NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Cynthia

"Lepasin...sakit tahu!!!"
Teriak seorang gadis yang di seret paksa oleh seorang pria tampan namun bringas.
Arabella Jenevile Dirgantara terjebak atas kecerobohannya sendiri.
Dia tak sengaja melihat hal yang seharusnya tak dia lihat.

"Jangan coba coba lari dariku gadis nakal. Nyawamu ditanganku!" Seringai pria bernama Dariush Cassano.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seberapa Kaya ?

Bella merebahkan tubunya ke kasur yang besar dan empuk itu. Ia merentangkan kedua tangannya di atas sana. Dariush ikut menindih istrinya. Kedua tatapan pengantin baru itu saling menghipnotis satu sama lain.

Perlahan namun pasti Dariush mendekatkan bibirnya ke bibir istrinya yang merah. Bella menyambutnya dengan tangan terbuka. Ia menarik baju suaminya agar semakin merapat.

Tangan Dariush mulai melepaskan coat dan kaos yang ia kenakan, lalu ia membuka semua pakaian istrinya dan melemparnya jauh.

"I want you babe." Ucap Dariush dengan suara paraunya.

"Hmm... I'm yours." Jawab Bella lembut.

Dariush melancarkan aksinya pada istri tercintanya. Ia tak melewatkan sedikit pun setiap inchi tubuh Arabella yang semakin s*ksi di matanya. Tangannya membelai kaki jenjang istrinya dengan lembut.

Suara lenguhan dan desahan keluar dari bibir pasangan yang tengah di mabuk asmara ini. "Sshh ahh... Ahhh... Ahh...!"

Dirasa sudah terlalu lama, Bella menyudahinya. Ia tahu jika suaminya ini akan selalu dan selalu meminta lagi dan lagi. Seakan tak pernah puas menj*mah dirinya.

"Kamu puas sayang?" Tanya Dariush.

"Bukannya kamu yah yang tidak pernah puas?" Sinis Bella dengan datar.

Dariush terkekeh pelan, ia selalu puas permainan istrinya namun ia semakin kecanduan. Jika bisa, mungkin ia akan melakukannya setiap menit setiap jam.

"Kamu pikir aku kucing! Memang kerjaan kita hanya di kasur saja apa?" Menyebalkan!" Bella membelakangi suaminya dan menarik selimutnya sampai atas.

"Aku siapkan air hangat dan pesan makanan. Tunggu di sini." Dariush langsung beranjak ke kamar mandi dan memesan beberapa menu makanan berat.

Dariush mendekati istrinya dan menggendongnya. Ia membawa istrinya ke kamar mandi dan menyabuninya. Tidak ada lagi penyatuan murni hanya mandi.

"Kenapa kamu suka sekali memakai kan aku baju?" Tanya Bella yang tiba tiba.

"Karena ini hanya milik ku! Nyonya Arabella Cassano!" Jawab Darius dengan mengusap permukaan lembah istrinya.

Tangan Bella mencengkram lengan suaminya. Ia mendesah pelan. "Jangan mulai! Aku lapar, ayo cepat!"

Dariush terkekeh pelan mendapati istrinya yang cemberut. Keduanya menunggu di meja makan dengan mengobrol santai. Tak lama makanan yang mereka pesan datang.

"Wow sepertinya lezat." Celetuk Arabella.

Tangan Dariush terulur membelai pipi istrinya yang merah merona. "Sangat lezat sayang."

Keduanya makan bersama, di sela sela kegiatan makannya tiba-tiba Bella menanyakan sesuatu yang membuat Dariush sedikit gelagapan.

"Jadi, sebenarnya siapa yang ingin kamu b*nuh waktu itu? Apa salah orang itu? Aku ingin tahu siapa sebenarnya suami ku. Aku berhak tahu, Dariush." Tutur Bella.

Dariush menghentikkan suapannya. Ia menatap wajah istrinya dengan tatapan berbeda. "Belum saatnya kamu tahu!"

Bella melempar sendok dan garpunya ke piring. "Lalu kapan? Aku istrimu kan? Aku harus tahu siapa suami ku! Apa aku salah? Atau memang... Kamu menikahi ku hanya ingin tubuhku saja? Iya?" Lirih Arabella, suaranya semakin melemah.

Mafia tampan itu mendekati istrinya dan membelai pipi istrinya. Ia berusaha menahan emosinya. Arabella sering sekali berucap seperti itu, dan itu membuat Dariush naik pitam.

"Tidak! Aku sangat mencintai mu sejak pandangan pertama. Kalau aku hanya ingin tubuh mu, sudah ku lakukan sejak awal. Tapi aku menikahi mu secara sah kan? Apapun akan ku lakukan untuk melindungi mu Arabella." Ucap Dariush lembut .

"Siapa yang kamu b*nuh? Jawab!"

Dariush nampak berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan istrinya.

"Lelaki itu mengkhianati ku. Dia menggelapkan dana perusahaan. Lelaki itu juga bersekongkol dengan pesaing bisnisku. Aku tidak terima pengkhianatan! Maka dari itu aku tidak bisa mempercayai orang lain. Tapi sayangnya aku kecolongan!" Jawab Dariush dengan sorot mata tajamnya.

Tatapan Dariush membuat Bella ciut. "Kalau lelaki itu menuntut balas bagaimana?" Tanya Bella.

"Tidak akan!"

"Kenapa?" Tanya Bella penasaran.

"Karena sudah ku lenyapkan." Jawab Dariush yang menatap bola mata istrinya.

GLEG

Tenggorokan Bella terasa tercekat. Semudah itu suaminya melenyapkan orang. Tangannya sedikit bergetar. Namun Dariush menggenggam tangan Bella. Ia tahu jika istrinya ini mulai ketakutan.

"Aku tidak akan menyakiti mu. Percayalah padaku."

"Hmm...Buat aku percaya padamu." Jawab Bella.

Tangan Dariush menarik istrinya duduk di pangkuannya. Ia meyakinkan Bella agar tak takut padanya. Dariush juga berjanji jika ada waktu luang, ia akan mengajari istrinya latihan men*mbak dan bela diri.

"Untuk apa?" Tanya Bella.

"Pesaing bisnis ku banyak. Beberapa sudah aku lenyapkan. Aku takut ada yang mengincar dirimu. Karena kamu kelemahan ku." Ucap Dariush penuh penekanan.

Dariush takut jika nanti musuhnya akan mengincar Bella. Maka dari itu ia ingin mengajari istrinya ini bela diri dan men*mbak.

Bella mengangguk dan menuruti kemauan suaminya. "Tapi kamu akan melindungiku kan? Janji? Jangan tinggalkan aku apapun yang terjadi." Lirih Bella sambil mengacungkan jari kelingkingnya.

Dan itu membuat Dariush bingung. "Ayo janji dulu, mana kelingkingmu?" Tangan Bella mengangkat jari suaminya dan di lilitkan ke jarinya.

"Oh.. Maaf aku tidak mengerti. Jika ini adalah tanda perjanjian. Aku akan selalu melindungi istriku. Kamu jangan khawatir. Aku akan menambah pengawal untuk mu selama aku bekerja nanti."

"Iya terima kasih."

Bella memeluk suaminya duluan. Tangan Dariush meremas b*kong istrinya. Keduanya saling memagut daging kenyal itu. Tak lama Bella melepaskannya.

"Aku mau jalan jalan dulu sebelum besok bekerja. Boleh kan?"

"Boleh, kita sekalian belanja. Tunggu sebentar." Dariush berdiri ke dalam kamar membawa sesuatu dari sana untuk istrinya.

Dariush memberikan kartu hitamnya untuk istrinya. "Untuk mu, maaf aku baru memberikannya sekarang. Aku tahu kamu mampu, tapi ini bentuk tanggung jawabku. Kamu adalah hidupku sekarang." Tegas Dariush.

Bella cukup tercengang, pasalnya meskipun Bella anak orang kaya tapi ia tidak memiliki kartu hitam seperti suaminya. Kartu hitam dari suaminya ini adalah edisi terbatas yang hanya di miliki oleh orang orang dengan penghasilan fantastis.

"Seberapa kaya kamu, Dariush?" Tanya Bella penasaran.

Dariush tertawa pelan mendengar perkataan konyol istrinya. "Lebih dari cukup untuk memenuhi semua kebutuhanmu. Untuk urusan dapur dan pelayan, sudah ku serahkan pada bibi Anna. Kartu ini milikmu, untuk mu."

"Ahh so sweet... Terima kasih suami ku."

"Kita belanja hari ini, ini untuk belanja." Dariush memberikan lagi kartu yang berbeda atas nama dirinya. Bella semakin tercengang. Kartu yang ia terima saja belum ia pakai, namun suaminya sudah memberikannya lagi.

Keduanya hari itu berjalan jalan menyusuri kota nan indah itu. Tangan Dariush terus menggenggam tangan Bella. Ia bahagia bisa memiliki Arabella, meskipun ia sadar istrinya ini belum mencintainya.

Dariush akan bersabar menunggu istrinya. Tangannya membawa sang istri masuk ke dalam gallery lukisan. Di sana terdapat banyak ornamen bersejarah. Senyum Bella menghiasi wajah cantiknya, ia terus berceloteh pada suaminya.

Tiba-tiba Dariush menariknya ke pojok yang di batasi oleh dua dinding. Nafas Arabella mendadak tersengal, ia seperti terkena sengatan listrik dari suaminya. Tangan kokoh Dariush menangkup wajah Arabella yang semakin merona karena udara yang cukup dingin.

Semakin dekat, daging kenyal yang merona itu bertemu dan saling beradu. Suara decakan keduanya membuatnya semakin panas. Namun Bella merasa bibirnya sudah bengkak akibat ulah suaminya, ia melepaskan pagutannya.

"Kita di tempat umum, Dariush!"

"Hmm.. Kamu membuatku kecanduan."

"Tidak disini. Bahkan aku belum menghabiskan uangmu." Ucap Bella dengan suara paraunya di telinga suaminya.

"Oh f*ck! Suara mu membuat juniorku bangun!" Celetuk Dariush yang membuat Bella menjadi salah tingkah.

Bella tertawa sumbang mendengar ucapan suaminya. Ia memeluk dan mencium leher Dariush.

"Come on honey, kamu semakin membuatku menginginkan mu." Keluh Dariush.

"Aku menyukai mu, Dariush."

DEG

1
Vivi Alfia Dewi
next Thor di tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!