Beverly seorang gadis terpelajar yang terpaksa harus menerima sebuah perjodohan yang di adakan oleh orang tua angkatnya .Tapi laki laki yang menikahinya itu malah mempersunting wanita lain setelah beberapa bulan pernikahanannya. Entah nasib apa yang dia alami saat itu?? Niat baiknya membalas budi kedua orang tuanya justru malah menghancurkan masa depannya sendiri.
Dia mengajukan kesepakatan bercerai saat satu tahun pernikahannya.
Bagaimana kelanjutan nasib Beverly selanjutnya???
Akankah dia menemukan seseorang yang bisa menerima status jandanya saat itu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina Warsiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku tidak mau hamil anaknya
Di lain sisi ,saat ini Indra mantan suami Beverly tengah berada dikantornya. Beberapa hari ini dia merasa begitu lelah, karena terlalu banyak beban di fikirannya.
Semenjak perceraiannya dengan Beverly seminggu yang lalu, hubungannya dengan Bianca justru sedikit merenggang. Keduanya nampak seriing cekcok beberapa hari ini. Bianca yang dulu sering bersikap manis padanya, dua hari ini justru bersikap begitu menyebalkan menurutnya.
Kemarin, secara tiba-tiba Indra pulang ke rumah lebih awal tanpa mengabari Bianca terlebih dahulu.
Dia memasuki rumah tempat tinggalnya.
Di lihatnya rumah yang nampak begitu sepi tak berpenghuni.
"kemana dia?"kata Indra sambil terus berjalan menuju kamarnya.
Indra segera meletakkan tas yang tadi dia tenteng ke atas meja yang tersedia di kamarnya. Tak lupa dia juga melepaskan jass miliknya dan menggantungnya.
Kini Indra mulai melonggarkan dasi yang dia kenakan dan dengan segera melepaskannya dari lehernya.
Indra berjalan menuju lemari pakaian miliknya untuk mengambil pakaian gantinya.
Saat sedang mengambil pakaian miliknya tanpa sengaja matanya menemukan sesuatu yang mencurigakan di bawah lorong lemarinya.
"apa itu"katanya saat matanya mengarah pada benda yang tanpa sengaja terlihat oleh matanya itu.
Indra segera menundukkan kepalanya dan mengambil benda mencurigakan itu. Di lihatnya benda itu dengan seksama yang ternyata adalah bungkus obat kontrasepsi.
"pil pencegah kehamilan"katanya saat membaca bungkus pil tersebut.
"milik siapa ini?"katanya lagi.
"apa ini milik Bianca???"lanjutnya lagi.
"ya...ini pasti miliknya...siapa lagi yang tinggal di kamar ini?"lanjut Indra yang nampak mulai mengerutkan keningnya.
"apa selama ini dia tidak kunjung hamil karena meminum ini"lanjut Indra dengan segala pertanyaan yang mulai terlintas di fikirannya.
"kenapa dia meminum ini???apa tujuannya"kata Indra lagi dengan raut wajah yang sudah mulai memerah karena marah.
"apa dia tidak ingin mengandung anakku"kata Indra lagi.
Saat sedang memikirkan alasan apa yang membuat Bianca meminum pil kontrasepsi itu, tiba tiba Indra di kejutkan oleh Bianca yang baru saja membuka pintu kamarnya. Dengan segera Indra menyembunyikan bungkus pil kontrasepsi tersebut dan berjalan keluar dari ruang ganti.
"mas...tumben udah pulang?"kata Bianca saat melihat wajah suaminya.
"dari mana kamu?"tanya Indra dengan pandangan dingin.
"dari jalan sama temen"jawab Bianca.
"Kamu kenapa liatin aku gitu sih mas?? memang ada yang salah ya denganku?"tanya Bianca.
Indra memilih berpura pura tidak tahu mengenai pil kontrasepsi itu ,guna mengetahui sejauh mana Bianca akan berbohong perihal pil kontrasepsi itu.
"nggak apa apa"kata Indra yang kini memilih mendekat ke arah Bianca dan memeluknya.
"kenapa lesu gitu..kamu mau??"tanya Bianca.
"tentu saja aku mau... aku ingin segera memiliki anak darimu"jawab Indra.
"Kamu mau kan mengandung anakku"tanya Indra.
"tentu saja aku mau..cuman kan memnag ini belum di kasih aja"kata Bianca.
Indra segera melancarkan aksinya, namun dengan segera Bianca menepisnya pelan.
"sebentar sayang...aku mandi dulu.. nanti baru kita lanjut..ok??"tolak Bianca pelan.
"Kamu mandi duluan aja mas..nanti gantian aku"kata Bianca.
Sementara Indra nampak memilih menuruti Bianca dan berjalan memasuki kamar mandi.
Saat Indra sudah memasuki kamar mandi, dengan segera Bianca berjalan mwnuju lemari pakaiannya.
Dia nampak sedang sibuk mencari sesuatu yang dia selipkan di antara baju bajunya.
"di mana aku meletakkannya?"kata Bianca pelan.
"sepertinya aku meletakkan di sini, kenapa nggak ada"katanya lagi.
Bianca nampak sedikit mengobrak abrik pakaiannya.
Sementara Indra yang tadi memilih memasuki kamar mandi nampak membuka pintu kamar mandinya sedikit dna mulai mengintip keberadaan Bianca.
"kemana dia?"gumamnya saat tidak menemukan Bianca di kamarnya.
Indra pun memilih keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ruang gantinya.
Di lihatnya Bianca yang nampak sedang mencari sesuatu di lemari tersebut.
"apa yang dia cari?? kenapa dia terlihat sepanik itu"gumam Indra yang masih mengamati pergerakan Bianca dari belakang.
"dimana sihh...ahh.. kenapa aku bisa lupa naruhnya gini sih"kata Bianca.
"sial...aku tidak mau hamil anaknya"kata Bianca saat tidak berhasil menemukan pil kontrasepsi yang memang dia selipkan di antara baju bajunya.
semangat
ku memilihmu karena adikku