Kisah cinta seorang gadis bernama Maya.
"Aku sangat mencintaimu... percayalah padaku." ujar Farhan meyakinkan Maya.
"Ta...Tapi aku takut..." Ucap Maya dengan gugup nya.
Farhan meraih jemari Maya, kemudian mengecup lembut keningnya, "Aku akan selalu ada untuk mu."
Kemudian Farhan memeluk Maya.
Dan....
Malam itu adalah malam yang menyisakan duka buat Maya, dan membuat hidupnya hancur selamanya.
Penasaran dengan kisah Maya, yuk baca cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Real Rey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUMAY 27
Happy Reading.
Mirza masih menunggu Amanda di depan toilet.
Tak lama keluarlah ibu-ibu yang memarahi Mirza tadi.
Ibu itu memandang tidak suka ke arah Mirza.
"Eh mas jangan mesum ya ngapain masih nunggu di sini mas nya mau ngintip ya" ucap ibu itu dengan sinis.
"Saya ..."
"Udah sana mas pergi atau saya teriak nih" ucap ibu itu sebelum selesai Mirza memberi penjelasan.
"Bukan bu saya sedang menunggu kekasih saya di dalam" ucap Mirza.
"Halahh itu hanya alasan mas aja pergi gak atau saya teriak beneran nih" ancam ibu itu.
"Baiklah Bu saya pergi" ucap Mirza pergi dari sana.
" Huh dasar ganteng-ganteng kok mesum" ucap ibu tadi.
Amanda memperhatikan Mirza menjauh dari tempat itu.
"Rasakan emang enak di omelin emak-emak" ucap Amanda.
Kemudian Amanda kembali ke meja nya.
"Coba tebak aku barusan lihat siapa?" Amanda memberi pertanyaan pada kedua sahabat nya.
"Fahri dan kekasihnya kah? dimana mereka?" tanya Santi.
Sementara Bella hanya mengendikkan bahunya tanda tak mengerti.
"Kenapa kamu malah bahas Fahri dan kekasihnya" ucap Amanda sewot
"Terus siapa yang kamu maksud" tanya Santi lagi.
"Mirza"
"Wah panjang umur dia baru aja kita bicarakan ya ... kalian sepertinya emang jodoh.
"Jodoh apaan malah aku lihat dia tadi lagi peluk-peluk cewek" ucap Amanda dengan nada ketus.
"Kayak nya aku mencium aroma hangus ... kalian cium gak" tanya Bella.
"Gak ada hidung mu lagi konslet kali" ucap Amanda.
Kemudian Bella mendekat pada Amanda sambil menggerakkan hidung nya seolah mengendus-endus mencari sumber bau gosong.
"Bau nya berasal dari hatimu" ucap Bella serius.
Sontak memancing tertawa Santi dan Amanda yang jadi bahan lelucon malah cemberut.
"Sepertinya kamu cemburu ya Manda" ejek Santi.
...----------------...
Bram yang tengah ada waktu luang mampir ke kafe sahabatnya Tari.
"Hai nona cantik lagi sibuk nih?" ucap Bram pada Tari.
"Ah gak juga Bram kok tumben kenapa gak telpon dulu sih"
"Biar suprise aja" ucap Bram.
"Oh iya Tari dimana alamat toko kue Rania, sepertinya ibuku sangat menyukai kue buatannya"ucap Bram.
"Kamu sendiri gimana suka gak kue nya"
"Suka kue buatan nya enak"
"Kalau orang nya gimana?" selidik Tari kembali.
"Mulai deh ... sekalian aja yok kita mampir ke toko kue nya dan sekalian kita ajak sia makan siang" ucap Bram.
"Ide bagus biar aku telpon Rania dulu" ucap Tari.
"Silahkan ..."
"Eh gak usah kita langsung aja ke toko nya biar jadi kejutan" ucap Tari mengurungkan niat nya buat menghubungi Rania terlebih dahulu.
"Oke ayok kita berangkat sekarang"
"Yok"
Kemudian Bram mengemudikan mobil nya perlahan sambil sedikit ngobrol dengan Tari.
Tak lama mereka sampai juga di toko kue Rania.
Tari langsung menerobos masuk.
"Rania" seru tari
"Eh Tari kok gak ngabarin dulu"
"Gak apa biar suprise aja" ucap Tari sambil tersenyum.
"Yok sini silakan duduk" Rania menarik sebuah kursi untuk Tari.
"Yok Ran kita makan siang"
"Oke aku ambil tas dulu ya"
Belum Rania beranjak Bram memasuki tokonya.
"Bram kamu juga disini" sapa Rania.
"Iya Rania, apa kabar? sapa Bram.
"Baik Bram ... silahkan duduk dulu aku masuk ambil tas"
"Oke aku udah siap" ucap Rania.
"Kita mau makan dimana" tanya Tari.
"Karena aku ada hutang janji traktir kalian berdua makan .... so kalian yang pilih tempat nya" ucap Bram menyerahkan pada kedua gadis ini memilih tempat buat mereka makan siang.
"Aku gak tau banyak tempat sih kamu aja deh tari yang pilih tempat" ucap Rania.
"Oke aku yang pilih"
...****************...
Akhirnya Maya dan Fahri sudah menyelesaikan salah paham diantara mereka.
Maya bisa menerima semua karena Amanda hanya masa lalu nya Fahri.
Namun yang menjadi ke khawatiran Maya adalah Amanda masih belum move on terlihat dari cara bicaranya tadi membuat Maya merasa tidak nyaman.
Tapi Fahri sudah berjanji akan menjauhi Amanda karena Fahri sangat mencintai Maya.
Akhirnya mereka semua menyelesaikan acara makan nya.
"Sayang pulang nya nanti aku antar ya" ucap Fahri pada kekasihnya.
Maya hanya menganggukkan kepalanya.
Fahri memeluk Maya erat.
"Lain kali jangan gini lagi ya sayang aku mohon .... kalau aku ada salah kita bicarakan baik-baik" pinta Fahri pada Maya.
"Iya ... aku janji"
"Tuan putri ijin kan hamba juga mengantar pulang" ucap Malik pada Salsha.
Kemudian Salsha memandang Cindy meminta persetujuan nya.
"Tapi kita kan bawa motor sendiri" ucap Cindy.
"Tenang aja sayang kita berdua kan bisa naik motor kalian" ucap Niko.
"Baiklah terserah kalian aja" ucap Cindy.
Bram, Rania dan Tari tiba di tujuan dan ternyata cafe yang sama tempat Maya dan sahabat nya berada.
"Sebentar aku mau ke toilet dulu ya" pamit Rania pada yang lain.
Rania berjalan menuju toilet setelah itu Maya dan kawan-kawan keluar dari cafe.
Nyaris saja berpapasan dengan Rania.
Wah kalau sampai kak Rania lihat Maya ada di kafe gimana ya?
...****************...
"Udah lah kalian selalu saja bahas Mirza bikin gak mood tau" ucap Manda kesal.
"Awas nanti kangen loh" ucap Santi lagi.
"Ya udah gusy aku pamit duluan ya aku udah buat jadwal perawatan biar hilangin stres dulu" ucap Amanda berpamitan pada keduanya.
"Jangan sering-sering stres Manda bisa cepat keriput" ucap Bella dengan gelak tawa.
"Sialan kalian"
Amanda beranjak dari sana dan lagi-lagi dia bertemu Mirza.
"Amanda tunggu" ucap Mirza.
"Ada apa lagi ... kenapa sih dunia ini sempit banget ... kenapa aku harus ketemu lagi sama kamu" ucap Amanda dengan jutek.
"Amanda aku perlu bicara dengan kamu, kenapa kamu selalu menghindari ku" ucap Mirza.
"Gak ad lagi yang perlu di bicarakan Mirza kita udah selesai" ucap Amanda.
"Kasih penjelasan sama aku kenapa? apa alasan nya? apa salahku?" ucap Mirza.
"Oke Mirza aku sedang terburu-buru" ucap Amanda ingin pergi namun masih di tahan oleh Mirza.
"Kamu boleh pergi kalau kamu sudah jelasin semua sama aku" ucap Mirza.
"Stop Mirza jangan paksa aku mengucap kan kata yang seharusnya tidak aku ucapkan, karna kamu hanya pelarian saja kamu paham" ucap Amanda.
"Pelarian .... pelarian dari siapa ... kenapa"
"Mirza tolong jangan paksa aku ... gak mungkin aku bilang yang sebenarnya padamu" ucap Amanda dalam hati.
"Aku sedang terburu-buru lain kali aku jelaskan" ucap Amanda berusaha menghindari Mirza.
"Oke kapan dimana?" desak Mirza kembali.
"Aku belom bisa kasih waktu yang pas"
"Kalau begitu kamu buka blokiran nomor ku supaya aku bisa menghubungi mu" ucap Mirza.
"Oke aku buka"
"Sekarang dihadapan ku"
Mirza sangat keras kepala, kemudian Amanda mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas kemudian memperlihatkan pada Mirza saat dia membuka blokiran nya.
Kemudian Mirza tersenyum puas " Oke sayang aku tunggu kabar darimu"
Mirza menyentuh dagu Amanda dan di tepis oleh Manda.
"Udah bisa aku pergi sekarang" ucap Amanda.
"Boleh aku antar" ucap Mirza.
"Gak terimakasih"
Amanda berlalu dari hadapan Mirza.
❁ ════ ❃ BERSAMBUNG ❃ ════ ❁
Terimakasih sudah mampir terus dukung DUNIA MAYA ya guys.
Like
Komentar
Gift
Vote
Rate
Favorit
Salamku
Rey 🥰
sehat2 slalu ya..
merry x'mass
Selamat akhirnya kamu lulus Maya👏👏👏🥳🥳🥳
Cinta buat orang gak waras...
Rindu itu berat,apa aku jg bisa melewatinyaaa...
Coz cinta bikin orang Galfok🙈