NovelToon NovelToon
Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: HeniNurr

Kisah Asmara Arini, seorang gadis muda sederhana dengan kekasihnya Aditya yang harus kandas ditengah jalan. Status sosial menjadi tembok penghalang hubungan mereka.

Dengan terpaksa Aditya melakukan pernikahan dengan wanita pilihan orang tuanya.Tanpa Aditya sadari, Arini melahirkan seorang anak dari hubungan mereka selama ini.

Dengan menelan kekecewaan dan sakit hati, Arini membesarkan anaknya seorang diri dengan penuh perjuangan dan air mata. Hingga akhirnya datang seorang pria bernama Radit yang begitu bersimpatik dan mengagumi kehidupan Arini. Bersamaan dengan itu pula Aditya datang kembali dalam kehidupannya.

Akankah Arini kembali menerima cinta Aditya?

Atau....

Akankah Arini menerima cinta tulus Radit yang begitu mencintai dan menerima semua masa lalunya?

Penasaran.....? pantengin terus cerita di setiap partnya...❤❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HeniNurr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Bersama

Dalam perjalanan pulang, Arini lebih banyak terdiam. Rasa sakit terus mendera hatinya yang begitu teramat sesak. Tak ingin Radit melihatnya, Arini memalingkan wajah untuk sekedar menghapus air matanya yang jatuh.

Sosok Aditya terus membayang dipikirannya. Bayangan tentang istrinya yang bergelayut manja, bayangan saat Aditya menatap dirinya penuh lekat, sentuhan lembut tangannya yang masih terasa dipipi, merasakan hembusan nafas yang terasa begitu hangat, masih sama seperti dulu...

Aahhhh tidaaakkkkk.....

Hati Arini menjerit, menyangkal semua kerinduan yang dia rasakan untuk Aditya.

"Rin...kamu baik-baik saja?"

Suara Radit membuat Arini terkejut, membuyarkan semua ingatannya tentang Aditya.

"Emmmh...Mas maaf kalau gara-gara aku Mas jadi harus pulang lebih cepat." Arini melihat Radit dengan penuh penyesalan.

"Ini udah kesekian kalinya kamu minta maaf Rin..."

"Tapi itu tetap buat aku merasa nggak enak Mas."

"Emmm...gimana kalau permintaan maaf kamu diganti sama tawaran aja."

"Tawaran....maksudnya?"

"Kamu ajak aku jalan-jalan saat kamu libur kerja nanti, gimana?"

"Oh kirain apa...boleh kalau begitu. Hari sabtu depan aku libur kerja. Kita pergi ketaman kota, sekalian aku ajak Nuno juga, gimana?"

"Boleh, kebetulan banget aku belum pernah pergi kesana."

"Masa sih belum, kan Mas orang Surabaya."

"Lewat sih sering tapi belum pernah masuk. Sebenernyakan ibuku tinggal diyogyakarta. Jadi aku di Surabaya saat Ibu tugas disini aja, waktu aku masuk SMA."

"Oh jadi Mas bukan asli orang sini."

"Ya gitu deh, nanti kapan-kapan kita ke Yogyakarta. Aku kenalin kamu ke ibu ku."

Arini tidak menjawab, hanya menanggapi dengan seutas senyuman.

Beberapa lama kemudian mereka sudah sampai dirumah Bude Wati. Radit membukakan pintu mobil Arini, mereka berdiri berhadapan.

"Mas mau masuk dulu?"

"Kayaknya langsung pulang aja, udah malam juga."

"Ya udah kalau begitu. Makasih ya Mas, hati-hati dijalannya."

"Iya sama-sama."

Arini melambaikan tangan saat Radit mulai menjalankan mobilnya.

"Arini......."

Suasana malam yang gelap, membuat Arini tidak bisa melihat jelas siapa orang yang memanggilnya.

"Rin, ini aku..."

Arini mengenal suara itu.

"Aditya.... kenapa kamu bisa ada disini?"

"Aku mengikutimu, aku masih ingin bicara denganmu."

"Tidak ada yang harus kita bicarakan lagi, aku harus masuk ini sudah malam. Lebih baik kamu pulang."

"Baik kalau begitu, aku akan ikut kamu masuk kedalam."

"Apa kamu udah gila, ini bukan rumah aku. Jadi kamu nggak bisa masuk seenaknya."

"Ya aku memang gila, gila karena kamu."

"Udah lah Dit... mendingan kamu pergi."

"Aku akan pergi, tapi kamu harus ikut denganku."

"Aku nggak mau."

Aditya menarik paksa tangan Arini untuk masuk kemobilnya.

"Dit lepasin, aku nggak mau ikut sama kamu. Kamu nggak bisa kayak gini ke aku."

"Kamu masuk atau aku akan benar-benar masuk kerumah itu?"

Ancaman Aditya membuat nyali Arini langsung menciut. Arini pun diam tidak bisa melakukan apa-apa.

Aditya melajukan mobilnya. Tak sepatah katapun keluar dari mulut mereka. Pikiran Arini kacau, begitu sangat khawatir kalau-kalau Nuno menunggunya pulang.

"Dit bawa aku pulang, Nuno pasti sudah menungguku."

Aditya menghentikan mobilnya ditepi jalan. Suasana sangat sepi karena hari sudah semakin malam.

"Jadi anak kita namanya Nuno?"

Sedikitpun Arini tidak menjawab.

"Benar kan Rin?" Arini masih diam.

"Kamu tidak tahu seberapa tersiksanya aku selama ini. Aku sangat merindukanmu. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu."

Aditya memegang kedua tangan Arini yang dengan cepat Arini tepis. Bulir air mata kembali jatuh dipipinya.

"Maafkan aku yang sudah meninggalkanmu, tapi itu semua bukan kemauan aku Rin, saat itu aku tidak tahu kalau kamu sedang mengandung anak kita. Aku sangat menyesal, aku ingin kita kembali seperti dulu, hidup bersama dengan anak kita."

"Dit lupain aku, lupain semua yang udah terjadi dengan kita. Sekarang keadaan kita sudah sangat berbeda, kamu sudah menikah dan aku...."

"Dan aku apa....aku sudah bersama dengan laki-laki itu? begitu maksud kamu?"

"Kamu sudah menikah dan kamu nggak berhak ikut campur kehidupan aku lagi."

"Tapi aku tidak mencintai dia, aku menikah hanya karena terpaksa."

"Tapi itu tidak akan merubah semua yang sudah terjadi Dit, mau terpaksa atau tidak, nyatanya kamu sudah menikah dengan wanita itu."

"Aku akan meninggalkannya Rin, demi kamu dan Nuno."

"Nggak....jangan pernah kamu lakuin itu. Aku nggak mau jadi penghancur rumah tangga orang lain."

"Aku tidak pernah menjalankan rumah tangga dengan siapapun, itu hanya status belaka."

"Dit apapun itu dia tetap istri kamu. Sekarang kehidupan aku udah tenang, aku tidak mau ayahmu mengganggu Nuno."

"Rin percaya kepadaku, aku akan menjaga kamu dan anak kita dari siapapun itu."

"Kepercayaanku sudah hilang Dit, sudah hilang lima tahun lamanya. Aku sudah mengubur semua kenangan masa lalu diantara kita." Arini kembali terisak, tidak tahan merasakan penderitaannya selama ini.

"Maafkan aku Rin, aku akan menebus semua kesalahanku."

"Pembicaraan kita sudah selesai. Aku akan pulang."

Arini keluar dengan tergesa. Aditya menyusul Arini yang sudah berjalan terlebih dahulu...

"Rin...kita belum selesai bicara."

Aditya menarik Arini kedalam pelukannya.

"Lepasin aku Dit,,,lepasin aku." Arini memukul-mukul dada Aditya. Tapi bukannya melepaskan Aditya malah semakin mengeratkan pelukannya.

Tangis Arini pecah, merasakan tubuhnya tak berdaya lagi untuk melawan Aditya.

"Aku tahu kamu masih mencintai aku, kita masih memiliki rasa yang sama seperti dulu. Maafkan aku Rin, maafkan aku...." Aditya pun ikut menangis, memeluk tubuh Arini semakin erat.

Arini merasakan kepalanya berputar-putar, tubuh Arini merosot dalam pelukan Aditya, dia tak sadarkan diri.

"Rin...Arini...kamu kenapa, bangun Rin."

Aditya menepuk-nepuk pipi Arini, namun Arini tidak merespon apa-apa. Tak berpikir panjang lagi, Aditya langsung memangku Arini masuk kedalam mobil.

Aditya merebahkan tubuh Arini diatas tempat tidur. Dia membawa Arini kesebuah hotel yang lokasinya sangat dekat dari tempat kejadian tadi. Aditya melepas jas dan menyampirkannya diatas sofa. Kemudian duduk disamping Arini yang masih tak sadarkan diri. Tak lama suara ketukan pintu terdengar.

"Selamat malam Pak Aditya, ini Dokter yang akan memeriksa Nona Arini."

David datang dengan seorang laki-laki berkemeja putih.

"Silahkan masuk Dokter, tolong periksa keadaanya. Dia sudah tak sadarkan diri hampir satu jam, saya sangat khawatir."

Dokterpun memeriksa keadaan Arini dengan teliti.

"Nona tidak apa-apa hanya kelelahan saja, mungkin nona kurang memperhatikan kondisi kesehatannya. Saya akan memberikan suntikan vitamin, mungkin Nona akan bangun besok pagi. Dan ini saya tuliskan resep, kalau besok Nona sudah bangun langsung diminumkan agar Nona bisa kembali fit."

"Terima kasih Dokter."

Aditya menerima resep itu dan memberikannya kepada David untuk segera menebusnya.

Setelah kepergian David dan Dokter tadi, Aditya kembali menemani Arini. Membelai puncuk kepala Arini dengan penuh sayang.

Maafkan aku Rin, kamu sudah menanggung beban berat selama ini, membesarkan anak kita seorang diri.

Aditya membelai pipi putih Arini, menelisik wajah yang selama ini sangat dia rindukan.

Ini bukanlah sebuah mimpi indah yang datang saat tertidur malam, tapi ini sebuah kenyataan yang bisa dirasakan. Yang bisa kukecup keningnya dan ku sematkan jari ditangannya.

1
Ririn Santi
udah lama jg, jd gak usah drama gitu dit. kembalilah ke pelukan istri mu sana gih
Ririn Santi
makanya neng gak usah pacaran yah. ntar semua semua udah dikasi ,kamu malah ditinggal lari sama cowokmu, trus dia nya nikahnya sama orang lain. kamu dapat susahnya, dia dapat enaknya. ..☹️☹️☹️☹️
Ranie
iseng2 ngetik nama kak Heni eeh tainya ketemu dong ceritanya di NT 🤭🤭 sambil nunggu indah dan Alvin honeymoon aku baca ini deh 😅
💞my heart💞
😭😭😭😭😭😭nyesek Thor
💞my heart💞
😭😭😭😭😭😭
💞my heart💞
bodoh kamu Aditya
💞my heart💞
semoga Arini jodoh ngan Radit thor
💞my heart💞
ada bawang merah nya Thor 😭😭😭😭
Poernama 💜💜💝💝
Teteh aku selalu rindu sm karya mu yg pertama ini sangattt bagus
Arin
Halah pnysln BPK udh telat...Sono hdup aj dngn pnysln yg udh ngg ada guna biar tau rsa
Arin
nah dsni ada obtny,knpa kbnykan novel klo udh Kya gtu ktnya ngga ada obat selain gtuan...
marta💎: katax sih klo dosisnya terlalu tinggi solusinya hrs berhubungan bdn kak, krn klo d kasih obat bs bahaya ke syarafx, dan itupun tdk menjamin reda pengaruh obat perangsangnya.
total 1 replies
Arin
sy suka bngt sm visualny Thor...☺️
Arin
dasar si tua Bangka,sy sumphin anda ngga bkl punya cucu lain selain Nuno biar mampus tuh si tua
Arin
kpn si pak tua ini kena karma,dan menantu ksyngny juga
Arin
hemm Arini sama Adit itu SM aja....mentlny krupuk,sebel sy SM arini
Arin
udhlh Arini kmu ngga ush ngrsin tentang Adit,kmu fokus aja sama orng yg bner"tlus dan tegas ngga kaya Adit yg mentlny Kya krupuk
Arin
lagian kmu Arini,terllu gmpng maafin Adit,ydh makan tuh cinta
Arin
aduh Aditya...kmu jngn gtu dong,urusin dlu noh bpkmu sm istrimu
Arin
Gea kta"mu mwkli htiku...
Arin
semoga pak tua bangkrut trs dia lumpuh biar tau rsa,coba aja mntu ksyngn mau ngga ngrwt dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!