Aneuly Priliana (18) sejak kecil ia hanya tinggal dengan nenek nya, namun semenjak nenek nya meninggal ia harus tinggal di panti asuhan, ia sekolah memakai uang beasiswa dan uang hasil kerja paruh waktunya untuk menyambuh hidupnya.
Setelah lulus sekolah menengah atas, ia lebih memilih bekerja sebagai baby sister keponakan sahabatnya, yang ternyata menaruh hati pada Aneuly sejak mereka bersahabat.
Selama bekerja Aneuly tergoda oleh Duda Tampan, Ayah dari ketiga anak asuhnya.
Darendra Maximillan (27) Pria tampan yang sudah mempunyai tiga anak kembar ini, Mulai jatuh cinta pada gadis yang di cintai adiknya sendiri, gadis yang juga menjadi baby sister anak nya.
Namun Daren mati - matian berusaha mengelak rasa suka pada gadis bernama Aneuly itu. Tapi Ketiga anak nya sangat dekat dengan Aneuly dari pada dengan dirinya.
"Aku seperti mempunyai 4 orang anak, mereka semua sangat manja," gerutu Aneuly kesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitryas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DLM II Eps 29
Daren menghentikan langkahnya tepat saat dirinya melihat Aneuly dan Abian sedang berpelukan, dan mendengar ungkapan perasaan Abian kepada Aneuly.
Jantung Daren terasa tersayat rasa panas karena amarah di tubuhnya mulai menaik, ingin rasanya dia melayangkan pukukulan detik itu juga.
"Kak Daren baru pulang?" tanya Abian saat kedua orang itu saling melepas pelukannya.
Melihat wajah Aneuly yang terlihat merasa tidak bersalah sama sekali membuat Daren semakin kesal, dia tidak menjawab pertanyaan Abian dan langsung berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Aneuly hanya menatap kepergian Daren dengan wajah sendu, dia merasa bersalah karena dirinya sudah mendiamkan Daren sejak pulang dari Kantor karena masalah ketiga anak asuhnya.
"Aneu?" panggil Abian agar tersadar dari lamunannya, "Aneuly?" panggilnya lagi sedikit keras.
"Ah, iyah ada apa Bian?"
"Kamu kenapa murung begitu?" tanya Abian mengacak rambut Aneu agar tidak bersedih.
"Sepertinya aku harus istrirahat, kita bicara besok gapapa?" tanya Aneu merasa tidak enak pada Abian, namun dirinya sendiri juga sedang tidak baik-baik saja.
Abian mengangguk, "tidur yang nyenyak yah," jawabnya sambil tersenyum.
Aneu tersenyum dan mengguk, dia lalu mengambil minuman di lemari pendingin dan kembali masuk ke dalam kamarnya.
Abian menatap kepergian Aneuly dengan wajah yang tidak bisa di artikan, lenganya mengepal ketika dirinya mengingat kejadian beberapa hari lalu, saat melihat kakak nya Daren masuk ke dalam kamar Aneuly pada malam hari dan keluar pada pagi hari.
Betapa terkejutnya saat Abian melihat itu, dia bahkan sampai tidak bisa tidur semalaman hanya untuk memikirkan apa yang akan di lakukan kakaknya di dalam kamar Aneuly.
Hingga akhirnya pagi pun datang, Abian tidak bisa lagi menahan amarahnya untuk marah. Namun saat menemui Aneuly ke kamarnya dia terlihat baik-baik saja dan bahkan masih bisa tersenyum. Sudah di pastikan memang keduanya mempunyai hubungan.
Abian berniat terang-terangan mengambil hati Aneuly karena memang dari awal dialah yang lebih dulu mencintai Aneuly dan lebih tau segalanya tentang Aneuly dari pada Daren.
Sementara di dalam kamar Daren segera menutup gardengnya agar tidak ketauan Aneu jika dirinya sedang mengintip. Daren membuka kasar kemejanya lalu masuk kedalam kamar mandi dan mengguyur tubuhnya menggunakan Shower.
Sesekali ia menonjok dinding kamar mandinya kesal, dan menyalurkan semua amarahnya.
*
Keesokan hari, pagi sudah menjelang siang, Aneuly berpikir jika Daren pergi pagi-pagi untuk berangkat kekantor. Namun ternyata pria itu tidak pergi dan malah menelantarkan pekerjaanya, Aneuly tau saat Bi Nur menerima telpon dari Yoland jika sekertarisnya itu sedang kebingungan mencari Daren karena dia sama sekali tidak mengangkat telpon darinya.
Aneuly meninggalkan ketiga anak asuhnya yang sedang bermain dia langsung naik ke atas dimana kamar Daren berada ketika mendengar kabar dari Bi Nur.
Aneuly terkejut melihat Daren yang masih tertidur di atas ranjang, dengan kamar yang gelap dan selimut yang tebal. "Tuan, apa kamu baik-baik saja?" tanya Aneu berusaha mendekati pria yang tengah tertidur pulas itu.
"Tuan," panggilnya lagi karena tidak ada sahutan sama sekali dari sang empu.
Aneu berjalan lebih dekat lagi, kening nya berkerut saat melihat Daren berkeringan dengan wajah yang sedikit memerah. Dengan cepat Aneu memegang keningnya untuk mengukur suhu tubuh Daren.
"Lepaskan!" Sentak Daren mengibas lengan Aneuly. "Keluar!" Sentaknya lagi. Daren tidak ingin melihat wanita yang ia cintai saat ini, karena dirinya sedang tidak baik-baik saja. Di tambah rasa sakit yang ia rasakan saat ini karena dirinya terus menerus memikir kan Aneuly.
.
.
To be continued…
...****************...
...jangan lupa baca juga novel ku yang...
...My Hot Little Girl...