Selamat Datang Di Novel Pertama Saya.
Cerita ini adalah cerita kehidupan Celyn mulai dari dia kecil saat ditinggal orangtuanya sampai dia menjadi istri seorang yang bernama Dimas.
Siapa Celyn itu?
Apa yang terjadi padanya?
Bagaimana kehidupan pernikahannya?
Mari kita baca bersama-sama.
Dimohon bagi yang tidak suka dengan cerita ini, tolong jangan di beri komentar atau rate jelek. Di skip saja. Hargai Author sebagai penulis yang sudah capek memikirkan alur ceritanya.
Bagi teman-teman authors boleh promosi di karya ini.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan selamat membaca.
God Bless You All..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Jenius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
Having Fun...
Tempat makan telah disetujui yakni Restoran Jepang yang ada di dalam mall tersebut tidak jauh dari area permainan anak-anak. Dinar dan Dika sangat bahagia. Mereka sudah lama tidak memakan sushi.
Setelah tempat makan disetujui mereka berdua lari menuju restoran itu. Mau tidak mau Rani, Nek Imah dan Celyn pun ikut berlari mengejar Dinar dan Dika.
" Dinar.. Dika.. Jangan lari -lari nanti jatuh." Suruh Nek Imah yang tergopoh gopoh mengejar kedua anak itu. Maklum saja Nek Imah memang sudah tua. Tidak kuat mengejar anak-anak itu lagi .
" Ayo Nek, cepat larinya. Dinar sudah lapar". Kata Dinar menyemangati Nek Imah yang terlihat kesusahan berlari.
" Isshh.. Nenek larinya kok kayak semut sih..!! Cepat dong..!!" Teriak Dika lagi.
Rani dan Celyn yang melihat Nek Imah dikerjain kedua anak itu tertawa di belakang Nek Imah. Tetapi tetap mengejar langkah kedua anak itu walaupun tidak tergopoh-gopoh seperti Nek Imah. Rani dan Celyn masih bisa menyeimbangi kecepatan Dinar dan Dika dalam berlari.
" Dinar.. Dika.. Jangan gitu sama nenek. Kasian nenek harus mengejar kalian. Nek Imah kan sudah tua nggak bisa lari secepat itu". Ucap Celyn kepada kedua adiknya itu yang menjahili Nek Imah.
" Maaf kak. Kita nggak menjahili Nek Imah kok. Kita cuma nggak bisa menahan lapar kalo sudah melihat sushi kak". Rengek Dinar
" Iya kak. Dika juga sudah pengen banget makan sushi. Jadi Dika pengen cepat-cepat sampai di sana dan memakan semua sushi yang ada di sana." Kata Dika menyombongkan dirinya.
" Idihh Dika..!! Gaya nya mau abisin semua sushi yang tersedia di sana. Padahal nanti baru makan tiga aja dah bilang kenyang". Ledek Dinar.
" Kak Dinar..!! Jangan ngomong gitu dong. Dika kan jadi malu sama Nek Imah dan kak Rani." Kata Dika pura-pura ngambek karena malu.
" Hahahha.. Dek Dika kalo ngambek gitu hilang gantengnya". Ledek Dinar lagi.
Rani, Nek Imah dan Celyn tertawa melihat tingkah kedua orang itu Mereka bahagia sekali bisa saling ledek seperti itu. Akhirnya Dinar dan Dika sampai di depan pintu restoran. Mereka menyuruh Rani, Nek Imah dan Celyn agar berjalan lebih cepat supaya mereka bisa masuk restoran dan segera makan sushi.
Tak berapa lama mereka pun masuk ke restoran . Mereka mengambil posisi tempat duduk agak ke dalam supaya mereka dapat makan tenang tidak di lewati orang yang bolak balik sari tadi. Sesampainya di meja pelayan datang membawa daftar menu restoran itu dan menyapa mereka.
" Selamat Siang". Sapa pelayan itu
" Selamat siang mbak". Jawab Dika ramah
" Ini buku menu nya. Nanti kalau mau pesan bisa dengan rekan saya XXx. " Kata pelayan seraya membagikan daftar menu yang di bawanya ke meja itu.
Tak lama berselang pelayan yang baru pun datang dan menanyakan pesanan mereka. Dia mencatat dengan baik menu apa yang ingin mereka makan dengan cepat. Dika dan Dinar memesan beraneka ragam dan rasa sushi ditemani dengan minuman ocha khas jepang. Rani memilih memakan sushi yang sudah matang. Dia pun tidak begitu suka sushi. Jadi dia hanya memesan secukupnya.
Sesampainya pesanan mereka di meja , Dinar dan Dika tidak memberi kesempatan kepada sushi tersebut untuk berlama lama berada dibatas meja. Mereka langsung mengambil sushi dan memasukkan ke dalam mulut mereka dalam tempo sesingkat singkatnya. Dinar dan Dika bergantian mengambil sushi dan memakannya. Mereka lahap sekali memakannya seperti tak makan beberapa hari.
" Dinar.. Dika.. pelan- pelan makannya". Tegur Nek Imah.
" Iya Dika.. Dinar. Jangan buru buru gitu. Nikmati aja makanannya". Tegur Celyn juga.
Rani sedari tadi hanya duduk dan memperhatikan mereka sesekali tertawa melihat tingkah Dinar dan Dika.
" Iya kak, kita pelan pelan kok makannya". Jawab Dinar.
Pesanan Celyn, Nek Imah dan Rani pun datang. Mereka memakan makanan mereka dengan tenang dan menghabiskan makanannya. Memang mereka sudah lapar dari tadi. Apalagi melihat cara Dika dan Dinar makan, nafsu makan mereka pun meningkat dan menghabiskan makanannya dengan segera. Tak butuh waktu lama makanan di piring mereka sudah habis ludes mereka makan. Mereka pun duduk kekenyangan dan bersandar di kursi mereka.
" Dika kenyang banget..!!" Ucap Dika
" Dinar juga. Kenyang banget..!!". Kata Dinar menimpali.
" Kak, sehabis makan kita boleh pergi main ke situ?". Tanya Dika pada Rani seraya menunjuk arena bermain yang ada di seberang resto tempat mereka makan.
" Iya boleh. Tapi nanti ya tunggu makanannya turun dulu. Nanti perutnya bisa sakit kalo langsung bermain". Kata Rani.
Dinar dan Dika pun menyetujui perkataan Rani. Mereka memang sangat kenyang dan susah bergerak. Mereka pun menuruti perkataan Rani untuk duduk sebentar seraya menunggu agar makanan yang mereka makan tadi dapat turun ke perut dan di cerna oleh usus mereka.
Tiga puluh menit kemudian saat rasa kenyang di perut mereka berkurang Dika dan Dinar mengajak Rani, Nek Imah dan Celyn untuk perginke arena bermain itu. Dika sudah tidak sabar bermain di sana.
Rani pun menyetujuinya. Sebelum itu dia membayar makanan yang tadi mereka makan. lalu pergi ke tempat yang tunjuk Dika tadi.
Di arena bermain terlihat begitu banyak macam permainan yang bisa di mainkan mereka. Ada permainan balap motor, balap mobil, kuda kudaan, bilyar, dan basket mini dan basket dewasa dan masih banyak lagi. Dika berlari ke sana ke mari ingin memainkan semuanya.
" Dika.. jangan lari lari gitu." Cegah Nek Imah
" iya Dika.. Nanti jatuh". Celyn ikut melarang
" Kak, Dika mau main ini, itu dan yang di sana". Dika menunjuk semua permainan yang ingin dia mainkan.
" Iya, sebentar.. Kakak beli tiket bermainnya dulu". Kata Rani
Rani pun melangkah menuju kasir dan membeli beberapa tiket permainan yang akan mereka gunakan di arena permainan itu. Rani lalu membayarnya dan kembali ke tempat anak-anak dan Nek Imah menunggunya.
Setelah sampai di dekat mereka Rani memberikan satu kartu permainan untuk Dika,satu untuk Dinar dan satu untuk Celyn dan Nek Imah. Setelah mendapat kartu itu, Dika dan Dinar segera memilih permainan, menggesekkan kartunya dan memainkan permainannya. Begitu terus sampai deposit yang ada di kartunya itu sampai habis. Celyn pun tidak tinggal diam, dia ikut bermain di area permainan itu. Hanya Nek Imah dan Rani yang tidak bermain karena mereka berbagi tugas untuk mengawasi anak itu. Nek Imah mengawasi Dika dan Dinar. Rani mengawasi Celyn.
Tak terasa hari sudah malam. Mereka memutuskan untuk pulang. Rani pun menelepon Pak supir untuk menjemput merek di lobby.
Setelah sampai di lobby mereka naik ke mobil dan mobil melaju ke arah rumah supaya mereka bisa istirahat. Karena kecapekan bermain ketiga anak itu tertidur pulas di dalam mobil. Tidak tahu lagi apa yang terjadi di mobil hingga sampai ke rumah. dan mereka di gendong masing masing ke kamar mereka. Pak supir menggendong Celyn yang paling besar, Rani menggendong Dika dan Nek Imah menggendong Rani.
Setelah anak-anak sampai di kamar pak supir izin pulang. Nek Imah dan Rani pun membersihkan diri mereka lalu beristirahat. hari ini adalah hari yang melalahkan tapi membahagiakan.
semangat