuat.
"Apa kau lupa siapa suamimu ini istriku?" tanya Alfy yang lagi-lagi kesombongannya mulai muncul perlahan sambil tersenyum lirih pada istri cantiknya.
"Yah aku tau kau pengacara sukses tapi-" (Belum selesai bicara Alfy langsung mendaratkan bibirnya pada bibir mungil istrinya dan sukses membuat Jee terdiam dengan mata yang melotot).
"Aku adalah pemilik Pulau White ini dan yah aku bebas kapan pun membuka dan menutupnya kan, istriku?" tanya Alfy sambil memperkenalkan kekuasaannya yang belum semua Jee ketahui,
Belum sempat Jee berbicara kini Alfy sudah meraih lembut tubuh istrinya begitu juga dengan Jee yang merasakan sentuhan suaminya segera merespon Alfy kini proses kerja mereka sedikit lebih mesra di tambah suara ombak di bawah resort itu lengkaplah kebahagiaan mereka saat bulan madu namun Alfy saat ini melakukannya dengan lebih lembut karena tidak ingin menyudahi hal itu dengan cepat sementara Jee yang sudah pandai mengimbangi suaminya bisa lebih merasakan setiap sentuhan yang di berikan suaminya mereka menghabiskan hari pertamanya di dalam kamar saja sesuai keinginan Alfy, meskipun Jee sudah sangat ingin menikmati air laut tapi rasanya mustahil jika ia bisa melawan keinginan suaminya.
Apapun caranya pasti Jee akan kalah dan lebih baik hari itu memang jika istri yang menuruti suami bayinya. Setelah seharian mereka menghabiskan waktu di dalam kamar kini Jac dan Delon berdiri di sekitar Resort itu untuk berjaga yah tugas mereka adalah memastikan keadaan di sekeliling Tuan Mudanya baik-baik saja jika tidak mungkin mereka akan menjadi pengisi kuburan pertama di pulau itu mengingat tugas mereka yang sudah bersumpah sehidup semati pada keluarga besar Syein untuk mengadikan seluruh hidupnya pada mereka.
Hai pembaca setia terimakasih telah mampir di karya author yang satu ini, author ingin memberi tahu selain novel "Istri Seksi Milik Pengacara Tampan" ada juga novel terbaik yang author buat saat ini judulnya "Marina dan Jee" ceritanya tidak kalah menarik loh. Di tunggu kehadirannya yah dan jangan lupa untuk like dan coment karena dukungan kalian akan membuat author semakin bersemangat dalam berkarya. Terimakasih.