Amyra wanita muda berusia 21 Tahun, yang terpaksa menikah dengan seorang pria bernama Denny. setelah setahun pernikahan, tak ada kebahagiaan yang didadapatknya.
Suaminya sibuk membahagiakan pelakor, sedangkan Ia harus menanggung derita. ikuti kelanjutan kisahnya ya.
Mampukan ia bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terperangah
"handphone kamu kenapa berisik sekali sih yank..?" ucap Rania dengan ketus. Rania duduk dipangkuan Denny dengan manja.
Rania mengambil handphone milik Denny, lalu menonaktifkannya.
"sayang.. Aku butuh kesalon ne.. Sudah lama aku tidak melakukan perawatan tubuh." Rania mencoba merayu Denny dengan sikap genitnya.
"emangnya kamu butuh uang berapa..?" tanya Denny dengan ogah-ogahan.
"20 juta yank.. Biaya salon sudah naik.. Apa ayank gak tau kalau harga bahan bakar naik, maka harga salon juga naik yank.. Semuakan untuk kamu juga" Rania mencoba mendekatkan wajahnya pada wajah Denny.
Namun Denny sedikit menghindar. Entah mengapa Ia merasakan hatinya saat ini sedang tidak baik-baik saja.
"yank.. Kamu kenapa sih..? Kamu sudah gak cinta lagi ma aku ya..?" ucap Rania sedikit kesal.
Denny memandang Rania, lalu menghela nafasnya dengan berat. " kembalikan handphoneku sayang, ada hal penting yang ingin aku kerjakan." Denny meminta handphone miliknya yang dipegang Rania.
"beri aku dulu uang sayang, ini sudah lewat jadwal aku ke salon.." ucap Rania manja dan sedikit merengek.
"baiklah.. Kembalikan, dulu handphonenya.." pinta Denny memohon.
Rania terkekeh, lalu memberikan handphone milik Denny. "mana uangnya sayang?" rengek Rania lagi, sembari mengecup pipi Denny.
Denny menarik laci meja kerjanya, lalu memberikan uang tunai sebesar 10 juta rupiah.
"ini.. Hanya ada uang tunai 10 juta, sisanya nanti aku transfer." ucap Denny dengan datar.
Rania beranjak dari pangkuan Denny, lalu mengecup bibir itu dengan cepat. "makasih ya sayang, jangan lupa sisanya.." Rania mencoba mengingatkan, lalu melangkah pergi menuju pintu.
"daa..sayang.." Rania melambaikan tangannya, lalu menghilang dibalik pintu.
Denny buru-buru mengaktifkan handphonenya. Tampak 30 kali panggilan dari nomor Amyra di Whatshaapnya. "mengapa Amyra menelefonku sampai sebanyak ini..? Apakah ada hal yang penting..?" Denny merasa penasaran.
Ia tau sifat Amyra, karena istrinya itu jarang sekali menelefonnya jika tidak ada hal yang sangat penting.
Lalu Ia mencoba menghubungi Amyra. Ia penasaran dengan apa yang sedang terjadi.
"hallo..ada apa kamu menelefon..?" Denny mencoba bertanya, dengan panggilan yang tak pernah ada mesranya.
"Hallo.." jawab suara seorang pria dari seberang telefon.
deeeeegh...
Jantung Denny seolah berhenti berdetak. Karena bukan Amyra yang menerima panggilan telefonnya. Dan Ia merasa jika Ia mengenali suara pria tersebut.
"Sam..? Dasar sialan pria itu..!! Apa yang dilakukannya bersama Amyra..?"Denny menggerutu dalam hatinya.
tidak terdengar suara Amyra, namun mengapa Handphonenya dipegang oleh Sam, hal yang sangat membingungkan pada Denny.
"mana Amyra..?!" tanya Denny sedikit emosi.
"sedang tidur.." jawab Sam santai.
"apa..?! Sedang apa kau bersama istriku..?!" ucap Sam dengan berang.
"istri..? Apakah dia istrimu..? Aku kira Ia wanita yang tidak bersuami..!!" jawab Sam dengan nada menyindir.
"brengsek kau..!!" maki Denny. Lalu terdengar suara sambungan telefon diputuskan.
"haaah..?!apa-apan pria itu.? Beraninya dia memutuskan sambungan telefonku.!" geram Denny, sembari menggeretakkan giginya.
Denny mencoba menghubungi kembali nomor Amyra, namun tidak tersambung.
Denny melacak panggilannya melalui GPS, dan Ia menemukan alamat jika nomor itu berada dirumah sakit umum.
"mengapa nomor Amyra berada dirumah sakit umum.? Apa yang terjadi pada Amyra..?" Denny mulai gelisah.
Rasa penasaran membawanya untuk melihat apa yang terjadi.
-------*****-----
Battrei handphone milik Amyra Lawbet. Lalu Sam menchargernya.
Ia melihat Amyra sedang tertidur. Mjngkin pengaruh obat dari dokter tersebut.
Ia melihat bayi mungil nan rulawan sedang tertidur pulas dalam sebuah boks bayi yang berada disisi ranjang Amyra.
"anak sholeha.." ucap Sam, sembari mengecup lembut kening bayi itu.
Sam merasakan perutnya lapar, invin memesan onlkne Ia takut keburu lama, dan rasa laparnya sempat hilang. Ia mencoba keluar dari ruangan Amyra, lalu mencari makanan untuk mengganjal perutnya.
Beberapa perawat tersenyum ramah padanya. "suami iadaman banget ya, udah tampan, gerak cepat banget menjadi suami siaga.." ucap Perawat itu kepada sahabatnya.
"iya.. Idaman banget.." perawat lainnya menimpali.
Denny tiba dirumah sakit sesuai dengan petunjuk GPS. Ia menemui ruangan administrasi. Ia bertanya apakah ada pasien bernama Amyra dirumah sakit ini.
"maaf mbak.. Apakah ada pasien bernama Amyra dirumah sakit ini..?" tanya Denny dengan penasaran
"bentarbya pak, saya chek dulu." jawab petugas itu, sembari mengecek data pasien yang masuk hari ini.
Setelah menemukan satu nama Amyra, maka Petugas itu memberitahu kepada Denny.
"ada satu nama ibu Amyra dengan pasien operasi cesar, karena kasus ketuban pecah dini dan kekurangan cairan ketuban." jawab petugas itu.
Denny terperangah. "ketuban pecah dini..?" tanya Denny penasaran.
"iya pak, air ketubannya sudah kering, dan harus dilakukan tkndakan operasi segera. Dan kalau boleh tau tau, bapak ini siapanya ibu Amyra ya..?" tanya petugas itu.
"saya suaminya.."jawab Denny dengan datar.
"suaminya..? Oo..saya kira pria bernama Sam itu suaminya..?" jawab petugas itu, dimana oetugas itu telah berganti ship saat pertama Sam mendaftar. Makanya Ia tidak tahu Jika Sam adalah orang lain.
"apa..? Sam..?" tanya Denny yang seketika berubah raut wajahnya menjadi masam.
"iya pak, dan pak Sam yang menjadi penanggungjawab keluarga untuk tindakan operasi dan pelunasan biaya operasinya.
Seketika Denny merasa tertampar sekaligus juga geram. Merada Sam mengambil keuntungan dari masalah ini.
"dimana ruangannya..?" tanya Denny dengan tak sabar.
"diruangan VVIP nomor 75 pak. Ikuti saja koridor sebelah sana, bantk abapak akan menemukannya." petugas itu memberikan petunjuk.
Denny bergegas menuju ruangan Amyra. Saat Ia menemukannya, hatinya berdebar, entah perasaan apa yang kini merasukinya.
"mengapa perasaanku kian berdebar." Denny membuka handle pintu fan melongok kedalam.
Tampak Amyra sedang tertidur pulas. Ia mendekati ranjang tempat Amyra tertidur. Wajah itu tampak teduh ketika sedang tertidur.
"kau telah memberiku seorang keturunan. Apakah itu yang membuatmu menelefonku berulang kali..? Kau ingin memberitahuku tentang anak ini." ucap Denny, sembari memandang kedalam noks. Tampak olehnya sesosok bayi perempuan mungil nan rupawan. Wajahnya sangat mirip dengan Denny.
"hai puteri kecil.. Selamat datang didunia barumu..?" ucapnya mèmandang dengan perasaan yang sangat bahagia. perasaan itu datang begitu saja.
Saat Ia sedang larut dalam perasaannya, tiba-tiba Sam muncul dari balik pintu. Tampak Ia sedang membawa boks makanan cepat saji.
Sam tersenyum sinis menatap Denny. Lalu Ia duduk di sofa dan menguyah makanannya dengan santai.
"masih ingat kalau punya istri..?" tanya Sam sembari terus mengunyah makanannya dengan santai.
"mengapa kau ada disini..?" tanya Denny dengan tatapan marah.
"seperti yang kau lihat, menjaga jodoh orang yang tidak bertanggung jawab." balas Sam dengan tatapan sengit.
Denny merasa geram dengan ucapan Sam, seolah-olah sedang mengulitinya.
"berapa biaya yang sudah kau keluarkan untuk operasi Amyra..? Aku akan segera menggantinya." titah Denny dengan angkuh.
"Woow.. Jangan terlalu sombong bro..! Aku tidak butuh uangmu dan aku juga sudah selesai tugasku disini. Aku akan pergi." ucap Sam sembari beranjak dari duduknya.
Denny menatap penuh dengan kekesalan atas ucapan Sam.
sebelum Sam pergi Ia meihat kepada Denny. "tolong jaga Ia sampai sembjh, jika kau tak bisa menjaganya, maka lepaskan secara baik-baik, aku siap menerimanya." ucap Sam dengan tatapan mengintimidasi.
Denny merasa sangat kesal. "jangan terlalu perhatian kali dengan istri orang bro..!" ucap Denny membalas sindiran Sam.
Sam terkekeh mendengar ucapan Denny. " dan jangan sibuk ngurusin selingkuhan, sehingga Istri sah diperhatikan oleh pria lain..!!" ucap Sam, sembari merapatkan jari telujuk dan jari tengahnya, lalu membentuk gerakan orang yang sedang hormat.
"oh ya..sekingkuhanmu lumayan juga.."Sam menirukan gerakan membentuk bola didadanya, sembari tersenyum mengejek.
Sam meninggalkan Roni dengan senyum mematikan. "siaall..!! Apa dia tau jika aku sedang berjalan dengan Rania.?" Denny berguman sendiri dalam hatinya. Ada rasa tak senang saat mengetahui hal itu.
Denny bkal menyesal telah bgitu dlm mnyakiti hatimu myra.
Dia nya polos bngt lg😭😭, inget tuan kmu bkal nyesel nyia-nyiain belian sperti Amyra, mungkin disaat Amyra pergi meninggalkanmu kmu baru sadar klo kmu mulai menyukai nya.
Mau liat seberapa kuat Amyra bertahan ya.
Amyra kasiannn bngt ya, iya sih nikah paksa krena bls budi, tp gak gitu juga kli kasih uang 100 rb buat seminggu mn cukup tuan pelit. 😭😢
happy ending
jangan nguntip², nanti ketauan, jd + runyam
jangan² mai n myra melahirkan barengan dan di rumah sakit yg sama
dan juga bantu zain n mai, thor