Menjadi pengantin yang tak direstui membuat Aiza dan Akhmar harus berperang dengan perasaan masing- masing meski sebenarnya saling cinta. Bahkan Akhmar bersikap dingin pada Aiza supaya Aiza menyerah dan mundur dari pernikahan, tapi Aiza malah melakukan sesuatu yang tak diduga. Membuat Akhmar menjadi takluk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perbaikan
"Jalanilah rumah tanggamu dengan baik, lakukan apa saja yang dapat membuat rumah tanggamu menampilkanpemandangan surga. Kau adalah imam di rumah tanggamu sekarang. Isyrimu menjadi tanggung jawabmu," lirih Adam dengan suara tercekat, matanya berembun. "Alhamdulillah, kau akhirnya sudah menikah. Apa pun cara Tuhan menyatukan Aiza bersamamu, itu adalah yang terbaik."
Akhmar akhirnyabmembalas pelukan papanya seraya mengangguk.
Beberapa detik dalam pelukan sang papa, akhirnya pelukan itu dilepas juga.
Aldan lalu berkata, "Satu pesan Mas, bahagiakan istrimu. Jangan sakiti dia. Berikan yang terbaik untuknya. Ketahuilah, sebaik- baik laki- laki adalah yang memuliakan wanita."
Akhmar tidak memberi tanggapan apa pun. Hanya diam.
"Baik, aku pergi. Aku harus kerja." Akhmar menatap jam di pergelangan tangannya.
Aldan mengangguk.
Segera Akhmar balik badan, meninggalkan rumah.
Sesampainya di pintu, ia mendengar Aldan memanggil namanya, membuat langkahnya kembali terhenti dan ia pun menoleh.
"Sampaikan permintaan maaf Mas kepada Aiza. Mas udah salah menuduh dia," kata Aldan.
Akhmar mengangguk.
***
Aiza melihat postingan Akhmar di sosial media, yang mana postingan tersebut menunjukkan video yang merupakan penjelasan Meta mengenai kesalah pahaman yang terjadi di hari pernikahan Aldan dan Aiza.
Tak lupa pula ada si perias pengantin dan seorang pria yang waktu itu mengangkat tubuh Akhmar menuju kamar menemani Meta memberikan keterangan yang jelas.
Bukan hanya satu atau dua orang saja yang memergoki kejadian dimana Akhmar dan Aiza tengah bobok bareng di hari pernikahan itu sehingga terjadi kesalah pahaman. Bahkan ada yang mengambil kesempatan untuk merekam kejadian itu, lalu mempostingnya di dunia maya. Mereka melakukan itu dnegan mengeblur wajah Akhmar dan Aiza. Meski demikian, Akhmar merasa nama baiknya tetap tercemar.
Maka Akhmar memposting pengakuan itu untuk mengembalikan nama baiknya di dunia jagat maya. Termasuk memperbaiki namanya di hadapan para tetangga di lingkungan rumah Aiza yang telah menjadikan kesalah pahaman itu sebagai dalih untuk menggibah.
Kalau sudah begini, Aiza lega. Karena akhirnya nama baiknya kembali normal. Terlebih ada banyak komentar positif dan dukungan yang membanjiri. Tak sedikit komentar tersebut berasal dari para tetangganya, baik itu emak- emak atau pun para gadis yang suka kepoin urusan orang lain.
Aiza menunjukkan video itu kepada Qanita, yang langsung disambut dengan senyum serta ucapan hamdallah dari sang umi. Video juga ditunjukkan kepada Ismail. Pria paruh baya itu mengamati dnegan cermat setiap kata yang dilontarkan oleh para saksi. Ia terdiam seperti mempercayai. Namun detik berikutnya, ia melambaikan tangan ke hadapan wajahnya.
“Halah, bisa saja itu akal- akalan si begudal itu! bikin konten biar diperaya sama abah. Dia bayar berapa itu para saksi untuk bicara?” sergah Ismail dengan bibir naik turun.
“Kalau abah masih nggak percaya, ya udah Aiza panggil orang- orang itu supaya dihadirkan ke hadapan abah dan bicara secara langsung dengan abah. Mereka pasti nggak berani bohong saat bicara dengan kyai, takt kualat,” celetuk Aiza dengan senyum.
Ismail hanya diam, melenggang pergi.
Aiza mengedikkan bahu. Ia yakin abahnya itu sudah percaya bahwa memang kejadian waktu itu hanyalah salah paham dibarengi dengan bukti yang sudah dia tunjukkan, hanya saja Ismail terlalu gengsi untuk mengakuinya. Apa lagi saat ini Ismail sedang mencari banyak celah untuk menyalah- nyalahkan Akhmar dengan segudang dendam yang dia timbun. Tentu dia tidak mau mengakui kebenaran itu demi supaya bisa mencari cacat dalam diri Akhmar.
***
Bersambung