NovelToon NovelToon
Pantaskah Aku Mencintai Seorang Polisi?

Pantaskah Aku Mencintai Seorang Polisi?

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Terlarang / Mengubah Takdir
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

Menghuni penjara kelas kakap bukanlah hal tersulit bagi Marysa. Yang benar-benar menghancurkannya adalah kenyataan bahwa pria yang memborgol tangannya adalah Herry, cinta masa lalunya yang kini menjabat sebagai kapten polisi dan ironisnya, Herry sama sekali tidak mengingatnya. dan bahkan terdengar jika Herry akan segera menikah.

​Memilih mati daripada terus tersiksa oleh ingatan, sang Ratu Mafia mengatur pelarian besar dari Negara aslinya Korea menuju ke negara tropis, Indonesia. Rambut panjangnya dipangkas pendek, kemewahannya ditanggalkan, dan kini ia menyamar sebagai Tania, seorang tukang sapu jalanan yang tak kasatmata.

​Namun, kedamaian barunya terusik ketika jalanan mempertemukannya dengan Rangga. Pria playboy yang terbiasa berganti-ganti Wanita itu mendadak penasaran setengah mati pada sosok Tania, yang dingin.

Akankah samaran Marysa terbongkar saat seorang playboy itu mulai tulus mencintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Suka...

...

Matahari sore yang kemerahan perlahan tenggelam di balik cakrawala Jakarta Utara, meninggalkan semburat jingga yang pekat di atas atap-atap rumah semipermanen. Jam kerja sebagai penyapu jalanan telah usai. Tania melangkah kembali ke kontrakan petaknya yang sunyi hanya untuk membersihkan sisa debu jalanan yang menempel di tubuhnya.

Di dalam kamar mandi yang sempit, dia membiarkan air dingin kembali menyiram kulit porselennya, mengikis kepengapan udara tropis. Selesai mandi, Tania tidak lagi mengenakan kemeja flanel longgarnya. Dia memilih sepotong kaos oversize hitam polos tanpa merek dan celana jeans biru tua yang agak longgar. Rambut cokelat pendek sebahunya dibiarkan jatuh alami tanpa disisir rapi. Penampilannya malam ini terlihat sangat kasual, menyerupai gadis remaja biasa yang kehilangan arah dikota metropolitan.

Tania menatap pintu kayu kontrakannya yang terkunci dari dalam. Sejujurnya, ada rasa suntuk yang amat sangat jika dia terus-menerus mengurung diri di dalam ruangan pengap ini. Pikirannya yang biasa dipenuhi oleh strategi bisnis gelap, jalur logistik senjata, dan pelarian bawah tanah kini mendadak kosong. Dia membutuhkan pengalih perhatian. Dia ingin melakukan sesuatu yang baru sesuatu yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya sebagai seorang Marysa.

Menjenguk Ayah Rangga lagi?

Tidak butuh banyak berfikir. Tania memilih untuk kerumah sakit. Namun, Sebelum menuju rumah sakit, Tania mampir ke sebuah toko buah kecil di pinggir jalan raya. Seperti kemarin, dia meminta penjualnya untuk menghaluskan buah-buahan tersebut menjadi bubur lembut yang dikemas dalam beberapa mangkok plastik kecil.

Buah-buahan ini untuk Ayah Rangga, biarlah para perawat yang menyuapi ayah Rangga. Pria tua itu mengalami kelumpuhan otot wajah yang cukup parah akibat stroke, membuatnya sangat sulit untuk sekadar membuka mulut, apalagi untuk berbicara.

...

Sementara itu, di sudut kampung buntu, Rangga sebenarnya sedang berada di pos ronda. Sebelum jam pulang kerja berakhir siang tadi, pria jangkung itu sudah sempat mendekati Tania, menawarkan agar wanita itu mau ikut berkumpul lagi malam ini. Rangga berjanji di dalam hati bahwa dia akan menjaga situasi agar tetap kondusif tanpa ada gangguan dari wanita malam mana pun.

Namun, Tania menolaknya dengan sangat kaku dan lugas. Dia hanya menggeleng pendek tanpa memberikan alasan, dan dia sama sekali tidak memberi tahu Rangga bahwa tujuannya malam ini adalah kembali ke rumah sakit swasta tersebut. Rangga yang mengira Tania benar-benar ingin beristirahat di rumah akhirnya memilih untuk tetap nongkrong bersama Doni dan Jono, meskipun pikirannya sepanjang malam tetap melayang-layang memikirkan gadis itu.

...

Waktu merangkak naik menuju tengah malam. Di dalam kamar rawat VIP yang sunyi, jarum jam dinding berdetik dengan ritme yang monoton. Aroma karbol dan obat-obatan yang khas mengendap di udara yang dingin oleh embun AC.

Tania duduk di kursi besi di samping ranjang. Dia telah meminta perawat menyelesaikan tugas menyuapi ayah Rangga beberapa jam yang lalu. Pria tua itu kini sudah terlelap kembali, menyisakan suara deru napasnya yang lemah di balik masker oksigen.

Perlahan, rasa kantuk yang teramat sangat mulai menyerang pertahanan kesadaran Tania. Efek dari kelelahan fisik menyapu jalanan di bawah terik matahari dan beban mental sebagai buronan internasional akhirnya menuntut haknya. Tanpa sadar, kelopak mata sipit Tania terasa semakin berat. Dia melipat kedua tangannya di atas pinggiran ranjang besi tempat ayah Rangga berbaring, lalu perlahan membaringkan kepalanya di atas lengannya sendiri. Dalam hitungan menit, sang ratu mafia jatuh tertidur, tenggelam ke dalam dunia mimpi yang sepi.

Beberapa puluh menit berlalu dalam keheningan yang mencekam.

Kriyet.

Pintu kamar perawatan perlahan terbuka dari luar. Rangga melangkah masuk dengan sangat berhati-hati agar tidak menimbulkan suara berisik. Di tangan kanannya, dia membawa satu botol air mineral besar yang baru dia beli di minimarket bawah. Pria jangkung itu sengaja menyelinap pergi dari pos ronda lebih cepat karena hatinya tidak tenang jika belum memeriksa kondisi sang ayah malam ini.

Namun, begitu kakinya melewati tirai pembatas, Rangga seketika terdiam di tempatnya. Pandangan matanya terkunci pada sosok yang sedang bersandar di pinggiran ranjang.

Neng Tania? Rangga membatin, dadanya mendadak berdegup kencang oleh gelombang rasa tidak percaya yang bercampur dengan kehangatan yang luar biasa. Lagi-lagi?

Rangga menaruh botol mineralnya di atas meja nakas dengan gerakan yang sangat pelan, seolah takut merusak keheningan malam. Dia menatap lekat-lekat tubuh Tania yang berbalut kaos oversize hitam, tampak begitu rapuh dan lelap dalam posisinya yang tidak nyaman. Hatinya kembali ternyuh, tersentuh oleh ketulusan yang aneh dari wanita yang baru dikenalnya ini.

Dengan gerakan yang sangat halus, Rangga mengambil kursi plastik kosong di sebelah Tania. Dia duduk perlahan, lalu ikut membaringkan kepalanya di atas lengannya sendiri di pinggiran ranjang yang sama, menghadap tepat ke arah wajah Tania yang sedang tertidur. Jarak di antara wajah mereka kini hanya tersisa beberapa belas sentimeter.

Rangga tersenyum sangat lembut, seulas senyuman tulus yang belum pernah dia perlihatkan pada wanita mana pun di dunia ini. Dari jarak sedekat ini, tanpa adanya masker kain yang menutupi, wajah porselen Tania terlihat sangat cantik, polos, dan bersih. Sisa goresan merah tipis di sudut bibirnya kemarin malam justru menambah kesan sadis yang rapuh pada penampilannya.

Tangan kanan Rangga bergerak secara perlahan, mengikuti kata hatinya yang tidak bisa lagi dibendung oleh logika jalanannya. Jemari tangannya yang kasar akibat sapu lidi bergerak maju, menyentuh beberapa helai poni rambut cokelat pendek Tania yang menutupi dahinya. Dengan kelembutan seorang pria yang sedang memegang barang paling berharga di dunia, Rangga merapikan poni itu, menyelipkannya ke belakang daun telinga Tania agar pandangannya tidak terhalang. Dia ingin melihat seluruh detail wajah wanita ini tanpa ada yang menutupi.

Di dalam keheningan kamar yang dingin itu, di bawah pengaruh emosi romantis yang lambat namun mematikan, Rangga kehilangan kendali atas lidahnya sendiri.

"Suka..." bisik Rangga, suaranya terdengar sangat lirih, hampir menyerupai desau angin malam yang melintas di luar jendela.

Begitu kata itu lolos dari bibirnya, Rangga mendadak tersentak sendiri. Dia terdiam kaku, matanya membelalak kecil karena terkejut dengan keberanian hatinya yang lancang. Eh?! Aku ngomong apa toh tadi? batinnya panik, seketika diserang oleh rasa malu yang teramat sangat pada dirinya sendiri.

Rangga buru-buru memejamkan sepasang mata sipitnya rapat-rapat, wajahnya merona merah padam dalam kegeraman yang menggelikan. Dia menenggelamkan separuh wajahnya ke dalam lipatan lengannya, berusaha menyembunyikan rasa jengah yang membakar kulit pipinya. Namun, posisi yang nyaman di dekat kehangatan tubuh Tania dan kelelahan yang juga menggelayuti pundaknya membuat pertahanan Rangga runtuh.

Tak butuh waktu lama bagi pria jangkung itu untuk ikut terlelap, menyusul Tania masuk ke dalam ketidaksadaran yang damai, tertidur dalam posisi yang sama persis di samping ranjang sang ayah yang membisu.

...

Di belahan kota yang lain, di dalam kamar penginapan VIP yang mewah, Kapten Herry masih terjaga. Pria itu duduk di sofa kulit hitam, menatap lurus ke arah dokumen-dokumen taktis serta selembaran contoh undangan pernikahan yang berserakan di atas meja kaca. Di sampingnya, sebotol wiski telah berkurang separuh volumenya.

Pikirannya masih campur aduk oleh kegelapan emosi yang dingin. Rasa frustrasinya semakin memuncak karena setiap kali dia mencoba memejamkan mata, bayangan punggung wanita berpakaian oranye di perempatan jalan dan lintasan zebra cross, terus muncul memicu debaran jantungnya yang abnormal. Sifat diktatornya menuntut jawaban instan, namun di kota Jakarta ini seolah sedang mempermainkan seluruh insting intelijennya, menyembunyikan sang ratu mafia tepat di bawah hidungnya yang tidak tahu apa-apa.

...

Rangga : Jangan lupa tinggalkan jejak kalian kalau suka... 🥰

1
falea sezi
kenapa alurnya lambat thor
kikyoooo: Alurnya emang sengaja dibikin slow burn, biar pondasi karakter sama dunia-nya mateng dulu. Nanti pas konflik gede masuk, impact-nya baru kerasa. Sabar ya...


tapi kalau memang ganggu next bikin yang penting penting aja....😌😇😇
total 1 replies
falea sezi
🤣🤣 rangga pasti kepikiran anu nya buat gantiin rokok🤣🤣
falea sezi
🤣🤣 tania oh tania 🤣 lu uda gk di harepin ma cowok. matre itu kapten sombong😒 uda lupain. masih aja. lu. penasaran lu itu g di ingat sekali. lagi jasa lu g di ingat amnesia lah konon tp ma cwek kaya dia nikahin kan bangke
falea sezi
🤣🤣 tania lu cocok ma rangga deh dripada kapten g tau diri yg matre itu🤣
falea sezi
kenapa muter doank sih thor
kikyoooo: mutèr gimana kak? maaf
total 1 replies
falea sezi
sebel liat kapten sok ganteng gk tau diri😒
falea sezi
moga aja ma rangga aja
falea sezi
gantengnya mas rangga🤣 ma rangga aja lahh biar miskin bukan tunangan orang yg gk tau Terima kasih😒
falea sezi
lanjut donk bkin si neng di taksir cogan 😒 sebel liat polisi sok cakep uda nikah aja ma anak komandan mu itu🤣 abis itu ingatan balik nyesel lu pria g tau diri🤭
falea sezi
nikah aja sana 😒 biar si neng ma cogan di Indonesia aja🤭
falea sezi
😕 nyesek amat sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!