Ryan adalah seorang pemuda yang bernasib malang yang tidak memiliki harta apapun kecuali ibunya.
Sejak kecil Ryan sudah dididik untuk menjadi pribadi yang pekerja keras dan pantang menyerah oleh orang tuanya. Slogan 'hasil tidak akan mengkhianati usaha' selalu terpatri dalam jiwa Ryan.
Sampai pada akhirnya dia bisa memasuki sebuah perkuliahan yang bergengsi dengan beasiswanya. Namun disitulah kepahitan demi kepahitan dia rasakan karena mendapatkan bully dari teman-temannya, selalu menghinanya, bahkan memanggilnya dengan kalimat 'Miskin'.
Namun Ryan tidak pantang menyerah! Dia terus menjalani kehidupannya yang berat itu dengan kesabaran hingga disuatu hari dia mendapatkan keberuntungan berupa sistem yang akan membantunya dalam segala hal dan merubah kehidupan Ryan. Perlahan, kehidupan Ryan yang miskin harta berubah menjadi orang yang berpunya dengan keberadaan dari Sistem. Yang awalnya susah kini menjadi lebih baik.
Bagaimanakah kelanjutannya? Simak kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adib Mudzofar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 29
Ryan terus mengotak-atik smart phone miliknya itu untuk melihat-lihat atau lebih tepatnya memilih kendaraan yang akan dia beli. Ryan juga memikirkan sisa uangnya kini tinggallah 14 milyar saja dan dia harus menimbang dengan teliti untuk membeli kendaraan yang mana yang cocok untuknya dan pas pada uang sisa ditabungannya.
Ryan berniat membeli dua buah mobil sport dan satu motor besar atau biasa dikenal orang dengan moge atau motor gede.
"Kampret! Ternyata harga mobil-mobil ini lebih mahal dengan Villa ini!" ucap Ryan yang terkejut dan tidak menyangka bahwa total uangnya yang sebanyak 45 miliar itu bahkan ada yang belum bisa untuk mendapatkan separuh mobil sport yang dia lihat.
Dia lalu memilah dan memilih mobil lain yang harganya terjangkau dan termasuk dari mobil keren jika dipakai. Hingga melihatlah dia pada daftar mobil-mobil ferrari yang harganya kisaran 8,9 miliar. Ryan tersenyum melihatnya.
Mobil sport yang didatangkan dari Italia itu disokong mesin turbo direct injection V8 3.855 cc yang melontarkan tenaga 560 cv pada 7.500 rpm dan torsi 755 Nm pada 4.750 rpm. Mesin ini memiliki rasio kompresi 9,4:1.
Kemampuan mesin besar ini diklaim Ferrari bisa berlari dari nol sampai seratus km/jam dalam hitungan 3,2 detik, dan nol sampai dua ratus km/jam dalam hitungan 11,2 detik.
Emisi gas buangnya telah dikurangi menjadi 250 g/km pada siklus kombinasi dan sebanyak 20 persen dalam rasio C02/horsepower (0,44 g/km/cv).
Setelah puas membaca spesifik mengenai mobil itu yang meskipun tidak dia pahami kecuali cc dari mesin dan kemampuan berlarinya mobil, Ryan lalu mulai melihat apakah mobil yang seperti yang diharapkan itu ada dan dijual dikota ini.
"Ahaa.. Ternyata hanya ada satu dikota ini! Kebetulan sekali!" ucap Ryan kegirangan saat melihat salah satu show room atau dealer mobil ada yang menyediakannya.
Ryan dengan cepat menghubungi pemilik dealer dan memesannya. Lalu setelah itu dia meminta mobilnya diantarkan sekarang juga di Villa miliknya ini. Sementara untuk pembayarannya, Ryan telah memberikan DP sebanyak 2 miliar dan akan melunasinya jika mobilnya sudah sampai ditempat.
Dengan senang pemilik dealer itu menyanggupi permintaan Ryan dan dia sendiri yang akan mengantarkan mobil pesanan Ryan. Dia bahkan memberikan Ryan diskon untuk pembelian mobil ferrari california T itu sebanyak 100 juta. Jadi yang harus dibayarkan Ryan adalah 8,8 miliar.
Selesai urusannya dengan mobil, Ryan lalu menanyakan kepada Sistem mengenai sisa uang yang ada di rekeningnya. Sistem menjawab bahwa uangnya tersisa keseluruhannya dengan yang ada di brangkas adalah 5.969.795.000 dan Ryan hanya disuruh menyisakan 1 juta 800 ratus ribu saja karena uang itu murni uang Ryan dari hasil melaksanakan tugas sebelum bermain judi.
"Jadi tersisa 5,9 milyar lagi! Baguslah.. Aku akan membeli mobil yang agak murah dan satu motor gede saja sisanya!" ujar Ryan sambil tersenyum.
Dia lalu menghubungi dealer sebelumnya untuk menanyakan apakah ada mobil sport lainnya. Setelah telfon Ryan diangkat, pemilik dealer mengatakan bahwa masih ada satu lagi yang tersisa dari mobil sport disana. Yaitu mobil Porsche Panamera berwarna biru dengan bandrolan harga 3,9 milyar.
Ryan langsung menyetujuinya tanpa ragu dan ingin membayarkan DP nya sekarang juga. Namun ditolak oleh pemilik dealer yang mengatakan bahwa Ryan diminta membayarnya nanti saja saat mobil telah sampai ditempat.
Setelah itu, Ryan mencari motor gede.
"Tem.. Sistem! Kira-kira motor apa yang cocok untukku?" tanya Ryan yang kebingungan dengan daftar motor yang dijual.
Ryan bingung karena dia tentu ingin memiliki semua motor-motor keren itu.
[Cih! Panggilanmu untukku benar-benar menyebalkan! Kamu belilah dua motor! Ducati Panigale V4 Superleggera dan motor Ninja H2 Carbon yang sedang tren sekarang!] ujar Sistem dengan nada kesal.
"Ohoo.. Kamu memikirkan tentang tren juga ternyata!" ucap Ryan sambil tersenyum sinis.
[Cih! Tentu saja! Aku adalah Sistem terkeren, termacho, ter.. Pokoknya ter-ter sedunia!] ujar Sistem sambil memperlihatkan emot berkacamata hitam pada layar hologram kepada Ryan.
Ryan hanya melongo dengan lebar mendengar ucapan dari Sistemnya super duper narsis itu. Dia masih belum maklum akan kenarsisan Sistem yang sudah bersamanya dalam dua hari ini.
Pada akhirnya, Ryan memesan motor Ducati Panigale V4 Superleggera seharga 1,4 milyar dan Kawasaki Ninja H2 Carbon seharga 515 juta. Maka kini hampir lunas lah semua uangnya yang harus dihabiskan dan hanya tersisa 154.795.000. Sungguh melelahkan bagi Ryan yang tidak pernah mengatur uang sebanyak itu.
Seperti sebelumnya, dia juga meminta kepada pihak dealer untuk mengantarkannya ke Villa dan akan membayarkannya secara penuh jika barang sudah ditempat.
.
.
Malam pun tiba. Saat ini sudahlah pukul 21:00 atau jam 9 malam. Sementara Ryan masihlah duduk sambil menunggu keempat pesanannya yang mengatakan bahwasanya akan tiba di Villa secara bersamaan yaitu jam 21:05 atau lebih sedikit.
"Hais.. Menunggu memang sesuatu yang menyebalkan!" ucap Ryan menghela nafas panjang.
[Sabarlah sebentar! Baru juga jam sembilan! Masih ada lima menit waktu yang mereka janjikan!] ujar Sistem menanggapi.
"Iya-iya.. Bawel!" ucap Ryan lalu memakan camilannya lagi, lagi dan lagi.
"Kamu tidak tahu bagaimana nasibku nanti pasti diomeli oleh ibu karena aku pergi tanpa pamit dan pulang kemalaman!" ujar Ryan lagi.
[Tuan! Ternyata Tuan benar-benar bodoh! Mengapa Tuan tidak menelfon nomor Tuan yang ada dirumah lalu pasti ibu atau dua preman itu mengangkatnya setelah mendengar suara telfon!] kata Sistem dengan ketus. Dia sangat kesal dengan Ryan yang sangatlah bodoh ini. Akan tetapi mau bagaimana lagi, dia hanya bisa menerimanya begitu saja karena suatu alasan.
"Ahahaha.. Mengapa kamu tidak bilang dari tadi Sistem sialan? Aku kan jadi tidak perlu panik-panik seperti sebelumnya!" ucap Ryan sambil tertawa seperti orang tanpa dosa.
[Cih!] Sistem hanya mendecih menanggapinya. Dia tidak lagi berbicara dengan Ryan karena semakin dia berbicara maka akan semakin kesal dirinya.
Keduanya saling diam untuk beberapa saat setelah Ryan menelfon ibunya melalui nomor handphonenya. Suasana diam itu terus berlangsung sampai seorang pelayan laki-laki datang ketempat Ryan dan mengatakan bahwa ada mobil pengangkut yang tiba dan mengatakan ingin bertemu dengan orang yang bernama Ryan.
"Baiklah.. Bawa aku kesana!" ujar Ryan santai lalu berdiri dari tempat duduknya.
"Mari Tuan!" ucap si pelayan laki-laki lalu memimpin Ryan pergi meninggalkan ruangan ituu untuk menemui tamunya.
"Baik!" ucap Ryan.
hehh belum tau dia..entar elo yg mati