Ini adalah cerita tentang seseorang yang kembali ke masa lalunya. Seorang pendekar kuat yang berhasil mendapatkan pusaka untuk mengulang waktu.
Sembilan tahun telah berlalu semenjak kembalinya dia ke masa lalu. Banyak hal yang telah ia ubah. Kekuatannya juga perlahan mendekat ke puncak kekuatannya di kehidupan pertama.
Namun ancaman lain akhirnya muncul. Sejarah telah berubah karena campur tangannya. Kini ia harus bersiap menghadapi musuh lain yang rumit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengikut Keempat, Naga Langit Yan Luo
Yan Luo duduk dengan punggung tegak di bangku batu taman. Wajahnya masih dipenuhi rasa hormat, sementara Boqin Changing menatapnya tanpa berkedip sedikit pun.
Suasana di taman itu sangat tenang. Hanya suara dedaunan yang tertiup angin yang sesekali memecah keheningan.
Boqin Changing memperhatikan pria di hadapannya dengan seksama. Dilihat dari penampilannya, pria itu tampak berusia sekitar awal tiga puluhan.
Wajahnya tegas, auranya matang, dan sorot matanya menunjukkan pengalaman hidup yang panjang. Jika dilihat dari penampilannya, orang akan mengira ia setara dengan gurunya, Wang Tian.
Namun justru itulah yang membuat Boqin Changing semakin sulit mempercayainya. Di kehidupan pertamanya, ia pernah bertemu langsung dengan Yan Luo.
Murid kebanggaan Zhi Shen itu memiliki wajah yang sama sekali berbeda. Bentuk wajah, warna mata, hingga postur tubuhnya tidak sedikit pun menyerupai pria yang kini duduk di hadapannya.
"Kalau begitu..."
gumam Boqin Changing dalam hati.
"Siapa sebenarnya orang ini?"
Ia kemudian bersandar sedikit di bangku batu.
"Duduklah."
Yan Luo segera menganggukkan kepala.
"Baik, Tuan Besar."
Ia duduk dengan sikap hormat di bangku yang berhadapan dengan Boqin Changing.
Sementara itu, Long Aotian dan Wu Xing memilih tetap berdiri di depan rumah Boqin Changing dengan Boqin Feng. Mereka hanya mengawasi setiap gerakan Yan Luo dengan penuh perhatian.
Boqin Changing akhirnya membuka pembicaraan.
"Kalau begitu..."
Tatapannya tetap tenang.
"Menurutmu, sebaiknya kita mulai dari mana?"
Yan Luo tersenyum pahit.
"Tuan Besar..."
"Apa yang akan kuceritakan mungkin terdengar mustahil."
"Bahkan jika orang lain mendengarnya, mereka pasti menganggapku sudah kehilangan akal."
Ia mengangkat tangan kanannya.
"Tetapi aku bersumpah demi Langit dan Bumi."
"Aku tidak akan mengucapkan satu kebohongan pun."
Boqin Changing hanya mengangguk pelan.
"Lanjutkan."
Yan Luo menarik napas panjang.
"Namaku memang Yan Luo."
"Tetapi... Aku bukan Yan Luo yang lahir di tubuh ini."
Ia menatap lurus ke arah Boqin Changing.
"Di masa depan, aku akan menjadi murid Guru Zhi Shen."
"Dan kelak aku akan menjadi salah satu bawahan Tuan Besar."
Yan Luo melanjutkan,
"Namun pada akhirnya... di masa depan, aku mati."
Nada suaranya berubah berat.
"Orang yang membunuhku adalah Kaisar Xin Da."
"Salah satu orang kepercayaan Tuan Besar."
Mendengar nama itu, bahu Boqin Changing sedikit bergetar.
"...Xin Da."
Nama itu begitu akrab di telinganya. Xin Da adalah salah satu orang yang paling dipercaya olehnya pada kehidupan pertama. Sulit baginya membayangkan orang itu membunuh Yan Luo.
Namun di kehidupan keduanya ini, ia memang beberapa kali mendengar keburukan dari Xin Da. Yan Luo jelas bukan orang yang pertama kali mengungkit sisi kelam Xin Da.
Boqin Changing perlahan memejamkan matanya. Ingatannya mulai menelusuri kehidupan pertamanya.
Beberapa saat kemudian, ia akhirnya mengingat sesuatu. Yan Luo saat itu menghilang. Beberapa tahun sebelum dirinya mengalami peristiwa yang mengembalikannya ke masa lalu.
Saat itu, Zhi Shen nampak kesal karena muridnya lenyap tanpa jejak. Mereka semua ikut membantu pencarian. Bahkan juga Long Aotian dan Wu Xing.
Namun hasilnya nihil. Tidak ada mayat, tidak ada jejak pertempuran, dan tidak ada satu pun petunjuk. Seolah-olah Yan Luo benar-benar menghilang dari dunia.
Kini. Boqin Changing mulai menyadari bahwa kenyataannya ternyata jauh lebih rumit. Ia membuka kembali matanya. Ekspresinya tetap tenang.
"Lanjutkan."
Yan Luo mengangguk.
"Sesungguhnya... aku tidak benar-benar mati."
"Sebelumnya, Guru Zhi Shen pernah menyerahkan sebuah pusaka kepadaku."
"Ternyata pusaka itu melindungi jiwaku."
Yan Luo kembali berkata,
"Ketika aku membuka mata... aku mengira aku telah selamat."
"Tetapi ternyata aku salah."
Ia tersenyum pahit.
"Jiwaku memang kembali ke masa lalu. Namun bukan ke tubuhku sendiri."
"Aku justru terbangun di tubuh seorang tuan muda Keluarga Yan."
Ia menundukkan kepalanya sejenak.
"Dan yang lebih mengejutkan..."
"Aku tidak kembali ke masa ketika aku masih hidup."
"Aku justru terlempar ke masa yang lebih lampau."
"Jauh sebelum aku bertemu Guru."
"Jauh sebelum Guru mengenal Tuan Besar."
"Dan jauh sebelum kelahiran tubuh asliku."
Boqin Changing tetap memasang wajah tenang. Namun di dalam hatinya muncul gelombang yang sangat besar. Berarti di dunia ini bukan hanya dirinya yang pernah mengalami keajaiban perjalanan waktu.
Meski demikian, ia sama sekali tidak berniat mengungkapkan rahasianya. Rahasia bahwa dirinya juga kembali ke masa lalu harus tetap terkubur. Semakin sedikit orang yang mengetahuinya, semakin baik.
Karena itu, Boqin Changing hanya menganggukkan kepala, seolah-olah sedang mendengarkan kisah yang benar-benar baru baginya.
"Lalu?"
Tatapannya tetap tertuju kepada Yan Luo.
"Kalau kau telah kembali ke masa lalu... Mengapa kau baru datang menemuiku sekarang?"
Yan Luo menarik napas panjang sebelum kembali membuka mulut.
"Sesungguhnya... aku tidak ingin mengubah masa perkembangan Tuan Besar."
Tatapannya lurus ke arah Boqin Changing.
"Aku tahu, pada akhirnya Tuan Besar akan menjadi penguasa dunia ini."
"Itulah sebabnya selama ini aku memilih bersabar."
"Aku tidak terburu-buru datang menemui Tuan Besar."
Ia tersenyum pahit.
"Aku takut kehadiranku justru mengubah terlalu banyak hal."
"Kalau sejarah berubah terlalu jauh, aku tidak tahu apakah masa depan yang kuingat masih akan terjadi atau tidak."
Boqin Changing tetap diam. Wajahnya tenang, tetapi ia mendengarkan setiap kata dengan seksama.
Yan Luo kembali melanjutkan.
"Selama bertahun-tahun, aku berkultivasi."
"Membangun kekuatanku."
"Dan menunggu."
"Aku percaya, cepat atau lambat Tuan Besar akan mencapai puncaknya seperti yang pernah kulihat."
Ia menggeleng pelan.
"Namun..."
"Beberapa waktu yang lalu terjadi sesuatu yang benar-benar di luar dugaanku."
Boqin Changing sedikit mengangkat alisnya.
"Apa yang terjadi?"
Yan Luo menarik napas pelan.
"Aku melihat pertarungan generasi muda di Kekaisaran Zhou."
"Di sanalah aku bertemu dengan seorang bocah."
Tatapannya perlahan berubah serius.
"Bocah itu... sangat mirip dengan Guru Zhi Shen."
"Hanya saja usianya jauh lebih muda."
Mata Boqin Changing sedikit menyipit. Yan Luo melanjutkan,
"Awalnya aku mengira hanya kebetulan."
"Tetapi semakin lama aku melihatnya..."
"Semakin aku yakin."
"Wajahnya."
"Ekspresinya."
"Bahkan tatapan matanya."
"Semuanya mengingatkanku pada Guru."
"Akhirnya aku memutuskan untuk menemuinya."
Boqin Changing tetap diam.
"Lalu?"
Yan Luo mengangguk pelan.
"Aku berbincang cukup lama dengannya."
"Dan di tengah percakapan itu..."
"Ia mengatakan sesuatu yang membuatku benar-benar terkejut."
Yan Luo menatap lurus ke arah Boqin Changing.
"Ia berkata..."
"'Guruku bernama Boqin Changing.'"
Suasana taman seketika menjadi sunyi.
Mata Boqin Changing sedikit membesar. Meski ekspresinya masih terkendali, di dalam hatinya muncul gelombang yang cukup besar.
"...Gao Rui."
Ia langsung mengetahui siapa bocah yang dimaksud Yan Luo, Gao Rui muridnya.
Seorang anak yang sejak pertama kali ditemuinya memang selalu mengingatkannya pada Zhi Shen karena kemiripan wajah mereka. Boqin Changing tidak pernah menyangka orang ini juga akhirnya bertemu dengan Gao Rui.
Sementara itu, Yan Luo kembali berkata,
"Begitu mendengar nama Tuan Besar keluar dari mulut bocah itu..."
"Aku langsung sadar."
Ia menarik napas panjang.
"Sejarah telah berubah."
"Karena dalam ingatanku..."
"Pada masa ini, Tuan Besar seharusnya masih dalam masa membangun kekuatan.”
Yan Luo menggeleng pelan.
"Saat itulah aku tahu."
"Ada sesuatu yang telah mengubah jalannya sejarah."
Boqin Changing terdiam beberapa saat. Di dalam benaknya, berbagai kemungkinan mulai tersusun. Ternyata bukan hanya dirinya yang menyadari perubahan yang terjadi saat ini. Yan Luo juga berhasil menangkap kejanggalan itu melalui keberadaan Gao Rui.
Setelah beberapa saat, Boqin Changing akhirnya membuka mulut.
"Jadi... Kau sudah bertemu Gao Rui?"
Yan Luo langsung mengangguk.
"Benar, Tuan Besar. Aku bahkan sempat berbincang cukup lama dengannya."
"Saat itu aku sama sekali tidak menyangka bahwa pertemuan sederhana itu justru menjadi alasan akhirnya aku datang menemui Tuan Besar."
ta apalah !!
biar alurnya lambat asal selamat