Cinta itu harus menghadapi banyak halangan.
Ibu Imah menganggap Zack terlalu tua bagi anak gadisnya. Pekerjaan Zack menuntutnya untuk selalu berada jauh dari Imah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RADISYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Betapa Merindunya Diriku Akan Hadirnya Dirimu
Malam ini perasaan Imah di penuhi oleh rasa bahagia.
Menjelang tengah malam ia baru pulang kerumah setelah menghabiskan waktu satu harian penuh bersama Zack.
Imah sudah begitu mengantuk ketika mengucapkan kata selamat malam pada Zack.
Imah mengingat saat ia akan masuk kedalam rumah dan Zack menunggunya hingga Imah menghilang dari balik pintu.
" Imah sangat senang sekali, bang Zack. " kata Imah sambil tersenyum pada Zack.
Zack pun menatap Imah dengan pandangan yang bahagia.
" Begitu pula dengan abang, Imah. "
Kata Zack pada Imah.
Sebenarnya Zack ingin mengatakan sesuatu pada Imah, tapi Zack tidak jadi mengatakannya.
Ia hanya menatap Imah hingga Imah masuk kedalam rumah dan Zack melajukan kendaraannya meninggalkan kediaman Imah dan keluarganya.
Saat dipertengahan tangga menuju ke kamarnya dilantai dua, Imah bertemu dengan ibunya yang akan menuju dapur untuk mengambil air minum.
" Kau baru pulang Imah? Apa kau senang telah menghabiskan waktu seharian tadi?" tanya ibu berusaha agar ia tidak terlihat cemas.
Ibu ingin menanyakan apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Zack pada Imah.
Apakah Zack telah mencium Imah, atau Zack telah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya Zack lakukan pada Imah?
Ibu mendengarkan nasehat ayah agar tidak mendesak Imah untuk menceritakan apa yang mereka lakukan sepanjang hari tadi.
Ibu berusaha untuk mempercayai Imah juga Zack.
Ibu yakin, mereka tidak akan melakukan sesuatu hal yang melanggar norma dan aturan.
" Imah benar-benar senang dan bahagia, bu.! " kata Imah dengan sorot mata yang berbinar bahagia.
Imah menyukai kegiatannya seharian tadi bersama Zack.
Zack lebih dari yang Imah kira, kebersamaannya dengan Zack lebih menyenangkan dibandingkan dengan kebersamaan Imah dengan orang lain.
Sangat sulit dipercaya, jika mereka baru empat kali bertemu, tapi surat menyurat yang mereka lakukan selama ini membuat mereka semakin dekat.
Melalui surat menyurat mereka tidak hanya saling berkirim kabar, tetapi saling menceritakan semua kegiatan yang mereka lakukan.
Sehingga baik Imah maupun Zack sama-sama mengetahui apa yang selama ini mereka lakukan.
Dan hal inilah yang secara tidak sengaja mendekatkan hubungan mereka.
Mereka menghabiskan waktu bersama seperti dua sahabat lama yang baru bertemu dan saling merindukan.
Imah tidak memandang perbedaan usia antara dirinya dan Zack.
Dimata Imah, Zack sering berperilaku seperti anak kecil ketimbang orang dewasa.
" Apakah besok kau akan bertemu lagi dengan Zack? " tanya ibu menyelidiki.
Imah tidak ingin berbohong pada ibunya, ia mengatakan yang sejujurnya bahwa ia sudah berjanji untuk bertemu lagi dengan Zack esok hari.
Imah hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan ibunya.
" Zack tidak akan mengajak mu terbang dengan pesawatnya kan, Imah? "
Tanya ibu sedikit cemas.
" Tentu saja tidak, bu..! "
Imah meyakinkan ibunya jika Zack tidak akan mengajak Imah pergi dengan pesawat terbangnya.
Zack memang tidak mengatakan pada Imah jika ia akan mengajak Imah berkeliling kota dengan pesawatnya.
Lusa Zack akan kembali ke New Zealand, dan besok Zack kembali mengajak Imah untuk menghabiskan waktu bersama lagi.
" Baiklah Imah, selamat malam dan selamat tidur, jangan lupa bersihkan dulu dirimu. " Akhirnya ibu meminta Imah untuk beristirahat, lalu ibu mencium kening Imah.
" Terima kasih, bu... Imah akan ke kamar dan membersihkan badan. " kata Imah pada ibunya.
Imah melanjutkan berjalan menuju kamarnya dan ibu turun untuk mengambil air minum kedapur.
Imah memasuki kamarnya, lalu langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelahnya, Imah tidak langsung memejamkan matanya.
Imah merenung diatas pembaringannya, ia memikirkan bagaimana untuk memutuskan perasaannya pada Zack.
Apa mungkin itu tidak penting, mengingat Zack tidak mengatakan apapun perasaannya pada Imah, yang menunjukkan bahwa Zack punya perasaan yang lebih dari sekedar bersahabat dengan Imah.
Imah tidak mengerti, apakah mereka saling jatuh cinta atau hanya perasaan saling tertarik dan hanya sama-sama merasa nyaman saat bersama.
Imah merasa sangat tertarik dan menyukai Zack, tetapi Imah tidak tahu apa yang Zack rasakan terhadapnya.
Mungkin Zack hanya sekedar ingin bersahabat dengan Imah.
Memikirkan semua tentang hubungannya dengan Zack, tanpa sadar Imah telah tertidur dengan semua yang ada dalam fikirannya.
*
*
Keesokan harinya, merupakan hari yang cerah, matahari bersinar tanpa ada awan yang menghalangi sinar matahari pagi.
Imah berjalan menuju kedapur untuk mencari sarapan.
Didapur ia melihat bi Sri dan bi Yati yang tengah membersihkan dapur.
Melihat Imah, bi Sri menghampiri Imah dan segera menyiapkan sarapan untuk Imah.
Bi Sri merupakan asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja di rumah Imah, sejak kedua kakak Imah masih kecil.
Suami bi Sri bekerja sebagai tukang kebun dirumah Imah.
" Pagi, bi.. " sapa Imah pada bi Sri.
" Pagi non Imah... Non mau sarapan apa? Nasi goreng atau roti bakar? "
Bi Sri bertanya pada Imah, apa yang akan Imah makan pagi ini.
" Imah mau makan roti bakar sama susu coklat panas aja, bi..! " pinta Imah.
" Baik non, tunggu sebentar.. Akan bibi siapkan. "
Bi Sri meminta Imah untuk menunggu ia menyiapkan sarapan.
" Baik bi, terima kasih. "
Imah duduk di meja makan menunggu sarapan yang dibuat oleh bi Sri.
" Bi.. Ayah dan ibu kemana? Apa mereka sudah sarapan? " tanya Imah pada bi Yati yang tengah membersihkan kulkas tak jauh dari Imah.
" Bapak, ibu sama den Andika tadi pagi sudah keluar, non.. Katanya mereka ada urusan dan meminta non untuk sarapan jika sudah bangun. "
Bi Yati menjelaskan jika ayah, ibu dan Andika sudah pergi keluar rumah.
" Baiklah, bi.. Terima kasih. " kata Imah pada bi Yati.
" Sama-sama, non. " kata bi Yati pula, lalu melanjutkan pekerjaannya.
Setelah bi Sri menyiapkan sarapannya, Imah memakan roti bakar itu sendiri, karena penghuni rumah yang lain sudah sarapan terlebih dahulu dan sudah pergi keluar rumah untuk menyelesaikan urusan mereka.
Imah telah selesai dengan sarapannya, dan ia akan kembali ke kamarnya.
☎ Kring...
☎ Kring..
Imah mendengar suara telepon berdering diruang tengah saat ia menapakkan kakinya dianak tangga.
Imah tidak jadi naik ke kamarnya, ia menghampiri telepon yang berdering.
Imah melihat jam yang ada diruang tengah, jam baru menunjukkan jam delapan pagi.
Imah berfikir mungkin orang tuanya yang menelepon dan akan menanyakan keadaan Imah.
☎ " Assalamu'alaikum..."
Salam seseorang dari seberang telepon.
Imah terkejut, karena itu bukan orang tuanya.
☎" Waalaikumsalam warahmatullah.. "
Jawab Imah yang mengetahui bahwa itu suara Zack.
Suara Zack terdengar sedikit cemas, ia merasa takut jika ibu Imah yang mengangkat teleponnya.
☎ " Apakah aku membangunkan tidur nyenyak mu, Imah? " tanya Zack yang tahu bahwa itu suara Imah yang menjawab salamnya.
☎" Tidak, Imah sudah bangun sejak tadi, bahkan Imah sudah menyelesaikan sarapan pagi. " jawab Imah yang mengatakan jika Imah sudah bangun dan sudah menyelesaikan sarapannya.
☎ " Tadi abang merasa cemas, takut ibu Imah yang mengangkat telepon abang. "
Zack memberitahu kecemasan nya pada Imah.
☎ " Ibu dan ayah sudah pergi keluar rumah, Imah hanya sendiri.. Jadi tenang saja. " kata Imah yang mengerti kecemasan Zack.
Hari ini, Imah dan Zack ada janji untuk pergi makan siang.
Mungkin Zack menelepon Imah untuk memberitahukan jam berapa Zack akan menjemputnya.
ke ceritaku👃👃
Semoga Imah bisa kembali pulih setelah mengalami pendarahan. 🙏
Yg sabar ya Imah, semua merupakan cobaan dlm kehidupan mu. 🙏🙏
Semoga Imah dan bayinya baik" saja setelah kejadian itu. 🙏