Kayana Putri & Gavin Adhitama
Kayana terpaksa menerima perjodohan itu karena dia tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini. Kayana berusaha untuk menjadi isteri yang baik dan penurut, tapi usahanya tidak pernah di hargai oleh Gavin. Sampai pada suatu hari Gavin bertemu kembali dengan wanita di masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.M Arti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembalinya Kayana
Keesokan harinya, Kayana sudah di perbolehkan untuk pulang dari Rumah Sakit. Sebelum pulang, dia mampir ke ruang Ricko untuk berpamitan dan memastikan keadaan Ricko baik-baik saja.
Kayana memakai dress bunga-bunga berwarna Navie dengan perutnya yang besar membuat tubuhnya terlihat semakin berisi. Tuan Gavin tak henti-hentinya menatap Kayana dengan gemas.
"Dia lucu sekali. . tinggi badan yang yang hanya segitu, tapi perut besar sekali seperti badut. . " Ucap Tuan Gavin terkekeh.
"Aku mendengarnya suamiku, ini kan karena perbuatanmu. . " Ujar Kayana yang sudah tidak sungkan-sungkan lagi.
"Maafkan aku sayang. . .tapi kau terlihat sexy. . .aku menyukainya. . ." Ujar Tuan Gavin yang sekerikan bisa membuat Kayana kembali tersenyum karena sanjungan Tuan Gavin.
Sesampainya di kamar Ricko, Kayana mengecek suhu Ricko dengan menempelkan punggung tangan di kening Ricko dan wajahnya membuat Ricko terbangun dari tidurnya karena.
"Kak Yana. . Aku kira dokter. . ." Ujar Ricko.
"Apakah dokter melakukan hal yang sama sepertiku setiap berkunjung?" Tanya Kayana pada Ricko.
"Ti . . tidak. . Kak Yana cantik sekali. . mau kemana?" Tanya Ricko.
"Aku sudah boelh pulang, harusnya dari kemarin. Tapi suamiku memintanya untuk tambah sehari disini. Kakak pulang dulu ya, Kau cepat sembuh dan cepat pulang." Ujar Kayana pada Ricko.
"Iya Kak. . Memang aku tidak boleh pulang sekarang ya? Aku bosan disini." Ujar Ricko.
"Besok siang kau boleh pulang. Aku sudah konsultasi pada dokter yang bertanggungjawab atas kau. Hari ini staaf Agil yang menjagamu, karena Agil ada meeting siang ini." Ujar Tuan Gavin.
"Te. . terimakasih Tuan . .. " Ujar Ricko.
"Harusnya aku yang berterimakasih padamu. Kau sudah mengorbankan dirimu untuk menyelamatka kami. Kau sudah bekerja?" Tanya Tuan Gavin.
"Belum Tuan, bulan depan baru wisuda." Ujar Ricko.
"Setelah wisuda, bergabunglah di Adhitama Group. " Ujar Tuan Gavin membuat Ricko terbengong tak percaya.
Ricko tahu, tidak mudah untuk bisa bergabung dengan adhitama Group. Karena untuk masuk kesana haru ikut seleksi yang di ikuti oleh ribuan peserta dan hanya 5-10 orang yang di terima.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Kayana pada Ricko yang terdiam tanoa berkedip.
"I . iya Kak Yana. . aku hanya tidak percaya saja jika Tuan Gavin memperbolehkanku untuk mengikuti seleksi ini." Ujar Ricko.
"Hmm. . .seleksi bisa kami lakukan kapan saja, termasuk saat aku melihatmu membawa isteriku untuk menjauhkannya dariku." Ujar Tuan Gavin.
"Ehh. . . itu. . . ." Ucap Ricko.
"Hisss. . Itu aku yang memaksa. Lagian dia tidaa tahu kalau aku isteri seorang Tuan Gavin." Uhar Kayana membela Ricko.
"Lihat. . .isteriku membelamu. . .dia membela lria lain di depan suaminya sendiri. Apakah itu wajar?" Ujar Tuan Gavin yang lagi-lagi membuat Ricko terdiam karena bingung dengan ucapan Tuan Gavin yang susah di mengerti oleh nalarnya.
"Eh. . ." Ujar Ricko dengan bingung melihat keduanya.
"Tak usah kau pikirkan De, biar aku yang urus. Sekarang aku sudah tidak mau takut lagi padanya." Ujar Kayana.
"Iya Kak. . ." Jawab Ricko dengan bingung karena sikap Kayana yang tidka lagi seperti Kayana yang ia kenal, dulu Kayana begitu lembut dan manis. Tapi sekarang lucu dan terlihat lebih mendominasi daripada Tuan Gavin.
Astaga . .Apa yang terjadi pada Kak Yana? Dalam semalam dia berubah menjadi wanita yang tegas tapi lucu. .. Biasanya dia hanya tersenyum, dan malu-malu. . .Tapi sekarang. .
"Kalau begitu, kami pulang dulu Ricko. Sebentar lagi staff Agil akan datang untuk menemanimu. Kalau kau ingin sesuatu katakan saja padanya." Ujar Tuan Gavin pada Ricko.
"Kalau dia memarahimu atau galak padamu, hubungi aku. Agar aku meminta suamiku untuk memecatnya." Ujar Kayana.
"Hah. . .kenapa begitu?" Tanya Tuan Gavin bingung.
"Karena aku tidak suka dengan orang yang sombong. " Ujar Kayana.
"Apakah diam dan galak berarti sombong?" Tanya Tuan Gavin.
"Aku tidak suka yang galak. . ." Ujar Kayana.
"Lalu kenapa sekarang kamu galak?" Tanya Tuan Gavin membuat Kayana terdiam untuk beberapa saat.
"Aiiihhh. . .Aku tidak galak, aku seperti ini kan karena kau suamiku. . .Bukan karena mauku. . ." Ujar Kayana dengan ketusnya.
"Tuan, sebaiknya segera bawa Kak Yana pulang. Sepertinya karena terlalu lama di Rumah Sakit, jadi Kak Yana. . . ." Ujar Ricko menghentikan ucapannya sebelum Kayana naik pitam.
"Jadi apa Ricko? Katakan. . kakakmu ini ingin mendengarkannya." Ujar Kayana.
"Kau benar sebaiknya aku segera membawanya pulang. Lekas sembuh Ricko." Ujar Tuan Gavin segera mengangkat tubuh Kayana dan membawanya keluar dari ruang rawat inap Ricko.
Sesampainya di rumah, Bu Siti sudah menunggu di depan rumah untuk menyambut kedatangan Kayana kembali ke rumah Tuan Gavin.
Bu Siti menatapnya dengan haru, melihat Kayana yang datang dengan perutnya yang sudah membesar. Tak disangka, 4 bulan lalu saat melepas kepergiannya ternyata sedang berbadan dua.
Air matanya sudah terkumpul di sudut matanya sejak melihat Kayana turun dari mobil. Bu Siti berharap Tuan Gavin benar-benar menjaga Kayana dengan baik dan tidak terulang lagi kejadian yang lalu.
"Selamat datang kembali di rumah ini Nona. ." Ucap Bu Siti dengan mata yang berkaca-kaca menahan supaya tidak menangis.
"Terimakasih Bu Siti, bagaimana kabar Bu Siti? Sudah lama aku tidak melihat Bu Siti." Ujar Kayana dengan ramahnya.
"Saya selalu baik Nona, bagaimana dengan Nona? Saya lihat Nona semakin cantik, terlebih sekarang sednag berbadan dua. Auranya semakin bersinar Nona." Ucap Bu Siti.
"Saya juga baik Bu, terimakasih atas pujiannya. Saya jadi tersanjung." Ucap Kayana.
Tuan Gavin merangkul Kayana membawanga ke kamarnya. Dan Bu Siti membawakan koper kecil dari mobil yang baru saja membawa Nona Kayana dan Tuan Gavin.
Setelah mengantar koper ke dalam kamar, Bu Siti segera kembali ke dapur menyiapkan makan siang karena waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang.
"Bukankah kamarku di sebelah?" Tanya Kayana pada Tuan Gavin.
"Tapi mulai sekarang ini menjadi kamar kita. Sebelah akan aku ubah menjadi kamar anak-anak kita nanti." Ujar Tuan Gavin memeluk Kayana dari belakang.
"Hmm. .Terimakasih suamiku. . ." Ucap Kayana.
"Hmm. . . Inikan untuk anak-anakku juga. Nanti sore Agil akan datang bersama arsitek untuk dekor kamar anak-anak kita. Kamu yang pilih ya." Ucap tuan Agil pada Kayana.
"Benarkah?" Tanya Kayana.
"Tentu saja sayang. . ." Ujar Tuan Gavin.
Setelah menu makan siang sudah siap, Bu Siti mengetuk pintu dan memberitahukan jika makan siang sudah siap.
Kayana dan Tuan Gabvin keluar dari kamar dan turun ke meja makan untuk makan siang. Kayana seperti biasanya menyendokkan aasi untuk Tuan Gavin dan lauk.
Bu Siti terharu melihat pemandangan di depannya. Siang itu sangat berbeda, Nona Kayana dan Tuan Gavin slaing melempar senyum dan terlihat begitu bahagia.
Saya harap Tuan dan Nona selalu bahagia seperti saat ini. . .
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**Jangan lupa like, komen and Rate5 ya, Boleh juga vote seikhlasnya...
~teşekkür ederim~ 😍😍**
Btw, aku pernah baca novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, itu keren banget. Kalo search jangan lupa tanda kurungnya