“15 menit, lakukan semuanya untuk membuatmu hamil dalam kurun waktu itu! Saya tidak menerima waktu lebih dari itu”
Layla Anabella, wanita yang diselingkuhi oleh suaminya itu memilih menjadi ibu pengganti pasangan kaya raya yang tidak bisa punya anak karena sang istri mandul untuk membayar biaya pengobatan ibunya.
Namun, sang istri risih dengan keberadaan Layla dan menjebaknya sehingga Layla diusir karena melanggar perjanjian tanpa tahu kalau dirinya sudah mengandung benih pria itu.
7 tahun kemudian Layla berniat melamar kerja untuk biaya hidupnya dan putranya namun ternyata bos perusahaanya adalah pria itu.
Apa yang akan terjadi setelahnya? Apakah pria itu tahu kalau dia punya seorang putra yang sangat mirip dengannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon serena fawke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Kali ini Layla merasa dirinya pasti bermimpi. Kali terakhir dia pernah tidur sembari dipeluk hangat sudah lama sekali semenjak dia masih bersama mantan suaminya dulu.
Sekarang Layla sudah menjadi janda selama bertahun tahun. Siapa pria yang memeluknya sehangat ini kalau bukan mimpi?
Namun hal terbaik dari bermimpi adalah bisa menikmati momen-momen indah tanpa harus menelam pil pahit kenyataan. Oleh karena itu, Layla mengeratkan pelukannya. Sudah lama sekali dia merindukan seseorang yang bisa dia andalkan seperti ini.
Walau hanya mimpi, Layla ingin menikmatinya sebentar.
Namun, beberapa saat kemudian Layla merasakan usapan lembut di punggungnya yang membuat kesadarannya sepenuhnya terkumpul.
Sinar matahari masuk menyilaukannya dari celah celah jendela. Sebelum sepenuhnya ingatannya terkumpul, Layla membuka matanya dan melihat pemandangan yang mengejutkan.
Tepat di depannya, tubuh atletis Saka terpampang nyata tanpa sehelai benangpun. Posisi mereka tidak hanya dekat namun sangat intim. Dengan tangan Saka yang merengkuh tubuh Layla dan Layla menyenderkan seluruh kepalanya di dada bidang pria itu.
Layla mendongak dan matanya bertemu dengan mata tajam milik Saka yang anehnya kini menatapnya dengan teduh. ”P-Pak Saka....apa yang ter—
”Shtt.” Saka mendaratkan telunjuknya di bibir ranum Layla membuat wanita itu terdiam. Namun, dia sudah merasakan tubuhnya pegal dan sakit di area sensitifnya. Pasti ada sesuatu yang terjadi namun saking terkejutnya Layla tidak bisa mengingat apapun.
Apa mereka sudah melakukannya?
”Aku lebih suka kamu memanggilku dengan namaku seperti kemarin.” Saka berbisik, membuat seluruh tubuh Layla meremang. Bayangkan saja, di pagi hari dia bangun dengan keadaan sepenuhnya telanjang dengan bosnya sendiri.
Siapa yang tidak akan kebingungan?
Namun mengingat pria ini adalah Saka, Layla tidak bisa berbuat banyak. Pesona pria ini sangat sulit untuk dia abaikan.
Atau malah, Layla sendiri yang selama ini mengabaikan rasa tertariknya pada pria ini bahkan semenjak pertama kali bertemu.
Layla menelan ludahnya susah payah. Dia menatap wajah Saka yang terlihat sangat segar, tidak kelelahan seperti biasanya. ”Apa kau bisa tidur kemarin?” tanya Layla penuh rasa penasaran.
Saka tersenyum tipis sembari merengkuh tubuh Layla lebih erat lagi membuatnya tidak bisa berkutik. ”Hm....kamu benar benar bukan wanita biasa, Anabella,” lirih Saka tepat di telinga Layla.
Entah kenapa, Layla tidak bisa menahan senyumannya di balik pelukan hangat pria itu. Semenjak Saka terluka waktu itu karenanya dan penyakit insomnia akutnya sejujurnya Layla dipenuhi oleh rasa khawatirnya terhadap Saka dan sekarang semuanua sirna.
Apakah salah jika dia bahagia karena dia menjadi alasan pria ini bisa merasa nyaman?
”B-baguslah kalau begitu. Mulai sekarang kau bisa tidur dengan nyaman,” jawab Layla disela sela pelukanya membuat Saka menoleh ke arah wajah cantik Layla.
”Apa itu artinya kamu mau menemaniku tidur setiap malam?” Pertanyaan Saka membuat Layla melotot tak percaya. Sejak kapan pria dingin dan arrogan ini berubah menjadi penggoda seperti ini?
”Setiap malam? Bukankah insomniamu akan sembuh setelah ini?” tanya Layla kebingungan. Bukankah ini juga alasan Saka berniat membayarnya?
Namun Saka malah menyeringai. ”Tentu saja tidak. Aku hanya bisa tidur saat bersamamu, Anabella. Dokter Gilang sudah mengatakannya aku tidak akan bisa sembuh. Seharusnya kamu yang jujur padaku, apa rahasiamu bisa membuatku seperti ini, hm?” tanya Saka dengan suara yang sangat lembut bahkan Layla tidak menyangka Saka bisa berkata seperti itu.
Ah,. Lupakan dirinya yang sudah berakhir tidur dengan pria ini. Sekarang Layla harus menahan degup jantungnya yang berdetak tak karuan karena senyuman tipis dan godaan bosnya ini.
”J-jadi aku harus tidur terus bersmamu? Bagaimana mungkin kita bukan pas—
”Kita suami istri, Anabella. Aku menikahimu secara sah 7 tahun lalu.”
Layla terdiam. Pria itu benar tetapi tetap saja dia merasa ini salah. Saka sudah punya istri dan dia melakukannya diam diam di belakang istrinya. ”T-tapi bagaimana dengan Nyonya Meira dia bisa marah besar jika tahu semua ini.”
Saka terkekeh. ”Jangan berpikir terlalu jauh. Meira urusanku, kau hanya perlu fokus dengan hubungan kita.”
Deg.
Hubungan kita?
”Hubungan kita? Apa maksudmu?” tanya Layla. Dia tidak merasa berkomitmen apapun dengan pria ini.
Saka menggerakkan tubuhnya dan menarik Layla semakin dekat hingga tubuh keduanya bertabrakan. ”Milik kita sudah menyatu, masih bertanya hubungan apa yang aku maksud? Apa kau ingin aku mengingatkanmu lagi?”
Wajah Layla seketika memerah. Bagaimana bisa Saka mengatakan hal seperti itu dengan santai?
”Aku tidak mau!” Layla menolak dengan cepat. Dia tidak bisa menjalani hubungan yang hanya didasari ketertarikan seksual seperti ini. Apalagi Saka, dia adalah bosnya dan berasal dari keluarga berpengaruh sudah punya istri sah pula.
Layla rasanya tidak berani mengambil resiko dan masalah lagi. Dia takut kali ini dia akan membahayakan Farrel dan melibatkannya ke dalam hubungan rumit ini.
Saka menaikkan satu alisnya terlihat sangat terganggu dengan jawaban Layla. ”Apa aku terdengar seperti memohon padamu Anabella? Aku bisa memaksamu dengan ribuan cara dan kau tidak akan punya satu alasanpun untuk menolak.” Saka berucap dengan nada tegas dan final.
Sementara Layla masih terdiam menimang nimang apa maksud pria ini. ”Apa kau akan mengancamku dengan pinalti kontrak itu? Karena uang itu?”
Saka menghela napas kasar kemudian dia menyingkap kasar selimut yang menutup tubuh keduanya yang tanpa sehelai benangpun sehingga kini keduanya terekspos seluruhnya.
Layla melotot hentak menutupi tubuhnya namun Saka menahan pergerakannya. ”Apa kau masih tidak paham? Aku tidak peduli dengan uang. Tapi satu yang pasti, kamu milikku, Anabella. Milikku sejak kali pertama kita bertemu.”
Deg!
Layla melemas. Apa maksud pria ini? Kenapa dia terus mengatakan sesuatu yang ambigu?
**
”Aku akan memesan sarapan dari tempat lain, kita masih punya waktu 30 menit.” Saka berucap santai sembari memegang ponselnya sementara Layla sibuk bersiap siap karena pagi ini mereka punya agenda yang sangat penting namun keduanya terlambat karena pembicaraan intim tadi.
Layla menghela napasnya. Wajahnya panik tetapi si bos sendiri malah jauh lebih tenang. ”Terlambat. Kita tidak akan bisa sampai di perusahaan itu jika menunggu pesanan,” jawab Layla.
Saka mengikuti arah pandang wanita itu yang berjalan menuju ke arah dapur mini yang ada di kamar hotel tipe yang paling mewah itu sehingga ada banyak fasilitas dengan ruangan yang sangat luas.
”Apa yang kau lakukan?” tanya Saka penuh selidik.
Layla mulai mengeluarkan semua bahan bahan yang ada di kulkas disana seperti telur dan sayuran. Tangannya dengan lihai memasak menu sederhana omlet yang setidaknya bisa mengisi perutnya sebelum rapat panjang nanti.
Saka memandangnya dengan tatapan tertegun. Hingga saat Layla selesai memasak terlurnya Saka masih memandangnya intens. ”Tunggu apa? Makanlah.”
Namun Saka tidak bergeming. ”Apa kau tidak suka omlet?” tanya Layla.
Saka menggeleng. ”Tidak. Aku hanya sedikit terkejut kau bisa memasak.” Jawaban Saka membuat Layla terkekeh. ”Ini pertama kalinya ada yang membuatkan masakan untukku.”
Layla hampir tersedak saat mendengar itu namun dia lebih memilih diam. Melihat wajah sendu Saka sudah membuatnya terpikir. Ada banyak hal yang membuatnya bertanya tanya sebenarnya bagaimana hubungan Saka dengan istrinya?
Mulai dari merawat luka, memakaikan dasi bahkan sesimpel memasak kenapa Saka selalu mengatakan Layla yang pertama kali melakukannya untuknya?